The Fake Sin Of Fallen God

The Fake Sin Of Fallen God
Chapter 73. Meta Human



“Izinkan aku mengabdi pada anda, seperti yang dilakukan oleh Nyonya Xelyn pada anda.”


“Aku juga!”


“Aku tidak ingin kalah!”


“Aku!”


“Kami juga!”


Sekitar 100 hingga 200 orang bersumpah setia akan mengabdi pada Dyze di saat itu juga.


“A.. Apa?”


Dyze awalnya tidak berniat sama sekali untuk menaklukan kota ini dibawah perintahnya karena melihat kualitas mereka yang begitu di bawah ekspetasinya.


Tapi jika begini jadinya, jalan apa yang harus ditempuh olehnya?


“… Akan kuterima sumpah kalian..”


“Yes!”


“Yay!”


“Kamu dengar itu?!”


Mengabaikan mereka yang kelihatannya bahagia karena sumpahnya diterima, Dyze melanjutkannya:


“… Akan tetapi. Kalian harus menjadi lebih kuat lagi bagaimanapun caranya. Untuk sekarang aku masih belum mengakui kemampuan kalian. Berlatih dan menjadi kuatlah agar aku tidak kecewa menerima sumpah kalian..”


Suasana menjadi hening, orang-orang yang bersumpah pada Dyze sebelumnya tertegun mendengar perkataannya.


“.. Karena itulah. Stigma.. Aku menyerahkannya pada kalian untuk dapat menjadi kuat dengan terjamin.”


“Eh?”


Alpha dan yang lainnya khususnya Stigma tercengang saat mendengar perkataannya.


Tapi meskipun begitu mereka tidak membantah ataupun mempertanyakan perintah Dyze mengenai Stigma yang akan ditinggal untuk membuat orang-orang itu menjadi lebih kuat lagi.


Melihat Stigma yang tetap berusaha tegar di hadapannya membuat Dyze mengatakan sesuatu yang menenangkan hatinya(Stigma) yang sedang gelisah.


“Jangan takut. Jika takdir memberkati maka sejauh apapun kita terpisah pasti akan disatukan kembali suatu saat nanti.”


“Tuan..”


Stigma pun diturunkan oleh Hydra dan disambut baik oleh mereka(para warga).


“Tuan! Hamba berjanji tidak akan mengecewakan harapan anda!”


Dyze tersenyum kecil lalu membalas perkataannya:


“Aku menantikan hal itu.”


Hydra pun melangkahkan kakinya dan berjalan ke luar kota sesuai perintah dari Dyze.


Stigma yang melihat Dyze dan teman-temannya membelakangi nya pun merasa terharu dan senang di saat yang bersamaan.


Setelah mereka sudah lenyap dari pandangannya, Stigma pun menghela napas dan berbalik badan ke arah para warga lalu berteriak:


"Dengar! Aku tidak akan mengecewakan ekspetasi Tuanku terhadap kalian! Jadi jangan harap latihan yang akan kalian jalani merupakan metode biasanya yang pernah kalian lalui sebagai petarung!"


"Siap!"


---


Di perjalanan tanpa tujuan, mereka semua beristirahat di atas Hydra sambil menikmati angin sepoi-sepoi yang berembus, dan juga terdapat awan mendung yang melindungi mereka dari sinar cahaya matahari yang tepat berada di atas mereka.


Argus terlihat masih berjaga dengan sihir 『 Aura Detection 』 di sudut kepala Hydra atas perintah darinya. Sihir itu membantu Argus dalam mempertajam indra dan dapat mengetahui sebuah hawa kehadiran seseorang dengan mudah.


Untuk Alpha dan yang lainnya mereka terlihat masih memikirkan Stigma— Lebih tepatnya apa alasan dia yang dipilih olehnya?


Tapi bagaimanapun juga tidak ada satupun dari mereka yang berani mempertanyakan tindakan Dyze mengenai Stigma yang ditunjuk dan dipercaya untuk membuat mereka(para warga) menjadi lebih kuat lagi.


“Mulailah. Ini saat yang pas.”


Karena perintah darinya, Eleina pun mulai menceritakan segala yang ia tahu tentang The Sinners.


