
"Keen.. Ssshh.. Haaahh.. Sshhh.. Haaah pedeeesss banget." Lala menarik cairan dalam hidungnya kemudian mengusap lubang hidungnya dengan tisu yang tersedia disana.
Keenan memberikan minum miliknya kepada Lala. Lala segera menyeruputnya.
"Bisa gak sih anggun sedikit La!" ucap Keenan
Lala masih sibuk dengan mulutnya yang terasa pedas. Dia tak menghiraukan ucapan Keenan meski sedikit mengganggu hatinya.
Keenan menatap Lala dengan mulut memerah. Dia tak habis pikir kenapa bisa menyukai wanita yang duduk dihadapannya.
'Dari segi wajah biasa saja, bukan termasuk kedalam tipeku. Kelakuannya gak ada anggun-anggunnya, gak terlalu tinggi juga, berisik, bicara seenaknya.Tapi kenapa aku bisa terbuka sama dia? Aku juga gak rela dia dideketi Mas Pram' ujarnya dalam hati
"Kenapa?" tanya Lala
"Gak.. apa-apa." ucap Keenan tergagap
"Habis ini mau kemana?" tanya Keenan.
"Pulang."
"Owh." Keenan mengangguk-ngangguk
"Kenapa?" tanya Lala
"Gak apa-apa La." ucapnya
***
Keenan melajukan motornya menuju rumah Lala. Sepanjang perjalanan, dia memikirkan apa yang membuatnya suka pada Lala. Entah kenapa, tiba-tiba saja dia merasa bingung dengan perasaannya sendiri kepada Lala.
Motor tersebut berhenti di depan minimarket tempat tadi mereka beradu argumen.
"Kenapa disini?" tanya Lala.
"Memang kenapa?"
"Kamu gak mau mampir?" tanya Lala
"Enggak La."
"Kamu marah gara-gara tadi?"
"Enggak juga. Aku hanya lelah dan sedikit ngantuk." ucapnya
"Oh ya sudah. Hati-hati dijalan. Awas jangan tidur dijalan." ucap Lala malas berdebat
"Oke. Aku pulang ya.." ucap Keenan.
Keenan melajukan motornya menjauh dari Lala. Sementara Lala, berjalan menuju rumahnya dengan perasaan senang.
Ditengah perjalanan, dia berpapasan dengan sebuah sepeda motor yang berjalan pelan seolah mengamatinya.
"Mbak Lala?" sapa orang bersepeda motor itu
"Loh? Mas Izam?" pekik Lala tersenyum. Hatinya memang sedang senang.
"Mbak Lala mau kemana?" tanya Izam
"Aku mau pulang Mas. Mas Izam sendiri.. "
" Aku pindah kesini Mbak" ucapnya
"Serius Mas? Sebelah mana?" tanya Lala
"Itu, yang depannya ada pohon cemara udang." ucap Izam
"Oh rumah itu?" Lala mengangguk-ngangguk sambil tersenyum
"Panggil Lala saja Mas. Aku masih muda loh." ucap Lala
"Oke. Oke." Izam tersenyum
"Lala sendiri tinggal disebelah mana?"
"Tiga rumah seberang Mas Izam. Rumah cat kuning." ucap Lala
"Kamu.. Anaknya Ibu Tita?" tanya Izam
"Loh? Mas Izam kenal sama Ibu aku?" tanya Lala
"Waah.. Pantesan." Izam tertawa kecil
"Kenapa?"
"Cerewetnya sama." ucapnya seraya tertawa lepas
"Ih Mas Izam jahat." Lala bersungut.
"Haha.. Maaf becanda." Izam tertawa
"Aku tahu itu serius kok Mas." gerutu Lala
"Jangan gitu dong Mbak, eh La. Kamu makin lucu kalau begitu." ucapnya keceplosan
"Hah? Apa Mas?"
"Enggak." ralatnya cepat
"Kamu dari mana?" Izam mengalihkan pembicaraan
"Aku habis dari taman kota." ucapnya seraya tertawa
"Wah, rajin olahraga juga La." ucapnya
"Hehe.. Enggak Mas. Cuma jajan saja disana." balas Lala
"Mas Izam mau kemana?" tanya Lala
"Aku mau ke minimarket. Ya sudah aku jalan dulu ya." ucapnya seraya pamit.
Lala kembali berjalan menuju rumahnya.
"Assalamualaikum Ibuuuu" ucap Lala begitu masuk ke dalam rumah.
"Loh? Kok sepi?" gumamnya.
"Ya ampun, si Ibu kader nonton film India sampai ketiduran begitu." ucap Lala
Lala segera mematikan televisi. Dia kembali ke depan untuk mengunci pintu rumahnya. Lala segera bergegas ke kamar mandi karena badannya yang sudah terasa lengket.
Saat mandi, Lala tak henti bernyanyi lagu dangdut.
