To Be A Continue

To Be A Continue
Rombongan



Chika jalan lebih pagi, bahkan ia belum sempat sarapan. Joshua telah menjemput Chika dengan motor maticnya.


Di sekolah sudah ada Rika dan Gita yang sedang membantu mempersiapkan kedatangan ketua yayasan. Aroma khas Chika sudah memasuki ruangan lebih dulu.


"Kayaknya ada yang datang barengan nih" Gita menyindir.


"Wah, ada yang lagi proses pendekatan nih ya?" tanya Rika ke Gita.


"Sudah, sudah. Kalian ini masih pagi udah bergosip saja" Joshua menaruh barang-barangnya di mejanya.


"Chik, kamu tadi di cari sama kepala sekolah tuh. Kayaknya penting deh" kata salah satu staf.


"Wah, kenapa tuh Chik? Samperin dulu sana" kata Rika.


Chika yang baru datang kembali pergi ke ruang kepala sekolah. Di ruangan sudah ada kepala sekolah yang menanti kehadiran Chika.


"Ibu memanggil saya?" tanya Chika.


"Iya Chika. Jadi gini, Ketua yayasan meminta kamu untuk ikut serta saat nanti ketua yayasan dan anaknya berkeliling sekolah ini" kata kepala sekolah.


"Apa tidak yang lain saja bu? sebab, saya disini masih baru, jadi belum terlalu kenal dengan anak yang lain juga belum hafal sama ruangan di sekolah ini" jawab Chika yang ragu.


"Saya tetap ikut Chik. Jadi kamu hanya temani anaknya Ketua Yayasan saja. Sebab pasti dia akan merasa bosan. Namanya juga kan anak muda, ya seumuran dengan kamulah. Itu makanya saya mengusulkan kamu untuk ikut dengan saya" kepala sekolah menjelaskannya lagi.


Setelah berhasil merayu Chika, Chika di perbolehkan keluar dari ruangannya. Kepala sekolah di tempat Chika kerja memang terkenal baik dan ramah. Sebisa mungkin dia membuat seluruh guru dan staf tidak ada kebencian segala macam. Itulah yang membuat Ketua Yayasan mempertahankannya.


"Gimana tadi?" Rika langsung melemparkan pertanyaan.


"Baru juga keluar aku Rik udah di kasih pertanyaan aja" jawab Chika.


"Wah, bagus dong. Dengar-dengar anaknya ketua yayasan belum menikah loh" Gita membuka bahan untuk bergosip.


"Lah, bukannya kata Joshua orang tuanya Airin anak ketua yayasan?" tanya Rika.


"Katanya sih anaknya itu ada tiga dan baru satu atau dua gitu yang udah nikah" jawab Gita.


"Ya pastinya yang lebih tua dulu lah yang sudah nikah" lanjut Rika.


"Kalian ini masih pagi udah ngomongin orang" Joshua menyambar obrolan mereka bertiga.


Setelah sekian lama persiapannya, datanglah Lima mobil yang terparkir di halaman sekolah. Beberapa guru yang masih tetap mengajar termasuk Rika, Gita dan Chika.


"Opa! Oma! Papa! Uncle!" teriak Airin dari dalam kelas melihat keluar kelas. Anak-anak lain ikut melihat ke luar jendela.


Rika, Gita dan Chika mengajak murid-murid untuk kembali ke tempat duduk mereka.


"Wah, Dede Karin ikut!" teriak senang Airin.


Setelah anak-anak mulai tenang dan mulai berkreasi kembali, Ternyata kepala sekolah bersama rombongan Ketua Yayasan menghampiri kelas yang di tempati Chika dan teman-temannya.


Rika memberikan perintah agar anak murid melambaikan tangannya ke rombongan Ketua Yayasan. Kemudian satu persatu memberikan bunga kertas yang telah mereka buat.



Begitu juga para guru, tiba giliran Chika memberikan bunga kertas ke rombongan yang paling akhir. Saat Chika mengangkat kepalanya, Chika terkejut dengan apa yang ia lihat. Seseorang yang ia kenal sambil menggendong seorang gadis kecil.