
(*Sekali lagi peringatan, chapter kali ini akan sangat sensitif dan bisa memancing kemarahan sebagian orang. Jadi bijaklah dalam membaca*)
[ Butuh sekitar 7 detik lagi untuk sampai di tujuan.. ]
“Ya! Tinggal belok kiri saat melewati sepertiga jalan ini setelah itu aku telah sampai di alun-alun.”
‘Sampai!’
“Shina--?!”
Pemandangan keji menyambut kedatanganku, para wanita tidak menggunakan busana sehelaipun dan mereka sedang diperkosa oleh orang-orang yang sepertinya merupakan bandit.
Aku dapat melihat tidak jauh dari warga-warga wanita itu terdapat para pria yang masing-masingnya adalah suami dari mereka, tapi mengapa mereka hanya diam saja menonton istrinya sedang dipermainkan!?
“Huh?”
Tanpa basa basi aku langsung menargetkan seorang pria besar dengan pedang berjenis Zweihander di sebelahnya yang sedang menduduki seorang wanita telanjang, karena tidak ada satupun disana yang berbuat serupa, maka hanya ada satu kesimpulan, dia adalah dalang kekacauan.
“--!?”
“Cih!”
Tendangan berputarku yang mengeluarkan api itu dapat ditangkis oleh pria di sebelahnya dengan sebuah pedang tajam sehingga membuat betisku tersayat. Karena gagal aku menendangnya untuk mengambil jarak.
“Sirius!”
Aku dapat mendengar suara Shina memanggilku, aku menoleh mencari sumber suara, ternyata, dia berada di antara tawanan wanita lainnya, sepertinya hanya Shina yang masih belum disentuh, hal ini membuatku merasa sedikit bersyukur.
“Tenanglah Shina! Aku akan menyelamatkanmu!”
“Oh~ Itu adalah suamimu yang kau maksud ya..”
Setelah berbicara seperti itu, pria yang menjadikan seorang wanita sebagai singgasananya itu memasang senyum bejat. Dia lalu berdiri dan membisikkan sesuatu pada pria di sebelahnya yang tadi menangkis seranganku.
“Baik, bos.”
Mana mungkin kubiarkan!—
Saat aku ingin bergerak menuju Shina, pria itu memberiku peringatan.
“Jangan bergerak. Tangan kananku itu bisa lari melebihi kecepatan kuda lo. Dengan jaraknya yang tinggal setengah dengan istrimu, aku yakin kau akan lebih memilih untuk tidak mengambil resiko.”
“…”
‘Skill, perhitungkan peluangku untuk menyelamatkan Shina dari jarak saat ini.’
[ Jarak anda dengan individu bernama Shina adalah 120 Meter, sedangkan individu lainnya sedang mendekat padanya dalam jarak 40 meter. Anda hanya memiliki peluang 20% untuk menyelamatkannya, dan 80% peluang dia untuk terbunuh karena reflek individu itu tajam, bisa saja saat anda ingin membalapnya, dia telah melemparkan pedangnya dan menebas leher individu bernama Shina. ]
“Cih.”
“Pilihan yang tepat.”
Dari kejauhan aku dapat melihat pria itu menarik rambut Shina dan menyeretnya dengan kasar. Aku harus mengubur emosi ini dalam dalam demi keselamatan Shina.
Shina bertahanlah..
“Hey.. Jawab pertanyaanku. Siapa kalian dan mengapa mengincar desa terpencil ini!? Sebuah desa yang terbilang kecil di daerah terpencil, apa yang kau harapkan dengan menjarahnya?!”
“Kami adalah kelompok bandit yang diburu oleh 2 kerajaan besar, namun selama puluhan tahun mereka tidak dapat menangkap kami. Kami dijuluki ‘Sang Perusak’ oleh 2 kerajaan itu. Hmm mengenai mengapa bisa kami kesini.. Kebetulan. Dan alasan mengincar desa kecil seperti ini? Tentu saja untuk kesenangan. HA HA HA!”
.…
“Kerja bagus.”
“Terima kasih bos, tapi bisakah saya juga memiliki giliran untuk memainkannya?”
“Ya. Tentu saja.”
Pria berotot itu mencengkram pipi Shina dan menjilati lehernya seperti anjing yang kehausan.
