
Setelah mendapat teguran dari sang ayah, Alvaro kembali mendatangi Chika. Setelah pekerjaannya selesai Alvaro pergi ke Bee Entertainment.
Sampai di depan gedung, Alvaro melihat Fara melempar telur ke mobil milik Chika. Setelah memarkirkan mobilnya Alvaro dengan cepat menghampiri Chika yang sedang bersama Fara.
Perkataan Fara membuat Alvaro geram.
"Hentikan omongan kamu itu Fara!" ucap Alvaro.
"Chika adalah istri aku. Anaknya adalah anakku! Dia bukan seorang janda! karena dia memiliki suami. Akulah suaminya!" lanjutnya.
"Alva!" Fara mengepalkan tangannya.
"Kamu hanya penyesalan terbesarku! ya, aku menyesal memilihmu dulu. Sehingga aku harus kehilangan orang yang lebih baik dari kamu" ucap Alvaro.
Alvaro sejak awal berpacaran dengan Fara ia tidak mengatakan tujuan utama dirinya memacari Fara. Tujuan utamanya hanya ingin menjauh dari Chika karena ia harus pergi ke luar negeri. Tapi ternyata Fara tidak ingin melepaskan Alvaro. Hingga saat Fara tahu Alvaro tidak memiliki apapun. Ia memilih cowok lain yang lebih kaya. Kini, saat Fara mendengar bahwa Alvaro memiliki kekayaan. Ia kembali mendatangi Alvaro.
"Alva! engga, kamu pasti sedang berpura-pura kan? agar aku menjauh dari kamu. Iyakan?" Fara masih tidak percaya dengan omongan Alvaro.
"Jangan kebanyakan nonton sinetron Mbak. Hidup realistis aja" Alvaro menggandeng Chika ke mobilnya. Lalu, ia menghubungi Rino untuk membawa mobil Chika.
"Oh iya, tadi Mbak cari pemilik perusahaan ini kan? Ini saya punya kartu namanya. Barangkali Mbak butuh pekerjaan agar gak mondar-mandir gak jelas" Chika memberikan selembar kertas kecil yang tertulis Nama dirinya, jabatan dan nomor teleponnya.
Jordan pun hanya bisa menyaksikan dari kejauhan. Alvaro lebih dulu datang untuk membela Chika.
***
"Maaf, aku sudah menyakitimu. Apa yang kamu lihat saat itu gak sesuai dengan apa yang kamu pikirkan" Alvaro menjelaskan awal mula Fara mendatangi dirinya. Bahkan dirinya menawarkan untuk melihat CCTV agar Chika lebih percaya.
"Aku juga minta maaf. Seharusnya aku mendengarkan penjelasan darimu dan lebih percaya lagi sama kamu. Cuma hati aku sudah terlanjur sakit gitu. Seakan luka itu terbuka lagi" jelas Chika.
Tak terasa mereka sampai di halaman rumah. Alvaro segera membuka pintu untuk Chika. Begitu mereka masuk ke rumah, Alvaro segera menggendong Chika ke kamarnya.
Begitu sampai kamar, Alvaro menurunkan Chika di kasur. Ia berlutut di hadapan Chika.
"Bun, maafin ayah ya. Ayah udah buat hati bunda sakit" ucap Alvaro sambil menggenggam kedua tangan Chika.
"Apa sih kamu? aku kan udah maafin kamu tadi. Kenapa harus minta maaf lagi?" tanya Chika.
"Kok aku kamu sih Bun? bunda masih kesel ya?" Alvaro memanyunkan bibirnya.
Melihat Alvaro, Chika langsung memeluk Alvaro. Alvaro membalas pelukan Chika.
"Bun, emang iya aku yang pertama? terus selama kamu menikah dengan dia gak pernah ngapa-ngapain?" bisik Alvaro. Chika hanya menganggukkan kepalanya.
"Bun, ayah kangen" Alvaro berdiri dan memindahkan istrinya rebahan di atas kasur. Alvaro sudah tepat di atas Chika.
Hingga malam hari mereka melakukan senam ranjang dengan berbagai macam gaya. Setelah selesai, mereka mandi bersama dan melakukannya lagi.
Pagi harinya, mereka ke rumah Tuan Ebrahim menjemput Angela dan mengantarkan ke sekolah.