
"Dia gak bawa motor, La?" tanya Ibu
"Enggak Bu." ucap Lala
"Terus? Kenapa gak nunggu dirumah dulu sampai ojek onlinenya datang?" tanya Ibu yang masih berkutat dengan pekerjaannya
"Ibu, dia bawa mobil" ucap Lala seraya mengambil handuknya.
"Wah? Dia punya mobil, La?" tanya Ibu
"Iya ibu."
"Nyesel Ibu kalau begitu La" ucap Ibu
"Kenapa?" tanyanya heran
"Nyesel kenapa malah pesen martabak, tahu gitu pesan saja yang mahal-mahal" ucap Ibu
"Ih ibu! Gak tahu malu!" gerutu Lala masuk ke dalam kamar mandi.
***
"Bee, maaf ya kalau Ibu bikin malu. Ibu suka becanda" Lala mengirimkan pesannya pada Keenan yang baru saja pulang dari rumahnya.
Hari ini dia sangat senang. Dia sudah mempertemukan pacar dan Ibunya. Namun tiba-tiba dia teringat ucapan pacarnya.
'Aku gak berani kalau harus ketemu keluarga kamu, Keen. Aku gak kan siap' batin Lala.
Dia merasa rendah diri, takut dipandang sebelah mata oleh orang kaya seperti mereka. Terkadang dia lebih takut cintanya terlalu tinggi pada Keenan yang membuatnya tak bisa melupakan Keenan.
Lama tak ada balasan, Keenan akhirnya menghubungi Lala.
"Aku baru tiba dirumah, Hon" ucapnya begitu telepon terhubung.
"Terima kasih ya Bee. Maaf ibu bikin malu" ucap Lala
"Aku senang Hon. Ibu orangnya baik. Nerima aku." ucap Keenan
"Cuma, aku masih malu sama Ibu" tambah Keenan
"Haha.. Gara-gara ibu kader?" tanya Lala
"Kamu juga sok tahu sih, aku kan gak pernah bilang nama Ibu." ucap Lala
"Iya, dulu kan kamu bilang ibu kader Hon, makanya aku pikir namanya itu. Hahaha" Keenan kini tertawa lepas, begitupun dengan Lala. Keenan merasa konyol sendiri.
"Besok aku jemput pagi ya Hon" ajak Keenan
"Mau kemana? Taman kota?" tanya Lala
"Bukan Honeey. Pokoknya rahasia" ucap Keenan
"Iya deh. Jadi gak sabar Bee" ucap Lala sambil tertawa
"Aku juga masih kangen Hon, cuma gak enak sama Ibu kalau lama-lama" jujur Keenan
"Kok gak enak?"
"Ya kan baru pertama ke rumah. Kalau sudah sering ketemu bisa-bisa aku nginep dirumahmu Hon. Haha"
"Ih dasar. Ya sudah kamu istirahat Bee. Capek kan seharian ini" ucap Lala
"Iya. Aku mau mandi dulu ya Hon. Selamat istirahat honey. Besok pagi aku jemput. Mimpiin aku ya"
"Iya Bee.. Selamat istirahat."
Keenan merebahkan tubuhnya yang pegal . Dia menatap langit-langit kamarnya. Keenan tersenyum sendiri mengingat hal yang memalukan dirinya.
'Bisa - bisanya aku bilang ibu kader.' batinnya yang membuat dirinya tertawa.
Tiba-tiba ponselnya berbunyi, Keenan segera membacanya.
"Kuy besok tanding Futsal lawan Garuda FC" ~ Bang Al
"Kuy" ~ Mas Pram
"Dadakan banget. Izin boleh gak kakak-kakak?" ~Keenan
"Wah.. Wah.. Tumben sekali Bro Keen" ~ Mas Pram
"Haha" ~ Keenan
"Roman-romannya ada yang lagi jadi budak cinta" ~ Bang Al
"Sedalam itukah cintanya pada dia" ~ Mas Pram
"Kepalang janji Masku" ~ Keenan
"Sungguh teganya dirimu teganya teganya teganyaa ooh pada diriku" ~ Mas Pram
"Teeettt... Gadis atau janda" ~ Bang Al
"Gadis aja biar tingting" ~ Keenan
"Habis tingting dibikin bunt*ng" ~ Bang Al
"Sungguh tak sehat berteman dengan kalian" ~ Mas Pram
"Haha.. " ~ Keenan
"Bro, ajaklah si Lala futsal dulu. Baru kamu jalan. Bagaimana?" ~ Bang Al
"Oke deh. Aku tanya Yayang dulu" ~ Keenan memberikan emotion love
"Bang, muntah berjamaah yuk" ~ Mas Pram
"Aku juga ajak Yayangku" ~ Bang Al
"Si*lan kalian. Bersetongkol" ~ Mas Pram
Keenan segera menghubungi Lala. Tak lama, Lala mengangkat teleponnya.
