
Lala masih berbunga-bunga dan tak menyangka dengan perlakuan Keenan saat penutupan acara pernikahan mereka. Dia merasa melayang di udara dan tak hentinya tersenyum.
Begitu tiba di kamar mereka, Lala berbalik menubruk tubuh Keenan dan memeluk Keenan. Keenan yang tak siap, mundur satu langkah karena perlakuan Lala.
"Kaget aku, Hon" Keenan balas memeluk tubuh Lala.
Lala mendongakan kepalanya. "Love you so much, Bee. Terima kasih buat segalanya" Lala mengecup bibir Keenan tanpa malu.
"Love you more." Keenan balas mengecup puncak kepala Lala.
"Aku gak nyangka banget kamu bakalan nyanyi kayak tadi. Suamiku tumben romantis abis."
"Iya dong. Aku tahu kamu kesal kan waktu aku tinggal tadi" goda Keenan
"Iya. Habis bisa-bisanya kamu begitu." gerutu Lala. "Tadi pas mati lampu panik banget. Pas dengar suara kamu langsung lemes akunya"
"kok lemes?"
"Ya gak nyangka aja. Kamu bikin diabetes begitu. Mana pernah coba? Ngajak nikah aja di obral." mereka tertawa.
"Tahu gak Hon, waktu nyanyi ini baju gak nyaman banget. Kerahnya ke atas gini bikin geli nih kalau leher aku gerak-gerak." ucap Keenan.
"Ya udah, sini lepas dulu terus mandi. Capek kan, Bee"
"Pegel Hon." ucapnya seraya memperhatikan Lala. "Mau mandi bareng?"
"Enggak Bee, aku mau hapus make up dulu. Agak lama pastinya." Lala berhasil membuka pakaian Keenan.
"Bee.. Tolong dong resleting aku. Aku juga gerah banget." Kini Lala memunggungi Keenan.
"Cantiik banget kamu malam ini" puji Keenan yang membuat Lala malu. Keenan mengecup punggung Lala seraya memeluknya dari belakang.
"Kamu juga ganteng maksimal. Overdosis lihatnya juga Bang" Lala tertawa
Keenan tersenyum. "Bisa aja Maemunah." Keenan masih memeluknya mesra seraya mengecupi bahu Lala.
"Bee, nanti dulu ah. Cepet mandi dulu aja."
"Iya. Iya"
Lala menangkup wajah Keenan lalu mengecupnya. "Sana mandi." Lala tersenyum pada Keenan.
Lala menghapus make up-nya selama menunggu Keenan mandi seraya memutar lagu yang dinyanyikan Keenan dari ponselnya.
Tak berapa lama, Keenan keluar dari kamar mandi sementara Lala memilih baju tidur dari dalam koper miliknya.
"Bee.. Ini ulah kamu kan?" Lala menatap Keenan tajam setelah Keenan selesai mandi.
"Apa?" Keenan melirik lingerie Lala.
"Piyama aku kok gak ada? Aku kan bawa yang couple, Bee. Kenapa jadi yang ini semua?" ucapnya seraya memperlihatkan lingerie miliknya
"Ih siapa? Kamu kali yang sengaja mau menggodaku." Keenan menahan senyumnya.
"Bee.."
"Yes, honey" keenan menahan tawa.
"Kamu kan?"
"Enggak Hon."
"Tahu ah! Rese kamunya!" Lala masuk ke kamar mandi.
Dengan rasa malu, Lala keluar kamar mandi. Dia tampil sangat seksi dan wangi. Rasa lelah Keenan tiba-tiba hilang begitu saja setelah meilhat pemandangan segar dihadapannya. Keenan yang tak tahan segera bangkit memeluk Lala seraya menciuminya dengan liar.
Keenan menuntun Lala berbaring di atas kasur. Dia tersenyum seraya menatap sang istri yang sedang malu dibawahnya.
"Aura kamu makin keluar deh setelah nikah" ucap Keenan
"Aura aku awur-awuran tahu gak? Sampai tumpah meluber-luber." ucap Lala tertawa dengan penuh bangga menghilangkan rasa malu dan gugupnya.
"Makanya kalau absen sehari aja, aku rugi Yong"
"Dih, Abang mah doyan."
"Gimana gak doyan coba? Sakaw nih Abang." mereka tertawa.
Keenan mengecup lembut Lala hingga kecupan tersebut berubah liar hingga ke titik sensitif sang istri yang membuat keduanya menuntut melakukan lebih jauh.
