
"haha..malah nyanyii, Bambang!"
"Bambang siapa La?" ujar Ibu dari dalam mendekati mereka. Keduanya tertawa.
"Keenan, kamu bilang Bambang." gerutu Ibu
"Lala jahat terus sama aku Bu" adu Keenan seraya menyalami Ibu
"Bee" Lala melotot kearahnya
"Sekarang Bi? Tadi Bambang" Ucap Ibu bingung. Keduanya tertawa
"Tuh kan bu, Lala begitu terus sama aku." Keluh Keenan
"Kamu juga sama. Mau-maunya sama si Lala" ucap Ibu
"Sepertinya aku di pelet Lala, Bu" ucap Keenan
"Kalian ini mau kemana sih? Si Lala dari tadi gak berhenti ngaca. Untung itu cermin gak retak juga"
"Lala pasti deg-degan ketemu aku Bu." ucap Keenan saraya tersenyum.
"Boleh Aku pinjam Lala ya Bu" pinta Keenan
"Mau kemana sih?" tanya Ib
"Rahasia."
"Ibu kayak gak pernah muda saja." jawab Lala kemudian.
"Ya sudah, kita berangkat yuk Bee" ajak Lala
"Pamit ya Bu. Assalamu'alaikum"
"Hati-hati kalian ya" ucap Ibu
Mereka naik ke dalam mobil.
"Bee.. Aku deg-degan banget" Lala memegang dadanya
"Ada aku Hon, santai." ucapnya seraya melajukan mobilnya.
Keenan membuka kotak kacamata, dia memakai kacamata miliknya.
"Stop di depan Bee. Di toko kue itu" pinta Lala
Keenan menepikan mobilnya.
"Kamu tunggu disini saja Bee." pinta Lala
"Nih dompetnya" Keenan memberikan dompet miliknya.
"Apa sih Bee? Gak usah" tolak Lala
"Pakai uang aku saja, Hon"
"Enggak ah" Lala segera turun dari mobilnya sementara Keenan mulai menyalakan musik.
Lala keluar dari toko tersebut sambil membawa kotak kue dengan hiasan pita berwarna pink.
"Beli apa sih buat calon mertua?" goda Keenan
"Aku gak tahu kesukaan Mamamu apa Bee, aku cuma beli cake ini saja" ucapnya
"Aku gak di tawarin?" tanya Keenan
"Kamu kan sudah punya aku. Cieee. Hahaha"
"Bisa aja Nengnya gombalin Abang" ucap Keenan seraya tersenyum
"Jalan sekarang nih?" tanyanya
"Aku deg-degan nih Bee" Lala memegang dadanya lagi
"Coba aku pegang" tangan Keenan sudah terulur ke depan
"Ih! Rese" ketus Lala seraya menyilangkan tangannya di dada. Keenan tertawa.
Dia melajukan kembali mobilnya.
"Tegang amat Neng" Keenan meraih jemari Lala. Dia mengecupnya singkat.
"Ada aku, sayangku" ucapnya kemudian. Keenan melirik Lala sepintas, memberikan senyumannya. Lala menyandarkan kepalanya dibahu Keenan sementara Keenan masih menggenggam tangan Lala. Beberapa kali Keenan mengecup punggung tangan Lala seolah memberikan kenyamanan disana.
Tiba di gerbang rumah Keenan, Lala segera merapikan rambutnya. Dia membuka bedaknya, memolesnya sedikit disana.
"Udah cantik." puji Keenan saat memarkirkan mobilnya digarasi
"Bee, baju aku aneh gak?"
Keenan meliriknya.
"Udah cantik dah, pacarnya Keenan mah."
"Iya bilang gitu karena matamu ketutup kabut asmara" gerutu Lala membuat Keenan terbahak.
"Bee ih!" Lala kesal karena Keenan tak henti menggodanya.
"Apa?" ucapnya masih dengan nada menggoda
"Oke. Oke. Ehem.. Kamu udah cantik, honey. Aku gak bohong. Gak ada upil, gak ada mutiara juga dimata kamu. Mm.. Aku suka" ucapnya tersenyum.
Lala menyubit Keenan keras
"Aw.. Mulai deh kekerasan dalam pacaran"
"Huuhhh.." Lala menghembuskan nafasnya.
"Tarik nafas, buang, tarik lagi. Terus bu." goda Keenan
"Keenan Wijaya! Manusia rese sepanjang masa!" ketus Lala. Keenan hanya terbahak.
"Yuk turun" ajaknya seraya membuka pintu mobil.
"Ayo" Keenan membuka pintu mobil Lala. Dia mengulurkan tangannya.
