The Fake Sin Of Fallen God

The Fake Sin Of Fallen God
Chapter 102. Gloomy Giant



“Akan kuberitahu jumlah dan posisi kalian secara spesifik, dengarkan baik-baik dan berbangga-lah dengan hasil yang kalian dapatkan.”


Keenam orang itu menelan air ludah, jantung mereka mulai berdegup kencang, kegugupan mulai menghampiri mereka.


“Posisi pertama, … Aku, dengan jumlah eliminasi 310.410 skeleton.”


“Ooh!~” Tidak ada satu pun dari mereka yang terlihat terkejut, karena jika itu adalah dia, hal ini sudah seharusnya dapat terjadi.


“Kemudian kedua, Chloe. Dengan jumlah eliminasi 240.009 Skeleton.”


“Yash!”


Demikian juga dengan Chloe, tidak ada satu pun dari mereka yang heran dengan hasil yang dia dapatkan.


“Itu sudah sepatutnya dia dapatkan.”


Kalimat itulah yang keluar dari masing-masing mulut mereka.


“Ketiga, Arcandra. Dengan jumlah eliminasi 120.201 skeleton.”


“Woah~!” Berbagai reaksi bermunculan, keenam orang itu termasuk dengan Chloe dan Claire terlihat cukup terkejut dengan hasil yang ketiga, begitu pula halnya dengan Eleina, Nirvia dan Argus.


Argus sebenarnya tidak terlalu heran lagi, karena dia tahu persis seberapa kuat ‘Abang’ yang dimilikinya.


“Ini .. Cukup memuaskan.” Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Arcandra bangga pada dirinya sendiri.


“Tentu saja! Itu mengesan kamu tahu?!” Chloe merangkul Arcandra, Claire, Eleina dan Nirvia tersenyum ke padanya.


Arcandra yang cenderung dingin dan tidak terlalu mengungkapkan ekspresi, mengukir sebuah senyum tulus yang cukup berkesan di hati mereka.


“Keempat, Argus. Dengan jumlah eliminasi 82.764 skeleton.”


“Wah!”


Sorak sorai keluar dari mulut mereka, tertuju pada Argus yang mulutnya sedang terbuka, sama seperti ‘abangnya’ dia puas dengan hasil yang dia dapatkan sekarang.


“Kelelawar-kelelawar itu sangat membantu di saat-saat akhir.”


Perkataan Argus ada benarnya juga, karena tanpa kelelawar-kelelawar dari manifestasi sihir dan darah ½ vampire miliknya, Argus pasti telah membuang-buang mana serta Energi Kehidupan secara membabi buta.


“Kelima, Eleina. Dengan mengeliminasi 59.012 skeleton.”


“Itu tidak terduga.” Chloe dan yang lainnya termasuk dengan Eleina itu sendiri tidak menyangka bahwa dia mampu mencetak rekor yang hampir mendekati Argus.


Eleina hanya bisa tertawa canggung dan merespon dengan rendah diri.


“Hehe itu bisa saya lakukan karena pengetahuan saya mengenai kelemahan mereka, dan saya hanya memanfaatkan itu saja.”


Karena pembicaraan Eleina tidak terpusat pada Dyze melainkan menyebar secara menyeluruh, penggunaan kata ‘Saya’ merupakan tindakan yang paling tepat tanpa adanya resiko.


“Keenam, Claire. Dengan mengeliminasi 26.611 skeleton.”


“Itu .. Sedikit di luar harapan.”


Claire yang biasanya sama pendiamnya dengan Arcandra, kini meluapkan perasaannya dengan merespon seolah kecewa dengan hasilnya.


“Ayolah. Kau memang tidak bertugas sebagai penyerang, ‘kan? Lagi pula Barrier milikmu itu dapat menahan hawa serta aura kematian dari Shub-Niggurath lo. Banggalah pada dirimu sendiri, Celina, Claire.”


Claire—atau sekarang dalam identitas Celina menoleh ke arah Chloe, karena perkataannya, pandangan dia terhadap Chloe sepenuhnya berubah.


Celina memasang senyum—sebuah senyuman yang jauh berbeda dibandingkan di momen sebelumnya.


“Kau benar.”


Kepribadian Celina sedikit berbeda dengan Claire, meski Claire sedikit pendiam, dia tetap lah memiliki kesopanan, berbanding terbalik dengan Celina.


Dia lebih mirip seperti kepribadian Dyze, karena sama-sama menyukai pertarungan, tidak mengenal formalitas, dan tidak terlalu akrab dengan yang namanya ikatan ‘pertemanan’.


Tapi ada perbedaan mencolok di antara kepribadian Celina dan Dyze.


Dyze tidak pernah tunduk pada siapa pun, bahkan jika orang yang jauh lebih kuat darinya menjadi lawannya di pertarungan suatu saat nanti.


Sedangkan Celina, dia patuh dan tunduk pada satu orang—Dyze satu-satunya, dalam pikirannya, hanya Dyze seorang yang pantas untuknya.


(A/N: Bagi yang lupa, Celina itu Alter Ego atau kepribadian lain dari Claire. )


“Ketujuh dan yang terakhir, Nirvia. Dengan mengeliminasi 9.053 skeleton.”


