My Enemy, My Love!

My Enemy, My Love!
Wanita Aneh



Yang setuju Keenan Lala pacaran mana suaraaanyaa? Yuuk bantu Like dan komentarnya. Jangan lupa Vote yang banyaakk. Hehe. Terima kasih ^^


-----------------


"I.. Iya.. Aku mules nih Mas. Duluan saja. Nanti aku nyusul" ucap Keenan mencari alasan


"Apakah dirimu baik-baik saja Bro? Kalau tak baik, aku kesana menjemputmu."


"Iya. Aku gak apa-apa Mas. Cuma sedikit mules. Tadi Lala ngajak aku makan pedes nih." bohongnya seraya mendapat pelototan dari Lala.


'Sialan si Keenan, aku dijadikan tumbal.' batin Lala.


"Ya sudah, aku duluan ya Bro. Kamu jangan terlalu lama. Hal yang membosankan adalah menunggu. Kau tahu itu?" ucap Mas Pram disebrang sana.


"Iya. Iya. Hati-hati dijalan ya Mas." Keenan mengakhiri pembicaraannya.


"Gilaa.. Mereka masih disana La." ucap Keenan seraya memasukan ponsel kedalam saku celananya.


"Terus apa maksud kamu bawa-bawa namaku?" Lala protes


"Aku bingung harus kasih alasan apa lagi." ucap Keenan seraya menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Maaf ya La, aku banyak menyusahkanmu." sesalnya


"Kalau sudah sadar menyusahkan, segera berhenti Keen!" ucap Lala datar.


Keenan terdiam.


"Baru juga dimulai La"


"Bicaranya sambil jalan saja. Nanti temanmu nunggu lama." ajak Lala


Mereka terdiam, larut dalam pikiran masing-masing. Lala takut terjebak cinta dalam kepalsuan. Sementara Keenan memikirkan semua kebohongannya pada teman mereka. Tak terasa, keduanya masuk ke dalam mobil.


"La?"


"Hmm.." Lala menatap lurus


"Aku bingung harus mulai jujur darimana kepada mereka?" ucap Keenan


"ajak bicara saja mereka." usul Lala


"Jujur saja Keen. Aku tahu mereka tulus berteman denganmu." Lala menepuk oundak Keenan seakan memberi dukungan.


"Iya. Aku juga tahu itu."


"Kamu gak mau merusak pertemenanmu dengan mereka kan?" tanya Lala


"Tidak. Aku nyaman dengan mereka. Walaupun orang menganggap kami aneh." ucapnya


"Jujur saja. Sebelum mereka tahu dan murka sama kamu." timpal Lala


"Aku bingung harus bicara gimana?"


"Kamu pasti bisa mengatasinya Keen." Lala menepuk-nepuk bahu Keenan lagi.


Lama Keenan terdiam.


"Ayo jalan. Jangan buang waktu." ucap Lala yang membuyarkan lamunan Keenan.


Keenan mulai melajukan mobilnya.


"Apa sekarang saja aku jujur La?" tanyanya


"Apa kamu nyaman dengan Mira?"


"Enggak."


"Sebaiknya kalian bicara bertiga Keen."


Lala terdiam. Dia teringat sesuatu saat mengingat Mira.


"Gilaaaaa Mira gilaaaa" suara Lala mengagetkan Keenan.


"Apa sih La! Kamu suka tiba-tiba begitu! Kaget tahu!" ucap Keenan ketus


Lala tertawa.


"Kamu itu kadang dewasa kalau sedang ceramah. Kadang gila seperti barusan. Dasar aneh!" ucap Keenan yang masih kaget.


"Sorry Keen. Aku baru ingat. Tadi kamu tinggal beli minum, masa dia bilang aku menyukai pacarnya. Gak waras diaa."


"Kok bisa?"


"Gara-gara aku muji pacarnya yang selalu ada buat dia. Dia bilang aku suka sama pacarnya. Sumpah itu otaknya ditaruh dimanaa?"


"Kasihan aku sama Bang Al. Kenapa dia bisa suka sama wanita itu." Lala tak henti bicara.


"Terus dia nawarin Bang Al biar tukar sama kamu gitu Keen? Gak waras itu orang." Lala masih menggebu-gebu


"Aku setia padamu Hon" Keenan memegang tangan Lala.


'astaga.. Keen.. Please..' jantung Lala berdetak lebih kencang.


"Haha.. Gila kamu!" Lala melepaskan genggamannya kemudian memukul bahu Keenan.


Keenan hanya tertawa menerima serangan dari Lala.


"La, kita pacaran beneran saja La. Tanggung."


"Astaga..kamu gak punya harga diri Keen? Hari ini berapa kali kamu ngajak pacaran?"


"Haha.. Habis tanggung La. Masa kita kaya bocah. Pura-pura pacaran."


