
Mama Maya meminta Chika untuk tidak membawa Angela ke rumah Tuan Ebrahim. Mama Maya dan Papa Heru sangat merindukan Angela. Kebetulan seminggu ini Alvaro tidak pulang ke rumah orang tuanya.
Waktu menunjukkan pukul 21:30 WIB. Chika sudah mulai lelah. Tapi ia tidak bisa pulang begitu saja.
"Kamu tidak pulang Chik?" Jordan datang dan memasangkan baju hangat ke tubuh Chika.
"Kamu belum pulang? Besok kamu harus latihan lagi loh" tanya Chika meregangkan ototnya.
"Aku masih mau lihat kamu" Jordan tersenyum menatap Chika.
Chika kembali mengerjakan tugasnya. Sampai ketika Alvaro datang menemui Chika. Jordan menatap Alvaro dan Alvaro membalas tatapan Jordan dengan tajam setajam silet.
"Jo, bisa tinggalkan kita dulu?" ucap Chika.
"Gak! Aku masih merindukanmu Chika! aku akan tetap disini" jawab Jordan.
"Jo!" Chika menekankan panggilannya.
"Kenapa gak dia aja yang pergi? Lagi ngapain coba kesini?" jawab sinis Jordan.
"Jo, ayolah"
"Gak Chika! aku masih ingin di dekatmu. Aku sangat merindukanmu" Jordan masih tetap tidak ingin pergi.
Kesal melihat tingkah Jordan. Alvaro mencium Chika di depan Jordan. Seketika Jordan memukul meja Chika dan pergi meninggalkan ruangan Chika.
"Kamu apa-apaan sih?" tanya Chika.
"Siapa yang menyuruhmu mencium ku?" tanyanya lagi.
Chika kembali duduk, begitupun dengan Alvaro yang duduk di hadapannya. Tatapan mereka saling bertemu.
"Sampai kapan kamu akan menolak ku Chika?" tanya Alvaro.
"Kita tidak hanya berdua. Tapi sudah ada Angela di antara kita" katanya lagi.
"Jangan jadikan Angela sebagai alasan Varo!" jawab Chika.
"Kasih tau aku Chik. Aku bukan orang yang bisa menebak pikiran orang. Aku gak tau alasannya Chik. Apapun aku lakuin tapi tidak sedikitpun kamu lihat" Alvaro menundukkan kepalanya.
Sejujurnya Chika juga tidak mengerti. Mengapa hatinya terlalu berat untuk menerima Alvaro. Tapi di hatinya yang paling dalam, Chika juga sangat menginginkan Alvaro.
"Baiklah" jawaban singkat yang penuh makna.
"Apa? bisa kamu katakan sekali lagi?" tanya Alvaro dengan perasaan senang.
"Baiklah, aku akan nerima kamu. Tapi beri aku waktu untuk mulai dari awal lagi" pinta Chika.
"Maksud kamu?" tanya bingung Alvaro.
"Aku nerima kamu kembali. Tapi aku tidak ingin terlalu terburu-buru menikah denganmu" jelas Chika.
"Kenapa?" tanya Alvaro.
"Gak mudah Varo bagi aku. Masih ada sedikit rasa kecewa aku. Sakit hati aku Varo. Dengan mudah kamu meninggalkan aku demi perempuan lain. Lalu, kamu juga ingin dengan mudah aku nerima kamu kembali. Gak bisa Varo" jelas Chika.
Chika mencurahkan seluruh isi hatinya yang dulu tak di dengar oleh Alvaro. Chika menangis mengingat kembali luka yang dulu. Alvaro mendekati Chika dan memeluk Chika.
"Maaf, maafkan aku Chika. Beri aku kesempatan untuk menebusnya" pinta Alvaro. Alvaro kembali mencium Chika.
Alvaro menunggu hingga Chika menyelesaikan pekerjaannya. Jordan kembali masuk ke ruangan Chika.
"Kenapa Jo?" tanya Chika.
"Kenapa dia belum pergi juga?" tanya Jordan.
"Aku sangat merindukanmu Chik" Jordan memeluk Chika. Alvaro langsung bangkit dari duduknya dan melepaskan tangan Jordan yang menempel di tubuh Chika.
"Pulanglah, besok kamu harus berlatih lagi. Jangan sampai mengecewakan manager mu Jo" ucap Chika.
"Baiklah, Bye sayang" Jordan memberikan Kiss bye pada Chika. Membuat Alvaro melotot ke arah Jordan.