The Fake Sin Of Fallen God

The Fake Sin Of Fallen God
Chapter 91. Angin Hitam-- Death Manipulation



91


“Eh? Apa anda benar-benar berniat untuk melawannya?”


“Jawab saja pertanyaanku.”


“Baik! Shub-Niggurath itu sedang tersegel di suatu tempat yang hamba tidak ketahui tempatnya. Tapi yang pasti alasan utama dia berada di tempat itu ialah sekelompok orang bersayap yang mampu menyegelnya disana.”


‘Sekelompok orang bersayap? Apakah itu angel? Atau itu merupakan petunjuk lain ..’


“Cukup menarik. Kapan itu terjadi?”


“Penyegelannya? Sekitar 3000 tahun lalu, bertepatan pada saat kehancuran terbesar terjadi.”


“Jadi begitu! Pantas saja aku cukup familiar dengannya!”


Pandangan mereka terfokus pada Argus yang terlihat mengetahui sesuatu tentang makhluk itu.


“Shub-Niggurath, dalam legendanya dia digambarkan sebagai monster hitam raksasa dengan ribuan tentakel yang berlendir, rahangnya mengkerut, dan dari tempat seharusnya kepala berada selalu mengeluarkan cairan hijau kental yang menetes keluar setiap 10 detik sekali.


Dikabarkan juga dia merupakan salah satu makhluk yang mampu memanipulasi kematian sesuka hatinya.”


“Ew. Itu menjijikan.”


“Aku setuju dengan pernyataanmu, Chloe.”


“Sepertinya dia sangat kuat!” – Arcandra, meski dia wanita, dia bukanlah tipe wanita yang memperdulikan hal semacam itu.


“Makhluk yang mampu memanipulasi kematian huh? Nostalgia rasanya.”


Mbeeee!


“Apa itu!?”


Sebuah raungan layaknya suara induk domba merasuki telinga mereka melalui udara dengan sangat cepat, raungan itu bahkan 10x lipat lebih nyaring dari milik Hydra.


“Kacau .. Raungan itu .. Benar-benar ciri khas darinya!”


Mengabaikan Dryad itu yang terlihat tertekan, Dyze justru tertawa gembira dengan terbang mendekati sumber suara.


Chloe dan yang lainnya sigap menyusul di belakangnya dengan jarak beberapa meter saja yang memisahkan mereka.


.


..



Mereka menganga, karena monster yang diceritakan Argus kini berada di hadapan mata mereka sedang mengamuk menghempaskan semua yang ada di sekitarnya.


Tapi ada satu hal yang tidak diceritakan Argus secara rinci, yakni mengenai ukurannya.


Ukuran sebenarnya dari monster itu bahkan melampaui Hydra, jika mereka bertemu Hydra mungkin hanya akan menyamai ¼ dari tubuh utuhnya.


“Biarkan aku sendirian melawannya! KEHAHAHAH!”


Karena dia telah melewatkan kesempatan melawan Arcandra, kini Dyze ingin menguasai penuh pertarungan melawan Shub-Niggurath.


Whoosh!


Angin hitam yang berasal dari Shub-Niggurath berhembus ke arah Dyze dan bawahannya.


Claire yang merasakan adanya hawa mematikan dengan sigap memasang barrier berbentuk dinding di hadapan mereka.


Kecuali mereka— Angin hitam itu membunuh segala yang ada di sekitarnya, dari rerumputan hijau di tanah atau pohon-pohon dari hutan yang di bawah mereka.


Semuanya, termasuk seratus ribu makhluk dari berbagai macam spesies yang ada di sekitar hutan itu.


Setiap makhluknya terbunuh di tempat.


“A-apa?” – Claire, Argus, dan Arcandra syok dengan apa yang dilihatnya.


Bagaimana mungkin hanya dengan hembusan angin dapat membuat hutan dengan diameter 1 kilometer di sekitar mereka menjadi mati seketika?


Bagaimana mungkin hanya dengan hembusan angin dapat membuat makhluk hidup mati seketika?


Bagaimana mungkin ..


[ Itu adalah Death Manipulation. Salah satu seri skill yang mampu membuat makhluk di sektiarnya atau yang dikehendaki mati bahkan tanpa alasan yang logis. ]


Aku tau.