"Ogah! Gak ada cinta diantara kita Keenan."


"Tasya dan Pak Reza berawal dari perjodohan La. Kamu ingat itu?"


Lala terdiam.


"Kenapa? Bukannya kamu ingin punya suami tajir?" Keenan tersenyum


'Gila ini orang blak-blakan sekali. Harga diriku tercabik-cabik. Masih ingat juga itu anak.' batin Lala.


"Iya. Tapi ternyata aku gak percaya diri. Haha" Lala tertawa dibuat-buat.


"Kenapa gak percaya diri?"


"Keen, aku gak mau di rendahkan sekalipun aku rendahan. Mengertikan maksudku?"


"Loh? Siapa yang merendahkan?"


"Tadi kamu bilang apa? Aku ingin punya suami tajir? Hah! Jelas sekali aku terkesan mengincar suami tajir. Padahal aku cuma asal bicara, tapi kamu mengingatnya." ucap Lala entah kenapa menjadi kesal.


"Maaf bukan maksud menyinggung"


"Sudahlah. Yuk turun." ajak Lala saat mereka sudah tiba di parkiran.


Keduanya berjalan bersama. Keenan menghubungi Mas Pram.


"Masuk bioskop Bro Keen, Mira sudah belikan tiket buat kita." ucap Mas Pram saat ponsel mereka terhubung.


"Oke."


"Dimana katanya Keen?"


"Bioskop. Yuk." ajaknya Keenan.


Tiba di bioskop, Lala dan Keenan segera menghampiri mereka yang sedang duduk dipojokan.


"Nonton apa nih?" tanya Keenan.


Mas Pram menunjukan tiketnya.


"Sudah beli minum belum Mas?" tanya Keenan.


"Kita nunggu kamu Bro Keen."


"Ya sudah, aku yang beli." ucap Keenan


"Yuk honey, kita beli minum dulu." ajak Keenan


Keenan menggandeng Lala memesan snack dan minumam. Tak lama Bang Al dan Mira medekati mereka.


"Pesan apa kamu?" tanya Bang Al.


"ini" Keenan menujukan popcorn


"Sayang, aku mau yang biasa." ucap Mira pada Bang Al.


'Idiih najis banget bicaranya sok manja. Aku juga bisa.'


'Eh, tapi kalau aku bicara begitu. Si manusia ketus pasti malah tertawa.' Lala mengurungkan niatnya.


Setelah selesai, mereka berjalan masuk ke dalam teater.


'Wanita licik. Dia sengaja duduk di samping Keenan.' Entah kenapa rasanya Lala merasa seikit cemburu saat posisi duduk Keenan berada disampingnya dan disamping Mira.


"Keen, hati-hati wanita ular itu disampingmu." ucap Lala mendekatkan tubuhnya pada Keenan


Keenan tertawa, dia memiringkan tubuhnya sehingga menghadap Lala.


"Aku begini saja ya La." ucapnya


"Gak waras juga kamu. Duduk biasa. Tapi kesinian." ucap Lala sambil menarik baju Keenan.


Keenan menuruti perintah Lala sambil menyunggingkan senyumnya.


'Bisa-bisanya di Lala manggil si Mira wanita ular. Dasar cewek aneh.' batin Keenan


"Keen" Mira menyentuh lengan Keenan


"Hm?" Keenan menoleh ke arahnya.


"Kamu suka kan film pilihanku?" tanyanya


"Oh. Aku sih bebas saja." ucapnya singkat.


'Astagaaa... Wanita ular cari perhatian.' Lala dibuat geram.


"Bee.."


Kini Keenan menoleh ke arah Lala.


"Kamu mau buat Bang Al cemburu?" Lala melotot. Dia tak mau mengakui bahwa dirinya juga sedang cemburu.


"Iya enggaklah. Itu dia ngajak bicara, masa aku diam saja." ucap Keenan berbisik.


Lala melihat Mira sedang mencuri-curi pandang kearah mereka.


"Awas saja kalau kamu cari masalah, aku gak akan membantumu." ucapnya dengan suara tertahan dan sambil tersenyum. Tangannya mengelus-ngelus pipi Keenan.


"Iya. Enggak sayaang." Keenan mengacak rambut Lala


'Astagaa.. Sayang dia bilang? Dasar playboy! Bilangnya gak pernah pacaran. Tapi nyatanya bilang begitu lancar jaya.' batin Lala


Mereka fokus menonton.


'Duh, kenapa ngantuk banget.' batin Lala.


Dia menguap beberapa kali hingga tak terasa Lala tertidur. Keenan melihatnya lucu. Dengan sebelah tangannya, dia merebahkan kepala Lala dibahunya.


'Dasar wanita aneh' batin Keenan seraya tersenyum.