
90
“Hutan ini terlalu lebat. Padahal baru saja kita memasuki benua-nya.”
“Ngomong-ngomong. Dyze, bukankah lebih baik kita melihat dari sisi atas saja? Memang sih semak-semak belukar, daun-daun, batang pohon ini tidak terlalu membatasi indra penglihatan kita, tapi tetap saja itu cukup mengganggu.”
Perkataan Chloe dipertimbangkan oleh Dyze.
[ Menurut hamba perkataannya patut untuk dilakukan. Karena dengan terbang di udara jarak penglihatan anda akan meningkat, daun-daun mengganggu dari pohon itu tidak akan membatasi lagi. ]
“Baiklah. Aku menerimanya.”
Dyze pun meminta Argus untuk menggunakan sihir Fly pada Eleina, karena diantara mereka hanya Eleina satu-satunya orang yang tidak bisa terbang secara alami.
Di atas sana keenam orang itu terperangah karena melihat hutan seluas 1 mil ada di hadapan mereka.
“Sepertinya terbang merupakan pilihan yang sangat tepat.” – Kelima orangnya mengangguk setuju mendengar perkataan Dyze.
[ Tuan. Hamba mendeteksi adanya sumber energi kehidupan yang samar-samar. ]
‘Lalu? Aku bukan seorang pahlawan. Apakah aku akan peduli pada hal seperti itu?’
[ Tidak Tuan, hamba mengerti tentang itu. Tapi sumber itu berasal dari area yang mungkin akan membuat anda tertarik. ]
‘Apa itu?’
[ Sebuah Hutan mati dengan diameter 1 kilometer. Hutan itu hanya berjarak 300 meter dari anda. ]
‘Akan kucoba dulu.’
“Hm?” Pandangan Dyze tiba-tiba teralihkan oleh sesuatu, hal ini membuat Chloe bertanya.
“Ada apa Dyze?”
“Tidak. Hanya saja ada sesuatu yang menarik perhatianku.” – Dyze melesat ke tempat yang dimaksud oleh Athena, Chloe dan keempat orang lainnya kini telah sigap berada di belakangnya.
1 detik setelahnya, mereka telah sampai di tempat yang dimaksud oleh Dyze.
“Hutan-hutan ini .. Telah mati.”
Tempat yang mereka datangi berupa hutan mati berwarna hitam dengan diameter 1 kilometer. Disamping itu terdapat banyak diantara pohon-pohon itu yang tumbang.
Dyze menghampiri salah satu pohon yang telah tumbang kemudian berbicara sendiri pada batinnya.
‘Apakah pohon-pohon ini yang menyimpan sumber energi kehidupan samar-samar?’
[ Tidak Tuanku. Pohon-pohon ini telah mati baru-baru ini akibat atribut sihir(atau skill) hitam. Tapi dari usianya yang dapat diukur melalui cincin pohon .. Pohon ini kemungkinan telah berusia lebih dari 1000 tahun. ]
‘Hm. Begitu. Lalu apa yang kau maksud dengan sumber energi kehidupan yang samar-samar ..?’
“Urgh ..”
Suara rintihan terdengar tidak jauh dari mereka.
Jangan-jangan?!
Dyze segera mencari sumber suara, dan tidak butuh waktu lama, dia menemukan seorang Dryad dalam kondisi sekarat sedang bersandar di pohon yang telah mati.
“Blergh!” – Dryad itu muntah darah, dia seorang roh hutan, bagaimana mungkin dia bisa mengalami sakit seperti makhluk pada umumnya?
“Kau?”
[ Benar. Itu sumber dari energi kehidupan samar-samar yang hamba maksud. ]
Dyze mengamati Dryad itu dari ujung rambut hingga ujung kaki.
Dryad itu berperawakan seorang wanita dewasa dengan dikelilingi tumbuhan yang telah layu di tubuhnya, matanya dengan rambutnya yang selaras berwarna hijau muda, dan dia memakai pakaian natural yang terbuat dari dedaunan hutan.
Dryad itu melihat ke arahnya dengan kesulitan, bahkan untuk sekedar menggerakan kepala saja dia sudah kesusahan.
“Kamu .. Larilah .. Dia .. Akan terbangun .. Tidak lama lagi ..”
“Dia?”
[ Perhatian. Inti energi nya semakin meredup, jika dibiarkan dia akan mati. ]
“Sialan!”
Dyze menembus paksa dada Dryad itu dengan tangannya kemudian memompa inti Dryad itu menggunakan Energi Kehidupan miliknya.
