
Di perjalanan menempuh jarak yang tersisa, Chloe menceritakan bagaimana dia bisa bereinkarnasi sebagai Chronoa lalu hidup kembali sebagai Chloe.
…
Di Dunia ini terdapat 3 jenis reinkarnasi yang dapat dilalui oleh seorang Dewa yang diberkahi.
Reinkarnasi Murni
Proses reinkarnasi ini jarang dipakai oleh para Dewa karena mereka akan bereinkarnasi sebagai Manusia dan kekuatan serta ingatannya tersegel atau terkubur jauh di dalam diri mereka sendiri.
Reinkarnasi wadah
Proses reinkarnasi inilah yang paling sering dipakai oleh para dewa/i, karena hanya dengan memerlukan wadah yang acak mereka tidak akan kehilangan ingatan maupun kekuatan mereka. Tapi ada beberapa kasus dimana para dewa mendapatkan wadah yang lemah sehingga kekuatan mereka tidak dapat digunakan, karena jika digunakan wadah mereka tidak akan mampu menampungnya dan akan hancur saat itu juga. Singkatnya mereka memerlukan tumbal untuk melakukan proses reinkarnasi ini.
Inkarnasi
Proses ini termasuk baru karena hanya ada seorang dewi saja yang mencobanya langsung, proses Reinkarnasi ini membuat penggunanya menjadi sebuah bibit atau benih Demi-God lalu akan tumbuh di dalam tubuh seseorang yang dipilih.
“Dalam kasus ini, aku menggunakan 2 proses reinkarnasi sekaligus.”
“Huh? Memangnya itu bisa?”
Dyze terlihat kebingungan saat mendengarnya, karena memang tidak pernah ada dewa ataupun dewi yang mencoba sebelumnya.
“Tentu, aku diberitahu salah satu saudariku sih mengenai ini. Jadi kita bisa membagi jiwa kita menjadi dua kemudian kedua jiwa itu akan melalui proses Reinkarnasi yang berbeda.”
“Hmm~ kemudian kau memilih reinkarnasi Murni dan inkarnasi, ‘kah?”
“Benar sekali.”
“Tapi bukankah Layond pernah bilang waktu itu Chronoa saat masih bayi jantungnya tidak berdenyut sama sekali, yang artinya dia telah mati kan? Lalu bagaimana bisa jiwamu sebagai ‘Chronoa’ dapat hidup kembali?”
“Ah, itu ya. Aku telah memperhitungkannya, salah satu syarat untuk Demi-God seed dapat ditanam pada diri seseorang adalah dia pernah mengalami kematian. Yang artinya jantungku yang tidak berdetak itu disengaja, untuk dapat menanam Demi-God Seed di dalam diriku(sebagai Chronoa).”
“Jadi begitu.”
“Hey lihatlah Dyze! Kotanya telah terlihat!”
“Iya!”
Sebuah kota yang dikelilingi dinding besar dan kokoh sebagai barikade pertahanan, terlihat di ujung pemandangan, dihiasi dengan cahaya matahari senja yang berwarna oranye di belakangnya, membuat mereka semakin semangat untuk mengejarnya.
“Ayo.”
Chloe mengajak Dyze, dan Argus mengikuti di belakangnya. Sebelum menemui penjaga gerbang mereka menggunakan jubah terlebih dahulu sebagai upaya tidak dikenali.
“Selamat datang di kota Evalon, sebuah kota Netral tanpa terkait atau memihak kerajaan manapun.”
“Evalon.., ya?”
“Biarkan kami masuk.”
“Tapi kalian harus membayar sejumlah uang terlebih dahulu agar dapat memasukinya..”
Wajah kedua penjaga itu mengatakannya dengan lugu, mereka terpaksa melakukannya karena pekerjaannya.
“Eh--?”
Tapi itu semua berubah saat Chloe mulai membuka jubah yang menutupi wajahnya, karena kecantikan yang dimiliki Chloe begitu menawan dan memikat membuat para penjaga yang bermental lemah itu terkena pasif: 『 Queen’s Charm 』milik Chloe yang membuat siapapun bermental lemah secara tidak sadar akan menuruti segala keinginannya.
“Biarkan kami masuk.”
“I-iya, silahkan.”
