
‘Apa yang akan terjadi jika terkena tentakel itu?’
[ Saat ini cukup berbahaya bagi anda untuk terkena langsung dampaknya. Karena Shub-Niggurath sekarang merupakan penguasa dari Death manipulation, anda yang sekarang masih belum terikat keabadian(immortal) akan terancam keselamatannya. ]
‘Begitukah. Tapi itu tidak akan membatasiku, Dewa penguasa kematian, kehidupan dan segala yang ada di semesta untuk mencari sebuah kesenangan!’
[ … ]
[ Hamba tahu anda akan mengatakan itu. Jadi hamba akan melindungi anda dari seluruh serangannya tanpa perlu khawatir terkena kerusakan sedikitpun. Nikmatilah kesenangan anda. Karena bertemu dengan makhluk sepertinya pastinya akan terbatas. ]
Terukir seringai di wajahnya saat mendengar perkataan Athena.
‘Selain mereka, aku senang ada yang dapat mengerti keegoisanku.’
Deg!
Athena merasakan suatu perasaan asing dalam dirinya.
Tunggu ..
Dia bahkan tidak memiliki raga, bagaimana dia bisa merasakan hal semacam itu?
Hal itu jugalah yang menjadi pertanyaan besar bagi Athena sekarang.
[ Apa ini yang disebut sebagai Ego ..? ]
‘Apa yang kau bicarakan?’
[ Maaf. Tidak ada. Anda hanya perlu mengeluarkan seluruh hasrat bertarung anda sekarang. ]
Meski Dyze sempat merasa heran karena Athena seolah mengalihkan topik, tapi dia hanya mengangkat kedua bahunya kemudian menganggap hal itu tidak serius.
Dengan pedang hitam Arcandra yang berada di genggamannya, dia mengarahkan mata pedangnya ke arah Shub-Niggurath.
Saat dia ingin menebaskannya, Athena tiba-tiba memperingatkannya.
[ Ada serangan tentakel di arah jam 4! ]
“?!”
Dyze secara spontan melindungi bagian tubuhnya dengan pedang hitam itu, dan yang dikatakan Athena benar-benar terjadi.
Tentakel hitam menjijikan yang mengeluarkan lendir di setiap 10 detiknya itu hendak mencapai tubuhnya, namun karena kesigapannya, tentakel itu terhalang oleh pedang dari Arcandra.
“Oh~ Kau mulai menganggapku sebagai ancaman ya?”
Belum habis sampai disitu, Athena kembali memperingatkannya, namun kali ini secara beruntun.
[ Serangan kembali datang di arah jam 6! ]
[Serangan kembali datang di arah jam 9! ]
[ Serangan kembali datang di arah jam 11! ]
[ Serangan kembali datang di arah jam 1! ]
[ Serangan kembali datang di arah jam 3! ]
Tentakel-tentakel itu bergerak dalam kecepatan hampir memasuki ranah cahaya, tapi bukannya panik terjepit di keadaan seperti itu, Dyze masih sempat-sempatnya tertawa kecil.
“Aku suka ini!”
Dalam 0.01 detik.
Dyze dapat menangkis semua serangan itu dengan sangat mudah, ukiran senyum menyeramkan itu masih berada di wajahnya secara jelas.
Kecuali dari Chloe, mereka berempat{Arcandra, Argus, Claire, Eleina} terpaku saat menyaksikannya, tidak ada satupun dari mereka yang dapat melihat gerakan Dyze secara jelas{kecuali Chloe}.
“Ini bahkan belum secuil dari kekuatannya.”
“Apa ..?”
Keempat orang itu semakin tercengang saat mendengar perkataan itu keluar dari mulut Chloe.
Beralih pada Dyze yang kini sedang berdiri bebas dengan melayang di udara, dia menatap Shub-Niggurath dengan seringai yang masih terukir di wajahnya.
Saat dia ingin membalas serangan dari Shub-Niggurath, monster hitam itu tiba-tiba mengembik dengan sangat keras.
“MMMMMEEEEEEEEHHHHH!”
Seakan ditarik oleh suara itu, cairan-cairan dan lendir yang dihasilkan tentakel-tentakel serta perut Shub-Niggurath, menggumpal menjadi satu seperti bola di udara.
Bola hitam itu meledak layaknya balon air yang terbentur keras ke tanah. Akibat ledakan itu cairan-cairan yang sebelumnya menggumpal menjadi berceceran dan membanjiri hutan di sekitarnya.
Percaya tidak percaya ..
Cairan hitam itu menyerap segala macam kehidupan yang ada di dekatnya, menjadikan hutan yang telah layu menjadi habis tidak tersisa, terus menyebar menjauhi titik benturan dan menelan sesuatu yang masih hidup ataupun telah mati sekalipun ke dalamnya.
“MMEEEEH!”
