Mysterious CEO

Mysterious CEO
Rahasia Besar Keluarga Kensky.



"Dean, kumohon kabulkanlah permintaanku ini. Mungkin bagimu ini sangat tidak mungkin, tapi hanya kamulah orang yang kupercaya. Kumohon, Dean, berjanjilah padaku bahwa kau akan menikah dengan Kensky anakku. Hanya kau laki-laki yang kupercaya untuk menjaganya. Aku tak peduli kau mau atau tidak, pokoknya yang aku tahu Kensky harus menikah denganmu. Aku tak peduli bagaimanapun caramu mendapatkannya, pokoknya kau harus menikahinya. Dan aku harap setelah membaca surat ini, kau mau berjanji dan melakukan apa yang sudah aku minta. Bertanda tangan, Barbara Stewart."


Zet!


Lagi-lagi Kensky terkejut. "Nama belakang mami Stewart? Berarti nama belakang mami sama denganmu?"


"Iya."


"Sumpah, selama ini aku tidak tahu nama belakang mami. Yang aku tahu nama mami hanyalah Barbara Oxley."


Dean mengusap pipi Kensky. "Kau ingat wanita yang kuceritkan padamu tempo hari, wanita yang telah menolongku di depan tokonya?"


"Iya."


"Nama lengkapnya adalah Barbara Stewart. Dia adalah ibumu, Sky."


Zet!


Kensky ternganga. "Jadi kau dan mami ....?" Kensky menghentikan perkataannya karena tak sanggup menahan syok yang ia rasakan saat ini. Pengakuan Dean dan bukti yanh Dean perlihatkan padanya sangat membuat Kensky terkejut.


Dean tersenyum sayang. "Iya, aku dan ibumu adalah saudara angkat. Jadi wanita yang saat ini sering kupanggil mami adalah nenekmu."


"Ya, Tuhan, pantasan saja waktu itu ibumu bilang bahwa dia merindukanku," balas Kensky dengan bibir gemetar. Matanya berkaca-kaca, akibat rasa bahagia yang ia rasakan saat ini.


"Benar, karena selama ini beliau tahu kalau kau adalah anaknya Barbara. Aku juga sudah berjanji kepadanya akan mempertemukan kalian, jadi itu alasannya kenapa aku memilihmu sebagai pasanganku dan mengajakmu di pesta ulangtahunnya."


Kensky menggeleng kepala. Ia tak menyangka selama ini ternyata Dean telah menyimpan rahasia besar yang menyangkut keluarganya. Rahasia yang bahkan Eduardus sendiri tidak pernah tahu.


"Maafkan aku, karena tidak mengatakannya padamu. Tapi aku melakukannya demi keselamatanmu, Sky."


"Mami juga berkata begitu padaku lewat buku hariannya. Dia tidak mengatakan nama dan di mana kau berada karena itu semua demi keselamatanku."


Dean melepaskan tubuh Kensky dan mendudukan gadis itu di kursinya. "Benar, kami memang sengaja melakukan ini semua demi melingungimu dari Eduardus."


Kensky terkejut. "Papi? Memangnya kenapa papi?"


Dean mengangguk kemudian mendudukan diri di atas meja. Sambil menatap Kensky ia mulai bercerita. "Begitu aku bergabung dengan keluargamu, pagi itu aku langsung menceritakan semuanya kepada mereka baik perlakuan Eduardus terhadap ibuku maupun aku. Aku juga menceritakan kepada mereka kenapa Eduardus mengusir aku dan ibu dari rumah kami sendiri. Dan aku bersyukur keluargamu begitu tulus mendengar dan mau percaya kepadaku. Saat itulah aku dan Barbara menjadi akrab. Dia berusia dua puluhan tahun, sedangkan aku baru delapan tahun. Setiap hari aku menemaninya berjaga toko perhiasan, sampai akhirnya di usiaku yang kesembilan tahun kakek dan nenekmu mengirimku ke Eropa. Mereka ingin aku sekolah di sana, agar aku bisa meneruskan usaha mereka. Tapi aku menolaknya, karena aku bukan anak kandung mereka. Saat itu aku berharap Barbara bisa membantuku agar kakek dan nenekmu tidak mengirimku ke Jerman, tapi ternyata aku salah. Semua itu ternyata adalah idenya Barbara, dia ingin aku meneruskan usaha kakek dan nenekmu hingga mengirimku ke Jerman dan bersekolah di sana."


"Berarti mami sangat kaya, ya?"


"Benar, tapi kekayaan itu tidak diketahui oleh ayahmu."


Kensky menatap bingung. "Tunggu, tadi katamu kau sudah menceritakan kepada mereka semua soal papi, lantas kenapa mami bisa menikah dengan papi?"