---


The Sinners.


Organisasi ini tersebar di seluruh Benua Arbeltha dan ada kemungkinan mereka juga terdapat di Benua lain.


Tidak ada yang tahu pasti apa yang diinginkan oleh organisasi ini, tapi yang jelas, mereka selalu terlihat tertarik dengan apapun yang berkaitan dengan hal-hal kuno.


Seperti Relic, catatan-catatan kuno, benda peninggalan sejarah, prasasti dari suatu kerajaan yang tidak tercatat dalam sejarah, dan lain sebagainya.


Organisasi The Sinners ini memiliki beberapa orang terpilih yang menjabat sebagai eksekutif, mereka disebut sebagai 『 The Great Seven Sinners 』.


Tidak ada yang tahu alasan The Sinners menargetkan kota di bawah perlindungan dari Xelyn.


“Kau begitu tahu mengenai The Sinners ya?”


“Itu karena .. Hamba dulunya merupakan bagian dari The Sinners.”


“?!”


Mereka semua tercengang saat mendengar perkataannya, Dyze sendiri juga terkejut tanpa mengucapkan sepatah katapun.


“Hamba merupakan makhluk eksperimen mereka yang disebut sebagai Meta-Human .. Dan awalnya hamba tidak memiliki kemampuan sama sekali untuk dapat melawan perintah dari mereka.


Namun suatu saat, mentor dari hamba yang dari pertama saat saya dikembangkan membuat sebuah kekacauan di organisasi dan kesempatan itu hamba manfaatkan untuk melarikan diri dan mengganti identitas hamba..”


“Cukup. Meta-Human .. ‘Kah?”


Dyze tersenyum lebar, dia sepertinya cukup tertarik dengan hal baru yang dia temukan.


‘Apakah kau dapat mengidentifikasinya?’


[ Mohon tunggu beberapa saat. Memproses.. ]


.


..



[ Telah teridentifikasi bahwa Individu bernama ‘Eleina’ bukan sepenuhnya manusia. Terdapat beberapa jaringan manusia yang hilang dan ditambahkan secara paksa di tubuhnya. ]


‘Jadi dia tidak berbohong huh?’


“Maaf menyela, tapi hamba sepertinya tahu apa yang sedang menjadi incaran mereka dalam menginvasi kota di bawah perlindungan hamba.”


“Oh?” mereka semua melirik ke arah sumber suara— Xelyn.


“Kemungkinan besar yang mereka incar adalah batu kuno berumur ribuan tahun dengan tulisan-tulisan yang sulit untuk dipahami.”


“Tampaknya tidak terlalu spesial. Lalu untuk apa mereka mengincarnya dan mengambil resiko seperti itu?”


“Meski terlihat seperti itu, sebenarnya tulisan-tulisan itu memiliki kemungkinan menceritakan sejarah singkat mengenai masa lalu yang terkubur jauh di dalam ingatan kami.”


“Ya. Itu bisa saja. Kemungkinannya memiliki bukti yang cukup kuat karena dulu manusia-manusia terkadang memang suka menjadikan batu-batu spesial sebagai bahan kreasinya.” Argus menimpali perkataan Xelyn yang membuat Dyze kembali termenung.


“Kutarik perkataanku. Sepertinya ini cukup menarik. Apakah kau tahu letak tempatnya?”


Xelyn menggelengkan kepalanya lalu berkata:


“Maafkan hamba yang tidak kompeten ini. Hamba sendiri tidak tahu alasan pasti dari The Sinners berani menginvasi kota yang berada di bawah perlindungan hamba. Apakah mereka memiliki petunjuk? Ataukah hanya sebuah intuisi? Hamba sama sekali tidak mengetahuinya.”


“Tidak mungkin organisasi akan bertindak gegabah seperti itu..”


Argus menambahkan perkataan Eleina:


“Kemungkinan besar batu-batu seperti itu kini telah terkubur jauh di dalam Bumi(tanah) ataupun tersembunyi di dalam gua-gua.”


“Ya itu cukup merepotkan sih. Tapi bukan berarti aku tidak bisa..” – Dyze memasang senyum lebar, dia terlihat begitu percaya diri.