Please Feel My Love

Please Feel My Love
Webinar Gratis Mama!



...'Orang tua marah-marah itu bukan karena mereka tidak sayang, melainkan karena sayangnya mereka itu berlebihan jadi membuat mereka selalu posesif terhadap kita.'...


...----------------...


Rayla menghempaskan tubuhnya ke atas kasur kesayangan miliknya, Ia memejamkan matanya untuk mengusir kantuk yang sudah mendera. Tetapi baru saja ingin masuk ke dunia mimpi, Rayla di kejutkan oleh kedatangan Mamanya yang langsung memberikan petuah secara gratis.


"Ayla, ganti baju terus makan! Jangan malah tidur!" seru Mamanya yang saat ini sudah berdiri di ambang pintu kamarnya.


"Nanti aja deh Ma, Ayla udah ngantuk banget ini," ucap Ayla dengan raut wajah memelas.


"Ganti baju terus makan sekarang, atau uang jajan kamu Mama potong sampai bulan depan!" ancam Mamanya.


"Gak seru ah, Mama mainnya ngancem mulu!" jawab Rayla kesal.


"Kamu kan kalau gak di ancam mana mau bergerak!"


Rayla memutar bola matanya malas, "Iya-iya, ini Rayla mau ganti baju sekarang. Mama mending keluar deh."


"Ngapain juga Mama lama-lama di kamar kamu, Mama udah punya kamar sendiri yang lebih estetik dari kamar kamu!" ucap Mamanya dan langsung melenggang pergi dari kamar Rayla.


"Untung Emak sendiri," ucap Rayla sembari mengelus dadanya.


Tak mau membuang waktu kembali, Rayla dengan segera bangkit dari atas tempat tidurnya untuk mengganti seragam sekolahnya dengan pakaian santai. Setelah selesai Ia pun dengan segera turun ke lantai satu untuk makan siang. Tau sendiri kan kalau nanti Rayla tidak segera menjalankan mandat Ibunda Ratu, bisa-bisa Mamanya akan mengadakan webinar gratis selama satu hari penuh.


"Mama udah makan belum?" tanya Rayla ketika melihat Mamanya yang tengah asik menonton acara memasak di televisinya.


"Udah," jawab Mamanya sembari melirik sekilas ke arah Rayla, kemudian kembali mengalihkan perhatiannya ke televisi yang tengah menyala di hadapannya.


Rayla pun hanya mengangguk kemudian berjalan menuju dapur untuk mengambil makanannya.


"Asik ada sambel terasi nih," ucap Rayla bersemangat ketika melihat menu makan siangnya. Ia pun dengan segera menambahkan nasi beserta kawan-kawannya dan tidak lupa juga menambahkan sambal terasi kesukaannya.


Di tengah kegiatannya yang sedang asik menikmati menu makan siangnya, Rayla di kejutkan dengan pekikan Mamanya.


"Astaga Ayla! Kamu kenapa banyak banget makan sambelnya!" ucap Mamanya ketika melihat piring Rayla yang dominan berisi sambel terasi itu.


"Ya kan sambelnya enak Ma," jawab Rayla kemudian kembali melanjutkan acara makannya yang sempat tertunda.


"Jangan banyak-banyak juga! Kamu mau nanti maag kamu kambuh?" tanya Mamanya garang.


Rayla menjawab dengan gelengan kepala, karena mulutnya tengah terisi penuh dengan nasi dan kawan-kawannya.


"Udah tau kamu gak boleh makan yang pedes-pedes, terus kenapa masih makan sambel segitu banyaknya?"


"Ayla kan udah satu bulan gak makan sambel Mah, itu juga karena Mama yang gak ngizinin."


"Kamu gak ingat satu bulan lalu maag kamu kambuh kayak gimana? Mama tuh gak tenang tau Ay."


"Iya Mah, Ayla minta maaf."


"Janji gak makan sambel lagi?"


"Gimana aku gak makan, orang di suguhi depan mata."


"Ya jangan di makan abis sekalian Ayla," ucap Mamanya geregetan.


"Ma ibaratnya itu kayak singa yang di kasi mangsa gak berdaya di depan matanya, ya kali gak bakal di terkam."


"Ya enggak lah, kan Ayla udah bilang tadi. Cuma perumpamaan, ah menangis guru Bahasa Indonesia Ayla kalo denger ini."


