The Fake Sin Of Fallen God

The Fake Sin Of Fallen God
Chapter 35. Ribuan Kematian




Setelah Argus mengatakan itu, mereka mendengar suara yang seperti berasal dari langit.


[ Selamat atas terjadinya penerobosan pada individu ‘Argus’, sebuah ranah baru dari evolusi tertinggi manusia kini tercipta dengan nama: 「 Celestial Human 」 ]


Setelah menyampaikan itu, suara itu lenyap bak ditelan Bumi. Hal ini pertama kalinya di alami Argus hingga membuatnya bertanya-tanya.


“Itu adalah Suara Dunia.”



Setelah Argus membereskan lingkaran-lingkaran sihir miliknya, Chloe mengajaknya untuk beristirahat di pohon hitam itu.


“Duduk disini.”


Dia menepuk-nepuk tempat di sebelahnya, karena menganggapnya sebagai perintah, Argus pun duduk dengan sopan.


“Jadi bisakah kau menceritakan soal Noire?”


“Tentu saja, tapi bisakah sebelum itu saya bertanya satu hal lagi?”


“?”


Chloe hanya mengangguk tanpa mengucapkan sepatah katapun.


“Andai saja. Andai saja jika tragedi ini kembali terjadi, apa yang akan anda lakukan sebagai upaya pencegahan?”


“…”


Chloe tidak bisa menjawabnya untuk beberapa saat, namun setelah itu dia menatap langit yang tertutupi daun rimbun.


“Aku hanya perlu membuatnya memiliki banyak orang yang berharga di hidupnya. Karena orang ini.. Sulit mencintai sesuatu yang baru dalam hidupnya, namun sekali dia mencintainya, hal yang dikasihinya perlahan akan lenyap meninggalkannya..”


Argus menatap Chloe dengan tatapan aneh bercampur kagum.


“Dengan kata lain, apakah anda rela jika dia memiliki istri lain di sisinya?”


Chloe justru tersipu saat mendengarnya.


“I-istri lain? Aku belum menjadi istrinya kok!”


Meski sedikit heran, Argus tidak berani untuk mengungkapkannya.


“Yah, bukankah itu bagus? Jika tragedi ini kembali terjadi suatu saat nanti, dia tidak akan kesepian, dan aku tidak akan berjuang sendirian, bukan?”


“…”


Jawaban dari Chloe selalu membuatnya tertegun.


“Sepertinya moral Dunia sekarang telah berbeda jauh ya dibanding Dunia modern.”


“Huh?”


Argus mengatakan itu dengan sangat pelan, hingga Chloe tidak dapat mendengarnya dengan jelas.


“Sekarang, apa yang kau ketahui tentang ‘Noire’?”


Dia bertanya hanya dengan menggunakan sedikit tekanan, namun bagi Argus dia seperti ditindih oleh kapal Titanic yang beratnya 52.310 Ton.


“Sa-saya akan menjelaskan semuanya, karena itu jangan intimidasi saya.”


“Oh, maaf, aura intimidasiku sepertinya bocor, dan aku memang sedikit sensitif mengenai ‘Noire’ ini, karena dia merupakan ‘Buruan’ dari-nya, sudah sepantasnya aku mencari informasi mengenai ‘Noire’ ini demi kemajuan pemburuan kami.”


Argus hanya mengangguk dengan ekspresi wajah kaku, lalu dia pun memulai perannya.


“Noire, orang itu berasal dari satu klan(golongan) denganku, ras Ancient, lebih tepatnya Ancient Demon. Dia tidak memiliki wujud tetap, karena dia memiliki Skill『 Perfect Doppelgänger 』yang membuatnya mampu untuk meniru wujud dengan sempurna hingga 90% kemampuan asli penggunanya. Dia sangat sering menggunakan Skill ini untuk mengganti identitasnya, dan karena itulah wujud sejatinya bahkan tidak diketahui oleh kami yang satu golongan dengannya.


Noire juga pernah bilang padaku bahwa dia telah mencapai puncak dari kehidupan, dapat dikatakan kini dia telah abadi. Lalu dia mempunyai banyak sekali pelayan dan iblis bawahannya sebagai mata-mata di seluruh Dunia, untuk menjatuhkan sebuah kerajaan besar dari balik layar sangatlah mudah bagi Noire jika dia ingin melakukannya..”


“Skill peniru ya? Dan juga darimana aku dapat memastikan jika kau bukanlah seorang mata-mata?”


Pertanyaan ringan itu terasa sangat berat bagi Argus, karena tekanan itu kembali menindihnya.


