
“Jadi apa yang akan kamu lakukan sekarang, Dyze?”
“…”
Dyze terdiam sejenak, memandangi langit mendung yang menaungi mereka, sambil menikmati angin yang berhembus menemani perjalanan tanpa arah mereka.
“Kau benar juga .. Mungkin kita akan menjelajah gua terdekat?”
Mereka semua melirik satu sama lain lalu menanyakan satu hal yang sama.
Apakah Dyze tahu letaknya?
“Tentu ..”
Tidak. Dyze baru pertama kali kesini, bagaimana bisa dia tahu letaknya?
Meski terdengar tidak masuk akal tapi itu semua hanya berlaku untuk Dyze yang dulu, kini dia mempunyai seorang Asisten yang benar-benar membantu.
‘Analisa dan temukan gua terdekat yang berpotensi menyimpan sesuatu yang tersembunyi di dalamnya.’
[ Perintah diterima ]
[ Memulai analisa .. ]
[ 10% ]
[ 20% ]
[ 30% ]
[40% ]
[ 50% ]
[ 60% ]
[ 70% ]
[ 80% .. ]
[ 90% .. ]
[ 100% .. Telah menemukan gua yang dimaksud. Harap segera konfirmasi agar dapat dilanjutkan. ]
‘Lakukan.’
[ Konfirmasi diterima. Mulai memberikan informasi .. ]
[ Anda hanya perlu berjalan 300KM ke arah utara. Setelah sampai anda hanya perlu masuk ke dalamnya dan pasti akan menemukannya. ]
“Dyze?”
“Tuan?”
Dyze tersadar dari lamunannya, dia berdehem untuk memusatkan perhatian mereka padanya.
“Tujuan kita ada di utara. Selagi dalam perjalanan kita diperbolehkan untuk beristirahat.”
“Yay~!”
Meski mereka terlihat senang dapat beristirahat, nyatanya penjagaan mereka terhadap Dyze masih tidak menurun sedikitpun.
‘Butuh berapa lama untuk sampai?’
[ Berdasarkan kecepatan normal Hydra yakni 60KM/jam dan jarak tujuan yakni 300KM maka .. ]
‘Cukup. Langsung ke intinya saja.’
[ Perjalanan anda akan memakan waktu 5 jam dengan catatan Hydra tidak mengubah kecepatan normalnya. ]
‘Begitu.’
“Hydra. Pertahankan kecepatanmu.”
“Khiirk~!”
Dyze melirik ke arah Xelyn, dan dia sendiri langsung mengerti alasan Dyze menoleh ke arahnya.
“Dia bilang: ‘Dimengerti~!’”
Dyze pun kembali menghadapkan pandangannya kedepan, pesona keindahan Arbeltha memang begitu berbeda jika dibandingkan dengan Stolas.
***
5 jam telah berlalu, tidak ada sesuatu yang spesial terjadi, mereka menikmati perjalanan dengan bersantai sepenuh hati karena mungkin kesempatan seperti ini tidak akan bisa di dapatkan lagi.
Burung-burung berkicauan seperti menyanyi dengan gembira sedang terbang di atasnya, suara berisik dari air terjun itu juga terdengar dari kejauhan, pemandangan yang benar-benar memanjakan mata.
“Woah ..!”
Mereka semua terpukau dengan keindahan yang belum pernah mereka temui selama ini, bahkan Alpha, Beta, Gamma, Omega dan Dyze sekalipun tidak luput dari kekagumannya melihat pemandangan indah di depannya.
“Tapi ada yang ganjil sih. Tempat seindah ini tapi tidak di tempati seekor atau seorang ras pun? Padahal tempatnya tidak terlalu terpencil ..”
Semuanya terkecuali Dyze mengangguk menyetujui pernyataan Chloe.
Dyze pun melihat ke arahnya lalu bertanya:
“Lalu apa yang akan kau lakukan?”
