My Enemy, My Love!

My Enemy, My Love!
Mengendalikan Permainan



"Honey, aku di tempat biasa" Keenan mengirimkan pesan pada Lala


Lala segera merapikan bajunya dan memakai sepatu miliknya.


"Bu, aku berangkat yaa" ucap Lala


"Hati-hati. Salam buat Izam yaa"


"Bu, aku bukan penyiar radio yang terima salam-salam" ucap Lala


"Kalau salam tempel aku terima" ucap Lala kemudian


"Dasar mata duitan"


"Ibu kan yang ngajarin aku?"


"Ibu ngajarin kamu jangan tolak rezeki." sanggah Ibu


"Sama saja Ibu Kadeeerrr.. Sudah ah. Aku berangkat. Assalamu'alaikum."


"Gara-gara Ibu kader, aku lupa kalau dia sudah nungguin." gerutu Lala saraya berjalan.


Keenan menyunggingkan senyumnya saat Lala tiba dihadapannya.


"Sudah sarapan Hon?" tanya Keenan seraya tersenyum


Lala yang melihat kelakuan Keenan menjadi geli sendiri.


'Rasanya bukan kamu, Keen' batin Lala


"Sudah Bee. Kamu sudah sarapan?" tanya Lala sembari menerima helm dari Keenan.


"Nanti saja, habis ini aku mau ke kampus" ucapnya


"Kamu tuh sudah mau jadi alumni, orang sibuk nyari kerja, kamu masih santai saja." ucap Lala seraya naik ke atas motor


Keenan hanya tersenyum mendengarnya.


"Hon.. " Keenan menarik tangan Lala agar merapat ke tubuhnya. Lala langsung memeluknya dari belakang.


"Kalau aku lanjut study diluar, kamu gak apa-apa?" tanya Keenan.


"Aku terserah kamu Bee. Kalau itu yang terbaik untuk masa depanmu, aku gak ada hak membatasimu. Aku bukan istrimu" Lala tertawa kecil walau sebenarnya dia tak mau.


"Aku lebih senang kamu larang aku Hon! dari pada sok bijak begitu!" ketus Keenan


"Bee.. "


"Eh, Maaf Honey, aku lupa." Keenan merendahkan kembali suaranya


'Rasakan kau Bee, aku bisa mengendalikanmu!' Lala tersenyum jahat


"Aku kan mau jadi pacar kamu yang hebat Bee, yang siap ditnggal LDR-an." ucap Lala


"Gak usah, aku suka kamu apa adanya, cerewet" ucap Keenan seraya mengelus lengan Lala


"Tapi aku gak suka kamu yang ketus dan gak mau kalah, Bee" ucap Lala


Keenan tertawa.


"Iya..iya..aku berubah sedikit-sedikit nih. Jadi lebih lembut kayak pembalut" ucap Keenan saraya tertawa


"Ih dasar! Bawa-bawa pembalut segala!" Lala menyubit perut Keenan.


Mereka berbincang seolah tak ada yang mereka perdebatkan kemarin hingga tak terasa mereka tiba di kantor.


"Siang aku jemput ya Honey" ucap Keenan saat Lala turun dari motornya. Lala membuka helm dan merapikan rambutnya dengan jemarinya.


"Kamu emang di kampus sampai siang?" tanya Lala


"Lihat nanti saja anak-anak ngajak kemana." ucap Keenan


"Iya Bee."


"Aku kangen kamu, honey" ucap Keenan seraya memegang tangan Lala


"Apaan sih, dari kemarin juga ketemu" ucap Lala


"Tapi kan beda sayang"


'Sayaang dia bilang Maakk.. Duh deg-deg seerrr hati eneng, Bang' batin Lala senang


"Beda apanya? Sama saja" sanggah Lala dengan sengaja memwncing emosi Keenan.


"Jangan ngajak debat dong Hon! kan aku mau berubah. Nanti kalau aku ketus lagi kamu marah lagi. Terus gagal usaha aku" gerutu Keenan


"Hahha.. Lucu banget sih sayangnya aku" ucap Lala malu-malu. Keduanya tersenyum.