“BANGSAAAAAAATTTTTT!”
Emosi ini tidak dapat lagi kupendam, kemarahan ini seperti meledak dari dalam tubuhku. Kakiku menjadi berapi, namun kini terjadi perubahan dalam apinya, warna api yang tadinya merah menjadi biru, dengan kemarahan ini semoga Shina dapat selamat.
Hanya dengan sekali langkah menggunakan api biru yang mendorong kakiku, setengah jarak dari kami dapat tertutup, sehingga membuat mereka panik saat melihatnya.
Dengan kepanikan itu mereka memasang fomasi perisai dan tombak, berharap dapat menangkal seranganku.
Tapi--!
“Tidak peduli itu tombak ataupun duri, aku akan melewatinya demi orang yang ku sayangi!”
“Sirius..”
‘Skill, tolong lapisi kepalan tangan kananku dengan api yang dapat melelehkan logam.’
[ Tapi.. Itu akan membuat anda… ]
‘Lakukanlah!’
[ Baiklah. ]
[ Melapisi tangan dengan api biru bersuhu 1600 derajat celcius. ]
[ 10%.. ]
[ 20%.. ]
[ 30%.. ]
[ 40%.. ]
[ 50%.. ]
Aku mulai dapat merasakan Sesuatu seperti sensasi terbakar di tangan kananku, tapi jika dengan ini dapat menyelamatkannya, aku tidak masalah!
[ 60%.. ]
[ 70%.. ]
Terbakarlah api! Demi menembus segala pengganggu yang menghalangi jalanmu!
[ 80%.. ]
[ 90%... ]
Aku dapat merasakan sengatan listrik di tangan kananku, apakah ini... Petir?
[ 100%... Persiapan selesai, menambahkan atribut petir untuk memastikan lawan tumbang dalam satu pukulan. ]
“MATILAAAH!”
Dengan kombinasi dorongan api dari kakiku yang memiliki kecepatan setara supersonic dan pukulan yang dilapisi api biru disertai petir, aku langsung melesat ke depan wajah mereka dan berteriak sebelum mendaratkan pukulan:
“SAMPAI JUMPA DI DASAR NERAKA!!”
“URGHHH!”
“ARKHHH, PANAS!”
“BOSS!”
Pukulan ku meledak saat mengenai perisai mereka, membuat api biru dengan suhu 1600 derajat celcius yang bahkan dapat meleburkan perisai yang terbuat dari logam membakar mereka hidup-hidup, tapi sebelum ledakan itu mengenai Shina, aku segera melesat ke arahnya dan mundur menyaksikan mereka yang menjerit kesakitan saat menghadapi kematian.
“Shina?! Luka apa itu yang ada di lehermu?!”
Luka itu seperti goresan pisau yang cukup dalam sehingga meninggalkan bekas.
“Sirius! Aku tidak apa-apa dan senang kamu menyelamatkanku tapi.. Dia…”
“Dia?”
Sorot mata dari Shina membimbingku menuju para bandit yang sedang terbakar, disana aku mendapati sebuah sosok siluet besar yang masih utuh.
“Apa--?!”
“Kuh-KUHAHAHA!”
Bagaimana mungkin dia masih hidup setelah terpanggang api bersuhu 1600 derajat celcius?! Apakah dia bukan manusia?
“Biar kujelaskan.”
Siluet itu melompat keluar dari api dengan tubuh yang gosong, tapi dia masih terlihat sehat bugar tanpa kesulitan berjalan.
“Abadi-- katamu!?”
Tidak mungkin, menurut sepengetahuan ku sebagai Dewa dulu, seorang manusia dapat memperoleh skill dengan 3 metode cara:
Berlatih hingga langit memberkatimu
Diberi atau diwariskan oleh seseorang
Merebut dan membunuh pengguna skill sebelumnya
Bagaimana bisa seorang bandit keji sepertinya mendapatkan skill seperti itu? Jangan bilang..
[ Kemungkinan besar dia telah berevolusi menjadi High Human dan merebut paksa skill itu dari pengguna sebelumnya.. ]
‘Lalu kenapa kau tidak memindainya terlebih dahulu!?’
[ Maaf, itu Karena permintaan anda untuk dilapisi api sebelumnya menunda proses pemindaian yang telah berlangsung selama 60% ]
“Cih!”
