To Be A Continue

To Be A Continue
Silaturahmi?



Di kediaman Ebrahim, Airin sedang membicarakan gurunya dan Angela. Setiap Airin bercerita pasti akan membuat ruang TV menjadi semakin ramai. Belum lagi Karin yang kini sudah sekelas dengan Angela. Mereka berdua bercerita dengan penuh semangat.


Setelah lelah bercerita Airin dan Karin pun masuk ke kamar mereka masing-masing. Tersisa Tuan Ebrahim, istrinya dan kedua anaknya.


"Bu Chika tuh yang mana ya?" tanya Tuan Ebrahim.


"Itu loh Yah, yang waktu itu ikut kepala sekolah untuk berkeliling yayasan" jelas Adrian.


"Dia guru Airin, cuma yang aku tahu dia sudah resign dan sekarang kerja di sebuah agensi milik mantan mertuanya" lanjut Adrian.


"Mantan mertua?" Ebrahim bingung.


"Iya, suami Chika meninggal saat setelah merayakan anniversary pernikahan mereka di restoran Bang Alva. Infonya pelaku yang membunuh suaminya itu adalah mantan pacar si suaminya Chika." Adrian menjelaskan panjang, kali lebar, kali tinggi dan gak di bagi-bagi.


Begitu Adrian selesai berkata, Alvaro datang dan langsung mengambil air minum. Seketika Adrian yang melihat wajah Alvaro teringat akan wajah Angela.


"Nah, wajah Angela tuh mirip sekali Yah sama Alvaro" ucapan yang sedikit mengejutkan tapi nyeleneh menurut kedua orang tua mereka.


"Hahaha, ada-ada saja kamu" Tuan Ebrahim menangkis perkataan Adrian.


"Ih serius Yah, coba deh besok ayah lihat sendiri. Kalau perlu Bang Alva dan Angela bersebelahan agar bisa lihat persamaannya. Cemburunya juga sama kayak waktu Bang Alva kecil dulu pas cemburu sama aku. Terlihat saat Angela cemburu dengan Airin" lagi-lagi Adrian menjelaskan panjang lebar.


Alvaro yang baru masuk, tiba-tiba kembali keluar dengan tergesa-gesa. Membuat yang lain penasaran.


Terlihat oleh mereka Rino anak buah Alvaro memberikan sepucuk surat. Alvaro membuka isi surat tersebut dan memasukkan kembali. Ia masuk kembali, membuat yang mengintip Alvaro lari kembali ke tempat duduk mereka. Sedangkan Alvaro langsung masuk ke kamarnya.


***


Pagi hari, Tuan Ebrahim ikut mengantar Airin dan Karin dengan alasan sekalian ingin silaturahmi dengan semua karyawannya.


"Selamat pagi Mrs. Chika" Sapa Tuan Ebrahim.


"Pagi Tuan" Chika membungkukkan tubuhnya.


" Selamat pagi gadis cantik" sapa Tuan Ebrahim ke Angela.


"Pagi Opa Tuan" membalas sapaan dengan menundukkan tubuhnya seperti sang bunda. Jawabannya membuat Tuan Ebrahim tertawa.


"Anakmu Mrs. Chika?" tanya Tuan Ebrahim


"Iya Tuan, saya permisi dulu ya Tuan. Saya masih ada keperluan" pamit Chika.


Baru mau melangkah, Alvaro datang melewati mereka. Tuan Ebrahim memanggil anak pertamanya dan Alvaro mendekati sang ayah.


"Halo Om baik" sapa Angela.


"Om baik?" tanya Tuan Ebrahim.


"Iya Opa Tuan, kata bunda om ini teman baik bunda. Berarti om ini baik" jawab Angela.


"Kapan ada waktu kita kumpul bersama? sekaligus silaturahmi. Meskipun Mrs. Chika sudah tidak bekerja di yayasan kami. Setidaknya silaturahmi harus tetap berjalan bukan?" Tuan Ebrahim menjadi semakin penasaran dengan Angela dan Chika. Karena apa yang di katakan Adrian memang benar. Angela begitu mirip dengan Alvaro.


"Bagaimana Tuan saja. Jika ada waktu luang akan saya sempatkan" jawab Chika.


"Bagaimana kalo lusa kita bertemu?" tanya Tuan Ebrahim.


"Baik Tuan, kalo begitu saya permisi dulu ya" Chika berpamitan lagi.