'Terus saja sayang, sampai kamu gak bisa mutusin aku lagi' batin Keenan


"Sana masuk!" ucap Keenan datar


"Masuk tapi tangannya terus dipegang" ucap Lala


"Hehe..kamu bolos lah sehari ini" ucap Keenan merubah kembali nada suaranya


"Ih kamu, bukannya nyemangatin kek, Bee" ucap Lala.


"Ya sudah aku masuk ya." ucap Lala


"Nanti kabari aku, honey" ucap Keenan


"Iya Bee. Kamu hati-hati ya." ucap Lala seraya melepaskan pegangannya.


Dia berjalan masuk ke dalam kantor.


'Belum ke tahap love love-an gak masalah, yang pasti dia sudah ikut kedalam permainanku' batin Lala senang


***


"Jadi gimana, kemarin berhasil?" tanya Mas Pram begitu Keenan tiba.


"Kamu kalau mau tanya, pakai intro dulu kek Mas" Ucap Bang Al


"Terlalu basa basi busuk itu Bang." ucapnya


Keenan tersenyum kecil melihat keduanya.


"Dari senyumannya mending kamu gak usah deh tanya-tanya." ucap Bang Al


"Loh? Kenapa toh? Aku ini care loh sama BroKu" ucap Mas Pram


"Dari pada kamu ngegali kuburanmu sendiri Mas. Jomblo dilarang tanya-tanya lah" ledek Bang Al


"Kamu ini selalu sia.."


"Mira?" Mas Pram nampak terkejut


"Hai kalian.. Aku rindu sama kalian." ucap Mira


"Kenapa sih Mas, kayak lihat hantu saja" ucap Mira


"Hehe.. Enggak. Rasanya damai sentosa gak ada kamu, Mir" ucap Mas Pram, Keenan hanya tersenyum mendengarnya.


"Kurang ajar sama pacar aku Mas!" ucap Bang Al


"Kamu kok gak kasih kabar kalau pulang, Yang?" ucap Bang Al


"Kan kejutan" Mira bergelayut manja dilengan Bang Al


"Keen, mana pacar kamu?" tanya Mira


"Kerja" ucapnya singkat


"Oh, kirain putus" ucap Mira membuat mereka semua menoleh kearahnya


"Gak mungkinlah Mira, Keenan itu cinta mati sama dia." ucap Mas Pram


"Sok tahu kamu Mas" ucap Mira


"Ya tahu lah, apa sih yang gak tahu" ucapnya kemudian


"Masa sih?" Mira nampak tak percaya


Keenan hanya diam tak mau menanggapinya.


"Kuy lah futsal" ajak Bang Al


"Yah, jangan dong. Aku mau makan siang bareng sama dia" ucap Keenan


"Kenapa kamu takut bau Bro?" tanya Mas Pram


"Haha.. Enggak lah. Aku gak bau kayak kamu ya Mas" sanggah Keenan


"Terus kenapa kau tak mau futsal? Biasanya kamu selalu kuy paling duluan" ucap Mas Pram


"Haha.. Ayo lah kuy. Banyak omong kamu Mas" ucap Keenan


"Nih, ada yang ngajak di Taman Kota. Gimana?" tanya Bang Al


"Kuy lah Bang" ucap Mas Pram.


***


Keenan menggiring bolanya menuju gawang.


"Gooooll" Mas Pram berhambur memeluknya sementara Keenan tertawa penuh suka cita.


Mereka sangat menikmati oertandingannya hingga tak terasa oertandingan berakhir dengan skor 2-1. Dan team mereka memenangkan pertandingan kali ini.


Keenan melihat jam yang melingkar ditangannya, dia hendak pulang untuk membersihkan dirinya.


"Kemana Bro?" tanya Mas Pram


"Pulang lah. Mandi. Gerah nih" ucapnya


"Tanggunglah. Kita disini saja dulu." ajak Mas Pram.


