The Fake Sin Of Fallen God

The Fake Sin Of Fallen God
Chapter 87. Athena, Dan Beberapa Skill Baru Yang Dapat Diakses




Chapter 87. Athena, dan beberapa Skill baru yang dapat diakses.



Karena teringat dengan syarat dari Leviathan, Arcandra, hanya dalam waktu 2 bulan saja mampu menaklukkan benua penuh perairan indah itu secara sepenuhnya.


Dan karena emosi Arcandra yang saat itu masih teracuni dengan rasa bersalahnya pada Argus, membuatnya melampiaskan seluruh amarah itu ke satu-satu halnya yang ia punya sekarang—Arbeltha.


Sejak saat itu, Arcandra yang tirani diberi gelar ‘Typhon’ oleh penduduk benua perairan itu.


Hal itu sampai pada ke telinga Leviathan, membuatnya tanpa basa-basi langsung menghampiri Arcandra.


Namun saat mereka saling menatap satu sama lain, Leviathan tidak terlihat terkejut sama sekali atas perubahan dari Arcandra, sebaliknya, dia justru berkata:


“Bagus. Ego-mu yang telah menguasai seluruh kesadaranmu membuat segala perkiraanku menjadi tercapai.”


Dengan emosi yang meledak, Arcandra yang sadar bahwa dia telah dimanfaatkan langsung menebaskan sebuah serangan dengan pedang hitamnya pada Leviathan.


Namun percuma, serangan itu sama sekali tidak menggores kulit atau sisiknya sekalipun.


“Jangan khawatir. Kegagalanmu hari ini pasti akan mengantarkanmu pada suatu keberhasilan di lain hari.”


Setelah itu, Leviathan langsung menyegel Arcandra dengan salah satu kemampuannya di tempat terakhir mereka—dua gunung kembar yang saling berhimpit.


***


“Hmm, jadi sepertinya Leviathan menyelamatkanmu dengan niat tersembunyi .., ‘Kah?”


Dyze memegang dagunya sambil menggumamkan hal itu pada dirinya sendiri.


‘Apa alasannya melakukan hal itu?’


[ Kemungkinan besar Leviathan ingin menguasai Benua ini tanpa di bawah ketakutan atau pun kesengsaraan. ]


“Begitu. Apa ada lagi?”


Dyze menatap Arcandra tanpa menggunakan emosi sedikitpun.


“Ah. Ada satu hal lagi. Kalau tidak salah di saat-saat terakhir hamba bertemu dengannya, dia menyebutkan sesuatu mengenai benua yang penuh dengan hutan. Tapi saat itu karena kebetulan sedang terjadi badai yang cukup dahsyat, suaranya menjadi tertelan oleh lolongan angin yang menggelegar ..”


“Benua yang penuh dengan hutan?”


Dyze menatap Chloe, dia pun mengangguk.


“Iya. Sepertinya sesuai yang disebutkan oleh Sven— Gionnera.”


Dyze tersenyum tipis, namun bukan dalam arti keramahan.


“Sudah kuduga. Mungkin tanpa membangkitkanmu aku jadi bingung menentukan arah tujuan perjalananku sekarang. Namun berkat informasimu, kini kita tahu harus kemana sekarang.”


Arcandra menundukan kepalanya sambil menjawab:


“Terima kasih atas kepercayaan anda!”


“Ngomong-ngomong. Bisakah aku meminjam pedang milikmu?” – Dyze menunjuk pedang hitam yang berada di genggaman Arcandra.


“Uhm? Tentu saja ..”


Arcandra menyerahkan pedang hitamnya tanpa ada keraguan, meski ada kemungkinan besar pedangnya akan diambil jika Dyze menginginkannya, Arcandra tidak mempermasalahkan hal itu sama sekali.


“Hei. Bicaralah.”


“Ya .. Tuan?”


Saat pedang hitam itu memanggilnya tuan, Dyze menjadi tertawa terkekeh-kekeh.


