
"Aku baru nyampe rumah ni Hon" ~ Keenan
Lala menerima pesan tersebut setelah dia keluar dari kamar mandi. Dia merebahkan tubuhnya.
"Iya. Selamat tidur." balas Lala kilat
"Kok selamat tidur sih?" Keenan tak kalah cepat membalasnya
"Terus maunya apa?"
"Lagi apa Bee? Gitu dong!"
"Idih Keen. Jangan berlebihan deh!"
"Tanya dong La!"
"Astaga! Kamu tuh maksa banget sih! Iya. Kamu lagi apa.. Mbek" Lala tertawa sendiri sambil mendekap ponselnya dan menggerkaan kakinya tak karuan.
"Jahat banget mbek. Dasar beruang hibernasi!"
"Ya ampun jahat banget dia. Tapi lucu. Astagaa." ucap Lala dengan sumringah.
"Ngapain sih kamu? Sudah kayak orang gila cengengesan sendiri." Suara lantang ibu mengagetkannya
"Ya ampun buu.. Bikin kaget saja. Aku gak mau mati karena jantungan dengar suara ibu" ucap Lala
"Kenapa sih? Kamu naik gaji?" tanya Ibu
"Ih ibu. Aku bilang aku punya pacar bu. Ibu masih gak percaya." Lala menggerutu
"Yakin ada yang mau sama kamu? Dia gak salah lihat kamu kan?" tanya ibu
"Astaga.. Ibu..sana keluar ah. Aku capek mau tidur."
"Kamu berani ngusir ibu?"
"Enggak ibu, maafkan adinda buu" Lala merekatkan kedua telapak tangannya seraya minta ampun
"Ibu kutuk jadi kaya raya kamu La." ucapnya seraya keluar kamar
"Dengan senang hari ibundaku.. Sering-sering kutuk aku begituu" teriaknya
"Biar seimbang kan sama dia." gumamnya seraya tersenyum.
"Eh, tuhkan aku belum balas pesannya dia." Lala membuka ponselnya kembali.
Keenan sudah mengirimkan pesan kepadanya lagi.
"Hon, marah? Maaf ya.. Aku becanda." ~ Keenan
"Astagaa.. Dia manis sekali. Aku gak marah sayang..." gumamnya seraya cekikikan.
"Enggak kok, tadi ibu ngajak ngobrol dulu. Yuk tidur. Besok aku kerja. Selamat tidur Bee.." Lala mengirimkan pesannya.
"Besok minggu sayaaang.. Apa aku pacaran sama nenek-nenek pelupa? Haha.."
"Ya Tuhan, aku lupa.. Duh.. Malu nih" gumamnya.
"Besok pagi aku jemput yaa..Aku mau mengajakmu kencan pagi, kita ke taman kota. Selamat tidurr honey-nya bee.." Keenan mengirimkan pesannya lagi sebelum Lala membalasnya.
"Ya Tuhan.. Gila.. Gilaa.. Gilaa.. Honey-nya Bee dia bilang. Aduh rasanya jantungku mau copot." gumam Lala seraya mengembangkan senyumnya.
"Oke Bee.. Selamat tiduurr."
***
Pagi-pagi sekali Lala sudah bangun. Dia sedang bersiap bertemu sang pujaan hati yang baru mengajaknya pacaran semalam.
Lala memakai kaos lengan pendek dan celana training. Dia menguncir setengah rambutnya membuatnya terlihat lebih muda dari umurnya.
"Selamat pagi ibuu kadeerrrr" sapanya seraya keluar kamar dengan wajah ceria.
"La? Kamu sakit?" Ibu mendekat kemudian menempelkan punggung tangannya ke dahi Lala.
"Dingin kok" ucapnya
"Iih ibu, kenapa sih?" tanya Lala
"Gak apa-apa. Apa kamu kesambet jam segini sudah bangun?" tanya Ibu
"Astaga.. Bangun pagi dibilang kesambet. Bangun siang diteriaki. Kasihan sekali diriku ini." gerutu Lala.
"Haha.. Habisnya jarang-jarang kamu begini." ucapnya seraya tersenyum
"Aku sarapannya nanti saja Bu. Aku mau olahraga dulu biar sehat dan gak marah-marah mulu kayak ibu." ucapnya riang seraya berjalan hendak memakai sepatunya
"Tumben sekali kamu. Kamu kenapa sih? Serius kamu punya pacar?" tanya Ibu
"Ya Tuhan Ibuku sendiri gak percaya anaknya ada yang suka. Nasib jadi anak ibu kader." ucapnya.
"Apa kami bilang La?"
"Enggak Bu. Anak ibu yang cantik ini punya pacar Ibu. Apa perlu aku bawa kesini?" tanya Lala
"Nanti sajalah. Ibu masih ngedata anak-anak balita se-RW. Bilang pacarmu kalau mau ketemu Ibu, Ibu sedang sibuk." ucapnya
"Astagaaa.. Lagaknya ibu kader sudah melebihi CEO perusahaan." Lala menggelengkan kepalanya.