Penjaga gerbang itu membukakan gerbang untuk mereka, di dalamnya dapat terlihat suasana kota yang ramai penduduk sedang berbelanja di pasar memenuhi kebutuhan mereka, maupun para petualang yang bertebaran di kota. Sebelum memasuki kota, Chloe menanyakan letak penginapan terlebih dahulu pada penjaga gerbang.
“Hey, apa kau tahu dimana letak penginapan?”
“Tinggal jalan lurus, kemudian belok kanan saat sampai di pertigaan jalan, lalu telusurilah jalan itu, nanti terdapat penginapan bernama ‘Red Moon’.”
Mereka pun mengikuti arahan penjaga gerbang tersebut, membutuhkan sekitar 10 menit untuk menemukan tempat yang menjadi tujuan mereka.
“Red Moon. Ini ya?”
“Ayo, masuk Dyze. Tunggu apa lagi?”
“Ah, iya.”
Setelah mereka berdua memasukinya, barulah Argus mengikuti di belakangnya.
“Waah..”
“Hmm~”
Penginapan yang akan mereka tinggali kali ini tidak begitu buruk, justru dapat dibilang berkualitas dan mewah. Lantai mereka dilapisi oleh karpet yang terbuat dari wol, sehingga sangat lembut di kaki.
Dinding mereka terbuat dari kayu yang berkualitas, kayu Gahara, ditambah dengan Wallpaper yang melapisinya membuat dinding mereka menjadi semakin memukau.
Dan di langit-langit mereka tergantung lampu gantung yang bercahaya terang namun tidak menyilaukan dan indah. Lampu gantung itu juga terdapat lilin mengitarinya.
Untuk sebuah kota Netral, memiliki penginapan berkualitas seperti ini tentu membuat mereka terpukau dan kagum.
Karena telah memasuki waktu senja, mereka pun menuju tempat resepsionis yang tidak jauh dari pintu masuk. Dyze juga dapat merasakan bahwa mereka telah menarik perhatian, tidak, lebih tepatnya Chloe, karena saat mereka melepas jubah, dialah yang paling disorot perhatian.
“Ada yang bisa dibantu?”
Karena Dyze tidak menanggapinya, Chloe pun menggantikannya.
“Kami ingin memesan 2 kamar eksklusif untuk semalam.”
“Dimengerti. Tolong tunggu sebentar.”
“Ya.”
Menyadari mereka berjumlah tiga orang sedangkan kamar yang dipesannya hanya dua unit membuat Dyze heran sehingga bertanya pada Chloe.
“Hey, mengapa kau memesannya hanya 2 kamar saja?”
“Hm?”
“Tentu saja..—“ Chloe tiba-tiba memeluk tangannya yang dan berkata dengan nyaring sehingga seisi penginapan dapat mendengarnya.
“Ap..?!—“
Dyze dapat merasakan banyak tatapan tajam diarahkan padanya, meski dia tidak suka diremehkan dan diintimidasi, kekesalannya dihentikan oleh perutnya yang keroncongan.
“Umm, Apakah sekalian dengan makan malam dan sarapan pagi?”
“Ooh~ kau pengertian juga ya. Ya, sekalian saja.”
“Baiklah, tolong tunggu sebentar lagi.”
Di saat mereka sedang menunggu, Chloe merasa bajunya seperti ditarik oleh sesuatu.
“Hm?”
Saat dia ingin waspada dia justru hanya menemukan Argus yang sudah berkaca-kaca.
“Ada apa?”
“Bukankah itu artinya saya ditinggal sendirian?”
Ekspresinya sekarang sangat mirip dengan anak kecil yang ditinggal ibu atau induknya. Jika dia perempuan, mungkin akan terlihat manis sekarang.
“Tenang saja, kamar kita bersebelahan kok.”
“Tidakk..”
Pembicaraan mereka selesai saat Nona resepsionis memanggil mereka.
“Permisi, Tuan dan Nyonya pelanggan! Kamar kalian sudah siap lo!”
Dyze pun mengambil kunci kamarnya dan menyerahkan kunci lainnya pada Argus.
“Anu, Tuan. Makan malamnya ingin di santap di kamar atau di sini saja?”
“Itu benar. Apa kamu ingin makan disini?” Chloe memasang wajah memelas sambil menarik bajunya.
Karena mengatakan hal itu, kini Dyze kembali menjadi pusat perhatian, tatapan iri, dengki dan penuh kebencian mereka membuat Dyze jengkel.
“Makannya diantar langsung ke kamar saja.”