Dean menarik napas panjang saat mengingat kenangan itu. "Hal itu adalah kabar yang paling mengejutkan buatku waktu itu, Sky. Rasanya waktu itu aku ingin membunuh ayahmu begitu tahu dia mendekati Barbara. Aku tidak ingin apa yang dia lakukan kepada ibuku akan dilakukannya kepada Barbara, tapi semua sudah terlambat."


"Terlambat?" ulang Kensky, "Maksudnya?"


Kensky tersenyum sayang. Dengan lembut ia menarik tangan Dean dan menciumnya. "Lalu?"


"Begitu tiba di rumah itu aku masuk bagaikan penyusup. Aku berjalan dengan langkah sangat pelan sambil membawa koper. Aku terus masuk dan mencari Barbara, tapi dia tidak ada. Begitu telingaku menangkap suara tawa dari arah kolam renang, aku langsung ke sana. Tepat di saat itu aku mendengar suara Eduardus, suara yang paling aku kenali dan sangat aku musuhi."


"Apa dia melihatmu?"


"Tidak. Mereka sama sekali tidak melihatku, karena posisi mereka saat itu sedang berada di dalam kolam. Aku mendekati tempat itu dan bersembunyi di balik bunga. Dan setelah memastikan kalau orang itu benar-benar Eduardus, aku langsung pergi dan menemui kakek dan nenekmu. Mereka terkejut melihat kedatanganku, tapi lebih mengejutkan lagi saat aku mengatakan bahwa Barbara telah menjalin hubungan dengan Eduardus."


"Mungkin saat itu mami tidak tahu kalau papi adalah ayah sambungmu?"


"Benar. Barbara memang tahu apa yang Eduardus perbuat padaku, tapi dia tidak pernah tahu wajah Eduardus seperti apa. Dan begitu aku menyampaikan berita itu kepada kakek dan nenekmu, besoknya mereka mengundang ibumu ke rumah. Dia bahkan sempat marah padaku, karena aku telah mengadukannya berpacaran. Tapi begitu aku menyebutkan siapa laki-laki yang telah menjalin hubungan dengannya, ibumu tampak menyesal. Ia ingin putus, tapi di perutnya sudah ada kamu."


Zet!


Kensky terkejut. "Ya, ampun, mami hamil sebelum menikah? Untung saja mami tidak menggugurkanku begitu tahu siapa lelaki itu. Kalau mami menggugurkanku, aku pasti tidak ada dan kita tidak bertemu."


Dean tersenyum, menarik tubuh Kensky dan menggantikan posisinya. Dean duduk di kursi, sementara Kensky duduk di pangkuannya. "Tidak, Sayangku, ibumu tidak sepeti itu. Dia tetap mempertahankanmu dan jalan satu-satunya adalah menyembunyikan kami semua dari Eduardus. Jadi sampai saat ini Eduardus tidak pernah tahu Barbara yang telah menemukanku malam itu, dia bahkan tidak tahu kalau nenekmu adalah si pemilik Kitten Group se Amerika dan Eropa."


"Pantasan saja papi tidak pernah menceritakan soal keluarga mami padaku. Tapi kalau misalnya dulu papi tahu, pasti Kitten Group tidak akan seperti sekarang."


Dean tersenyum sayang. "Seandainya Eduardus bukan ayahmu, mungkin sudah lama aku membunuhnya, Sky."


Kensky membuang napas panjang. "Aku mengerti. Tapi seandainya papi tidak mengusir kalian malam itu, pasti ibumu masih hidup dan kita tidak akan bertemu."


Dean menggeleng. "Kau tahu, bukan hanya ibuku yang meninggal karena ayahmu, tapi karena ayahmu juga ibumu sampai meninggal."


Zet!


Kensky terkejut. "Papi yang menyebabkan mami meninggal?"


"Benar, tapi aku ingin kau mendengarnya sendiri dari ayahmu. Yang jelas dia sudah membuat dua perempuan yang paling kucintai meninggalkanku."


Kensky lagi-lagi terkejut. "Kenapa ayah setega itu?"


"Kau tanyakanlah padanya, aku tidak ingin kau menganggap aku mengarang cerita."


Kensky menggeleng. "Tidak, Dean, aku percaya padamu dan aku ingin kau yang menceritakannya padaku."


Dean mengusap pipi Kensky. "Tapi kau harus janji, setelah mendengar hal ini janganlah kau membenci ayahmu. Percuma juga kita membencinya, karena hal itu tidak akan pernah mengembalikan ibumu atau pun ibuku."


Mata Kensky menatap haru. "Aku janji."


Bersambung___