To Be A Continue

To Be A Continue
Jadi Dia?



Alvaro dan Mama Maya masih berada di depan rumah. Sementara Chika baru sadar dan langsung di bawakan makanan oleh kedua sahabatnya.


Air mata Mama Maya mengalir begitu Alvaro bercerita. Alvaro menceritakan perbuatannya saat itu. Mama Maya tak mampu lagi berkata-kata. Tak di sangka hari ini ia bertemu ayah dari Angela. Hanya saja Mama Maya tidak dapat menerima Alvaro. Hampir Lima tahun anaknya menderita karena perbuatan Alvaro. Harus mengurus anak tanpa suami adalah hal yang sulit yang harus Chika alami.


Tapi Mama Maya tidak dapat sepenuhnya menyalahkan Alvaro. Sejak Chika mengetahui ia hamil, Chika tetap tidak ingin memberi tahu Alvaro. Bahkan Chika memutuskan untuk mengurus Angela sendiri.


Mungkin jika Chika mengatakan pada Alvaro, Alvaro pasti akan bertanggung jawab atas perbuatannya.


"Sebaiknya kamu pulang sekarang" pinta Mama Maya.


"Maafkan saya tante. Saya janji akan bertanggung jawab" Alvaro memohon pada Mama Maya.


Namun Mama Maya tidak mempedulikan ucapan Alvaro. Mama Maya masuk bersama Angela.


"Tante, saya sangat mencintai anak tante. Saya akan buktikan jika saya serius mencintai anak tante" teriak Alvaro.


Suara Alvaro terdengar sampai kamar Chika. Chika langsung bangun dan mencari Angela.


"Mana Angel?" tanya Chika.


"Dia sedang bersama tante mengantar Alvaro" jawab Gita membuat Chika membuka selimut dan lari keluar mencari Angel.


Chika menuruni anak tangga dengan cepat. Ia melihat Angela bersama Mama Maya.


"Angel" Chika memanggil anaknya dari tangga. Chika langsung lari dan memeluk anak gadisnya.


"Jadi dia?" tanya Mama Maya. Chika menganggukkan kepalanya.


"Bukankah dia pernah kesini bersama kedua anaknya? sudah punya anak masih kurang saja" Mama Maya ngedumel setelah melihat Alvaro.


"Awalnya mama kira keputusan kamu salah. Ternyata kamu memang lebih baik tidak usah mengatakannya pada dia. Jangan sampai kamu merusak rumah tangga orang" kata Mama Maya. Chika pun terdiam.


"Bunda, Om tadi itu siapa?" tanya Angel.


"Kalo dia teman baik bunda, kenapa bunda menangis?" Angel mengusap air mata Chika.


"Gak apa-apa sayang, bunda hanya masih pusing saja makanya air mata bunda keluar" Chika melemparkan senyumannya.


Chika dan Angel duduk di ruang TV. Rika dan Gita pun menyusul mereka ke ruang TV. Di ruang TV mereka berbincang dan tertawa bersama.


"Bunda, bunda. Angel mau sekolah di tempat aunty Rika dan aunty Gita ya" pinta Angela.


"Gimana ya?" Chika bingung harus menjawab apa.


"Udah gak apa-apa Chik. Kan ada kita, nanti gampang deh aku bisa antar kalo kamu sibuk" kata Gita.


Bel rumah berbunyi~


Mama Maya pergi membukakan pintu. Agak lama berada di depan pintu. Mama Maya kembali bersama seorang pria tampan yang pastinya Mama Maya mengenali pria tersebut.


"Chika, ada teman kamu tuh" menunjuk ke belakang.


"Jordan, kamu ngapain?" tanya Chika.


"Aku dengar kabar Daddy Ben" Talent di Management Papa Ben memanggil Papa Ben dengan sebutan Daddy.


"Oh, iya. Masuklah dulu" ajak Chika.


Rika dan Gita langsung seperti cacing kepanasan melihat Jordan penyanyi papan atas yang menjadi idola di semua kalangan dan semua usia. Jordan juga memiliki keahlian akting dan host.


"Chik, kenalin ke kita dong" bisik Rika dan Gita.


"Oh iya, kenalin ini sahabat aku ada Rika dan Gita" Rika dan Gita bergantian berjabat tangan dengan Jordan.