“Begitu, totalnya 2 koin singa emas Tuan.”
Dyze merogoh isi kantong yang diberikan Sven lalu mengambil 2 koin singa emas dan memberikannya pada resepsionis.
Meski Dyze dapat mendengar mereka membicarakan betapa mahalnya harga kamar yang disewa, tapi Dyze hanya mengabaikannya dan menganggap dia tidak mendengar apa-apa.
Setelah membayarnya, Dia dengan kasar langsung menarik tangan Chronoa bersamanya menuju kamar mereka.
Sambil menggertakkan gigi dia berbicara dengan memasang sorot mata tajam:
“Berada di sini lebih lama lagi mungkin akan membuatku tidak dapat menahan amarah ini lagi.”
Meski tangannya dicengkram cukup keras karena Dyze yang mulai tersulut emosi, Chloe justru tersenyum manis dan memeluknya dari belakang.
“Apa?”
“.. Hanya berbagi kehangatan denganmu.”
“Begitu.”
Melihat wanita yang begitu cantik jelita dan menawan terpikat pada seorang pemuda yang bahkan terlihat tidak memperhatikannya membuat Argus merasa iri dalam hati kecilnya.
Setelah menaiki anak tangga dan menelusuri lorong beberapa saat, mereka akhirnya menemukan kamarnya.
“Kamar no. 205 ya?”
“Bersenang-senanglah Argus di kamar itu sendirian, hehehe.”
“Tiddakk..”
Dyze pun membuka pintu dengan kuncinya, lalu pemandangan kamar yang menyambutnya membuat dia takjub.
“Woah..”
“Aku ingin melihat kamar mandinya~!”
Lantai dan dinding yang terbuat dari batuan Marmer, langit-langit yang memiliki lampu gantung, dan kasurnya yang dibuat dari sutera, sehingga membuat siapapun merasa nyaman dan ingin terus merebahkan diri di atasnya.
“Cantik sekali kamar mandinya!”
Jarang-jarang melihat Chloe antusias seperti ini, Dyze pun menghampirinya karena juga merasa penasaran.
“Lihat! Sepertinya dinding kamar mandi ini terbuat dari Granite.. Benar-benar cocok.”
“Hee~ Kurasa memang cukup sepadan 2 koin singa emas dengan menyewa kamar semewah ini.”
“Dyze, aku ingin mandi dulu. Apakah kamu ingin ikut?”
“Tidak, kurasa tubuhku masih wangi seperti biasanya.”
“Cih~ Begitu.”
Sementara Chloe yang sedang mandi menggunakan Shower sihir, Dyze sedang berancang-ancang merebahkan dirinya di Kasur sutra ini.
“Satu dua..”
“Tiga!”
Dyze melompat dan langsung merasa nyaman dengan kasurnya.
“Waah~ Nyaman sekali..”
Bahkan dia hingga berguling-guling karena begitu menyukai kelembutannya. Di saat dia hendak terlelap tidur, perutnya kembali membangunkannya.
…
“Aku sudah selesai..”
Figur seorang wanita cantik jelita berdiri tidak jauh dari pintu kamar mandi, terlihat dia hanya mengenakan handuk putih yang menutupi tubuhnya. Tapi karena ukuran dadanya yang dari awal berbeda dari wanita biasanya, walaupun telah ditutupi menggunakan handuk, Dyze masih dapat melihatnya dengan jelas. Dan ketek miliknya yang begitu bersih dan mulus membuat Dyze menelan ludah.
Karena Dyze yang terus melihat ke arahnya membuat Chloe menjadi salah tingkah dan berusaha menutupinya dengan menggoda Dyze:
“Apa? Apa kamu tergoda dan mau melakukannya denganku?”
Chloe kemudian berbisik dengan lembut di telinganya, aroma semerbak wangi seperti bunga milik tubuhnya menembus hidung Dyze.
“Khusus kali ini loh fufufu~”
“Huh?”
Dia mencoba menggoda Dyze dengan mendekatinya dan perlahan membuka handuk yang menutupi dadanya.
“Anuu.. Tuan pelanggan.. Makanannya sudah siap!”
“Pfft!”
Chloe menjadi semakin salah tingkah dan wajahnya menjadi memerah hingga seperti jambu, Dyze hanya tersenyum saat melihat tingkah lakunya, meski sebenarnya dalam hatinya dia telah tertawa.