To Be A Continue

To Be A Continue
Cemburu?



Alvaro tak suka melihat Jordan yang terlalu frontal mendekati Chika. Seketika hatinya terasa panas begitu Jordan dekat-dekat dengan Chika.


"Gak bisa apa kamu nolak tiap dia dekat dengan kamu?" Chika senang melihat Alvaro cemburu. Pertama kalinya Chika melihat Alvaro begitu cemburu.


**Flashback**


Sejak pacaran Alvaro sangat cuek dan terlihat begitu dingin padanya. Bahkan Alvaro tidak pernah tersenyum sekalipun. Sehingga Chika mengira bahwa Alvaro tidak benar-benar mencintai Nya. Hingga sampai Chika mengetahui jika Alvaro dekat dengan perempuan lain. Chika yakin bahwa Alvaro benar-benar tidak mencintai Nya.


Hanya Chika yang bahagia dan senang dalam hubungan itu. Hanya Chika yang menggunakan hatinya untuk mencintai Alvaro sepenuh hati dan sangat menyakitkan melihat Alvaro lebih dekat dan senang pada perempuan lain.


Sejak dirinya putus dengan Alvaro. Chika selalu bertanya-tanya, kenapa Alvaro meminta dia untuk menjadi pacarnya jika hanya untuk di sakiti? Kenapa Alvaro memilihnya jika itu tidak membuat Alvaro bahagia?


***


Waktu menunjukkan pukul 01:30 WIB


"Sudah?" tanya Alvaro melihat Chika merapikan mejanya. Chika menganggukkan kepalanya.


"Kamu gak pulang?" tanya Chika.


"Aku nunggu kamu" jawab Alvaro.


"Sudah larut malam, gak baik jika kamu pulang sendiri" lanjutnya.


"Aku sudah terbiasa sendiri kok" kata Chika.


"Kali ini kan beda. Biar calon suamimu yang mengantarkan pulang" ucap Alvaro sambil tersenyum pada Chika.


"Aku bawa mobil"


"Tinggalkan saja disini. Amankan? atau kalo perlu biar aku suruh Rino membawa mobilmu" jawab Alvaro.


Chika pun mengikuti keinginan Alvaro untuk pulang bersama. Mobil Chika di bawa oleh Rino ke rumah Alvaro.


"Sudah larut malam, lebih baik kamu bermalam di rumahku dulu" ucap Alvaro.


Chika menyembunyikan rasa takutnya. Ia terlihat seakan lupa dengan kejadian tersebut. Chika keluar mobil dengan santai dan mengikuti Alvaro masuk ke dalam rumah.



Alvaro mengajak Chika ke salah satu kamar yang berada di lantai bawah dekat dengan ruang TV.


"Kamu bisa tidur disini" ucap Alvaro.


"Disini?" tanya Chika.


"Iya, ini kamar tamu. Atau kamu mau tidur berdua di kamar aku? Ayo boleh. Dengan senang hati aku" Alvaro menarik tangan Chika. Chika langsung menariknya kembali.


"Gak, aku disini aja" Chika melemparkan senyum manisnya. Chika langsung masuk ke kamar.


Tidak lupa Chika memberi kabar ke Mama Maya. Agar tidak menunggunya pulang.


***


Pagi hari Chika langsung ke dapur untuk membuat sarapan. Chika memasak nasi goreng ala Chika. Nasi goreng tanpa kecap.


Aromanya memanggil-manggil untuk membangunkan Alvaro. Benar saja, mencium aromanya membuat Alvaro menjadi lapar dan terbangun.


Alvaro pun keluar dan segera menghampiri Chika yang ada di dapur. Alvaro langsung memeluk Chika dari belakang dan menjadikan pundak Chika sandaran untuk dagunya.


"Pagi sayang, gimana tidurnya? Nyenyak?" tanya Alvaro.


"Sudah yuk kita makan. Aku udah harus berangkat kerja lagi" ajak Chika sambil membawa Nasi goreng ke meja makan.


"Lagi? Kamu aja baru sampai rumah jam 2 pagi loh. Dan sekarang mau berangkat lagi?" tanya Alvaro.


"Apa kamu gak kangen sama Angel? kamu kan bisa menyuruh asisten kamu buat mengerjakannya" lanjutnya lagi.


"Aku hanya ingin memantau kerja mereka. Kadang juga Angel ikut denganku" jawab Chika.