
Keenan melajukan mobilnya dengan sedikit gelisah.
"Hon.. Ibu galak gak sih?" tanya Keenan
"Kamu dari tadi nanyanya itu terus Bee? Santai saja lagi. Ibu cuma lebih cerewet saja" ucap Lala
"Hon, aku tampan kan?" tanya Keenan
"Haha.. Kenapa? Ih itu dihidung ada upil tuh" ucap Lala yang membuat Keenan refleks memegang hidungnya.
"hahaha.. Aku gak pernah lihat kamu sepanik ini Bee" ucap Lala
"Aku baru sekarang ngapel ke rumah cewek, Honey. Kamu beruntung." ucap Keenan
"Wow.. Aku tersanjung Tuan Muda." ucap Lala tersenyum.
Tak terasa mereka tiba didepan rumah Lala. Rumah sederhana yang dibeli secara dicicil oleh Ibu Tita dengan peluhnya.
"Kamu nervous Bee?" tanya Lala
"Sangat, Hon" ucapnya
Seketika Lala terbahak.
"Jahat kamu, aku lagi kayak begini, kamu malah ngetawain" ucapnya.
"Haha.. Lucu. Gemes tahu gak lihat muka kamu." ucapnya
"Aku rapih kan Hon?" tanya Keenan lagi
"Ayo turun" ajak Lala tanpa menjawab Keenan.
Keenan mengambil kotak kue yang diletakannya di kursi belakang.
"Assalamu'alaikum ibuu" teriak Lala yang membuat Keenan sedikit terlonjak.
"Hon, suara kamu"
"Hehe maaf, Bee lupa" ucapnya
"Wa'alaikumsalam." jawab Ibu dari dalam
"Bee, kamu tunggu disini ya.. " ucap Lala
Keenan mengedarkan pandangannya. Rumah sederhana itu nampak asri dan bersih. Keenan merasa nyaman disana.
Lala masuk ke dapur. Disana, Ibu sedang sibuk membuat kulit lumpia.
" Bu.."
"Apa?"
"Sedang apa?" tanya Lala ragu
"Kamu pulang-pulang katarak atau buta La? Masa gak bisa lihat ibu lagi ngapain" ucap Ibu
"Hehe.. Basa basi Bu"
"Halah, Pakai basa basi. Ada maunya kamu?" tanya Ibu.
"Iya. Kok tahu sih? Ibu jangan-jangan kembarannya Mbak You Mari You peramal itu kan?" tanya Lala
"Kurang asem" Ibu tersenyum
"Bu, aku bawa pacar." ucap Lala singkat
"Mana?" ucapnya dengan lantang.
"Matiin kompor La" Ibu bergegas ke depan.
"Astaagaa.. Si ibu, ini ditinggal gitu saja." ucap Lala.
Lala segera membuatkan minum dan membawa cemilan untuk Keenan.
"Ekheem.. " Ibu tiba diruang tamu.
Keenan segera berdiri.
"Ibu.." sapa Keenan.
Ibu tersenyum.
"Teman Lala?" tanya Ibu
"Iya Bu" Keenan menyalami Ibu
"Tanganmu dingin sekali. Kenapa? Deg-degan ketemu Ibu ya?" usil Ibu
"Hehe.. Iya Bu" jujur Keenan sambil tertawa kikuk membuat Ibu juga tertawa.
"Duduk" titah Ibu. Keenan duduk menghadap Ibu.
"Eh, siapa namamu?" tanya Ibu
"Keenan, Bu. Siapa nama ibu?"
'Ya Tuhan. Begoo.. Kenapa malah nanya nama si Ibu' Keenan merutuki dirinya.
"Nama saya?" tanya ibu seraya tersenyum
"Hehe.. Enggak Bu. Aku sudah tahu." ucap Keenan.
"Siapa?" tanya Ibu penasaran
"Ibu Kader" ucap Keenan polos
Ibu terbahak seketika.
"Kok, kamu tahu saya kader?" tanyanya
"Iya, Lala pernah bilang begitu Bu" ucap Keenan.
"Haha.. Lucu banget. Kamu polos, Nak. Pantesan si Lala mudah deketin kamu." ucap Ibu
"Kamu teman Lala atau pacarnya?" tanya Ibu lagi
"Dari teman jadi pacar Bu" Keenan menggaruk tengkuknya malu.
"Jangan tanya macam-macam, Bu." ucap Lala seraya membawa nampan. Dia meletakan diatas meja.
"Diminum, diminum" ucap Ibu.
Keenan langsung meraihnya.
"Terima kasih" ucapnya kemudian meneguk air yang dibawa Lala.
"Ibu, sana ih. Kasihan dia kayak disidang" ucap Lala
"Nak siapa namamu tadi?" tanya Ibu
"Keenan Bu."
"Nah iya. Keenan kerja?" tanya Ibu
"Baru lulus kuliah Bu" ucapnya
"Oh. Kok bisa ketemu Lala?" tanyanya lagi
"Ibu, sudah ih Bu. Ibu kayak lagi Q And A artis online saja" ucap Lala
Keenan tersenyum mendengar ucapan Lala.
"Ibu cuma pengen tahu" jawab Ibu
"Di taman kota" Keenan jujur
"kantor" Lala menjawab berbarengan.
