
"Kamu tahu siapa Keenan?" tanya Mira lagi.
"Maksudnya?" Lala nampak membaca sesuatu.
'Apa dia tahu Keenan itu siapa? Masa sih? Dia kan gak kasih tahu ke siapapun' batinnya Lala
"Mmm.. Maksudnya kamu kenal Keenan sejauh apa?" ralat Mira
"Hmm.. Ya, setiap hari aku masih belajar mengenalnya sih Mbak."
"Mira saja. Kita seumuran kayaknya." ucap Mira
"Jadi kamu baru kenal Keenan?"
"Aku kenal sudah beberapa bulan yang lalu. Dulu dekat biasa waktu di kantor, eh malah pas pisah jadi luar biasa" Lala tertawa.
"Oh"
"Sudah lama pacaran sama Bang Al?" tanya Lala
"Lumayan lah. Sampai aku hapal watak semua temannya. Apalagi Keenan." ucapnya seraya tersenyum
'Deuuhh mbaknya mau manasin kompor? Salah Mbak, yang mbak deketin bensin. Biar meledak sekalian.' batin Lala
"Oh. Memang Keenan kayak gimana orangnya?" tanya Lala penasaran dengan jawaban si Mira
"Keenan orangnya pendiam, humoris juga, ya gitu-gitulah kalau kumpul. Sedikit tertutup juga." ucapnya
"Oh gitu?"
'Pendiam? Iya dulu. Waktu aku gak kenal dia. Sekarang mah boro-boro. Ngajak pacaran saja maksa. Pendiam dari mana!' batinnya.
'Tertutup? Okelah tertutup sama mbaknya. Sama aku enggak tuh! Baru ketemu lagi saja sudah diajak ke istananya. Kalau kamu tahu, makin nguber-nguber dia pastinya!' batin Lala
"Memang kamu beneran gak tahu?" tanya Mira meremehkan
"Aku gak tahu dia pendiam. Karena kalau sama aku cerewetnya minta ampun." Lala tersenyum
Mira memasang wajah sebalnya.
'Makanya Mbak, jangan maen bensin. Kesamber kan? Sukurin!' batin Lala senang.
Peluit berbunyi nyaring tanda babak pertama berakhir.
Keenan duduk disamping Lala.
"Nih Keen." Mira memberikan air mineral pada Keenan
"Aku ada ini Mir." Keenan menunjukan air mineral milik Lala.
'Itu orang gila apa ya? Pacarnya depan mata dia masih sok perhatian sama dia. Haaah..!' Lala kesal
"Kok gak dihabisin sih makanannya Hon?" tanya Keenan
"Aku mau makan sama kamu Bee." ucap Lala dengan sengaja.
'Gimana mau makan? Si rubah ngajak ngobrol terus.' batin Lala.
"Dasar manja." Keenan mengacak rambutnya.
"Capek Bee." tanya Lala
"Lumayan. Kamu sibuk sendiri." Keenan melirik Mira kesal.
"Maaf, tadi aku ngobrol sama Mira." ucap Lala
Mas Pram dan Bang Al mendekat ke arah mereka. Pram, Keenan dan Bang Al membahas permainannya.
"Jalan yuk ah." ajak Mas Pram
"Masa tiap hari aku ketemu kamu terus sih Mas." protes Keenan
"Haha.. Apa kau bosan denganku Bro Keen? Kau sungguh keterlaluan sekarang kepadaku." ucap Mas Pram
"Haha.. Aku maunya berduaan sama Lala. Gimana dong." ucap Keenan
"Mes*m kamu ya." ucap Bang Al
"Dikit sih Bang. Haha"
"Bee ih." Lala melotot
"Bohong Bang, jangan percaya."
"Mau iya juga gak apa-apa La, asal tanggung sendiri." Bang Al nyengir.
"Ih Bang Al sama saja."
"Ya sama La, mereka sekarang sama-sama mes*m. Hanya aku disini yang polos" ucap Mas Pram.
"Iya Mas, kamu memang pobia." ucap Bang Al
"Kok pobia toh?"
"Polos biad*b maksudnya. Haha" Bang Al dan yang lainnya tertawa puas.
"Ah kamu terlalu si*lan!" gerutu Mas Pram
***
Lala masih menunggu Keenan melanjutkan permainannya. Sesekali Keenan melirik ke arahnya kemudian tersenyum.
'Ya Tuhan.. Gak nyangka banget aku sama dia bisa sejauh ini.' batin Lala.
Lala tersenyum sendiri saat melihat Keenan. Sementara Mira melihatnya tak suka. Dia kembali mendekati Lala.