“Aku dapat memberitahu lokasi kerajaannya! Seorang mata-mata menyimpan rapat informasi tentang klien atau Tuannya bukan?!”


“.. Benar juga.”


Aura itu menyusut, lalu dia menyuruh Argus untuk melanjutkannya.


“Kalau tidak salah malaikat itu mengatakannya.. Ya, benar. Kemungkinan dia berada di Qwentery, pecahan terkecil dan paling misterius dari Rodinia.”


“Malaikat? Dan kemungkinan katamu?”


“Ya, malaikat, dia merupakan pihak ketiga yang menghentikan perang terbesar waktu itu. Dan dia menamai sendiri pecahan-pecahan benua dari daratan besar yang awalnya bernama Rodinia. Dia juga menugaskan para ras Ancient untuk menjadi pelindung keseimbangan Dunia, karena itulah mereka di tempatkan di Qwentery, pecahan paling kecil dan penuh misteri dan berada di tengah-tengah sebagai pusat Dunia.”


“Hmm~ begitu? Lalu kenapa kau berada di Stolas?”


“Aah.. Itu karena aku tersapu ombak saat malaikat itu membelah dan memecah Rodinia, kemudian dengan energi kehidupan dan sihir yang tersisa aku bersembunyi di suatu Gua dan menyegel diriku sendiri dalam kurun waktu sekitar 3000 tahun kurasa? Itu perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk dapat memulihkan luka, energi, dan kekuatanku kembali.”


“3000 tahun ya? Tidak dapat dibayangkan seperti apa luka yang kau derita hingga membutuhkan waktu selama itu untuk pulih secara seluruhnya.”


“Mmgh..”


Pembicaraan mereka terhenti saat mendengar suara orang seperti mengalami mimpi buruk dalam tidurnya.


“Ooh~, sebentar lagi dia akan terbangun.”


Chloe kembali mengelus-elus kepalanya yang sedang berbaring di pahanya.


***


Karena masih merasakan pusing karena cahaya terang tadi membuat Dyze secara perlahan membuka matanya.


“Pohon..?”


“Baa! Kamu sudah bangun ya! Aku sangat merindukanmu lo!”


“Urgh.. Siapa?”


“Ini aku lo! Chloe! Lama tidak berjumpa ya?”


Tanpa berkata sepatah katapun dia langsung memeluk Chloe dengan erat sambil berbisik di telinganya:


“Apa yang sebenarnya terjadi? Kau Chloe yang asli bukan?”


Chloe tersenyum sambil mengelus-elus rambutnya seperti seorang ibu pada anaknya, dia berbicara dengan lembut di dekat telinga Dyze, dan karena begitu dekat, dia dapat mencium bau wangi dari tubuh Chloe.


“Ya, aku yang asli kok.. Akan kuceritakan semuanya tanpa terkecuali.”


Dyze yang tadinya berada di pelukannya, kini mengambil posisi duduk di sebelahnya. Di saat dia melihat langit bersamanya, Chloe justru menyandarkan kepalanya di pundak Dyze seperti sepasang kekasih.


“Bersandar di pundakmu adalah sensasi yang selalu ingin kurasakan selama ribuan tahun ini.”


“Hah? Ribuan tahun? Bicara apa kau ini?”


“Itu adalah kebenaran, kamu tahu sendiri bukan? Jika aku Sang Dewi Waktu memiliki otoritas atau kekuatan untuk memanipulasi waktu sesuka hatiku?”


“Ya, tentu saja. Memangnya kenapa?”


Jawaban Dyze yang begitu santai sangat berbeda sekali dengan mimik wajah Argus yang terlihat kebingungan, dan seolah tidak percaya mendengar perkataannya, tapi dia hanya mengunci rapat mulutnya karena dalam hati kecilnya dia menganggap hal itu tidak mustahil terjadi.


“Apakah menurutmu aku dapat kembali ke masa lalu menggunakan kekuatanku?”


Dyze termenung untuk beberapa detik, dia menjawab sambil memegang dagunya, “Benar juga.. Aku tidak tahu akan hal itu. Seharusnya bisa.. Kurasa?”


“Ya, aku dapat melakukannya. Dan kini aku kembali ke masa lalu dari semesta yang berbeda(paralel) lalu menjalani kehidupan sebagai Chronoa yang telah berulang selama ribuan kali..”


“Semesta yang berbeda? Untuk apa kau melakukannya? Dan kehidupan sebagai Chronoa..?”


Dyze melihat ke arah Chloe, hembusan angin menerbangkan rambutnya, sinar cahaya matahari membuatnya semakin anggun, suara dari perkataannya bergema hingga ke telinganya, untuk pertama kalinya, Dyze merasa terpana melihat kecantikan seorang Wanita.