Saat angin hitam itu berhenti berhembus, Dyze keluar dari lingkup area barrier milik Claire, meninggalkan mereka berlima di belakangnya.


“Dyze!”


Kelima orang itu dengan sigap menyusulnya dengan kekuatan yang hampir mendekati cahaya.


Slash


Dyze mengeluarkan sebuah tebasan kosong yang terbuat dari tangannya sendiri, tebasan itu memiliki ukuran hampir setara dengan bukit yang pernah mereka lewati.


Tebasan itu tidak mampu memotong kaki dari Shub-Niggurath, tapi setidaknya dapat meninggalkan bekas yang cukup besar di bagian dasarnya.


Bekas serangan itu mengeluarkan asap, sepertinya dia dapat meregenerasi kerusakan yang diterima sama seperti Hydra .. Tapi ada yang aneh.


Meski bagian yang menerima kerusakan dari serangan Dyze itu mengeluarkan asap, tidak terlihat sama sekali bahwa lukanya menutup, seharusnya jika Shub-Niggurath memang memiliki kemampuan regenerasi, luka itu akan tertutup dalam sekejap mata.


[ Itu adalah efek dari Neg Regeneration yang anda peroleh sebelumnya. ]


Neg Regeneration ..?


Ah.


Waktu itu ya?


Karena telah lama dalam wujud manusia aku hampir melupakannya.


Neg Regeneration.


Kekuatan inilah yang membuat regenerasi super dari Shub-Niggurath tidak berkerja.


Dyze melirik Arcandra yang berada tidak jauh darinya.


“Aku ingin melihat perbandingannya. Coba kau ayunkan sebuah tebasan pada salah satu kakinya dengan santai.”


“?”


Arcandra mengangguk dengan patuh, dia mengambil pedang hitam yang ada di pinggangnya, menyiapkan kuda-kuda di udara kemudian menebaskannya—


Slash!


Tebasan itu mampu membuat salah satu kaki Shub-Niggurath hampir putus, namun sesaat setelah itu, asap yang sama keluar dari tempat kerusakannya, membuat luka yang cukup besar tiba-tiba kembali menutup seperti semula dalam hitungan detik saja.


“… Wow.” Kecuali Chloe, mereka semua terperangah melihatnya, termasuk Arcandra itu sendiri.


“Jadi itu perbedaannya.”


“Coba. Aku pakai.”


Karena ini permintaannya, Arcandra dengan senang hati menurutinya.


Slash


Dyze kembali mengayunkan sebuah tebasan tidak bertenaga, namun berbeda dari sebelumnya, tebasan yang kini dihasilkan berdiameter sebesar gunung!


Tebasan itu mampu membuat Shub-Niggurath mengerang kesakitan. Dan benar saja, kerusakan yang ditimbulkan dapat membuat salah satu kaki raksasa Shub-Niggurath terpenggal ke tanah.


Akibatnya, sebuah guncangan singkat terjadi.


"... Perbedaan yang jauh sekali!"


Dyze saja sampai tidak menyangka bahwa terdapat begitu banyak perbedaan saat dia menggunakan pedang hitam milik Arcandra.


[ Tanpa anda sadari, anda telah mendapatkan skill pasif Durability Negation. ]


Durability Negation ..


Ah, kalau tidak salah itu pasif skill yang membuatku mampu meniadakan ketahanan lawan tidak peduli seberapa kuatnya dia .., 'Kah?


Pedang hitam ini ..


Dyze menggenggam gagang pedang hitam itu, kemudian menghunuskan mata pedangnya ke arah Shub-Niggurath.


“Setidaknya jangan mati sebelum dapat menghiburku!”


“Mbeeee!” Suara yang keluar dari Shub-Niggurath itu layaknya seekor induk domba, dan bagi manusia biasa, hanya dengan mendengar suaranya pasti akan langsung mati saat itu juga.


Sebelum Dyze mendekat ke arah Shub-Niggurath, dia memerintahkan mereka untuk mengawasinya dari jauh saja, oleh karena itulah tidak ada satupun yang mengikutinya dari belakang.


Saat Dyze sedang melayang di udara dalam jarak 300 meter yang memisahkan mereka, tentakel-tentakel milik Shub-Niggurath menggeliat di udara, berusaha menjangkau Dyze yang sedang diam menatapnya.