"Jalan yuk habis ini." ajak Mira
"Mm..Kamu memang gak jalan berdua sama Bang Al?" tanya Lala
"Ah sudah bosen. Aku lebih suka rame-rame" dalihnya
"Oh"
"Kenapa?" tanya Mira
"Dia pasti mau. Percaya deh. Dia tuh susah buat nolak kalau di ajak." ucap Mira yang seolah tahu segalanya.
"Iya. Nanti aku tanya dia dulu." ucap Lala
Lama keduanya menunggu akhirnya pertandingan mereka berakhir.
"Ciee yang cetak gol. Keren banget Keen." ucap Lala.
'Dasar nenek-nenek, pasti dia lupa nama panggilan.' batin Keenan
"Aku hebat kan?" ucap Keenan.
"Sayang, aku antar pulang kamu dulu. Terus nanti gantian. Mau kan?" tanya Keenan
"Kamu mau ke rumah aku?" tanya Lala
"Kalau boleh." bisiknya
"Habis itu ke rumahku, aku juga kan mau ganti baju." ucap Keenan
"Aku gak diajak ke rumahmu Bro Keen?" tanya Mas Pram yang tak sengaja mendengar perkataan Keenan.
"Haha. Janganlah Mas, nanti kamu kaget lagi liat rumahku." Keenan tertawa
"Bee.."
"Becanda sayang"
"Iya dong Keen. Kamu perasaan suka menghindar kalau bahas rumah. Santai saja sih Bro." ucap Bang Al
"Haha.. Kok jadi mojokin gini sih? Ngapain kalian mau ke rumahku? Kayak anak bujang mepetin anak gadis tahu gak." ucap Keenan
"Gak apa-apa sih. Cuma kita sudah lama temenan, kamu saja yang selalu menghindar." ucap Bang Al tajam
"Apa kamu punya rahasia Bro Keen? Katakanlah." ucap Mas Pram
"Haha.. Enggak Mas"
"Kalau gak ada ya sudah yuk ke rumahmu Keen. Aku juga penasaran. Kita kan sudah tahu rumah masing-masing. Tinggal. Rumahmu yang jadi misteri." sindir Mira
"Wah, serius nih. Nanti kalian kaget kalau ke rumahku." ucap Keenan masih dengan nada becanda
"Kenapa? Santai saja lagi. Pertemanan kita tulus. Gak perlu begitulah." Bang Al menepuk pundak Keenan
Lala hanya diam tanpa bersuara. Dia takut keceplosan
"La, kamu yang sudah tahu rumahnya bujuk dia dong." ucap Mira
"Haha.. Aku gak ikutan deh."
Keenan melihat ke arah Lala. Sorotan matanya tak dapat Lala tebak.
"Eh, kita ke wahana bermain saja yuk?" ajak Keenan
"Wah, dia mengalihkan pembicaraan." ucap Mas Pram
"Haha.. Sialan dia tahu saja." ucap Keenan.
"Yuk ah, cabut. Ngapain maksa dia." ucap Mira sinis
"Oke. Aku antar Lala dulu pulang. Kalian tunggu saja disini. Nanti ke rumahku." ucap Keenan merasa terpancing
"Kenapa kita gak ke rumah Lala bareng-bareng saja?" tanya Mas Pram.
"Janganlah. Nanti kalian rusuh. tunggu ok?"
"oke deh. Aku mau makan dulu. Lapar juga." ucap Mas Pram
"Ya sudah, ayo Hon. Aku antar kamu dulu." ucap Keenan.
"Bentar yaa." Lala dan Keenan meninggalkan mereka.
"Kamu serius mau ajak mereka kerumah?"
"Huum. Mau gimana lagi."
"Terus Mira?"
"Sudahlah. Biarin Hon."
"Nanti makin gencar deh ngejar kamu." ucap Lala
"Cemburu ya?"
"Enggak. Paling rusak pertemanan kamu sama Bang Al." jawab Lala enteng.
"Ih begitu banget, kamu gak cemburu sama aku Hon."
"Ngarep banget kamu, aku harus cemburu sama kamu."
"Ya iyalah."
"Dasar aneh kamu tuh!"
"Kamu yang aneh. Masa gak cemburu."
"Astagaa..kamu maksa aku cemburu?"
"Ya enggak. Terserah hati kamu mau cemburu apa enggak. Tapi kalau kamu gak cemburu ya keterlaluan."
"Bentar. Ini apaan sih kita berebut cemburu segala." ucap Lala
Mereka saling pandang dan tertawa bersama
"Jadi gila aku pacaran sama kamu." ucap Keenan
.
.
.
Absen kehadiranyaaa manaa? Komen dan like yaa.. Bantu Vote juga dong. Oke? Makasih teman-temankuu ^^