"Pindah yuk, ditempat biasa" ucap Bang Al


Tak banyak bicara, mereka segera pindah ke tempat yang lebih teduh dibawah pohon rindang dengan kolam ikan dihadapan mereka.


Sepintas, dia teringat Tasya yang duduk di depan kolam waktu itu. Namun segera dia tepis.


Keenan merebahkan dirinya yang lelah seraya memejamkan mata.


"Kamu lelah Keen?" tanya Mira


"Biasa saja" ucapnya datar


"Gak usah jemput Lala kalau begitu Keen. Daripada kamu kecapean" ucapnya kemudian


Keenan tak menyahutinya. Tak lama terdengar suara ponselnya.


"Iya honey" Keenan menbuka percakapan, semua mata temannya melihat ke arahnya. Begitupun Mira, dia menatap tak suka.


"Bee, jadi gak sekarang? Aku sudah beres nih kerjaannya" ucap Lala.


"Iya Honey, tunggu ya. Aku kesana sekarang." ucap Keenan lembut


"Bro ajak sini lah. Sudah lama aku gak ketemu dia" ucap Mas Pram


"Hon, mau gak ketemu anak-anak?" tanya Keenan


"Yakin kamu gak cemburu?"


"Mm.. Enggak Honey, ada Mira juga disini" Keenan memberikan kode.


"Ya sudah cepetan jemput Bee. Atau kita teleponan saja?" ucap Lala


"Jangan Honey, aku kan.. " Keenan melirik temannya yang masih mendengarkan percakapana sepihak serta menebak-nebak obrolan Keenan dan Lala.


"mereka pada nguping, Honey. Aku jemput yaa." ucap Keenan memutus sambungan teleponnya.


"Aku kan rindu berat, honey" goda Bang Al


"Aku juga, honey" Mas Pram mengikuti


"Si*alan" ucapnya seraya meninggalkan mereka.


"Bawa kesini Bro" Mas Pram berteriak.


Keenan melajukan motornya dengan kecepatan tinggi agar segera tiba di kantor Lala.


"Aku di depan, Honey." Keenan mengirimkan pesan pada Lala.


Lala segera menghampiri Keenan yang menunggunya.


"Loh? Kamu habis futsal Bee?" tanya Lala


"Iya, Honey."


Keenan melajukan motornya.


"Bee, itu si Mira kemana saja? Kok dia baru nongol lagi?" ucap Lala


"Gak tahu lah, datang-datang si Mas Pram juga kayak yang kaget." Keenan dan Lala tertawa


"Kalian jahat ih Bee"


"Biarin sih hon, orang dianya juga jadi cewek nyebelin" ucap Keenan


"Kalau aku?"


"Ngangenin."


Blush


"Bisa ae Abangnyah" Lala mencolek perut Keenan


"Kita makan dimana Bee?" tanya Lala


"Taman kota. Gak apa-apa kan Hon?" tanya Keenan


"Iya. Gak apa-apa"


Mereka tuba di taman kota, Keenan memarkirkan motornya.


"Mau makan apa?"


"Ih kalap ingin jajan pasti kalau kesini" ucap Lala


"Dasar wanita" ucap Keenan


"Apa Bee?"


"Enggak, Hon"


"Jadi mau makan apa?"


"Soto mie Bogor saja Bee. Seger kayaknya." ucap Lala


"Kamu makan apa Bee?"


"Sama saja kayak kamu Hon" pinta Keenan.


"Kita makan disini Bee? Temen kamu gimana?"


"Iya. Makan dulu saja biar gak diganggu mereka." ajak Keenan


Selesai makan, keduanya menghampiri teman mereka.


"Lalaaaaa.. Aku kangen kamu" ucap Mas Pram begitu melihat Lala.


.


.


.


Nah looo Keenan gimana tuh? Yuk like dan komen seperti biasa. Jangan lupa vote yang buanyaak yaaa. Terima kasih ^^