“Lihat. Kau memanggilku sebagai Tuan sekarang.”


“Maafkan semua kesalahan hamba sebelumnya tuan!”


Menanggapi perkataannya, Dyze hanya tersenyum dingin.


“Ya. Aku memaafkanmu .. Apakah itu kata-kata yang kau tunggu dariku?”


“Iya—“


“Jangan harap.”


Dyze menggenggam gagang pedang itu dengan sangat erat.


‘Lakukan sekarang.’


[ Mulai melakukan penyerapan .. ]


[ 10% ]


“AH AH!”


Ego dari pedang itu meringis kesakitan layaknya makhluk hidup pada umumnya.


[ 20% ]


[ 30% ]


[ 40% ]


[ 50% ]


[ 60% ]


[ 80% .. ]


[ 90%.. ]


“AAAAAAKHHHHHH!”


Suaranya mulai meredup, hingga tidak terdengar sama sekali pada akhirnya.


[ 100% … ]


[ Penyerapan ego berhasil. Silahkan masukan nama untuk melanjutkan proses evolusi. ]


Dyze beberapa saat diam untuk memikirkan nama yang pas untuknya.


Hingga..


‘Athena. Aku akan memanggilmu sebagai Athena.’


[ Dikonfirmasi ]


[ Membentuk kepribadian Athena .. ]


[ 20% ]


[ 40% ]


[ 60% ]


[ 80% .. ]


[ 100% … ]


[ Memperoleh beberapa peningkatan kemampuan dan mendapatkan beberapa skill baru. ]


‘Jabarkan semuanya.’


[ Akselerasi berpikir meningkat menjadi 250.000 kali lipat lebih cepat dari sebelumnya. ]


[ Kemampuan akselerasi gerakan menjadi meningkat 20 kali lebih tajam dari sebelumnya. ]


[ Indra pendengaran meningkat 20 kali lebih tajam dari sebelumnya. ]


[ Indra penglihatan meningkatkan jarak pandang dari yang awalnya hanya dapat melihat maksimal 10 mil dengan jelas, kini maksimalnya dapat melihat ratusan mil secara jelas. ]


Setelah hal itu disebutkan oleh skill— Athena, Dyze langsung merasakan sensasi yang begitu berbeda.


Telinga dan mata nya menjadi semakin sensitif, awalnya ini cukup mengganggu, tapi bagaimana pun juga dia harus beradaptasi.


[ Beberapa skill baru yang dapat diakses .. ]


[ Negate Regeneration. Dengan skill pasif ini anda mampu meniadakan kemampuan regenerasi lawan anda hingga pada titik keabadian. ]


[ Negate Heal. dengan skill pasif ini anda mampu meniadakan efek healing dari lawan anda. Sekuat apapun efek healing yang diterima, akan takluk di hadapan anda. ]


[ Super Magic Conversion. Salah satu dari dua pecahan Absolute Counter. Dengan skill aktif ini anda dapat mengubah serangan apapun yang berhubungan dengan sihir ataupun sesuatu yang diakses menggunakan Energi Kehidupan sekalipun. Serangan yang diubah dapat dikonversikan menjadi stamina anda. ]


[ Imagine Transform. Dengan skill aktif ini anda tidak perlu khawatir lagi jika ada kebutuhan mendesak untuk menyamar. Karena skill ini dapat mengubah seluruh bentuk tubuh anda ke wujud orang-orang yang pernah anda lihat. ]


[ Soul Manipulation. Dengan mengaktifkan skill ini anda dapat berinteraksi langsung dengan jiwa lawan anda, anda dapat dengan bebas melukai, merobek, ataupun menghisap jiwa lawan anda dengan perlahan. Anda juga dapat memakan jiwa lawan anda untuk memulihkan tenaga, rasa lapar, dan meningkatkan mood. ]


[ Untuk sekarang, Hanya itu Skill-skill lama anda yang dapat terakses sekarang, Tuan. ]