The Fake Sin Of Fallen God

The Fake Sin Of Fallen God
Chapter 40. Nasib Malang Raizel IV(Last)



“Hmm…”


“Oh~”


Dia mengambil belati yang berada di celana si bandit yang tidak jauh dari mereka.


“T-TIDAK! KUMOHON!”


“Tenang saja~ Ini tidak seberapa sakit dengan apa yang kurasakan~ Khe khe khe- HAHAHAH!”


Raizel menusuk-nusuk telinga ketua bandit itu hingga nyaris mencapai otaknya, dia pun sadar akan hal itu justru hanya mengatakan sesuatu dengan tersenyum:


“Maaf~! Hampir saja kau mati tadi..”


“MO-MONSTER!”


“Monster? Ya.. Kaulah yang membangunkan monster ini ke permukaan..”


“Tapi dibandingkan dengannya, kurasa aku jauh dibawahnya lo~”


“A-APA YANG KAU BICARAKAN BAJ*NGAN!”


“Ckckck, sudah dalam kondisi seperti ini masih berani mengumpat?”


“Sadari tempatmu, dasar tolol.” – Raizel mengatakan itu sambil tersenyum dengan menancapkan belati yang berlumuran darah itu ke paha ketua bandit hingga pada titik meninggalkan banyak lubang besar yang menampilkan daging dan isinya.


“U-ukhh..”


“Lah? Udah sekarat?... Lemah sekali.”


Raizel bersiap-siap untuk memotong benda menjijikkan milik bandit tersebut yang dari tadi menggelantung di atasnya, permohonan si bandit, teriakan histerisnya, rintihan kesakitannya, justru membuat Raizel semakin bersemangat dalam menyiksanya.


“AAAAAAAARGGGGGGGGGGGHHHHHHH! SAKIIITTTTTT!”


Ketua bandit itu menggeliat seperti cacing tanah yang kepanasan, seandainya dia berada di tanah mungkin dia akan berguling-guling karena menahan rasa sakitnya.


“Hmm~ Sepertinya kau sudah akan mati ya?”


“Yasudahlah, lagipula aku juga sudah bosan menyiksamu.”


“Ini untuk hadiah perpisahan kita..”


“A-apa yang kau laku—AAAAAAAAAARRKHHHHH!”


Raizel merobek perut ketua bandit itu dengan menggunakan belatinya dan mengeluarkan isi perutnya, secara hidup-hidup ketua bandit itu menyaksikan organ dalamnya dikeluarkan oleh se sosok ‘Monster’ yang telah dibangunkan olehnya.


Crunch


Crunch


Crunch


“Wow, tidak kusangka jantungmu enak juga rasanya, HAHAHA~”


Saat sedang memakan jantung ketua bandit, Raizel merasakan suatu sensasi di dalam tubuhnya--


“Apa ini? Seperti terdapat arus listrik yang menyengat di dalam pembuluh darahku..”


[ Selamat, anda telah berevolusi dari tingkatan Manusia menjadi High-Human. Dengan ini anda akan dapat menggunakan kekuatan Dewa anda lebih efektif dari sebelumnya. ]


“… Kekuatan Dewa, ‘kah?”


“Apa kau juga berevolusi?”


[ Tidak, hanya saja kecepatan dalam berpikir dan memperhitungkan sesuatu meningkat 20x lebih cepat dari sebelumnya. ]


“Begitu.”


“Urrkh..”


Suara rintihan dari ketua bandit yang masih hidup dalam keadaan sekarat itu sedikit membuat Raizel terkesan.


“Wew.. Tidak kusangka kau masih hidup dalam keadaan seperti ini…”


Di saat Raizel ingin mendekat pada ketua bandit untuk mengeksekusinya, dia tiba-tiba merasa merinding.


“--?! Aura intimidasi..?”


Saat itu, dia menyaksikan sesuatu merobek ruang dan--


“Ugh!”


Aura intimidasi milik sosok itu semakin jelas dan berat, samar-samar dia dapat mendengar langkah kaki menuju dirinya, tapi di saat itu juga Raizel merasa waktu seperti membeku, dia tidak dapat berbuat apa-apa dan hanya dapat mendengarkan sesuatu saja.


‘Skill ini!’


“Wah wah, aku tidak menyangka ada yang bisa menggunakan Skill: Time stop hingga berdampak pada seluruh Dunia seperti ini..”


‘Ap-- Bagaimana bisa dia berbicara!? Bahkan aku sendiripun tidak dapat melakukannya?!’


“Hmm~ Sepertinya Intimidasiku tidak akan bisa menjangkau sesuatu yang berada di luar konsep waktu.., ‘Kah?”








Tidak biasa Unik Skill miliknya mengirimkan notifikasi beruntun seperti ini di kepalanya, sosok itu memang sangat berbahaya..


Waktu membeku itu hanya berlangsung selama beberapa menit, hingga Dunia menjadi kembali seperti semula.


Di saat Raizel hendak menoleh ke arah sosok tersebut, dia tiba-tiba merasakan perasaan mencekam dan sesuatu yang menyeramkan dari dalam dirinya, saat dia teralihkan dengan itu, dia mendengar sebuah suara yang berada di sampingnya.