“Tentu saja untuk menyelamatkanmu..-“ Dia tersenyum lebar sampai memperlihatkan giginya saat mengatakan hal tersebut, Chloe kemudian menatap langit dan menjelaskannya lebih rinci.


“Bagaimana menjelaskannya ya? Pertama, kamu perlu tahu jika kehidupan yang kamu alami tidak hanya pada satu garis waktu, terdapat banyak cabang garis waktu kehidupanmu di semesta lain dengan nasib yang berbeda-beda.


Kedua, kalian tidak boleh bertemu satu sama lain karena akan memicu paradox yang akan membuat salah satu dari kalian akan lenyap.


Ketiga, alasan kalian tidak dapat bertemu karena Dunia kita masing-masing dipisahkan oleh ruang dan waktu yang berbeda..”


“Ya.. Lalu?”


“Dengan Skill 『 Space Time Control 』dan kekuatan alami-ku yaitu memanipulasi ruang dan waktu, aku dapat merobek ruang dan ‘menjelajahi’ garis waktu yang diinginkan..”


“Itu artinya, wanita itu.. Wanita yang ada di mimpiku?!”


“Benar, itu aku. Dari garis waktu lain sih lebih tepatnya.”


“Dari garis waktu lain? Apakah kalian sama?”


“Mungkin? Kami bahkan sudah seperti saudari, saat menjelang kematian, kami dapat mengakses ingatan satu sama lain, atau mengirimkannya ke garis waktu berbeda di masa lalu.”


Dyze hanya mengangguk, sepertinya dia telah mulai mendapatkan pencerahan.


“Lalu apa yang terjadi pada para ‘Chloe’ dari garis waktu berbeda-beda ini? Dan apa ada kaitannya dengan tujuanmu menyelamatkanku?”


Chloe seperti tersentak saat mendengar pertanyaannya, suaranya seperti orang yang berusaha tegar untuk berbicara.


“Mereka semua telah mati.”


Dunia seketika seperti berhenti saat Dyze mendengar perkataan itu, meski dia sendiri masih merasakan hembusan angin yang menjadi dingin menembus tulangnya.


“Apa… Katamu?”


“Mereka mengalami nasib-nasib yang berbeda, tapi mereka mati dalam satu pola yang sama, yaitu bunuh diri karena gagal menyelesaikan misi.”


Dengan suara bergetar, Dyze melihat ke arahnya.


“Jangan bilang…”


“Ya, misi itu berupa menyelamatkanmu. Beberapa dari mereka bahkan terpaksa ‘mengistirahatkan’ Dyze dari Dunia mereka yang telah kehilangan kesadaran sepenuhnya saat melawan Argus.”


Dari perkataan Chloe yang menyebutkan dia telah mengulangi kehidupan sebagai Chronoa membuat Dyze berpikir jika ‘Mereka’ yang dimaksud adalah Chloe itu sendiri, dia benar-benar mengalami ribuan kematian demi menyelamatkan dirinya.


“…”


Dalam hati kecilnya, Dyze ingin memperlakukannya dengan lebih baik lagi, untuk membalas budi atas perjuangannya.


“Meski aku masih tidak terlalu mengerti kenapa bisa kau dan Chronoa merupakan orang yang sama, tapi yasudahlah bahas nanti saja. Untuk sekarang, siapa dia?”


Dyze menunjuk Argus dengan memasang wajah seperti anak kecil yang menginginkan mainan.


“Oh dia? Bawahan pertamamu lo.”


“Bawahan?”


“Dengan kata lain, seorang pelayan.”


“Oh!” Dyze mengatakan itu dengan mendaratkan sebuah kepalan di telapak tangannya, hingga mengeluarkan bunyi ‘Pong’.


Chloe terlihat mencubit perut Argus secara sembunyi-sembunyi, dan memberikan isyarat yang langsung di pahami oleh Argus itu sendiri.


“Hamba, Argus, sang Celestial Human pertama siap menjadi pelayan setia anda. Hamba bersumpah akan menjadi perisai hidup maupun tombak jika dibutuhkan.”


“… Yah memiliki seorang pelayan di Dunia seperti ini tidak buruk juga.”


Argus terlihat senang karena sumpahnya diterima.


Setelah melihat langit, Chronoa menarik-narik baju Dyze.


“Hey, tidak apa-apa nih? Kini telah menjelang sore lo, bukankah kita harus sampai disana sebelum waktu malam tiba?”


“Aah, benar juga. Ayo bersiap-siap, kita akan rayakan reuni kita disana~!”


“Ayoooo!~”


“Iyaa..”