"Aku takut" ucap Lala seraya menyambut tangan Keenan.
"Ada aku sayang, berapa kali sih aku harus bilang, Hon" ucap Keenan
"Eh cake-nya Bee" Lala membuka pintu belakang dan mengambilnya
Mereka berjalan beegandengan.
"Lepas Bee. Tuh penjaganya lihat terus ke kita"
"Cuek aja Hon" ucap Keenan
Keenan membuka pintu rumahnya.
"Maa.. Lala nih Ma" Keenan dan Lala menghampiri Mamanya di dapur.
"Oh, hai.." ucap Mama Keenan ramah.
"Sehat tante?" tanya Lala
"Sehat, seperti yang dilihat." ucapnya seraya terseyum.
"Yuk disana" ajaknya
"Eh ini tante"
"Eh kenapa repot-repot. Tante senang, kamu sudah mau kesini." ucapnya ramah
Mama Keenan merangkul Lala membuat Lala mati gaya.
"Libur kan kerjanya?" tanya Mama Keenan
"Libur tante."
"Dia bolos kuliah demi Mama tuh" celetuk Keenan
"Aduh, gimana dong?" tanya Mama Keenan
"Gak apa-apa tante. Aku sudah izin kok" ucap Lala
"Maaf ya, tante gak tahu."
Mereka duduk di ruang keluarga.
"Papa mana Ma?" tanya Keenan
"Tadi golf diajak temannya"
Pelayan menghampiri mereka membawa minuman.
"Hon, aku ganti celana dulu ya. Gak nyaman nih" ucapnya
Keenan meninggalkan Lala berdua dengan Mamanya.
'Astaga mau copor jantungku rasanya. Si Keenan jahat banget ninggalin berdua gitu' batin Lala
"Lama kenal Keenan?" tanya Mama Keenan
"Lumayan tante."
"Kok bisa ketemu Keenan?"
"Dulu dia magang di kantor tempat saya kerja"
"Jadi sudah lama pacarannya?"
"Enggak Tan. Baru dua bulanan. Awalnya teman biasa, terus kita loss contact pas dia beres magang"
"Terus-terus?"
"Waktu itu ketemu Keenan pas dia kecelakaan. Nah dari sana dekat lagi. Tapi masih sebatas teman curhat" ucap Lala
"Jadi, Lala tahu dulu Keenan gimana?" tanya Mama Keenan
"Iya Tante"
"Termasuk cerita mantan pacarnya yang dulu?" tanyanya
"Iya tante. Dulu sih biasa tante, saling support. Gak tahunya makin sini malah makin dekat." jujur Lala
"Oh begitu." Mama Keenan tersenyum lega.
"Kamu suka sama Keenan?" tanyanya
"Mm.."
"Ya iyalah Ma, makanya dia mau aku ajak kesini juga" ucap Keenan menghampiri mereka dengan memakai celana pendeknya yang berwarna krem.
"Mama jangan tanya macem-macem deh" pinta Keenan
"Enggak macem-macem kok, iya kan La?" ucap Mama Keenan.
"Ya sudah, Mama mau lihat dulu ke dapur. Sudah beres atau belum" ucapnya seraya berdiri
"Aku bantu Tante" Lala ikut berdiri
"Boleh. Yuk"
"Loh? Honey? Masa aku ditinggal"
"Manja banget kamu" Ucap Mama Keenan.
"Dia suka begitu La?" tanya Mama Keenan
"Hehe. Iya tante."
"Tapi tante senang loh. Keenan sekarang seperti semula. Tante harap kamu gak mengecewakan tante ya La" ucapnya seraya merangkul Lala
Lala hanya tersenyum kikuk.
"Sudah beres?" tanya Mama Keenan pada pelayan rumah
"Sudah Nyonya."
Keenan menyusul mereka ke dapur memperhatikan interaksi antara Mama dan kekasihnya. Lelah berdiri, dia pindah ke meja makan dan duduk disana. Dia melihat Lala sangat menggemaskan, hingga timbul lah ide jahilnya. Keenan berjalan ke lemari pendingin. Disana terdapat berbagai minuman. Keenan mengambil minuman bersoda dalam kaleng. Dia mengocoknya sangat kencang seraya tersenyum.
"Hon bukain dong" pinta Keenan
"Masa buka begitu saja minta dibukain pacarmu? Gak tahu malu kamu" gerutu Mama Keenan.
Tak banyak bicara, Lala mengambil kaleng soda tersebut.
Wussshhhhhhhh...
Soda menyembur kencang ke kemana-mana. Muka dan rambut Lala tak luput dari air soda tersebut. Lala menjerit begitupun dengan Mama Keenan yang nampak kaget.
