The Fake Sin Of Fallen God

The Fake Sin Of Fallen God
105. Keruntuhan Realita



Saat serangan itu hendak mengenai Licht, tebasan Dyze yang kini berbentuk kerucut yang berputar-putar layaknya Bor ini tertahan untuk beberapa saat akibat penghalang dari Licht.


Tapi itu hanya berlangsung beberapa detik saja.


Karena tepat setelah itu, tebasan bor milik Dyze berhasil menghancurkan penghalang tidak terlihat milik Licht hingga lenyap seutuhnya.


Tebasan bor itu kemudian menargetkan dada—atau kini tulang rusuk dari Licht, karena disitu terdapat seperti sebuah Kristal berbentuk oval berwarna merah di dalamnya.


Tebasan bor dengan Kristal merah milik Licht saling bertabrakan, membuat efek sinkronisasi, hal ini menyebabkan dampak yang diperingatkan oleh Athena mungkin akan benar-benar terjadi—


Keruntuhan realita.


Situasi atau kondisi dimana realitas(kenyataan) itu sendiri mengalami kecacatan sehingga menimbulkan kehancuran tanpa alasan. Kehancuran ini dapat berdampak ke seluruh realita kehidupan yang ada atau pun hanya terpusat ke satu realita saja.


Dan sekarang mereka sedang menghadapi potensi yang memungkinkan terpicunya keruntuhan realita.


Dimulai dari ..


[ Kadar oksigen menurun 20%! ]


Kondisi tubuh saat kekurangan oksigen disebut sebagai hipoksia. Bagi orang biasa, kehilangan pasokan oksigen sebanyak itu akan mengalami kelumpuhan jaringan serta syaraf, menyebabkan sesak napas, kemudian kerusakan organ-organ penting seperti jantung dan otak.


Tapi hal itu tidak akan berlaku pada mereka{Chloe, Claire, Arcandra, Argus, Eleina, dan Nirvia} karena selain barrier yang masih membaluti tubuh mereka, daya tahan mereka juga melampaui manusia pada umumnya.


Jadi dapat dibilang bahkan tanpa barrier sekali pun, mereka akan tetap dapat bertahan di kondisi seperti ini.


Tapi sayangnya tidak hanya sampai disitu saja.


[ Badai yang sama besarnya dengan kebangkitan Shub-Niggurath berputar di atasnya! ]


Karena terdapat badai, secara otomatis hari di Gionnera menjadi gelap gulita, hanya ada secuil dari cahaya matahari yang dapat menjangkaunya.


Terutama pada wilayah Silence Forest dan hutan mati lainnya, wilayah hutan normal pada Gionnera saja sekarang seperti dalam keadaan gerhana matahari, gelap. Sulit untuk dapat menangkap cahaya.


Lalu bagaimana dengan nasib wilayah Silence Forest yang penuh dengan kabut, kabut ini menyerap hampir 90% cahaya matahari pada waktu pagi hingga sore.


Dapat dibayangkan segelap apa kondisi mereka di sana.


Tapi lagi-lagi untuk mereka{Chloe, Claire, Arcandra, Argus, Eleina dan Nirvia} tidak membutuhkan cahaya dalam penglihatan mereka, bahkan dalam keadaan gelap gulita sekali pun mereka masih dapat merasakan keadaan sekitar dengan sangat jelas.


Hanya sampa disitu saja?


Tentu tidak.


Mulai sekarang, kejadian yang disebut sebagai kecacatan realita akan terbuka, satu per satu.


[ Angin topan raksasa tercipta di dekat anda dan menyapu semua yang ada! ]


[ Air laut meledak keluar dan membanjiri beberapa pulau serta daratan pesisir pantai! ]


[ Suhu matahari tiba-tiba memanas, menyebabkan kekeringan dan kemarau dahsyat melanda benua Stolas, Arbeltha dan Laurasia! ]


[ Badai salju di Baltika kini semakin dingin dan tebal! Sehingga banyak dari ras yang mampu beradaptasi di salju mati mengalami hipotermia! ]


[ Munculnya retakan di Neiphr yang mulai menghisap segala yang ada di dekatnya, di lokasi tepat di tengah-tengah samudra. ]