Suara embikan kambing kembali terdengar, namun itu sama sekali bukan berasal dari Shub-Niggurath yang berada di hadapan Dyze.
Pada awalnya hanya ada satu suara embikan asing yang merengsek masuk ke telinganya, namun kemudian bertambah.
“MBEEEK!”
Dua.
“MMMEHH!”
Tiga.
“MBEKK!”
Empat.
“MEHH!”
Lima.
“MEHH!”
Enam.
“MBEK!”
Tujuh.
“MEEEEEEEEH!”
Delapan.
Makhluk serupa seperti Shub-Niggurath yang ada di hadapannya sekarang terbentuk. Jumlahnya sendiri ada 8, masing-masing dari mereka memiliki tentakel tidak terhitung dan ukuran sebesar dengan Hydra.
Meski begitu makhluk-makhluk hitam aneh itu tidak mampu menyamai ukuran Shub-Niggurath bahkan hanya setengahnya.
Shub-Niggurath yang ada di depan Dyze sekarang begitu besar, hingga pada titik jika ada pulau di sekitar Gionnera, maka penduduk dari pulau-pulau itu akan melihat Shub-Niggurath dengan sangat jelas tanpa adanya bantuan dari alat ataupun skill khusus.
[ Apakah anda masih ingin mengatasinya? ]
‘Pertanyaan bodoh.’
Dyze menatap intens Shub-Niggurath beserta makhluk-makhluk yang berada di sampingnya. Sekilas, makhluk-makhluk hitam itu terlihat seperti anak-anaknya.
‘Tentu saja itu tidak perlu ditanyakan lagi!’
Dyze menggenggam pedang hitamnya dan mengarahkan mata pedangnya, bersiap-siap untuk memulai serangan mematikan.
Dia memasang kuda-kuda di udara dengan menggenggam pedangnya di samping pinggang, memposisikan tubuh pada 45°, kaki kiri ditaruh di belakang agar dapat menopang tubuhnya dengan mudah dan terakhir Dyze bergumam sambil mengangkat pedangnya ke langit dengan kedua tangannya:
“Dulu aku pernah mengajarkan teknik ini pada Ariel, dan Ramiel . Namanya ..”
『 Realm Destroyer 』
Dyze mengayunkan pedangnya dengan sangat kuat, akibatnya tercipta sebuah tebasan super raksasa yang menghasilkan gelombang kejut sejauh 10 kilometer.
Hal itu juga dirasakan oleh Chloe dan keempat orang lainnya, mereka kecuali dengannya menyaksikan pertunjukan itu dengan menganga.
Dan dari tebasan itu, membuat 5 anak-anak dari Shub-Niggurath lenyap tanpa sempat melawan.
3 lainnya berhasil selamat karena berada di luar jangkauan serangan Dyze. Tapi meski begitu, dia berhasil memotong atmosfer dan separuh dari tubuh Shub-Niggurath.
Bagian-bagian yang terpotong dari tebasan Dyze lenyap tidak bersisa, seolah dari awal semua itu tidak pernah ada sebelumnya.
Hal itu juga berlaku pada Atmosfer yang terpotong, akibatnya, tebasan itu dapat terbang bebas ke angkasa tanpa ada yang dapat menahannya.
BAAAAM!
Sebuah dentuman raksasa terdengar, membuat suara dari badai abnormal yang sedang berputar di atas mereka dan embikan dari Shub-Niggurath menjadi tenggelam hingga tidak terdengar sama sekali.
Reflek, keempat orang selain Dyze dan Chloe langsung menutup sepasang telinganya.
Dentuman itu dapat didengar oleh seluruh pelosok Neiphr, tanpa terkecuali, mulai dari yang terbang tinggi di langit, tenggelam di dasar samudera ataupun di dalam perut Bumi sekalipun.
Dentuman besar itu berasal dari planet gas raksasa yang bernama ‘Jovian’. Planet Jovian ini dapat menghasilkan suara sebegitu kerasnya akibat dia meledak hingga hancur berkeping-keping yang disebabkan oleh tebasan Dyze.
Karena alasan tertentu, planet Jovian tidak seperti bagian tubuh Shub-Niggurath yang akan langsung lenyap ketika tertebas oleh serangan Dyze, sebaliknya, planet Jovian ini langsung hancur saat berbenturan dengannya.
Tanpa mereka semua sadari, tebasan itu terus menerus berjelajah di antariksa yang sangat luas ini, menghancurkan segala yang dia lewati, dimulai dari benda langit kecil seperti bulan, kemudian planet kecil hingga yang besar.
Bahkan pada benda langit raksasa seperti bintang berukuran besar sekali pun juga akan bernasib sama dengan yang dialami planet Jovian; lenyap tidak tersisa atau menjadi nebula dari peristiwa supernova untuk menghiasi antariksa.