
Benua Stolas dikuasai oleh 4 kerajaan besar yang mendominasi di atasnya. Sven hanya menjelaskannya secara singkat.
Kerajaan Historia:
Salah satu dari dua kerajaan tertua yang masih bertahan dari perang terbesar yagn menyebabkan kehancuran dahsyat 3000 tahun lalu. Kerajaan Historia kini tidak menunjukan tanda-tanda pergerakan, biasanya mereka akan melakukan perang tahunan dengan kerajaan tetangga, Azerbazan.
Kerajaan Victoria:
Satu-satunya kerajaan tertua yang tersisa dari kehancuran dahsyat 3000 tahun lalu selain kerajaan Historia. Awalnya menurut sejarah mereka sempat berkonflik panas dalam beberapa dekade, namun kini mereka telah menyatakan damai dan beraliansi.
Kerajaan Azerbazan:
Kerajaan besar yang baru berdiri dalam kurun waktu 300 tahun, tapi meski hanya berumur 300 tahun, kerajaan Azerbazan mampu mendominasi kerajan-kerajaan kecil untuk bergabung dengan mereka dan hasilnya, sebuah kerajaan besar Azerbazan tercipta. Dan karena alasan yang disembunyikan kerajaan Azerbazan memiliki hubungan panas dengan kerajaan Historia, mereka selalu melakukan peperangan tiap tahunnya.
Kerajaan Gloryantha:
Kerajaan besar yang telah berdiri di erang yang sama dengan kerajaan Azerbazan, tapi anehnya mereka justru berteman baik dan beraliansi. Gloryantha juga merupakan kerajaan besar yang memiliki musuh paling sedikit diantara yang kerajaan besar lainnya. Hal ini dipengaruhi oleh raja mereka itu sendiri; Raja Glory XX, yang memiliki prinsip menjunjung tinggi keadilan dan kedamaian. Bisa dikatakan kerajaan Gloryantha merupakan kerajaan dengan masyarakat yang paling bahagia, karena setiap masyarakat yang kelaparan memiliki hak untuk meminta bantuan pada pemerintahan.
Dan siapapun pejabat atau petinggi yang tertangkap basah saat mengkorupsinya akan langsung di hukum mati tanpa pertimbangan di depan mata publik.
Keempat kerajaan besar itulah yang mengelola penuh sumber daya mineral yang ada di Stolas. Bagi mereka yang berada di bawah naungan keempat kerajaan besar tentu ini merupakan berkah dan anugerah.
Tapi bagaimana nasibnya dengan mereka yang tinggal di kerajaan kecil? Akan kelaparan di setiap waktu tanpa ada yang tahu dan memperdulikan nasib mereka yang berada di ujung tanduk.
Setelah itu Sven menceritakan benua kedua, dimulai dari yang paling besar diantara semuanya.
Benua Laurasia, merupakan Benua yang memiliki ukuran terbesar diantara benua lainnya, dia terletak di arah timur dari Stolas. Ras-ras yang mendiami benua Laurasia mayoritasnya merupakan ras yang berukuran raksasa ataupun memiliki jumlah keturunan yang banyak.
Seperti Giant, Titan, Dryad, Ogre, Orc, Goblin, ataupun Cylops. Mereka hanyalah sebagian kecil ras yang menghuni benua Laurasia secara keseluruhan, karena ukurannya yang terlalu besar tidak ada seorangpun yang mengetahui secara pasti siapa ataupun apa yang mungkin sedang bersembunyi di sana.
Benua Laurasia juga memiliki banyak pegunungan tinggi dan besar, hal ini semakin mendukung kehidupan para raksasa yang biasanya bersembunyi dibalik gunung ataupun tinggal di dalam gua.
Benua ketiga, dimulai dari yang terindah.
Benua Arbeltha merupakan benua yang memiliki perairan terbesar di banding benua lainnya, tidak hanya itu, pemandangan saat malam pun sangat memanjakan mata, karena selain air nya yang sangat jernih dan terjaga, bintang-bintang di langit dapat dinikmati sambil berendam di danau sebagai pelepas stress.
Benua ini ditempati oleh berbagai ras yang memiliki ikatan dengan air, seperti Siren, Mermaid, Rusalki, Finfolk dan lain lain. Tapi yang menghuni benua Arbeltha tidak hanya yang mempunyai ikatan erat dengan air semata, cukup banyak ras seperti; Dwarf, Demi-human, beberapa ras Elf dan ras lainnya yang hidup disana.