"Bee astagaaa jahatnya!" Lala menggerutu kesal.
"Cuci mukanya dulu La" ucap Mama Keenan.
Dia membantu Lala mengeringkan bajunya yang terkena air soda.
"Basah begini, ganti saja bajunya. Pakai punya kakaknya Keenan ya" ucap Mama
"Enggak usah Tante."
"Sudah jangan nolak. Yuk" ajaknya menarik lengan Lala.
"Maaf honey" ucap Keenan serasa tertawa
"Keenan gak lucu! Kamu itu sudah dewasa! Kelakuanmu bikin Mama malu" ucapnya
"Gak apa-apa tante" bohong Lala
"Ayo, pakai baju aku saja Hon." Keenan menarik lengan Lala naik ke lantai atas.
"Iihhhh ngeselin" Lala menyubit lengan Keenan
"Aw.. Sakit Honey"
Mama Keenan tersenyum mendengar percakapan mereka, seraya memperhatikan keduanya berjalan menuju tangga.
"Kamu mau bikin aku malu?" tanya Lala
"Enggak. Aku suka aja lihat kamu. Lucu sih" ucapnya
"Jahatnya. Kamu kenapa sih! Kesambet kayaknya kamu" Lala masih menggerutu kesal hingga mereka tiba di dalam kamar Keenan.
"Kamu pakai kaos aku ya" ucapnya
"Nyebeliiiinnnn" Lala memukul-mukul dada Keenan.
"Aw.. Sakit honey. Udah. Udah" pintanya saat Lala dengan brutal memukulnya.
"Jahat kamu" ucap Lala
Keenan memeluknya.
"Terima kasih, Honey" bisik Keenan membuat Lala mematung.
"Terima kasih sudah mau ketemu Mama" ucapnya seraya menatap Lala. Manik mereka beradu. Degup jantung mereka seakan bersahutan saat Keenan semakin mendekatkan tubuhnya.
Cup
Satu kecupan lembut yang diberikan Keenan tepat di bibir Lala.
"Manis" bisiknya seraya tersenyum. Lala hanya mematung seolah tersihir oleh tindakan Keenan. Seketika Lala merasa gugup.
"Lagi?" goda Keenan saat tak ada reaksi apapun dari Lala.
"Keenan! Ih rese kamu!" Lala memegang bibirnya.
"Suka ya?" goda Keenan lagi. Lala menendang tulang kering Keenan hingga Keenan mengaduh kesakitan sambil memegang kakinya yang ditendang Lala.
"Sukurin!" kesalnya.
"Sayang.. Sshhh...sakit banget sumpah" ucap Keenan
"Suruh siapa kamu kayak gitu"
"Yang mana?" ucapnya masih mengangkat sebelah kakinya seraya mengusap bagian tulang keringnya.
"Ih, Keenan rese!" Lala mendorong tubuh Keenan hingga tubuhnya ambruk terjatuh di sofa.
"Diicium saja pacarku sampai melakukan kekerasan parah begini" keluh Keenan
"Mana bajunya cepetan" pinta Lala.
Keenan mengambil kaos yang masih terbungkus plastik.
"Pakai ini saja" pintanya.
Lala hendak mengambil kaos tersebut dari tangan Keenan, namun Keenan memainkannya sehingga membuat Lala kesulitan mengambilnya.
Lala menginjak keras kaki Keenan.
"Asta.. Ga..ssshhhh.. " Ucap Keenan kesakitan.
"Hon kamu beneran Hon. Sakit banget sumpah" ucapnya
Lala tak peduli, dia segera masuk ke kamar mandi.
Lala berlama-lama disana. Begitu keluar kamar mandi. Petikan gitar terdengar ditelinganya.
Ku suka matamu saat seolah kau berpaling
Ku suka lesung pipimu ketika kau tersenyum
Ku suka padamu, seluruh dunia tahu
Ku kan teruskan, sayang bersiaplah
Lala mendekati Keenan perlahan. Dia menatap Keenan dengan takjub. Suara Keenan terdengar sangat merdu ditelinganya.
Ku suka bajumu, jemarimu, dan aromamu
Ku ingin jadi jaketmu agar ku terus dekat
Ku cinta padamu, kadang menyiksaku
Namun ku bersabar, akan ku buktikan
Manik mereka beradu. Keenan masih melantunkan lagu romantisnya.
Ku mencintaimu setiap waktu
Dimanapun aku kan berada
Selamanya ku cinta padamu
Karna kau lah orangnya, kau pun tahu.