"Ke mana pun ada bayanganmu
Di semua waktuku ada bayangmu
Kekasihku" ~ Evi Tamala
"Tariik Maang.. " ucapnya seraya mengarahkan shower di depan bibirnya bak penyanyi profesional.
Jatuh cinta membuatnya lebih gila dari biasanya. Dia tak henti memikirkan Keenan.
Selesai mandi dan berpakaian santai, Lala segera melihat ponselnya. Disana tak ada satupun pesan masuk dari Keenan.
"Kasihan, mungkin dia kelelahan" gumam Lala seraya tersenyum
Lala merebahkan tubuhnya yang lelah. Tak lama dia tertidur.
***
"Lalaaaaaa banguuun" ucap ibu diambang pintu kamarnya
"Anak perawan tidur sore-sore." Ibu menggerutu keras
"Laaaaa."
"Ibu ya ampun.. Kepala aku sakit nih diteriakin mulu. Bisa gak sih Ibu gak teriak-teriak?" ucap Lala kesal
"Habis kamu malah tidur. Heh, maghrib itu gak boleh tidur. Disambet wewe gombel tahu rasa kamu." ucap Ibu
"Bukan di sambet lagi. Tapi lagi dimarahi wewe gombel" ucap Lala yang langsung mendapat pukulan dilengannya.
"Aw.. Sakit Bu."
"Dasar anak kurang asem." gerutu Ibu
"Bisa-bisanya mau maghrib masih tidur." gerutunya tak henti
"Yeee.. Yang tadi tidur sambil nonton India siapa?"
"Ya itukan ketiduran." Ibu mengelak
"Ya samalah. Aku juga ketiduran di kasur." Lala tak mau kalah
"Dasar kamu itu, kalau diomongin orang tua selalu saja ada jawabannya." Ibu makin kesal
"Makanya jangan cerewet." ucap Lala.
Ibu keluar dari kamarnya. Begitupun dengan Lala segera ke kamar mandi untuk mencuci mukanya.
Setelah selesai, dia kembali ke kamar untuk mengambil ponselnya.
"Ih, masa dia gak ngehubungi sama sekali?" batin Lala
"Dasar ngeselin" gumamnya lagi.
Dia keluar kamar dengan membawa ponselnya. Kemudian duduk disamping Ibu.
"Masak apa Bu?" tanya Lala
"Lihat saja sendiri ah. Ibu malas jawab" ucapnya
"Ya Tuhan. Barusan juga nyahutin, tinggal bilang saja kenapa sih Bu."
"Ya biar surprise lah. Bukannya kamu suka surprise-surprise begitu." ucap Ibu enteng
Lala malas menanggapi omongan Ibunya. Dia memilih diam sambil menatap layar televisi.
"Bu, ibu kenal Mas Izam?" tiba-tiba dia teringat pada Izam.
"Izam siapa?"
"Itu rumahnya yang seberang kita? Baru pindah."
"Oh, anaknya Bu Gunawan?" tanya Ibu
"Ya mana ku tahu dia anaknya siapa."
"Tapi dia kenal sama Ibu." ucap Lala kemudian
"Masa sih? Sebegitu terkenalnya ibu." ucapnya seraya tersenyum bangga
"Iya! Terkenal karena cerewetnya!" gerutu Lala
"Kamu kenal sama anaknya Bu Gunawan?" tanya Ibu
"Satu kantor sama aku Bu."
"Wah? Moga saja jodoh kamu La. Ibu suka sama dia. Sopan banget ketemu Ibu, ramah, ganteng juga." ucap Ibu
"Apa sih Ibu, jodoh-jodoh! Aku sudah punya pacar Bu" Lala sewot
"Baru pacaran ini La, masih bisa ditikung." ucap Ibu asal
"Ibu, anakmu ini bukan jalan raya, gak bisa di tikung." ucap Lala menggebu
"Aku itu tipe setia Bu." ucapnya kemudian
"Ya gimana gak setia, orang baru pacaran sekarang."
"Ya ampun si Ibu.. Gak usah sejelas itu dong Bu." ucap Lala
"Aku mau makan ah!" ucapnya merasa kesal dengan si Ibu.
'Si Keenan kemana lagi? Kalau aku beneran di tikung tahu rasa kamu!' batinnya
Tak lama, terdengar suara ketukan pintu.
"La, lihat siapa tuh." ucap Ibu
"Aku mau makan Bu." gerutunya seraya berjalan ke depan untuk membuka pintu.
"Assalamualaikum.. " sapa seseorang diluar
"Waalaikumsalam" balasnya begitu membuka pintu.
"Loh.. "
.
.
.
Siapa yang datang coba? Mau tahu? Vote yang banyak duluuu dong. Like dan komentarnya kangan ketinggalan temans, oke? Terima kasih ^^