"Baru mau. Kenapa Bee?"
"Hmm.. Besok, mau tunggu aku tanding futsal dulu? Bang Al barusan kasih kabar"
"Iya."
"Marah Hon?" tanya Keenan
"Enggak Bee. Besok jemput ya" pinta Lala
"Siap Bosku. Besok kamu langsung dandan ya Hon. Biar gak bolak balik" titah Keenan
"Iya Bee"
"Terima kasih Hon, miss you" Keenan menutup sambungan teleponnya
Dia segera memberi kabar pada temannya. Tak menunggu balasan, Keenan segera masuk ke dalam kamar mandi.
***
Keenan menunggu Lala didalam mobil dengan kostum bola kesayangannya. Kali ini, kaca mata hitam bertengger dimatanya membuatnya terlihat lebih tampan dengan rambut tebal yang menutupi dahinya.
Lala menghampiri Keenan, dia tersenyum saat masuk ke dalam mobil.
"Kamu sudah sarapan Bee?" tanya Lala
"Sudah tadi Hon." ucap Keenan
"Aku bawa burger buatan Ibu" Lala membuka kotak bekalnya dari dalam tas.
"Aku mau futsal, sayang. Nanti saja ya" ucap Keenan
"ini bekal buat aku, aku kan belum sarapan" ucap Lala seraya tertawa kecil
"Ih dasar kamu tuh" Keenan mencebikan bibirnya
"Ibu kader nanyain aku gak Hon?" tanya Keenan seraya tersenyum
"Haha.. Iya. Katanya gak kurang pagi pacarannya" ucap Lala seraya mengunyah burger miliknya.
"Aku semalam jadi ketawa sendiri Hon kalau ingat ibu. Malu iya, lucu juga iya." ucapnya
"Biar ada kesannya Bee, gak datar-datar saja" ucap Lala
"Kayaknya sama Ibu dan kamu gak bakalan datar terus La. Pasti lebih bergelombang" ucapnya
Keduanya terdiam. Menikmati pagi yang terasa indah. Keenan menyentuh tangan Lala dan menggenggamnya. Lala sendiri masih mengatur detak jantungnya yang mulai tak beraturan saat Keenan menyentuhnya.
"Maaf ya, kamu jadi nganter aku futsal Hon" ucap Keenan tiba-tiba
"Gak apa-apa Bee. Aku sih senang-senang saja" ucap Lala
"Gimana gak senang, banyak tukang dagang" ucap Keenan
"Pinternyaa pacarku" Lala melepaskan tangannya kemudian mencolek dagu Keenan.
Keenan hanya tersenyum sambil meraih kembali tangan Lala.
Tiba di taman kota, mereka melihat Mas Pram dan teamnya sedang melakukan pemanasan.
"Aku kumpul ya Hon, kamu tunggu disana." pinta Keenan
"Oke. Semangat Bee" ucap Lala
Keenan mulai bertanding sementara Lala menunggunya seorang diri. Tiba-tiba Mira datang menghampirinya.
"Baru datang Mir?" tanya Lala.
"Iya nih. Tapi cepat-cepat kesini karena tadi ada perlu dulu" ucapnya.
'Perlu apaan pagi-pagi begini? Oh mungkin dia perlu semedi di WC' gumam Tasya yang bertanya dan menjawabnya sendiri.
"Rapih sekali kamu La? Mau kemana?" tanya Mira.
"Gak tahu Keenan ngajak aku kemana. Katanya rahasia" ucap Lala yang tertawa kecil dengan sengaja
'Sama kamu bawaannya jadi ingin mancing deh' batin Lala
"Double date yuk?" ajak Mira tiba-tiba
"Hah?"
"Pasti seru La." ucapnya kemudian
"Kemana?"
"Kita ke air terjun yuk. Aku tahu tempat yang bagus" ucapnya
"Gak salah?" tanya Lala
"Gak. Seru deh pastinya. Yuk habis futsal kita kesana" ajak Mira
Lala nampak menimang ajakan Mira. Namun Mira masih berusaha meyakinkannya.
"Oke deh" ucap Lala dengan ragu-ragu
Mira menyunggingkan senyumnya membuat Lala menaruh curiga padanya.
'Dia mau berulah apa sih? " batin Lala curiga.
.
.
.
Temans seperti biasa bantu Vote yang banyak yaa.. Tinggalkan like dan komentarnya jangan lupa. Terima kasih ^^