"Gara-gara kamu, Mama kelewat acara masak yang ada di televisi."


"Lah kok Ayla yang salah sih Ma?"


"Ingat pasal satu, dua, tiga," ucap Mamanya kemudian melenggang pergi menuju ruang tamu setelah memberi webinar gratis kepada Rayla.


Sedangkan Rayla mendengus mendengar ucapan Mamanya, pasal satu, dua, tiga yang di maksud oleh Mamanya adalah. Satu, anak selalu salah. Dua, Mama selalu benar. Tiga, jika Mama salah balik lagi ke pasal satu.


Di lain tempat, Edward baru saja turun dari atas motornya kemudian berjalan menyusuri jalan setapak yang ada di dekat tempat Ia memarkir motornya. Suasana yang sepi dan mencekam tidak membuat dirinya takut sama sekali, hingga dirinya tiba di salah satu gundukan tanah dengan nama Helena Christiana Eriksen yang terukir di atas batu nisan tersebut. Edward lantas berjongkok di samping gundukan tanah tersebut sembari meletakkan sebuket bunga Mawar pink kesukaan Bundanya di atas gundukan tanah tersebut.


"Halo Bunda, apa kabar? Maafin Edward yang baru sempat ke sini Bun," ucap Edward sembari mengelus batu nisan Bundanya.


"Bunda tahu? Ayah sekarang banyak berubah Bun, semenjak kehadiran wanita itu. Jujur Edward gak suka dia jadi Ibu baru Edward, karena menurut Edward Bunda adalah satu-satunya Bunda Edward. Gak ada yang bisa gantiin posisi Bunda di hati Edward. Ayah juga sekarang benci sama Edward gara-gara hasutan dia sama anaknya, makanya Edward milih pergi dari rumah dan tinggal di apartemen. Tapi Bunda tenang aja kok, Edward gak bakal lupa sama pesan Bunda ke Edward untuk terus jagain Ayah dan bantu Ayah kalo lagi kesusahan. Edward akan terus jagain Ayah dari jauh, tapi Bunda juga harus bantuin Edward ya."


Edward men jeda kalimatnya, Ia menguatkan hatinya agar Ia tidak kelepasan menangis di samping makam Bundanya. Walaupun itu mustahil, karena nyatanya setetes air matanya sudah mengalir membasahi pipinya.


"Bunda baik-baik di sana, Edward sayang Bunda. Maaf Edward gak bisa lama-lama nemenin Bunda di sini, Edward harus pulang sekarang. Edward janji nanti kalau Edward ada waktu luang, pasti Edward bakal main ke sini lagi," ucap Edward sembari mengelus batu nisan Bundanya kemudian mendaratkan satu kecupan di atasnya.


"Edward pamit ya Bun," ucap Edward kemudian bangkit dan berjalan menuju tempat di mana Ia memarkir sepeda motornya tadi.


Baru saja Edward ingin memakai helm nya, sebuah pesan masuk ke handphonenya. Ia pun berdecak kesal, tetapi tak urung juga Ia membuka pesan yang baru saja masuk itu.


Edward memutar bola matanya malas ketika Ia membuka pesan yang baru saja masuk ke handphonenya, yang tidak lain pengirimnya adalah Rifki.


Setan Halu


Lo kmn sih? Sepi amat ni apartemen,


Btw bagi chiki yak!


^^^Gw lgi di pemakaman, ^^^


^^^Awes aj nanti itu chiki gw hbs, gw lmpr lo ke uranus!^^^


Siapa yg meninggal oy?


Boleh jg ke uranus, mayan bsa liat alien🤪


^^^Makam bunda gw,^^^


Ow, kirain lo ke pemakaman kucing tetangga gw🤣


^^^Read^^^


Dih di baca doang!


Cepet pulang! Kalo gk, abis nih chiki lo gw makan!


^^^Read^^^


Edward mendengus kesal membaca pesan terakhir dari Rifki, Ia pun memasukkan kembali handphonenya ke dalam saku jaketnya tanpa ada niat untuk membalas pesan terakhir Rifki. Sepertinya Edward harus mengganti password apartemennya, agar Setan Halu tidak seenaknya bisa masuk ke dalam apartemennya!