[ Neiphr akan keluar dari garis orbit kemudian berjalan mendekati matahari dan menabrakan diri dalam 2 menit! ]


[ Beberapa menit kemudian setelah hal itu terjadi, matahari meledak tanpa alasan, menciptakan supernova indah yang menghanguskan hampir seluruh system tata surya. Planet-planet yang tersisa akan mengambang di ruang hampa tanpa adanya tujuan hingga berlangsung selamanya. ]


[ Setelah itu benda langit yang disebut sebagai galaksi akan saling menabrakkan diri. Galaksi tetangga, yang paling dekat dengan kita juga akan melakukan aksinya. Galaksi spiral yang diberi nama Messier 31 ini saling bertabrakan dengan galaksi kita sehingga saling ‘Collapse’ dan membentuk sebuah galaksi yang baru. ]


[ Tentunya kehidupan di kedua galaksi terdahulu akan musnah tanpa ada sisa. ]


[ Kemudian The Universe (alam semesta) kita yang awalnya terus mengembang tanpa batas akan berhenti mengalami pertumbuhan. Sebaliknya, alam semesta justru menyusut dan mengecil perlahan demi perlahan, dengan kecepatan yang jauh lebih cepat dari cahaya. ]


[ Hingga pada akhirnya alam semesta kita akan menyusut menjadi satu titik terkecil dengan massa yang sangat berat dan padat. Ini disebut sebagai Big Crunch(remukan besar). ]


[ Setelah terjadinya Big Crunch, maka titik kecil super-duper padat itu akan meledak menghempaskan semua materi yang ada, meluas, saling berjauhan di ruang hampa. Dan itu disebut sebagai Big Bang. Big bang dan Big Crunch memang saling berkaitan. ]


[ Dengan kata lain jika alam semesta kita berakhir, alam semesta dengan kehidupan baru akan muncul. Singkatnya ini seperti pengorbanan kita para kehidupan lama untuk memberi kesempatan layak pada kehidupan yang baru. ]


[ Tapi pertanyaannya, apakah anda ingin dikorbankan? ]


Pertanyaan macam apa itu?


Tentu saja ..


Aku tidak ingin.


Aku adalah penguasa di atas segalanya!


Tidak mungkin aku akan mengorbankan diriku sendiri demi kehidupan yang baru!


Benar.


Mereka-lah yang seharusnya dikorbankan untukku.


[ Apakah anda ingin mencegah kehidupan lama seperti anda dikorbankan untuk kehidupan baru? ]


Ya.


Jangan sampai hal itu terjadi.


Jangan sampai.


[ Dengan senang hati. ]


『 Reality Warping 』


“Huh ..?”


Saat mereka baru menyadarinya, realita telah berubah sepenuhnya.


Kekacauan berupa angin topan, air laut yang meledak keluar, badai salju yang terus menebal, dan suhu matahari yang semakin naik kini seolah tidak pernah terjadi sebelumnya.


Sekarang yang berbeda ialah serangan milik Dyze yang hanya bentrok dengan Kristal merah Licht dalam waktu singkat.


[ Dia seperti tidak menahan serangan milik anda seperti yang dia lakukan sebelumnya. ]


“Jadi begitu.”


Karena Licht tidak menahannya dengan sepenuh kekuatan yang dia miliki, inti Kristal merah miliknya pun dapat ditembus secara mudah.


“Akhh!”


Tebasan menyerupai bor tu berputar-putar dengan kecepatan yang sangat tinggi, bergesekan langsung dengan Kristal merah milik Licht.


Hal ini menimbulkan adanya bentrokan namun efeknya tidak terlalu parah seperti sebelumnya. Karena hanya ada petir-petir yang bersambar di sekitarnya.


Pada akhirnya, inti kristal milik Licht meredup kemudian hancur berkeping-keping.


Tubuh Licht yang kehilangan pasokan tenaga dan kekuatan utamanya, mulai perlahan hancur menjadi abu.


Hal ini juga berlaku pada para Undead yang mungkin masih tergeletak di tanah, mereka lenyap menjadi abu mendahului Licht.