"Aku berangkaat yaaaa. Assalamualaikum." ucap Lala setelah melihat pesan masuk dari Keenan yang tengah menunggunya di tempat seafood kemarin.
Lala berjalan dengan riang. Dia merasa jantungnya berdegup lebih kencang saat melihat sang pujaan hati duduk di atas motornya sambil menatapnya mendekat.
Keduanya tersenyum malu.
"Pagi Hon.. " ucap Keenan
"Pagi Bee.." Lala membalasnya sambil tersenyum malu.
"Ayo jalan. Jangan senyum terus" ucap Lala.
"Terima kasih." ucapnya seraya duduk di atas motor.
Keenan melajukan motornya. Keenan menarik lengan Lala agar memeluknya. Dengan malu-malu Lala menurutinya.
"Sudah sarapan Hon?" tanya Keenan.
Lala mendekatkan telinganya. Tubuhnya semakin rapat.
"Kamu sudah sarapan belum?" ulang Keenan
"Belum. Nanti disana kan banyak jajanan." ucap Lala
"Aku futsal ya Hon, kamu nanti nunggu sama si Mira." Keenan memberitahunya.
"Iya Bee.." ucapnya.
Mereka saling diam menikmati udara pagi dengan suasana hati yang cerah. Setibanya disana, Keenan memarkirkan motornya. Sementara Lala merapikan rambutnya dengan jari-jarinya. Keenan menggandeng tangan Lala mendekat ke arah lapang.
"Lalaaa.." teriak Mas Pram seraya melambaikan tangannya.
Lala membalasnya seraya tersenyum.
"Jangan mau kalau dia rangkul lagi!" ancam Keenan
"Iya Bee. Kamu cemburu?" tanya Lala
"Ya iyalah. Siapa yang gak cemburu."
"Astaga! Kamu jujur sekali." Lala tak menyangka.
"Aku posesif Hon. Kamu harus ingat."
"Iya bawel."
Percakapan mereka terhenti saat mereka tiba depan Mas Pram.
"Mas! Jangan rangkul Lala lagi." ucap Keenan
"Kamu masih dendam kepadaku Bro Keen?" tanya Mas Pram
"Aku hanya cemburu. Kau harus tahu itu." ucap Keenan
"Ya Tuhan, Bee.. Ih kamu itu."
"Dengar tuh, pacarmu saja baik." Mas Pram merasa dibela
"Hon, yuk cari sarapan. Mumpung yang lain belum datang." ajak Keenan tak mau menanggapi Mas Pram.
"Aku jajan dulu Mas. Lapar nih." ucap Lala meninggalkan Mas Pram
"Kamu mau apa?" tanya Lala
"Aku tadi sudah sarapan La. Kamu saja."
"ih, tahu gitu aku gak sarapan sendirian." gerutu Lala
"Kamu mau sarapan bareng aku sayang?" Keenan menggodanya.
"Maaf. Aku kan mau futsal. Kalau makan sekarang nanti perutku sakit kalau lari Honey.." ucapnya
"Iya."
"Aku mau bakpau saja deh." Lala menghampiri penjual bakpau. Keenan segera membayarnya.
"Bee, aku saja yang bayar." Tolak Lala tapi Keenan segera berlalu setelah membayarnya
"Selama kamu sama aku, aku yang bayar." ucap Keenan seraya berjalan.
"Gak gitu juga. Aku kan bukan istrimu."
"Terus kita harus nikah dulu biar aku bayarin kamu?" tanya Keenan
"Astaga! Sama kamu tuh semuanya dibahas"
"Kamu juga. Yang bahas duluan siapa coba?"
"Ya Tuhan. Gak mau kalah kamu itu."
"Kamu juga."
"Keen ih! Kamu rese deh!"
Keenan tertawa seraya mengacak rambut Lala.
"Pagi-pagi sudah mesra saja pasangan lebah." ucap Bang Al yang telah bergabung bersama Mas Pram
"Haha.. Iya dong. Jangan berantem mulu kayak Bang Al ya sayang." ucap Keenan pada Lala
"Si*lan kamu Bro." Bang Al melempar bola pada Keenan, dengan sigap Keenan segera menangkapnya.
"Yuk mulai. Sudah kumpul semua kan?" ucap Bang Al seraya melihat kedua kubu yang akan bertanding.
"Hon" Keenan membuka jaketnya, memberikan kepada Lala.
"Aku tanding dulu ya. Habiskan makananmu." ucapnya.
"Semangaaaat" Lala mengepalkan tangannya.
Keenan berlari ke tengah lapangan. Dan Mira mendekati Lala.
"La, kamu tahu siapa Keenan?" tanya Mira tiba-tiba
Yang minta up up terus yuuukk bantuu vote. Hehe.. Jangan lupa selalu absen hadir dengan like dan komentarnya temaannsss..
Terima kasih sudah menyukai HoneyBee ^^