
Akibat dari tebasan Dyze yang memotong hampir setengah dari atmosfer Neiphr dan menghancurkan planet Jovian yang berfungsi sebagai ‘Magnet’ dari Neiphr, menyebabkan Jovian yang menyerap seluruh asteroid atau pun meteorit berkemungkinan akan menimpa Neiphr.
Tapi karena sekarang Jovian telah dihancurkan, nasib Neiphr tidak perlu dipertanyakan lagi.
Ratusan asteroid yang seukuran bulan menembus Neiphr dengan mudah dikarenakan atmosfernya yang sedang rusak, ribuan meteorit yang berada di belakangnya memiliki rata-rata diameter seperti gunung juga sedang membawa ancaman.
Jika dibiarkan, benda-benda langit itu akan memborbardir Neiphr hingga beberapa periode waktu kedepannya, dan yang tersisa di daratan mungkin hanya ada kawah-kawah besar sebagai peninggalan mereka{Asteroid, Meteorit}.
“Apakah kami perlu pergi?”
Pertanyaan Chloe seharusnya tidak perlu ditanyakan lagi.
Ini keadaan genting.
Namun Dyze memegang tangannya yang hendak melesat ke langit, dan bergumam:
“Aku saja. Aku bisa mengatasinya.”
Dyze menatapnya dengan serius, membuat Chloe meneguk liur karena merasakan sensasi dingin di tulangnya.
Dia pun mundur membiarkan Dyze naik ke titik yang lebih tinggi dari sebelumnya.
‘Berikan aku Skill yang dapat memanipulasi hukum dari realitas. Aku ingin mengganti beberapa hukum yang telah terbengkalai.’
[ Dimengerti. Akan membuka akses pada Law Manipulation. Tapi karena keterbatasan dari wujud anda sebagai manusia, anda harus mengorbankan satu saja skill yang sama kuatnya. ]
‘Brengs*k. Aku semakin benci dengan manusia.’
Dyze mendongak ke langit, benda-benda langit itu mulai melewati atmosfernya, hanya butuh beberapa menit saja untuk dapat mencapai mereka.
‘Aku akan mengorbankan Death Manipulation.’
[ Mengonfirmasi .. ]
[ Death Manipulation dikorbankan, Law Order dapat diakses beserta beberapa skill cabang yang dimilikinya. ]
‘Jabarkan semuanya.’
[ Skill-skill cabang yang didapatkan bersamaan dengan Law Order sebagai induknya;
∗Reality Warping; dengan kemampuan ini anda dapat meniadakan kenyataan yang berlaku saat ini menjadi kenyataan yang anda inginkan.
∗Physics Manipulation; dengan kemampuan ini anda dapat memanipulasi fisika hingga pada dasarnya.
∗Power Nullification; dengan kemampuan ini anda dapat ‘Melarang’ penggunaan kekuatan atau skill tertentu di alam semesta, membuat pengguna kekuatan itu menjadi tidak berdaya.
∗Causality Manipulation; dengan kemampuan ini anda dapat mengatur hukum ‘Sebab dan Akibat’ sesuka hati anda.
∗Mathematics Manipulation; dengan kemampuan ini anda dapat mengubah hasil dari perhitungannya ataupun cara(proses) dasar di baliknya.
∗Logic Manipulation; dengan kemampuan ini anda dapat memanipulasi atau mengubah tatanan logika di seluruh alam semesta sesuai dengan kehendak anda.
∗Fiction-Reality; dengan kemampuan ini anda dapat membuat seluruh imajinasi, fiksi, fantasi anda terbawa ke kenyataan. Kemampuan ini juga dapat mengubah suatu peristiwa, entitas, ataupun fakta menjadi tidak nyata, seolah-olah mereka hanya illusi atau mimpi belaka; hal ini pernah terjadi pada Andrius sebelumnya.
Ketujuh skill cabang yang hamba sebutkan diatas masih memiliki beberapa jenis atau cabang yang lebih kecil lagi. Apakah anda ingin hamba kembali menjabarkan semuanya? ]
‘Tidak ada waktu untuk itu. Aku akan menggunakan beberapa dari mereka saja.’