Kini Lala duduk disamping Keenan, masih menatap Keenan dengan rasa haru saat menghayati lirik lagu yang dinyanyikan Keenan
Walau setiap musim kan berganti
Kau akan selalu ada dihati
Selamanya ku cinta padamu
Karena kau lah orangnya, Lashiraku
Satu bulir air mata lolos dari mata Lala. Saat Keenan menghentikan nyanyainnya.
"Aku cinta kamu, lashiraku" ucap Keenan seraya tersenyum.
"Bee.." Lala tersenyum seraya mengusap air matanya.
"Aku romantis kan?" tanya Keenan
"Bangeet Bee." ucap Lala
Keenan menaruh gitarnya.
"Give me hug, honey" Keenan merentangkan tangannya seketika Lala berhambur dalam pelukan Keenan.
"Maaf ya aku sudah jahil. Aku sayang kamu, honey" bisiknya.
"Aku juga" balas Lala
Lala melepaskan pelukan mereka.
"Yuk turun, gak enak sama Mama kamu" ajak Lala
"Cocok banget ini bajunya Hon. Longgar sih, tapi aku suka lihatnya" Keenan menatap Lala yang memakai kaos berwarna putih dengan menggulung sedikit bagian lengan kaosnya.
"Ayo Be" ajak Keenan mengulurkan tangannya. Keenan menyambut tangan Lala kemudian berdiri. Mereka menuruni anak tangga sambil bergandengan.
'Sumpah berasa pengantin baru ditunggin mertua makan bareng' ucap Lala seraya menuju ruang makan. Disana sudah ada Papa Keenan, masih menggunakan baju olahraga.
"Kelakuan anak Papa tuh bikin malu, masa pacarnya dikerjain" gerutu Mama Keenan.
"Om" Lala menyalami Papa Keenan
"Sudah lama?" tanyanya
"Hmm.. Iya Om"
"Yuk duduk, kita makan" ajaknya
"Maaf ya La, kalau Keenan usil. Sudah lama dia insaf gak usil begini. Sekarang sama kamu malah kambuh lagi" ucap Mama Keenan.
"Gak apa-apa Tante" ucap Lala kikuk
"Iya lah, orang tadi aku juga" dengan cepat Lala menyubit paha Keenan.
"Aw.. Maksudnya tadi aku sudah minta maaf juga" ucapnya
"Sudah, sudah, ayo makan" ajak Papa Keenan.
"Yuk La, jangan malu-malu ya" ucap Mama Keenan
Lala hanya mengangguk sambil tersenyum malu.
Mereka makan tanpa bersuara membuat Lala merasa sangat malu saat hendak memasukan makanan ke mulutnya.
Selesai makan, mereka masih duduk di meja makan. Pelayan mengangkat semua piring kotor dan menggantinya dengan puding sutra sebagai dessertnya. Disana tersaji juga cake yang dibawa oleh Lala tadi.
'Buset, jamuannya ala hotel' batin Lala takjub.
"Ini yang dibawa Lala, Pa. Coba deh" Mama Keenan memberikan potongan cake pada Papanya.
"Aku mau dong Ma" pinta Keenan
"Ambil sendiri!" ketusnya
"Mama tega banget sama anaknya, Ma" ucap Keenan.
Keenan memotongnya dan memakannya sendiri.
"Kamu kerja dimana?" tanya Papa Lala
"Aku kerja di Petani Maju, Om" ucap Lala
"Pak Danu kan foundernya?" tanya Papa Keenan
"Betul Om, tapi sekarang yang megangnya"
"Reza?" tebak Papa Keenan.
"Iya, Om"
"Papa kenal?"
"Siapa yang gak kenal sama beliau" ucapnya
"Sayangnya, Kerjasama kita terhenti karena ulah kakakmu" ucap Papa Keenan
"Pa" Mama Keenan memberikan kode
"Kenapa memangnya Pa?" tanya Keenan
"Enggak. Gak apa-apa" ucap Papa Keenan.
"La, ayo dimakan lagi dessertnya. Kamu mau tambah?" Mama Keenan berusaha mengalihkan perhatian
"Enggak Tante cukup. Terima kasih" tolak Lala
"Ayo jangan sungkan" ucapnya.
Suara langkah sepatu menghentikan perbincangan mereka.
"Oh, kalian sedang bersenang-senang tanpa aku ya? Pantes gak ada yang peduli sama aku. Kalian ternyata asyik dengan orang baru" sindir seseorang yang datang menghampiri mereka.
.
.
.
Double up niiihh.. Bantu VOTE yaa.. Mau kasih tip juga boleh banget. Hehe.
Seperti biasa like dan komentarnya jangan ketinggalan. Terima kasih kesayangannya Bro Keen ^^