Tok.. Tok.. Tokk..
Keduanya terdiam. "siapa?" teriak Keenan. Tak ada jawaban disana. "Ke sebelah kali Hon" Keenan melancarkan aksinya kembali.
Tok.. Tok.. Tok..
Lala melepas pagutan mereka. "Bee.." keduanya nampak hening.
"udah gak ada suara lagi, Hon." mereka masih terdiam diposisinya masing-masing.
"Bee..ih aku jadi takut" Lala maraih leher Keenan kemudian memeluknya.
"Ada aku. Kamu jangan mikir yang macem-macem" Keenan menenangkannya.
"Udah gak ada. Orang bukan ke kamar kita kayaknya Bee." Keenan mulai kembali mengecup Lala. Lala yang tak fokus, matanya terbuka dan memasang telinganya.
Tok.. Tok.. Tok..
"Siapa sih! Ganggu aja!" Keenan menutup tubuh Lala dengan selimut kemudian berjalan membuka pintunya karena penasaran.
Baby, I'm.. (Mas Pram dan Bang Al bernyanyi menirukan Keenan tadi sambil membawa kotak kecil)
dancing in the dark with you between my arms
"S*alan.. Kaliaan" Keenan mencekik leher Bang Al dan Mas Pram bergantian sementara keduanya masih bernyanyi.
I whispered underneath my breath
But you heard it, darling, you look perfect tonight. Keenan ikut bernyanyi bersama mereka seraya merangkul mereka.
"Br*ngsek sumpah ganggu aja! S*alan Aladin sama Pramonooo" Keenan mencekik keduanya dengan lengannya. Hasratnya kini meluap begitu saja.
"Biniii mana biniiii" Mas Pram hendak menengok masuk ke dalam kamar Keenan.
"Tidur Br*ngsek, lu ngapain mau lihat-lihat!" kesal Keenan seraya menoyor muka Mas Pram
"Oalaaah pelit banget Bro. Si Lala juga pakai baju kan? Ampe kamu ketakutan begitu."
"Ya iyalah! Kamu ngarep dia telanjang apa!" ketus Keenan
"Jangan-jangan habis tempur Mas, dia telanjang dada begini" Bang Al mencubit dada Keenan.
"Aw anji* najis Bang!" Keenan menutup dadanya setelah di cubit Bang Al. Keduanya tertawa.
"Culik Mas culiik. Bininya udah pules kan?" usul Bang Al
"Sialan! Tadi boro-boro ngucapin selamat. Sekarang datang mau nyulik. Rese kalian!"
"Haha.. Kita sengaja mantau doang. Iya gak Mas?"
"Mantau apa! Mantau si Mira?" gerutu Mas Pram
"Wah? Dia ketemu si Mira? CLBK dong?" tanya Keenan antusias.
"Boro-boro bersemi kembali. Dih, apaan bareng bapak-bapak gitu."
"Bukan cinta lama bersemi kembali woy..tapi cinta lama belum kelar. Haha" Keenan tertawa bersama Bang Al
"Jangan ngadi-ngadi lu Bro!" Bang Al tak terima
"Ngada-ngada woy! Saking terpesonanya sama Mira tuh Bro." goda Mas Pram.
"Enak aja terpesona! Untung ada si Desi ya Mas. Aku manfaatin dikit. Haha"
"Desi mana?" Keenan mengerutkan dahinya
"Dih, pikirannya Lala semua. Ampe gak tahu Desi." Bang Al menoyor Keenan
"Seriusan Desi mana si?"
"Karyawanmu di KP! Tuhaaann baru aja nikah dia udah amnesia." Bang Al berdecak kesal
"Oh. Gak nginget-nginget nama cewek sih, cuma ada nama Lashira doang disini" Keenan menepuk dadanya.
"Dasar budak cinta. Jijik banget! nyanyi sok romantis! Pake matiin lampu segala" ucap Bang Al membuat Keenan tertawa.
"Sekali seumur hidup coy! Nanti kalian merasakan lah! Lihat saja nanti kalau kalian bisa lebih jadi budak cinta!" ucap Keenan.
"Udah sana balik kamar! Berisik tahu gak! Aku kesel ya sama kalian. Tahu gitu, gak usah aku booking kamar buat kalian! Udah kagak ngucapin, ganggu juga malam-malam begini!"
