To Be A Continue

To Be A Continue
Posisi Fara?



Pria itu mendekati meja Chika dan Fara. Begitu sudah tepat di depan Chika ia membuka kacamata hitamnya di hadapan Chika.


"Jordan" sapa Chika yang masih menatapnya.


"Hitung-hitung itu balasan dariku" Jordan menatap Fara dengan tatapan tajam dan senyum tipisnya.


Jordan duduk di sebelah Chika. Secara bergantian ia memandang Fara dan juga Chika. Sudah lama ia tidak bertemu dengan Chika. Kesibukannya yang baru membuatnya ia tak bisa bolak-balik ke Jakarta untuk bertemu Chika.


"Sekarang kita impas. Kamu tau? gara-gara video yang kamu sebar! aku hampir kehilangan job. Karena video itu aku kena omel dari manager dan juga~"


"Sudah, sudah. Kalian itu sudah dewasa! bisa-bisanya seperti ini." Chika memotong pembicaraan Jordan.


Chika meminta karyawannya untuk menghapus video-video yang terkait dengan dirinya dan Fara sama seperti video viral Jordan dengan Alvaro.


Ia mengangkat semua tentang talent nya yang masih baru. Sekalian mempromosikan talent Nya. Memang tidak mudah dan cepat untuk menghilangkan opini masyarakat.


Chika meminta Wenda untuk datang ke kantin. Terlihat Chika berbisik dengan Wenda. Setelah selesai membicarakan sesuatu, Chika meminta Fara untuk mengikuti Wenda.


"Pergilah bersama Wenda!" perintah Chika.


"Aku bisa keluar dari sini sendiri. Jika memang kamu tidak punya kepedulian terhadap sesama" kata Fara. Wenda tersenyum mendengar perkataan Fara.


"Kamu kira aku sejahat mulut kamu? kalau aku perintahkan ya jalani! Kalau gak ya udah pergi!" kata Chika.


Fara sempat meragu. Sampai saat ia melihat Wenda tersenyum Ke dirinya. Fara mengubah pandangannya ke Chika. Ia menghampiri Chika dan meraih tangannya.


"Terima kasih. Maafkan perkataan aku. Aku janji tidak akan mengulangi kesalahan itu lagi." kata Fara.


"Cepat pergi! Jangan buat Wenda menunggu lama! Masih banyak pekerjaan yang harus ia kerjakan!" kata Chika.


Jordan melongo melihat keputusan Chika. Bisa-bisanya ia memberikan pekerjaan untuk orang yang udah menyakiti hatinya.


Setelah kepergian Fara dan Wenda. Chika kembali duduk di samping Jordan. Chika menatap Jordan dengan tatapan kesal.


"Sejak tadi" jawabnya.


"Maaf, aku jarang main kesini. Aku gak ingin membuat rumah tangga kamu berantakan karena kehadiranku." kata Jordan.


"Berantakan kenapa?" tanya Chika.


"Kamu tau sendiri kan suami kamu itu cemburuan banget. Oh iya, aku dengar kamu sempat ada masalah ya dengan suami kamu?" tanya balik Jordan.


"Itu sudah berlalu" jawab Chika dengan senyuman.


"Apa lagi yang udah dia lakuin ke kamu? Kamu itu emang bahagianya sama aku Chika. Dia itu cuma bisa nyakitin kamu doang" kata Jordan.


"Hanya sebuah kesalahpahaman aja kok. Tapi sekarang udah baik-baik aja" Chika tersenyum.


"Gimana kabar kamu?" tanya Chika.


"Ya begini, papi ku meminta aku meninggalkan dunia hiburan dan bergabung di perusahaannya." kata Jordan.


"Sudah ah, aku harus segera balik. Aku hanya merindukanmu Chik. Bye princess" Jordan kembali mengenakan kacamata hitamnya dan pergi.


Ternyata suara gemuruh itu dari suara hempasan baling-baling helikopter milik Jordan yang terparkir di atas gedung.


Jordan melambaikan tangannya ke Chika. Hingga helikopter tersebut terbang tinggi meninggalkan gedung bertingkat itu.


Chika menyusul keberadaan Wenda yang sedang mengajak Fara berkeliling dan mengantarkannya ke posisi ia bekerja.


Wenda menyarankan agar Fara diposisikan ke bagian Pemasaran melalui Sosial Media. Melihat Fara memiliki keahlian di bidang tersebut. Chika mempercayakan semuanya pada Wenda.


Tugas Fara memasarkan talent yang bergabung di Bee Entertainment dan juga memegang kendali sosial media para talent.