To Be A Continue

To Be A Continue
Pertemuan yang Canggung?



Jantung Chika berdetak sangat kencang. Perasaan Chika semakin tak karuan saat pertemuan yang menegangkan tadi.


"Bagaimana ini? semoga Tuan Ebrahim tidak menyadarinya. Jika memang mereka menyadarinya aku tidak masalah. Jika Alvaro mengetahui Angela anaknya pun aku juga tidak masalah. Aku hanya tidak ingin jika mereka membenci Angela dan menyakiti hati Angela" batin Chika.


"Maafkan bunda ya Nak. Bunda janji jika waktunya tiba, akan bunda kenalkan ke ayah kamu" batin Chika lagi sambil menatap sang anak masuk ke dalam kelasnya.


Setelah Angela masuk, Chika pergi ke kantornya. Hari ini begitu padat sekali jadwal Chika. Dari persiapan konser Jordan sampai launching film terbaru Deon dan Chika juga harus menemani Carissa pemotretan.


Chika tidak pernah pilih kasih pada semua talent nya. Chika juga membagi pekerjaan dengan sangat adil. Itu mengapa Talent Chika dan mendiang Papa Ben senang berada di Bee Management.


"Jordan! ngapain kamu kesini?" tiba-tiba Jordan sudah berdiri di depan mobilnya.


"Jemput kamu. Biar kita bareng ke lokasinya" Alasan Jordan.


"Aku harus menemani Carissa pemotretan lebih dulu. Lebih baik kamu tunggu di kantor saja. Lagipula kamu ke lokasi kan siang" kata Chika.


"Yah, aku udah sampai sini gimana dong?" Jordan pura-pura memelas.


"Ya udah, kita ke pemotretan Carissa dulu, terus ke lokasi konser kamu" Chika masuk ke dalam mobil dan menyerahkan kunci mobil pada Jordan.


Di tempat lain, Tuan Ebrahim melihat kedekatan Chika dengan Jordan.


"Siapa dia?" tanya Ebrahim.


"Tampaknya dekat sekali dengan Chika. Apakah dia ayah dari Angela?" tanya Ebrahim.


Di ruangan Alvaro, Alvaro masih tidak percaya dengan hasilnya. Ia merasa senang karena mempunyai anak secantik dan sepintar Angela. Tapi, ia kecewa pada Chika yang tidak memberi tahu dari saat hamil sampai lahiran. Sebegitu bencinya kah Chika pada Alvaro?.


Di rumah, Hani istri Ebrahim penasaran dengan surat yang semalam. Ekspresi anaknya yang sulit di tebak. Hani pun masuk ke kamar Alvaro. Ia mencari selembar kertas putih namun tak juga ia temukan. Sampai setelah 20 menit, Hani menemukan amplop putih. Hani mengeluarkan kertas yang ada di dalam amplop putih tersebut. Amplop tersebut berisi foto anak gadis yang cantik dan juga selembar kertas putih.


Kaki Hani terasa sangat lemas hingga terjatuh ke kasur Alvaro saat membaca isi dari surat tersebut. Air matanya sudah berkumpul di ujung matanya dan bersiap untuk terjatuh.


"Inikah yang Adrian ceritakan semalam?" akhirnya air matanya tak sanggup lagi untuk bertahan.


***


Keesokan harinya, Sesuai janji Tuan Ebrahim dengan Chika. Mereka Keluarga Ebrahim dan juga Chika sudah bertemu di Resto terdekat dari tempat Chika bekerja. Tak lupa Chika membawa Angela yang sedang libur sekolah.


Bunda Hani yang sudah mengetahui bahwa Angela adalah anak kandung dari Alvaro tersenyum melihat Angela. Bahkan bunda Hani selalu mengisi piring Angela hingga penuh.


Tuan Ebrahim sesekali berbicara pada Chika sambil mencuri pandang ke Angela dan Alvaro. Chika terlihat sangat gugup. Alvaro terus memandang Chika seakan memiliki dendam.


Pertemuan yang terlihat canggung bagi Chika. Angela sedang asik menyantap makanan yang di telah di berikan pada bunda Hani. Alvaro kini tersenyum menatap Angela yang sedang lahap.