\=\=\=
Inti Energi Kehidupan.
Inti itu akan meredup jika penggunanya kekurangan energi kehidupan, dengan kata lain umurnya akan segera berakhir.
Tapi untuk mencegah hal itu terjadi, inti itu dapat diisi kembali dengan menerima energi kehidupan yang sama namun dari sumber berbeda.
Konteksnya sama seperti donor darah.
\=\=\=
[ Pemberitahuan, terdapat sebuah segel beratribut kegelapan yang sedang mengunci intinya, apakah tetap ingin melanjutkannya? ]
“Hancurkan!”
[ Diterima. ]
Inti Dryad yang awalnya berbentuk seperti lingkaran oval kecil dengan kegelapan yang membungkus, kini kegelapan itu hancur berkeping-keping akibat Energi kehidupan yang diterima intinya terlalu kuat dibandingkan segelnya.
“Uhn~”
Tapi bukannya merasa sakit, Dryad itu justru menikmatinya, hal ini membuat Chloe, Claire, dan Arcandra menjadi cukup geram saat melihatnya.
Setelah segel itu hancur, Dyze menarik kembali tangannya dari dada Dryad itu, dan dia dikejutkan oleh Dryad itu yang terlihat ketagihan.
“Bisakah kamu memberikannya lagi?”
Dengan ekspresi seksinya dia seolah memohon pada Dyze untuk mengulanginya lagi.
Tapi Dyze tidak membuka mulutnya, hal ini dimanfaatkan oleh Chloe untuk mewakilkannya.
“Tidak.”
“Kau cukup tidak tahu diri sekali ya?” – Arcandra ikut memandangnya dengan tatapan merendahkan.
“Iya. Aku tidak menyangka ada wanita seperti ini.” – Bahkan Claire yang biasanya memilih untuk diam tidak dapat menahan keinginannya untuk ikut menyindirnya.
“…” Eleina sebenarnya ingin menjadi penengah, namun dia mengurungkan niatnya dan hanya memutuskan untuk diam saja.
“Ti-tidak begitu!” Dryad itu sepertinya telah menyadari perbuatannya, dia segera bersujud ke arah Dyze yang mulai berdiri.
“Terima kasih telah menyelamatkanku!”
“Menyelamatkanmu? Siapa yang bilang?”
“Eh?” Mendapat respon yang tidak terduga membuat Dryad itu mengangkat kepalanya.
Dia melihat Dyze sedang menatapnya seperti sedang menatap hewan.
“Aku melakukan ini hanya semata-mata untuk mendapatkan informasi darimu. Katakan apa yang terjadi disini?”
Dryad melihat sekitar, dan baru ingat kegentingan yang sedang terjadi.
“Baik! Hamba akan menyampaikannya dengan senang hati.”
Dryad yang awalnya terlihat lemas dan sekarat itu kini bugar serta bersemangat kembali.
“Ada masalah sangat besar yang mungkin akan terjadi tidak akan lama lagi.”
“Masalah seperti apa?” – Chloe menanyakannya, dia kemudian menjawab:
“Dia .. Shub-Niggurath mulai menunjukan tanda-tanda kebangkitan. Hutan-hutan yang telah mengering dan mati ini salah satu buktinya. Hal itu mempengaruhiku sebagai Dryad, Roh hutan.”
“Shub-Niggurath ..”
Dyze menggumamkan hal itu kemudian bertanya satu hal lagi.
“Lalu apa hubungannya dengan intimu yang terkena segel?”
“Ah. Itu karena terdapat beberapa orang bertopeng dengan tulisan angka di dahi mereka, mereka melakukan ritual di suatu tempat yang menewaskan 70.000 makhluk hidup di sekitarnya. Karena inti energi kehidupan milik hamba cukup kuat untuk menahannya, hamba dapat melarikan diri hingga ke titik ini.
Namun seperti yang telah terjadi sebelumnya, tampaknya apabila ada seseorang yang tidak mati akibat ritual mereka, kemungkinan besar sebuah segel pengunci akan tertanam di inti orang itu.”
“Hm.” – Dyze melihat ke arah Eleina, dia mengangguk saat menyadari apa yang dimaksud oleh Dyze.
(Memang benar ini mirip dengan The Sinners yang tertulis sebuah angka di dahi mereka.)
“Biar kutebak, apakah mereka salah satu pemicu utama bahwa makhluk itu akan bangkit?”
“Kemungkinan besar begitu.”
“Hmm. Lalu dimana makhluk itu sekarang?”