“Eits. Jangan bergerak..”


Raizel tidak dapat menyadari keberadaan siluet itu yang tadinya berada tidak jauh darinya kini telah berdiri di sampingnya.


‘Aku ditekan--?!”


‘Seorang Dewa sepertiku?’


“Kau pasti memikirkan; ‘Bagaimana bisa seorang Dewa sepertiku ditekan oleh makhluk fana’ begitu lah kira-kira.”


“Hey..-“ Sosok itu mengangkat dagu Raizel dan mereka saling bertatap-tatapan.-


“-… Sepertinya terjadi sedikit kesalahpahaman disini, wahai Dewa.”


‘Bagaimana bisa?! Aku tidak dapat melihat sosoknya sedikitpun!?’


“Memang benar sih, aku tinggal di Dunia fana yang bisa kapanpun dapat hancur jika makhluk langit seperti kalian menginginkannya. Tapi..—“ Dia mencengkram kerah Raizel dan mendekatkan wajahnya dengan kasar, Raizel dapat merasakan sensasi lembut dari kulit wajah sosok itu, tapi sama seperti sebelumnya, dia tidak dapat melihatnya.


“..—Aku telah ada sebelum alam semesta tercipta lo. Sama seperti kalian para Dewa. Kalian telah sangat kuat dari lahir, sedangkan aku menjelajahi ribuan hingga jutaan Dunia saat alam semesta tercipta. Untuk mencapai ambisiku; menjadi yang terkuat di jagat raya yang luas ini..”


Dia menghentikannya sejenak lalu melepaskan cengkramannya pada kerah Raizel, “Meski aku sekarang menyesal sih telah menjadi yang terkuat..”


“Salah satu bukti dari kekuatan sejati yang telah kucapai dengan usahaku selama ini adalah Aura intimidasi milikku yang bahkan dapat membuat seorang Dewa merasakan perasaan was-was dan mencekam..”


“B*ngsat.. Apa tujuanmu..!?”


“Ara, kau bisa berbicara? Jangan terlalu memaksakan dirimu lo~”


“Hmm.. Kau ingin membalaskan dendam padanya kan?”


“Ap-- Kau bilang?”


“Ya. Kami..-“ Dia terhenti saat seorang laki laki berperawakan tinggi dan menggunakan setelan Blazer berbisik padanya.


“Skillnya telah diambil kembali. Orang itu kini telah mati.”


“Begitu? Kerja bagus, Raiden.”


“Ya, Nyonya.”


“Hey! Apa yang kau maksud tadi?!”


“Ah, maaf-maaf. Kami bisa membantumu lo~ Untuk dapat menemukannya dengan mudah..”


“Apa..?”


“Ya. Meski kau tidak dapat menemukannya dalam waktu berhari-hari sekalipun, kami tidak akan kehilangan jejaknya..” Dia berhenti dan seakan memasang senyum mesum di wajahnya, “… Habisnya aku selalu mengawasinya sih~”


Saat itu perhatian mereka semua teralihkan oleh suara dan tulisan di langit.


[ Selamat atas terjadinya penerobosan pada individu ‘Argus’, sebuah ranah baru dari evolusi tertinggi manusia kini tercipta dengan nama: 「 Celestial Human 」 ]


“Argus.. Orang dengan prinsip keadilan itu ya.. Dan juga Celestial Human? Semakin menarik, khu khu khu.”


“Apa itu?”


“Bahkan seorang Dewa sepertimu tidak tahu? … Terdapat sebuah golongan entitas yang disebut Shaman di Dunia ini, mereka memiliki kecerdasan tertinggi dan tidak tertandingi, akan tetapi mereka tidak memiliki Ego dan wujud tetap. Dan Suara Dunia mungkin merupakan salah satu dari mereka yang bertugas untuk menyiarkan sejarah baru. “


“…”


‘Sosok ini! Dia bahkan memiliki wawasan yang lebih luas dariku!?’


“Aku tidak sabar melihat pertarungan kalian nanti..”


Setelah itu sosok tersebut kembali merobek ruang dimensi hanya dengan mengayunkan tangan, diikuti dengan laki-laki yang terlihat terus bersamanya, setelah itu mereka lenyap saat ruang itu menutup dengan sendirinya.


“Makhluk macam apa dia? Makhluk fana yang mendekati Dewa.. Katamu?”


Meski sempat tertegun untuk beberapa saat, Raizel kini kembali bangkit berdiri dan memeriksa kondisi ketua bandit terlebih dahulu.


“Dia mati..”


“Bagaimana bisa?!”


[ Kemungkinan besar skillnya telah direbut yang membuat keabadiannya kini tidak berlaku lagi. ]


“Direbut?”


“Cih! Tapi tidak penting juga sih, yang penting sekarang aku hanya perlu mencarinya dan membalaskan dendamku.”


[ Apa itu yang terbaik? ]


“Apa katamu?”


[ Ada kemungkinan bahwa anda-- ]


“Diam.”


[ … ]


Raizel dengan emosi yang mulai menyelimuti kepalanya berjalan menelusuri hutan mencari jalan keluar, dia bersumpah dalam hatinya.


‘Aku pasti akan menemukanmu dan mengungkap semua kebenaran ini, Dyze!’