[ Dimengerti. Menunggu perintah.. ]
‘Pertama. Law Order, aku ingin meniadakan hukum bahwa planet raksasa gas yang pernah ku hancurkan sebelumnya sebagai penarik gravitasi terbesar. Kemudian aku ingin menulis ulangnya menjadi Neiphr memiliki medan gravitasi yang cukup untuk membuat para benda langit itu berputar mengelilinginya.’
『 Law Order 』
Dyze merasa terdapat suara dentuman di kepalanya, namun karena hanya menganggapnya spele, dia melanjutkannya;
‘Kedua. Reality Warping, aku ingin membuat realitas dimana semua asteroid, meteorit, sampah antariksa dan lain sebagainya yang sedang menunggu giliran untuk memborbardir kami tidak pernah ada sebelumnya.’
『 Reality Warping 』
‘Ketiga. Logic Manipulation, aku ingin membuat logika dimana segala sesuatu yang berubah ketika semua ini terjadi menjadi wajar tanpa adanya keanehan.’
『 Logic Manipulation 』
Suara dentuman itu semakin keras di kepalanya hingga sampai pada titik membuat Dyze mengedipkan matanya.
Di saat dia membuka matanya, sebuah cincin super raksasa yang indah dapat dilihat dari cakrawala.
Karena merasa tidak percaya, dia mengedipkan matanya sekali lagi.
Kedipan kedua.
Segala benda langit yang tadinya menunggu giliran untuk memborbardir mereka kini lenyap tanpa ada jejak sedikitpun, seolah mereka benar-benar tidak pernah ada sebelumnya.
Dyze mengucek matanya kemudian mengedipkan matanya untuk ketiga kalinya.
Kedipan ketiga.
Dia tidak merasakan ada sesuatu yang signifikan berubah. Dan karena suatu alasan dia justru menghela napas.
“Kenapa? Kamu terlihat kecewa dan lega di waktu yang bersamaan.”
“Ah. Tidak. Tidak apa-apa.”
Tunggu ..
Mengapa tidak ada reaksi sama sekali?
Baik itu dari Chloe ataupun Claire, Argus, Arcandra, dan Eleina, mereka semua bertingkah seolah sesuatu yang aneh tidak pernah terjadi sebelumnya.
“Kalian. Kalian tidak merasa aneh dengan cincin itu?” – Dyze bertanya seperti itu sambil menunjuk ke arah Cakrawala.
Mereka semua spontan memiringkan kepalanya, dan Chloe menjadi wakil bicara;
“Aneh? Tidak kok. Lagipula bukankah itu wajar saja? Itu semua terbentuk dari asteroid beserta meteorit dan benda langit lainnya yang mengelilingi Neiphr, hingga terlihat seperti sebuah cincin raksasa.”
Pupil matanya membesar, dia sepertinya cukup tidak menyangka hal ini dapat terjadi.
‘Apa .. Dewi sepertinya pun dapat terpengaruh?’
[ Itu disebabkan oleh Chaos Manipulation milik anda. ‘Malapetaka’ yang ada di sekitar anda terlalu kuat, inilah yang menyebabkan sekelas setengah Dewi seperti individu bernama Chloe juga terkena dampaknya. ]
Dyze tertawa kecil ..
Namun secara perlahan ..
Dia tertawa puas karena suatu alasan.
Meski sempat merasa ngeri karena Dyze tiba-tiba seperti itu, mereka juga tahu bahwa hal seperti ini adalah biasa baginya.
“Dyze. Sepertinya Dryad tadi sedang melambai ke arahmu.”
Tawanya berhenti.
Ekspresi yang terpasang di wajahnya sekarang hanyalah kaku seperti boneka.
Dia menghampiri Dryad yang berjarak 2 mil darinya, diikuti oleh Chloe dan keempat orang lainnya.
“Kamu— tidak, anda sungguh hebat! Hamba tidak menyangka .. Makhluk sebesar itu dapat tertelan dengan mudah oleh naga milikmu.”
Dryad itu berbicara sambil menenggak ludah, meski Dyze tahu dia juga ketakutan saat melihatnya namun Dryad itu memasang ekspresi bahwa semua yang dipikirkan Dyze itu salah.
“Jangan basa-basi. Katakan semua yang kau tahu. Untuk sekarang aku butuh itu.”
“Ah..baiklah.”
Dryad itu menghela napas panjang kemudian tersenyum tulus.