"haha... Kita kan teman yang baik. Mantau situasi. Mengamankan suasana. Kurang gimana lagi coba? Harusnya kamu solidaritas dong. Masa aku sama Bang Al berdua. Kamu sama Lala enak-enakan."
"Kuy Mas. Jangan banyak bicara sama dia." kedua lelaki tersebut menyeret Keenan ke kamar mereka.
"Eh br*ngsek! Si Lala ngomel ntar." ucap Keenan tak bisa menghentukan langkah kedua lelaki yang mengganggunya.
"Katanya tidur?" ucap Mas Pram begitu tiba di kamarnya.
"Eh? Hmm aku mau pakai baju Mas! Masa aku kayak begini." Keenan hendak membuka pintunya dengan sigap Bang Al menutup pintu kamar mereka dan melemparkan keycard pada Mas Pram.
"Gelap woy!" Keenan berteriak. Mas Pram mengambil keycard lain dan menempelkan pada saklar. Keenan mendekati mas Pram, Mas Pram yang terpojok memasukan keycard tersebut ke belakang celana dalamnya.
"Anji* jorok Pramonoooo" Keenan nampak jijik sementara Bang Al terbahak.
Keenan kini duduk pasrah disamping dua manusia yang mengganggunya.
"Katanya tadi tidur, Bro?"
"Baru mau tempur setaaan!" Keenan kini semakin kesal.
"haha.. Kasiaaan" Keduanya tertawa puas.
"Mas, buka dulu mas. Aku izin dulu sama si Lala." Keenan semakin panik.
"Cieee izin.. "
"Aku mending musuhan sama kalian lah daripada gak dapet surga, rugi woy!" Keenan berdiri mondar mandir. "Mau tahu gak rasanya gimana?" goda Keenan membuat mereka antusias.
"Cepet kasih tahu Bro" Mas Pram gak sabar.
"Buka dulu pintunya. Aku bilang dulu ama si Lala. Nanti dia ngomel. Parahlah kalian."
"Udah buka Bang, buka. Kasihan si Lala" ucap Mas Pram.
"Heh! Tu keycard masih di semp*k kamu!"
"Ola dalaah.. Lupa" Mas Pram mengambil keycard di bokongnya. "Nyaman ya kamu diem di pantat aku" Mas Pram bicara pada benda tipis tersebut. "Nih Bro."
"najiss sumpah. Itu keycard udah terkontaminasi." Keenan begedig.
Mas Pram dan Bang Al tertawa.
"Buka." titah Keenan. Keduanya mengekori Keenan menuju kamar miliknya. "apa si?"
"Nanti kamu kabur. Udah cepetan!" Bang Al mendorong tubuh Keenan. Keenan mengetuk pintu kamar, tak lama suara pintu terbuka. Lala kini memakai pakaian biasa.
"Honey"
"hai Laa.. " ucap Mas Pram dan Bang Al bersamaan.
" La, boleh pinjam Keenan sampai jam 2 aja? Kita mau merayakan pernikahan kalian" ucap Bang Al.
"Mau kemana?"
"Ngobrol doang kok La, dikamar" Mas Pram menimpali.
"Hon.. " Keenan seolah memohon dengan sorot matanya. Lala menatap Keenan sedikit kesal.
" Jam 1 aja!" ketus Lala
"Yes!" ketiganya bersorak.
"Gak macem-macem." ancam Lala
"Enggak kok. Cuma di telanjangin aja Keenannya" Bang Al menimpali.
"Ih anj*r najis! Kalau istriku yang telanjangin sih aku dengan senang hati." ucap Keenan.
"Abang ih!"
"Ahaaayy Abang sekarang.." Mas Pram menggodanya membuat Lala malu dan Keenan tersenyum senang.
"Baang..bangKe.." timpal Bang Al seraya terbahak bersama Mas Pram
"S*alan! Udah gak jadi Yang. Tutup aja pintunya."
"Jangan dong Bangke.. Bang Keenan" Keduanya terbahak lagi. Lala juga ikut tersenyum mendengarnya.
"Yang ih! Belain kek. Kamu ikutan senyum juga!" protes Keenan
"Aku juga manggil gitu aja ah" Mas Pram dan Bang Al mengajak Lala bertos ria.
"Aku sedot kamu sekarang juga ya!" ancam Keenan namun lala tak terpengaruh dengan ancaman suaminya.
"satu jam lagi tepat jam 1" ucap Lala
Keenan buru-buru mengambil kaos miliknya dan memakainya.
