The Fake Sin Of Fallen God

The Fake Sin Of Fallen God
Chapter 101. Urutan Juara



Arcandra yang terus mengayunkan pedang hitam miliknya, setiap tebasan menghasilkan sebuah serangan yang menumbangkan puluhan undead sekaligus.


Argus dengan sihir dan skill penghancur miliknya sempat memborbardir mereka dengan panggilan mini meteor dari skillnya, hasilnya ribuan skeleton tumbang seketika.


『 Fire Step 』


Setiap Eleina melangkah, pijakan tanah mati di bawahnya akan terbakar dan menghasilkan sedikit percikan listrik, dia berlarian dengan lincah, menendang mereka dengan indah, kemudian memenggal kepala mereka dengan kedua belati miliknya.


Jika terlalu sulit untuk dipenggal, maka para Undead itu akan terbakar akibat api yang dihasilkan langkahnya.


“Selain cahaya, kelemahan Undead adalah atribut api dan listrik!”


Eleina merupakan seorang pembunuh yang sangat berpengalaman, tidak aneh jika dia mengetahui hal seperti itu.


Beralih pada Nirvia, bahkan dengan barrier Claire yang masih melapisi tubuhnya, area ini tetap dapat melemahkan hingga lebih dari separuh kekuatannya, tapi meski begitu dia tetap berjuang untuk tidak kalah dengan yang lainnya.


『 Purification 』(Pemurnian)


Saat dia hendak mempersiapkan serangannya, dia memurnikan inti energi kehidupannya dari atribut kematian, dengan begitu dia kini dapat dengan bebas tanpa khawatir terhambat saat mengeluarkan kekuatannya.


“Hey Eleina! Aku membutuhkan sedikit bantuanmu!” – Karena belum terlalu akrab, dia hanya memanggil Eleina dengan nama.


“?”


『 Growing Vines 』


Dengan ajaib, sebuah tanaman merambat yang cukup besar sekitar berukuran 5x dari orang dewasa tumbuh keluar dari dalam tanah, menghalangi Undead yang hendak menjangkaunya.


“Berlarilah di sekitar sini! Biarkan api milikmu membakar tanamanku!”


“Ehh? Tapi jangan salahkan aku lo.”


“Tenang saja.”


Tanpa ragu, Eleina langsung melesat ke arah Nirvia, berlari dengan memutarinya selama 20x dalam waktu singkat, kemudian pergi setelah Nirvia berterima kasih padanya.


Nirvia kemudian mengendalikan tanaman merambat yang telah terbakar itu, dia menyebatnya pada para Undead di sekitarnya layaknya sebuah cambuk berapi.


Dia menyapu lautan Undead itu dengan tanaman rambat miliknya, Nirvia mengendalikannya dengan sangat mudah, seolah tanaman itu menyatu dengannya.


“Nirvia! Mohon bantuannya!”


Tidak hanya sampai di sana, Argus berteriak meminta Nirvia agar mengikat para Undead sebanyak yang dia bisa.


『 Moon Scar Totem 』


Argus memanfaatkan darah ½ vampire miliknya dengan memanggil kelelawar sebanyak yang dia bisa melalui totem setinggi 2,5 meter yang muncul dari dalam tanah.


Ribuan kelelawar kecil tapi memiliki hawa keberadaan yang berbahaya muncul dari dalam mulut totem Argus, memenuhi panggilannya.


Hanya dengan keinginannya untuk menghancurkan tulang-tulang skeleton itu, para kelelawar langsung dapat mengerti.


“Chiirk!”


Kelelawar-kelelawar kecil yang merupakan perwujudan dari sihir Argus itu memenuhi perintahnya, mereka mematahkan sendi-sendi dan tulang dari para Undead skeleton yang telah ditahan oleh Nirvia dengan sangat mudah.


Jika tidak diikat dan ditahan oleh Nirvia, para Skeleton itu memiliki kemungkinan untuk dapat menyerang para kelelawarnya, dan Argus telah memperhitungkan itu semua.


Akibatnya, ratusan hingga seribu Undead hancur seketika, karena mereka hanya skeleton, mereka tidak dapat memulihkan diri atau pun beregenerasi.


Sedangkan yang Dyze lakukan hanyalah tertawa menggelegar sambil menebaskan pedangnya pada para Undead Skeleton yang ada di dekatnya.


Pada umumnya, melawan Skeleton dengan pedang adalah hal konyol, tapi ini tidak berlaku pada mereka.