Menurut perkataan Sven dan dugaannya, benua Arbeltha lah tempat mayoritas Dwarf dari seluruh benua berada di sana. Hal ini dapat dibuktikan dari sumber daya mineral Arbeltha yang sangat melimpah, bahkan melebihi Stolas sekalipun.
Tidak heran jika para Dwarf banyak yang memutuskan untuk menetap di sana dengan waktu yang sangat lama. Benua Arbeltha terletak di utara dari benua Stolas.
Benua keempat, Sven menceritakannya sebagai benua dengan hutan terlebat di antara benua lainnya.
Benua Gionnera, dikenal sebagai benua yang subur akan hutannya, bagi para Elf daratan ini merupakan surga dan benteng tidak terkalahkan yang nyaris mustahil ditembus oleh Manusia pada umumnya.
Benua Gionnera mayoritasnya ditinggali oleh ras; Elf hutan, Elf pedalaman(primitive), Dryad, Lythari, patasola, Werewolf, Gnome, dan lain-lain. Mereka hanyalah sebagian kecil yang diketahui mendiami hutan Baltika, sisanya tidak ada yang tahu apa saja yang mungkin berada di dalamnya. Dan benua ini terletak di arah timur laut Stolas.
Kelima, benua yang dikenal dengan biome salju abadinya.
Benua Baltika, merupakan satu-satunya benua dengan iklim kutub abadi di antara benua lainnya. Penghuninya tidak pernah merasakan hangatnya sinar matahari dan selama hidupnya akan terus berada di daratan salju yang tebal dan dingin.
Ras yang menempati benua dingin ini hanya sedikit yang diketahui diantaranya; Yeti, Elf salju, Yuki-Onna, beruang kutub, Demi-human serigala arktik, dan rubah arktik
Keenam, Sven sendiri menyatakan dengan tegas bahwa tidak begitu banyak informasi mengenai benua ini.
Benua Qwentery, sebuah benua yang paling misterius dan tidak terjamah oleh siapapun di Dunia ini dalam kurun waktu 3000 tahun.
Terdapat banyak rumor yang beredar mengenai benua ini, salah satunya mengatakan bahwa tempat tersebut merupakan peristirahatan para Naga yang menutup diri dari Dunia setelah kehancuran besar yang diakibatkan perang 3000 tahun silam.
Tidak ada yang tahun secara pasti dimana letak benua Qwentery berada, tapi banyak yang percaya bahwa Qwentery merupakan pusat dari Dunia, yang artinya benua tersebut berada di tengah-tengah benua lainnya.
---
“Jadi kamu akan memilih yang mana?” – pertanyaan Sven membuat Dyze reflek memegang dagunya untuk berpikir sejenak.
Dyze melihat ke arah Chloe Claire dan Argus untuk menanyakan pendapat mereka.
“Bagaimana menurutmu?”
“Aku? Kurasa Arbeltha merupakan tujuan terbaik saat ini, karena sangat bagus untuk kamu melepas stress.”
“Aku setuju dengan Chloe.” – mengabaikan Chloe dan Claire yang sedang tersenyum, Dyze mengalihkan pandangannya pada Argus.
“Hamba hanya mengikuti kalian kemanapun tempat yang dituju.”
“Arbeltha, ‘kah? Yah seharusnya tidak buruk juga. Lagi pula ide yang bagus untuk mandi di air yang bersih dan menikmati pemandangan langit malam untuk melepaskan rasa frustasi-ku.”
Chloe dan Claire tiba-tiba tersenyum lebar namun saat Dyze menoleh, mereka telah kembali tenang seperti semula.
“…”
“Jadi apa langkah kalian selanjutnya?” – pertanyaan Sven memecah keheningan.
“Kurasa hanya perlu berlari ke ujung benua Stolas yang mengarah ke utara lalu saat disana barulah akan dipikirkan cara untuk menyebrangnya.”
“Berlari katamu..? Hufft.. Yasudahlah dari awal aku juga tahu kamu bukanlah manusia biasa. Berhati-hatilah, bawa ini bersamamu.”
“Apa ini?”
Sven memberi Dyze sebuah lencana dengan ukiran bintang yang bertaburan di atasnya.
“Sebuah jaminan jika kamu bertemu dengan ras ku.”
“Jaminan? Aku tidak mengerti apa maksudmu, tapi akan kuterima dengan baik.”
“Dan bawa juga peta ini. Tidak mungkin kan kalian bepergian tanpa menggunakan peta sebagai petunjuk arah.”
“Pengertian sekali.”
Dyze langsung berteleport bersama mereka setelah menerima peta dan lencana pemberiannya.
Sven tersenyum kecil saat mengantar kepergian mereka.