To Be A Continue

To Be A Continue
Masak?



Bukan Chika namanya jika hanya duduk diam dan bersantai. Pagi hari buta, Chika sudah berada di dapur. Chika membuat Baked Egg dengan tambahan roti baguette. Dengan bahan yang sempat ia beli sebelum pulang kerja.


Chika sudah mulai terbiasa memasak menu makanan luar. Setiap Chika ke rumah mertuanya dulu, ia selalu melihat dan terkadang membantu sang koki memasak. Itu yang membuat Chika lebih bisa memvariasikan menu makanan di rumahnya. Sesekali ia menyajikan makanan luar. Memang rencananya pagi ini Chika ingin memasak makanan tersebut.


Sambil menunggu makanan matang Chika membuat Cream brulee untuk menu dessert Nya. Agar lebih nikmat Chika meletakkannya di kulkas.


Chika yang lupa menyalakan Cooker Hood membuat aroma masakannya menyebar ke setiap ruangan. Sehingga membuat seisi rumah bangun dan bersiap.


Belum ada yang tahu bahwa aroma tersebut berasal dari masakan Chika kecuali Angela yang sudah sangat mengenal aroma masakan sang bunda. Mencium aroma tersebut Angela yang tidur sambil memeluk sang Ayah langsung terbangun.


"Bunda!" teriak Angela dan langsung bangun. Alvaro pun ikut bangun karena teriakan Angela.


Keluar kamar, Angela langsung berteriak sambil lari mencari sang Bunda. Angela mencari letak dapur. Karena Angela yakin kalau bundanya pasti ada di dapur.


Begitu sampai dapur Angela melihat sosok bundanya yang sedang menyiapkan sarapan untuknya


"Bunda, semalam Angel tidur sama Ayah. Tapi kok bunda gak ada? Angel kira bunda lupa sama Angel" Angel memeluk sang bunda.


"Bunda semalam ketiduran di kamar Angel. Bunda kira Angel di kamar" jawab sang bunda.


"Gimana tidurnya semalam?" Chika selalu rutin menanyakan hal tersebut.


"Angel senang sekali bunda. Angel mimpi, angel, bunda sama ayah pergi ke taman unicorn" Angel menceritakan mimpi indahnya.


"Bunda, bunda. Angel boleh bangunin Oma sama Opa gak? kayak biasa Angel bangunin Mamay sama Oppay" kata Angel sambil tubuhnya tidak bisa diam.


"Boleh, tapi Oma sudah bangun nih. Mana ayah kamu? bangunin sana" perintah sang Oma.


"Iya, maaf nyonya. Saya lupa menyalakan Cooking Hood Nya" jawab Chika.


"Jangan panggil bunda Nyonya. Panggil saja bunda. Kamu juga kan bagian dari keluarga kita" pinta Hani.


Satu persatu orang rumah sudah mulai keluar. Chika di bantu oleh pembantu untuk menyajikan menu sarapan mereka. Yang biasanya hanya sepotong roti biasa. Kini mereka makan makanan ala perancis yang di buat oleh Chika.



"Ini enak sekali, mengingatkan bunda saat bukan madu bersama ayah dulu" Hani memberikan komentar baik.


"Iya, ini lezat sekali. Kakak ipar pandai sekali memasak" Fathan memberi pujian pada Chika.


"Wah, restoran De'Hansel aja kalah. Aku pernah di endorse oleh mereka untuk mempromosikan restoran mereka dan rasanya sedikit menggantung di lidah. Tapi ini beda banget. Aku gak nemuin rasa yang failed. Lidah aku di buat Nyaman banget" sebagai komentator makanan Sabrina benar-benar di buat kagum oleh masakannya.


Setiap ada orang yang memberi komentar Alvaro selalu fokus mendengarkan dan mencicipi masakan Chika. Semua orang di rumah itu sangat menikmati makanan utama Chika.


Setelah selesai, Chika kembali mengeluarkan makanan penutupnya. Creme Brulee, Karin, Airin dan Angela bersorak bahagia. Adik Karin yang kini berusia setahun ikut menyantapnya.



"Angela, Karin dan Airin. Ini bekal untuk kalian. Makannya bersama-sama ya" ucap Chika.


"Ini bekal makan siang kamu" Chika memberi satu kotak makan untuk Alvaro.