
Chika mengantarkan Angela sekolah dan menitipkan ketiga anak kembar mereka ke orang tua Chika.
"Ma, aku titip Zahir, Dita sama Oli ya. Hari ini aku harus ke kantor ada urusan mendadak. Nanti Varo yang akan jemput mereka" ucap Chika.
"Angela siapa yang jemput nanti?" tanya Mama Maya.
"Nanti ada Opah Nya yang jemput. Kebetulan Opah Nya hari ini ke yayasan" jawab Chika sambil menyiapkan susu dan perlengkapan yang lainnya.
Setelah selesai menyiapkan keperluan si kembar. Chika bersiap untuk berangkat kerja. Lalu ia mendekati si kembar yang sudah ada di ruang TV.
Si kembar kini sudah berusia tiga tahun. Chika sudah membiasakan mereka menjadi anak yang mandiri.
"Kakak Zahir, jaga adik-adiknya ya. Jangan merepotkan Mamay. Bunda ada pekerjaan yang harus di selesaikan" ucap Chika.
"Siap Bunda, serahkan semua pada Ahir. Bunda semangat ya kerjanya" kata si kembar yang lebih dulu di angkat oleh perawat saat keluar dari rahim Chika.
"Bunda, nanti bawain Oli makanan yang banyak ya!" pinta si anak yang terakhir di angkat.
Setelah berpamitan dengan ketiga anaknya. Chika berangkat menggunakan mobil miliknya. Ia langsung menuju ke kantornya.
Sudah ada seseorang yang menunggu Chika di kantin dalam milik kantor. Sebelum menemui orang tersebut, Chika ke ruangannya dan juga ke ruangan Laras untuk memastikan masalahnya sudah teratasi.
Setelah menyelesaikan sebagian pekerjaannya. Chika pergi ke kantin untuk menemui orang tersebut. Masih ada rasa kesal dengan perkataannya saat itu. Namun, ia menyikapinya dengan sangat baik. Chika masih mau menemuinya.
"Ada apa kamu mau menemui ku?" Chika yang berada di belakangnya langsung menanyakan keperluan dia.
"Chika, maafkan aku" Orang itu langsung berlutut di hadapan Chika. Sontak mereka berdua menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di kantin.
"Berdirilah" perintah Chika tanpa membangunkan orang tersebut.
"Berdiri aku bilang!" Chika sedikit meninggikan suaranya. Ia tetap gak berdiri dari hadapan Chika.
"Berdiri sekarang atau aku panggil keamanan untuk bawa kamu keluar!" Orang itu akhirnya berdiri.
"Duduk!" perintah Chika.
Suasana kembali hening.Tak sedikit orang membicarakan mereka berdua. Banyak orang yang terkejut melihat Chika meninggikan suaranya. Selama Chika di perusahaan itu tak pernah mereka lihat Chika marah seperti itu.
"Mau ngapain lagi?" tanya Chika.
"Aku mohon buat acara klarifikasi tentang video yang telah beredar. Aku akui, aku salah. Tapi karena video tersebut aku sulit untuk mendapatkan pekerjaan bahkan kedua orang tuaku malu dan mengusirku." Chika di buat bingung dengan perkataan orang itu.
"Apa maksud kamu? Video apa?" tanya Chika.
Orang itu memperlihatkan rekaman video saat dirinya merendahkan Chika. Iya, dia adalah Fara mantan kekasih Alvaro. Tanpa mereka sadari ada seseorang yang merekam kejadian itu.
Terdengar suara gemuruh dari atas gedung. Hanya sesaat Chika mendengarkan suara tersebut. Ia kembali memperhatikan video yang di berikan Fara.
"Siapa ya yang rekam dan nyebar video ini?" tanya Chika.
"Aku!" kata seorang pria dari arah belakang. Kemudian Chika berbalik badannya dan Fara memandang ke arah depan.
Pria itu mendekati meja Chika dan Fara. Begitu sudah tepat di depan Chika ia membuka kacamata hitamnya di hadapan Chika.
"Jordan" sapa Chika yang masih menatapnya.