To Be A Continue

To Be A Continue
Pertemanan Lawan Jenis?



Bunda Hani mengerti maksud anaknya. Hanya saja Bunda Hani juga paham apa yang di rasakan oleh Chika. Ia tidak dapat banyak membantu menyelesaikan permasalahan anaknya. Ia juga tidak ingin terlalu dalam ikut campur masalah rumah tangga mereka.


Bunda Hani ingin rumah tangga anaknya selalu tentram dan damai. Masalah persahabatan dengan lawan jenis itu memang sangat sensitif. Tak jarang akan menjadi musibah bagi rumah tangga.


Begitu juga dengan apa yang sedang terjadi saat ini. Bagi Alvaro itu hanya hal biasa. Tapi tidak dengan Chika.


"Bang, gak ada pertemanan lawan jenis tanpa ada perasaan di antara mereka. Bukannya bunda sok tahu, tapi memang seperti itu. Mungkin Bang Alva beranggapan biasa saja. Tapi Abang tau yang di rasakan teman Abang itu?" tanya Bunda Hani. Alvaro terdiam.


"Sudah ah, sudah siang. Bunda sudah harus pulang. Kasihan nanti anak-anak pulang gak ada orang" kata Bunda Hani.


"Abang antar ya Bun" pinta Alvaro.


"Gak usah, kamu juga kan baru saja pulang" kata Bunda Hani.


"Gak apa Bun. Tunggu sebentar ya, Abang bersih-bersih dulu" Alvaro langsung menuju ke kamarnya.


***


Chika main ke rumah orang tuanya. Ia berencana untuk menginap sementara di rumah orang tua Chika. Ia ingin menenangkan pikirannya.


Sampai di rumah orang tuanya, Chika merapikan kamarnya. Setelah itu ia menidurkan ketiga anaknya di kasurnya. Barulah ia menemui Mama Maya yang berada di ruang TV.


"Gimana kabarmu nak? udah lama banget kamu gak kesini. Mama sampai kangen sama kalian" kata Mama Maya.


"Baik Ma, Papa mana ma? main dong ma ke rumah" kata Chika.


"Papa kamu lagi ngurus Cafe, katanya dia mau ngembangin Cafe Olivier dan buka cabang gitu. Cuma gak tau mau buka dimana" kata Mama Maya.


"Hahaha, papa ada-ada aja. Nanti biar Chika bantu untuk cari lokasinya" ucap Chika.


Siang hari Chika sudah menyiapkan makanan agar nanti begitu Angela pulang ia bisa langsung makan siang. Chika meminta Gita untuk mengantar Angela ke rumah orang tua Chika.


"Wah, cucu Mamay sudah pulang sekolah. Gimana sekolahnya?" Angela langsung bercerita tentang pengalamannya hari ini. Membuat isi rumah menjadi ramai.


***


"Tunggu ya, aku ke sana sekarang" ucap Alvaro menjawab panggilan telepon.


"Bun, aku pergi dulu ya" Alvaro bersalaman dan pamit pada sang bunda.


Alvaro melajukan kendaraannya untuk menghampiri Zoya yang kini masih berada di rumah sakit.


Sesampai di rumah sakit, Alvaro langsung menuju ke ruangan Zoya. Zoya sudah merapikan pakaiannya dan bersiap untuk pulang.


"Kamu beneran udah boleh pulang sama dokter?" tanya Alvaro.


"Iyalah, lagi juga aku sudah bosan banget di rumah sakit" Alvaro tertawa.


Alvaro membantu Zoya membawakan tasnya. Begitu keluar ruangan ada beberapa perawat yang menyapa mereka.


"Wah, cocok banget sih kalian. Cantik dan tampan" Zoya langsung menggandeng tangan Alvaro.


"Bisa aja sus, terima kasih ya sus" jawab Zoya.


Alvaro terdiam selama perjalanan ke rumah Zoya. Banyak sekali perkataan-perkataan yang mengisi pikiran Alvaro.


"Mampir lah dulu, biar ku buatkan minum" kata Zoya. Alvaro menuruti perkataan Zoya. Lagi juga mereka sudah lama tidak bertemu.


"Apa keluarga kamu di sana tau kamu sakit?" tanya Alvaro. Zoya menganggukkan kepalanya.