“Haah .. Terlalu sedikit jika dibandingkan kalian semua.”


Pada awalnya, sama seperti Celina, Nirvia kecewa pada hasil yang dia lakukan sendiri, namun Chloe dan yang lainnya justru cukup kagum serta puas dengan hasilnya.


Karena itulah, Nirvia tersenyum, dia mencoba untuk mengenal dirinya sendiri lebih dalam lagi.


“Hehehe~ Aku menang kali ini lo.”


“Sial..”


Chloe menggoda Claire dengan membanggakan hasil yang dia dapatkan, karena ini kompetisi, tentu merupakan hal yang wajar apabila Claire sedikit kesal saat mendengarnya.


Di tengah situasi itu, Dyze berbalik karena mendengar sesuatu dari jauh yang berada di hadapan matanya.


“Suara itu ..”


Seperti tanah yang bergetar karena sekelompok makhluk berukuran raksasa berjalan dengan berat di atasnya.


[ Gelombang kedua telah dimulai. Kini anda akan berhadapan dengan pasukan tengah para Undead; para ksatria kematian, penyihir kegelapan dan Giant. ]


“Serius ..?”


Saat Dyze memasang kuda-kuda untuk bersiap memulai pertarungan, Chloe dan Claire merupakan orang pertama yang menyadarinya.


“Apa yang membuatmu memasang gerakan seperti itu, Dyze?”


Pertanyaan Chloe di sambung oleh Claire.


“Apakah ada musuh lagi?”


Mendengar perkataan Claire, keempat orang lainnya yang tersisa langsung berdiri tegap, melihat ke depan dan bersiap memasuki pertarungan.


“Tidak perlu berpura-pura, kau juga pasti sudah menyadarinya, Chloe.”


“…”


Tentu saja, bagaimana mungkin seorang Dewi sepertinya tidak merasakan adanya kehadiran musuh dalam jumlah banyak serta memiliki daya tempur yang terbilang cukup?


Jika kabut dari wilayah Silence Forest menjadi alasan bahwa indra Arcandra, Eleina, Claire, dan Nirvia menjadi menumpul dari biasanya, hal itu seharusnya tidak berlaku pada Chloe.


Chloe mengukir senyuman yang dapat terbilang mengerikan, karena hanya bagian kanan sudut mulutnya saja yang terangkat hingga pada titik hampir dapat di katakan menyentuh pipinya sendiri.


“Kamu memang hebat.”


Senyumannya dapat dikatakan mirip dan identik dengan seringai Dyze, mereka yang melihatnya saja sudah dapat dibuat merinding karena masih tidak dapat mengira orang berperawakan anggun sepertinya memasang seringai seperti itu.


Drap drap drap


Suara langkah kaki yang berat itu semakin jelas, kini dapat ditebak melalui suaranya yang seolah bersahutan—mereka dalam jumlah yang sama tidak masuk akal seperti sebelumnya.


“Krrhh!”


Mereka datang.


Makhluk Undead dalam jumlah di luar nalar, kini berada dihadapan mereka lagi. Menurut Athena, mereka terbagi menjadi 3 kategori.


Paling depan, terdiri dari monster berperawakan tinggi besar, dengan aura hitam pekat yang menyelimuti tubuhnya. Dia memegang pedang yang sangat tajam dan dapat membelah manusia layaknya mentega di tangan kanannya. Sementara itu, di tangan kirinya terdapat perisai tangguh yang sangat sulit ditembus oleh serangan biasa.


Mereka di klasifikasikan sebagai Death Knight. Para Death Knight ini juga mendengus dengan mengeluarkan asap dari hidung dan mulutnya.


Kemudian barisan kedua, terdiri dari Undead penyihir dengan berperawakan tengkorak yang memiliki ukuran badan cukup tinggi, namun masih jauh kalah besar di bandingkan Death Knight, karena itulah mereka dibantu dengan sihir melayang untuk dapat menopang tubuh di udara.


Para penyihir ini melayang di atas para Death Knight, masing-masing dari mereka mengenakan mantel lusuh yang telah memiliki sobekan, baik itu sobekan dalam ukuran kecil mau pun besar.


Mereka di klasifikasikan sebagai Dark Mage.


“Khik khik khik.”


Dark Mage ini juga memiliki ciri khas tawa yang aneh, entah apa alasannya, mereka suka tertawa melihat kelompok yang jauh lebih kecil dari mereka.


Ketiga sekaligus barisan paling terakhir terdapat Undead berperawakan raksasa di belakang para Dark Mage,


Mereka mungkin tidak setinggi Shub-Niggurath dan Hydra, tapi setidaknya para raksasa itu memiliki ukuran 15 meter yang mampu melampaui bangunan-bangunan kecil seperti rumah, guild, dan lain sebagainya.


Mereka di klasifikasikan sebagai Gloomy Giant.


Para Gloomy Giant ini tidak memiliki ciri khas yang mencolok seperti yang dimiliki oleh Dark Mage dan Death Knight, mereka hanya menatap kelompok Dyze dengan sorot mata kosong.


Tapi satu hal yang pasti, para Gloomy Giant ini memiliki kekuatan dan ketangkasan jauh di atas Death Knight.