Hanya dalam satu benturan singkat dari pedangnya, beberapa skeleton jatuh berguguran.


Terkadang saat dia telah jenuh menggunakan pedang, Dyze menghantam para Undead skeleton itu dengan tangan kosong miliknya.


Hanya dalam sekali tamparan, segerombolan Undead skeleton terhempas, akibatnya mereka menghantam satu sama lain, sama halnya melempar bola boling pada ping yang telah disediakan.


Hal ini terus berlangsung hingga para lautan Undead Skeleton itu tersapu bersih, sampai tidak ada satu pun yang tersisa.


Di antara ketujuh orang itu, terlihat hanya ada satu orang yang terlihat sedikit kelelahan dengan bernapas terengah-engah.


Chloe menanyakan kepastian padanya, kemudian dia—Nirvia menjawab:


“Saya .. Tidak apa-apa. Rasa lelah ini tidak begitu berdampak besar pada saya.”


Karena merasakan perbedaan derajat, Nirvia menggunakan kata ‘Saya’ pada Chloe agar terlihat lebih sopan dan menghormati.


“Tsk. Tidak perlu terlalu formal padaku. Lagi pula kamu juga memiliki gelar terhormat, ‘bukan?”


Tapi kelihatannya Chloe kurang nyaman jika ada orang yang terlalu sopan padanya, terutama pada orang yang telah berjalan bersama di sisi-nya.


“Ah .. Baiklah. Jika begitu aku tidak akan ragu lagi.”


Chloe hanya meresponnya dengan tersenyum singkat. Dia kemudian berjalan mendekati Dyze, di susul dengan kelima orang lainnya yang sedang berjalan di belakangnya.


“Bagaimana? Apakah ini memuaskanmu?”


Pertanyaan Chloe dijawab Dyze dengan menatap langit.


“Tidak terlalu. Tapi setidaknya sedikit menyenangkan.”


Chloe tersenyum saat mendengarnya.


“Ah. Benar juga, apakah kamu bisa menghitung semua yang telah kami eliminasi satu per satu?”


Pertanyaan Chloe sebenarnya hanyalah sebuah candaan tidak berdasar, dia melakukan ini untuk mengalihkan topik pembicaraan, tapi da tidak menyangka dengan jawaban yang Dyze berikan.


‘Athena.’


[ Ya, Tuan. ]


[ Hamba telah mempersiapkan semuanya. ]


‘Jabarkan semuanya.’


[ Dimengerti. ]


[ Perintah dikonfirmasi .. ]


[ Selesai. ]


[ Kill Count nya akan hamba susun dari yang pertama. ]


[ Yang menempati posisi pertama ialah anda, dengan mengeliminasi 310.410 skeleton ]


[ Berikutnya orang yang menempati posisi kedua ialah individu bernama Chloe, dengan mengeliminasi 240.009 Skeleton ]


[ Kemudian orang yang menempati posisi ketiga ialah individu bernama Arcandra, dengan mengeliminasi 120.201 skeleton]


[ Setelahnya, orang yang menempati posisi keempat ialah individu bernama Argus, dengan mengeliminasi 82.764 skeleton ]


[ Lalu yang menempati posisi kelima ialah individu bernama Eleina, dengan mengeliminasi 59.012 skeleton ]


[ Kedua dari yang terakhir, individu bernama Claire menempati posisi keenam dengan mengeliminasi 26.611 skeleton ]


[ Dan yang paling akhir, individu bernama Nirvia menempati posisi ketujuh dengan mengeliminasi 9.053 skeleton ]


[ Total dari semuanya berjumlah 839.060 Undead Skeleton ]


‘Untuk potensi dari Chloe dan Arcandra aku tidak pernah meragukannya, tapi siapa yang menyangka jika Eleina hampir mendekati Argus dan berhasil melampaui Claire?’


[ Indidu bernama Claire hanya memusatkan segala kekuatannya pada perlindungan, bukan penyerangan. Meski dia memiliki beberapa skill atau kemampuan untuk menyerang, kualitasnya dari segi perlindungan sudah jauh berbeda. ]


‘Ya. Aku juga tahu itu.’


‘Dan Nirvia .. Padahal di tempat yang sangat pekat dengan bau kematian seperti ini saja sudah menghambat separuh dari kekuatannya, tapi dia masih dapat mengeliminasi skeleton sebanyak itu.’


[ Itu berkat dorongan dari keinginan mentalnya untuk tidak mengecewakan anda. ]


‘…’