"Aku bawa keycardnya ya. Biar gak ganggu kamu."
"Iya"
"terima kasih sayang. Abang ke kamar mereka ya. Kalau ada apa-apa telepon." Keenan mengecup singkat bibir Lala di depan mereka. Lala sedikit mematung tak menyangka suaminya akan bertingakh demikan.
"What the **** Brooooo." sahut Bang Al dan Mas Pram bersamaan.
Lala yang malu buru-buru menutup pintu kamarnya.
Kini Keenan merebahkan tubuhnya di kasur milik Mas Pram.
"Jadi, sudah berapa kali membobol, Bro?" tanya Bang Al.
"Rahasia."
"Gak asik ah!" Mas Pram melempar bantal kepadanya.
"Mas, pijitin dulu. Nanti aku cerita"
"Cepet Mas." Bang Al menimpali
Mas Pram yang selalu dimanfaatkan mereka dengan senang hati memijat punggung Keenan.
"Cerita dong cepetan!" Bang Al memukul bok*ng Keenan.
"Cerita apa?"
"Dari awal sampai akhir." ucap Mas Pram.
"Intinya, setelah ijab qobul, apa yaa.. " Keenan duduk bersila." Intinya tuh, tiba-tiba ada rasa tanggung jawab lebih besar deh." Keenan menjeda ucapannya. "Minum Mas" pinta Keenan
"Banyak iklan banget!" ketus Bang Al
"Heh! Narasumber di kritik. Kagak jadi cerita ah!" Keenan merajuk.
"Cepetan cerita Bangke!" ketus Bang Al.
"Ya intinya tuh, dia tanggung jawab aku sepenuhnya. Aku harus bikin dia nyaman, bahagia, gitu-gitu lah. Beda banget ama pacaran rasanya"
"Jelas beda lah! Orang bebas menjamah" ceplos Bang Al
"Haha.. Salah satunya itu. Habis ngebobol apa lagi, bener-bener makin cinta deh ama si Yayang" goda Keenan
"Anj*r Yayang Maaasss! Mana tahaaan" ketiganya terbahak
"Terus-terus seru gak waktu ngebobol pertahanan lawan?" Mas Pram semakin antusias
"Pokoknya striker ekstra kerja keras. Haha" Keenan begitu bahagia. Terlihat dari raut wajahnya saat bercerita. "Ah, kalian kalau udah coba, rasanya melebihi narkoba."
"Kayak yang udah nyoba aja kamu Bro."
"Udah Mas. Narkoba, narik kolor bapak. Hahaha" ketiga terbahak lagi.
Keenan yang lelah memejamkan matanya disamping Mas Pram. Ketiganya tidur dengan pulas sampai menjelang siang.
"Loh? Bro.. Bro... Kamu gak balik kamar?" tanya Mas Pram setelah buang air kecil hendak tidur kembali.
"Apa si Mas! Ganggu aja!"
"Udah siang. Jam berapa ini?" Mas Pram mencari ponselnya. "Hah? Jam sepuluh?"
"Broo!"
"Apa si Mas!"
"Si Lala" teriak Mas Pram
"Apaan?" Keenan bangkit kemudian duduk dan mengacak rambutnya kesal.
"Tuhaan kacau.. Kita pasti kena amuk bini kamu juga Bro." Mas Pram panik
"Apa sih Pramono! Pagi-pagi udah heboh!" Bang Al ikut terbangun.
"Bro! Cepetan bangun. Istrimu marah besar pastinya!"
"Istri? Jam berapa ini Mas?" Keenan mulai sadar.
"Sepuluh. Cepet balik kamar. Berdoa aja kamu gak ceraikan dia, Bro"
"Anj*rlah Mas! Ngomongnya yang bener aja! Kalau aku ada apa-apa. Kalian yang aku seret lebih dulu."
"Gilaaa! Kenapa kamu masih disini tol*l!" Bang Al ikut panik.
"Ya mana aku sadar! Semua gara-gara kalian! Kalau dia nyampe marah. Lihat saja ya!" ancam Keenan
Keenan melangkahkan kakinya dengan rasa takut. Ragu-ragu dia menempelkan keycard dekat daun pintu.
Dengan perlahan dia membuka pintu kamarnya.
Kreeekk...
Perlahan pintu pun terbuka.
.
.
.
Kuuy bantu Honbee dengan like, komentar dan vote yang buanyaaak. Terima kasih ^^