“Kalau begitu hanya perlu membunuhnya lagi bukan?”
[ Tapi..! ]
“Eh?”
Tiba-tiba saja seluruh syaraf dan ototku mati rasa, tubuhku tidak dapat digerakkan dan jatuh terkapar di tanah.
[ Tubuh anda mengalami kelumpuhan akibat 70% filber otot yang dikorbankan sebelumnya. Dan juga karena pembakaran yang terjadi menyebabkan nyaris seluruh sel serta syaraf anda terbakar dan rusak, membutuhkan waktu untuk memulihkannya kembali.. ]
‘SIAL! TIDAK BERGUNA!’
Kemarahan mulai menjadi kabut di otakku, pikiranku menjadi tidak jernih, pandanganku mulai buram.
“Ohoo? Sepertinya tadi merupakan upaya terakhir? Tidak buruk~”
Dia bertepuk tangan sambil mengolok-olok diriku, karena aku tidak dapat bergerak sama sekali dia mengangkat daguku, aku bisa melihat di matanya terbakar amarah yang membara dan kebencian yang begitu dalam.
“Hey.. Katakan padaku. Mengapa kau bisa datang kesini!? Desa ini terpencil dan apa yang kau incar dari desa terpencil seperti ini?!”
“Hmm.. Cuma kebetulan.”
“Ap--?! Cuma kebetulan.., katamu?” Dia kemudian hanya mengangkat kedua pundaknya lalu mengelus pipi Shina.
“Saksikanlah, kesucian istrimu yang akan kurenggut.”
Dia meletakkan wajahku dengan menghadap ke arahnya agar bisa menyaksikan ‘pertunjukkan’ miliknya.
Tidak!
Jangan!
Kumohon!
Selain istriku!
Shina!!
Pria menjijikkan itu memangku Shina dan tanpa basa-basi langsung menciumnya di hadapanku.
“BAAJIINGAAANNNNNNN!!”
Tidak berhenti sampai disitu dia juga *******-***** dada istriku, air mata ku mulai mengalir saat Shina mengeluarkan rintihan.
Dengan tidak sabar dan terkesan seperti tergesa-gesa dia merobek-robek pakaian Shina sehingga membuatnya telanjang bulat.
Tapi ada yang aneh.. Dia tidak terlihat menolak sedikitpun…
Mengapa Shina?
Apa ada yang salah denganku?
Shina..
Pria bandit brengsek itu mulai mengeluarkan benda menjijikannya, dengan menjilati leher Shina dia mulai memperkosa Shina di depanku.
Teriakan histeris dan keputus-asaanku tidak membuatnya berhenti, sebaliknya, justru membuatnya semakin menjadi-jadi.
Kemarahan.
Kecewa.
Perasaan dikhianati.
Kebencian.
Kesedihan.
Hasrat balas dendam.
Semuanya mulai memenuhi kepalaku..
“Tapi kau pasti akan memenuhi janjimu kan?”
“Ah perjanjian itu ya. Ya, bagaimanapun juga aku ini pria sejati yang selalu menepati janjinya.”
“Eh?”
Janji?
Perjanjian mengenai apa?
Jangan-jangan..
[ Tidak master, kemungkinan besar..-- ]
Diam!
Kau sebaiknya diam saja!
[ … ]
Apakah pembantaian ini..
Apakah seluruh peristiwa ini telah direncanakan sebelumnya…?
“Tuan! Tolong ampuni nyawa kami.. Kami telah menyerahkannya bukan!?”
“Eh?”
Warga-warga pria maupun wanita itu meminta ampun pada si bandit brengsek itu, dan apa maksud dari perkataan mereka?
B*ngsat..
Apakah mereka semua telah bersekongkol?
….
Apapun itu aku tidak akan memaafkan mereka!
Ahh, perasaan ini, mirip sekali dengan waktu itu.
Perasaan dikhianati dan ingin membalas dendam..
[ Itu merupakan jati diri anda.. ]
Benar..
Bunuh.
Harus kubunuh sampah seperti mereka..
Tanpa menyisakan seorangpun…
Setelah itu semuanya menjadi hitam, dan aku sadar kesadaran ku telah menghilang.