Karena pertanyaan Dyze yang bersifat personal untuk Chloe, mereka(Argus dan yang lainnya) tidak memberikan jawaban sedikitpun mengenai pertanyaannya.
“Tentu saja aku akan mengikutimu kemanapun kamu pergi, baik ke masa depan atau masa lalu, terbang tinggi ke langit, menuju dasar Bumi(tanah) atau bahkan menyelam ke dasar lautan yang paling dalam sekalipun.”
“…”
Mereka semua mengangguk setuju dan tidak ada yang membantah perkataannya, sedangkan Dyze dia hanya termenung mendengar perkataan dari Chloe.
“Pertama kalinya aku dibuat termenung oleh sebuah rangkaian kata yang penuh dengan omong kosong.”
Dyze mengucapkan itu dengan sangat pelan.
Tapi bagaimanapun juga hal itu di dengar oleh mereka semua, namun tidak ada satupun termasuk Chloe yang menjawab ataupun mengomentari jawabannya.
‘Dimana aku bisa menemukannya? Disini aku bahkan tidak melihat gua ataupun reruntuhan sedikitpun ..’
Pernyataannya memang tidak salah, karena di sekitar mereka tidak ada sesuatu yang mencurigakan ataupun mencolok, kecuali satu.
[ Izin menjawab, anda hanya perlu memasuki air terjun tersebut dan setelah berjalan beberapa saat anda akan menemukan 3 batu yang terukir dengan rapi seperti bentuk batu nisan akan tertancap disana. ]
Sesuai dengan arahan skillnya, Dyze bersama dengan Hydra dan yang lainnya berjalan menuju air terjun itu melewati danau indah tersebut.
Bahkan kedalamannya mampu menenggelamkan lebih dari kaki Hydra, Danau sebelum-sebelumnya saja pasti selalu di bawah kakinya, yang artinya Danau ini memang berlipat-lipat lebih dalam dan besar dari danau pada umumnya.
Sesampainya di tepi air terjun ..
“Hydra. Kau tunggulah disini, ku izinkan untuk bermain atau melakukan hal yang kau sukai di Danau untuk sementara waktu.”
“Khiirk!”
Tanpa bantuan terjemah dari Xelyn, Dyze pun merasa seperti sudah tahu jawaban dari tanggapannya.
Sebelum memasuki air terjun, Dyze melihat ke arah Argus.
“Apa kau memiliki semacam sihir yang mampu membuatmu menjadi anti air?”
Argus mengangguk dan menjawabnya dengan sedikit bertanya-tanya:
“Iya..? Hamba mempunyainya..”
Dyze meresponnya hanya dengan mengangkat alis dan lalu dengan enteng membalas:
“Gunakanlah.”
“Maaf ..?”
Argus mendengarnya namun dia berspekulasi dirinya salah menangkap informasi.
“Kamu tidak ingin mengecewakan gelarmu kan? Maka buktikanlah padaku.”
Meski sempat canggung untuk beberapa saat, Argus menanggapinya dengan memasang senyum percaya diri.
“Kalau begitu..”
『 Water Resistance 』
Sebuah gelembung transparan keluar dari tubuh Argus dan secara tiba-tiba menyelimuti seluruh tubuh mereka, dari ujung rambut hingga ujung kaki.
Gelembung itu kemudian menyatu dan membuat mereka merasakan sebuah sensasi dingin yang membuat nyaman.
“Enak sekali rasanya ..”
“Aku setuju ..”
Bahkan Chloe dan Claire sekalipun membuka suaranya dalam mengomentari kemampuan Argus, untuk yang tersisa, mereka juga setuju dengan pernyataan kedua orang itu.
“Aku tidak terlalu ingin banyak berkomentar. Ayo masuk.”
Dyze seperti biasanya, dia menanggapi segala hal dengan dingin dan mengucapkan kata-kata yang menusuk seolah tidak tertarik dengan segala sesuatu yang dia lihat.