"Loh gak kompak begini. Kalau kuis udah kalah nih" ucap Ibu
"oh ya ampun disamain sama kuis." ucap Lala membuat Keenan tersenyum
"Dulu kita ketemu di taman kota, terus Keenan magang dikantor aku. Begitu Ibu" ucap Lala
"Oh." ibu manggut-manggut
"Ibu sudah sih. Itu kan Ibu lagi di dapur. Nanti kemalaman beresnya." ucap Lala
"Oh iya lupa. Ya sudah. Lanjut aja ya. Ibu ada kerjaan. Tahu kan kalau Ibu tukang kue?" tanya Ibu
'Yah, si Lala kenapa gak bilang. Tahu gitu tadi beli buah saja!' batin Keenan
"Dia juga bawa kue buat Ibu" ucap Lala memberikan kue tersebut
"Ibu tukang kue, tapi Ibu juga terima kok kalau dikasih kue dari orang" ucap Ibu menyeringai
"Dasar si Ibu"
"Besok-besok bawa martabak telur saja yaa" usil Ibu
"Iya Bu"
"Ibuu.. Gak tahu malu ih si Ibu dasar."
"Hehe.. Becanda Nak Keenan. Tapi kalau dibawain, ibu pasti suka" ucapnya seraya masuk ke dalam rumah.
Keenan menghembuskan nafasnya secara kasar. Seolah merasa lega setelah berbincang dengan Ibu barusan.
"Lucu banget kamu Bee" ucap Lala
"Aku nervous tahu Hon" ucapnya.
Lala meraih jemari Keenan.
"Kamu dingin gini Bee. Haha lucu"
"Iya lah. Ketemu Ibu kamu. Beda lagi kalau ketemu Ibu Bang Al atau Mas Pram" ucapnya
"Bedanya apa?" tanya Lala
"Aku kan ketemu Ibunya pacarku. Kalau jodoh ya jadi calon mertua aku dong Hon" ucapnya
"Ih dasar"
"Bee, terima kasih sudah mau ke rumah" ucap Lala
"Sama-sama. Nanti orang tuaku pulang, kamu juga harus ketemu orang tuaku" ucap Keenan
"Hah? Aku.. "
" Aku tahu, tenang saja. Mereka baik Hon" ucap Keenan.
'Ya iyalah baik kata anaknya kalau sama aku? Belum tentu juga' batin Lala
"Hon, Nama Ibu, Bu Kader kan?" tanya Keenan
"Hahaha.. Bukan Bee" Lala terbahak
"Serius?" tanya Keenan terkejut
"Terus siapa namanya? Aku tadi salah dong Hon? Ya Tuhan, kesan pertamaku" Keenan mengacak rambutnya.
"Haha.. Kamu gak tahu kader apa? Masa iya ada nama manusia Kader. Ibu-ibu lagi. Logika saja sih Bee" Lala masih tertawa
"Apa sih? Bener gak sih nama ibu?"
"Ibuku namanya Bu Tita. Kader itu ya karena dia petugas posyandu gitu. Masa kamu gak tahu artinya kader?" tanya Lala
Keenan menggeleng.
"Terus kenapa kamu bilang kader sih?" tanya Keenan
"Ya karena dia sibuk jadi petugas posyandu gitu. Makanya aku bilangnya Ibu Kader" ucap Lala
"Ya Tuhan, gimana dong Hon? Aku malu sama Ibu' ucapnya
"hahaha.. Santai sih Bee.. Kamu formal banget. Ibu saja sama kamu biasa saja" ucap Lala
"Ya gak enak Hon, kesan pertamaku itu" ucap Keenan
"haha.. Kelihatan banget kamu itu amatiran" Lala masih tertawa
"Awas ya, nanti juga kamu sama kalau ketemu orang tuaku" ucap Keenan
"Haha.. Enggak. Aku sudah Pro" ucap Lala
"Gak mungkin. Di cium saja gemeteran" sanggah Keenan seraya berbisik
"Haha.. Please lah Bee. Gak usah bahas itu ih."
"Hon, aku pulang ya?" ucap Keenan
"Serius pulang sekarang?" tanya Lala
"Iya. Besok aku jemput ya Hon" ajak Keenan
"Mau kemana?" tanya Lala
"Ada deh."
"Aku mau pamit sama Ibu" ucap Keenan.
"Ibuu, Bu Kadeeerrr" Lala berteriak
"La!" Keenan malu sementara Lala hanya tertawa
"Keenan mau pamit Bu"
"Iya sebentar" ibu tak kalah berteriak
'Gila teriakan mereka' batin Keenan.
Ibu menghampiri mereka dengan senyumnya. Keenan ikut tersenyum sambil berpamitan dan mencium punggung tangan Ibu. Ibu mengantarkannya sampai teras rumahnya.
"Aku pamit Bu" ulang Keenan
"Iya. Hati-hati yaa" ucap Ibu
"Eh Keenan" Ibu memanggilnya.
"iya bu?" Keenan berbalik
"Jangan lupa, martabak telur" Ibu menyeringai.
.
.
.
Temaaans maafkan yaa kemarin gak up, aku kurang fit. Terima kasih masih setia menunggu HoneyBee yaa..
Bantu terus like dan komentarnya. Jangan lupa Vote jugaa. Oh ya, yang males baca. Boleh bisa dengarkan audionya loh. Terima kasih ^^