
Yep! Si Tuan Muda kini beraksi. Dia membariskan anak-anak setelah menukar uangnya pada para pedagang, Keenan membagi mereka secara adil dan merata kecuali si anak songong yang menjebaknya pada situasi ini.
Kegiatannya menyita perhatian warga kampung, namun membuatnya excited. Uang yang tidak seberapa bagi dirinya, membuat anak-anak kampung merasa senang dan bahagia. Beberapa anak bahkan memamerkan uang yang sedang mereka pegang. Ada juga yang langsung berlari menuju pedagang yang menyaksikannya membagikan uang.
"Terima kasih Om Ganteeeng" teriak mereka berbarengan.
Beberapa anak bahkan mengajak bicara Kenzie. Kenzie yang antusias melihat anak-anak ingin mendekat pada mereka. Tapi si posesive Keenan, menjauhkan anaknya agar tak tersentuh. Dia meminta Bang Al menggendong Kenzie menjauhi mereka.
Keenan merasa tersanjung setelah mendengar ucapan terima kasih yang dilontarkan anak-anak secara kompak. Sementara Lala hanya menggelengkan kepala saat melihat aksi suaminya. Kegiatan Keenan sukses menjadi buah bibir mengalahkan acara hajatan yang digelar.
Kini Keenan masuk kembali dengan senyum merekah. Dia tahu, kali ini dialah super starnya.
"Haha.. Gila. Yang kawin siapa yang nyawer siapa." cetus Keenan saat setelah melahap sepotong semangka.
"Semua yang ada disini keluar cuma lihat aksi kamu, tahu." kini Lala memangku Kenzie.
"Diluar ekspetasi Daddy itu Mom. Padahal bukan hal ini yang mau aku lakuin." ujarnya.
Lala menatapnya curiga. "kamu mau ngapain lagi? Jangan bikin hal aneh deh. Ini di kampung orang. Kamu nyuapin aku saja mereka melirik-lirik. Aku jadi gak nyaman."
"Tenang Hon. Yang ini sih berfaedah buat si Mas Pram." ujar Keenan penuh arti.
Tiba-tiba ponselnya berdering.
"Sudah tiba? Oke saya ke depan." ujarnya Keenan tanpa basa basi.
"Sayang, kamu tunggu disini ya. Aku mau ambil kado pernikahan untuk Mas Pram."
"Loh, ambil dimana?" Lala merasa heran saat Keenan tiba-tiba membuka blazernya dan menggulung lengan kemejanya.
Lala mengedarkan pandangannya ke sekitar. "Bahkan kamu menggulung kemeja pun tak luput dari pandangan mereka." cetus Lala yang membuat Keenan ikut mengedarkan pandangannya.
"Mari kita narsis sekali-kali." ujar Keenan sambil menaik turunkan alisnya.
Kamu mau kemana sih?" tanya Lala penasaran. "Aku di tinggalin terus deh!" protesnya.
"Janji cuma sebentar, Honey. Aku mau cium kening kamu, nanti mereka menjerit heboh lagi." goda Keenan agar istrinya gak marah. Dan benar saja, Lala tersenyum ge'er setelah mendengar ucapan Keenan.
"C'mon Bro. Kita berikan kado buat Om Pram." Keenan mengangkat tubuh Kenzie dari pangkuan Lala.
"Aku masa gak di ajak."
"Kamu tunggu sebentar, nanti Daddy ajak. Daddy ambil dulu kadonya sebentar." ujarnya.
Keenan menepuk bahu Bang Al yang sedang fokus menatap layar ponsel miliknya kemudian keduanya keluar.
"Bisa turunkan dua, Pak?" tanya Keenan pada seorang lelaki berkaos hitam.
"Saya ambil tali dulu." ujarnya.
Kenzie begitu senang menatap kado yang hendak diberikannya untuk pernikahan Mas Pram.
"Kamu suka, Bro? Nanti kita beli ya." ujarnya pada Kenzie.
"Kamu yakin mau bawa ke dalam?" tanya Bang Al
"Why not? Biarkan kita jadi tranding topik di kampung ini. Hahaha."
"Gila!"
"Kegilaanku berfaedah ya, daripada kalian menahanku di kamar lain yang buat si Lala murka."
Bang Al hanya tertawa mengingat kejadian konyol tersebut. Mereka memperhatikan gerak gerik bapak tersebut.
"Mbeeee" satu kambing bersuara saat diturunkan dari mobil pick up.
"Astaga! Ini dia jinak Pak?" tanya Keenan yang sedikit takut. Pasalnya sekarang dia menggendong Kenzie.
"Gak apa-apa Pak. Dia jinak." ujarnya dengan santai sambil menurunkan 1 ekor kambing lainnya.
"Semua gak di turunkan?" tanya Bapak tersebut menatap 8 kambing yang masih di atas mobil.
"Gila saja. Nanti rusak Pak acaranya. Haha" ujar Keenan membuat bapak tersebut tertawa.
"Bapak sudah beli yang saya minta?" tanya Keenan kemudian
"Oh iya, hampir saya lupa." Bapak tersebut berputar kembali ke samping kemudi. Dia membawa plastik besar.
"Apa itu?" Bang Al mengambil plastik dari tangan si Bapak.
"Buat apa?" tanya Bang Al membuka plastik tersebut. "Kamu gak bisa ke kamar mandi emangnya?" tanyanya kemudian.
"Gila! Buat kambing lah. Kamu mau tiba-tiba kambing itu mengeluarkan sukro hitam di tempat hajatan Mas Pram?"
"Anjr*t Keenan luar biasa! Hahaha..."
"Pak, tolong pasangkan popok ke kambingnya, Pak." ujar Keenan.
Bapak tersebut terbahak tak percaya. Tapi dia melakukan apa yang Keenan perintahkan. Dia merobek pelastik kemudian memasangkan popok dewasa yang menggunakan perekat pada dua kambing yang di turunkannya. Demi sebuah harga kambing yang dibayar tanpa ada tawar menawar oleh Keenan, si bapak ya nurut saja.
"Sisanya buat kambing yang lain?" tanya si Bapak.
"Buat Bapak saja, barangkali Bapak mau coba" canda Keenan. "Ini gimana bawanya? Di seret?" tanyanya. Dia nampak kebingungan.
"Saya temani." ujar Bapak itu.
Begitu masuk kembali ke dalam tenda, semua mata tertuju pada Keenan yang tersenyum sambil menyeret kambing. Seketika Lala membulatkan matanya tak percaya. Sementara Mas Pram terbahak sambil bertepuk tangan melihat kelakuan mereka.
"Happy Wedding Maaass" teriak Keenan.
"hahahaha... Orang gila!" Mas Pram tak kalah girang.
"Ku serahkan dia padamu. Dan kawan lainnya menanti di depan." ujar Keenan
"Apa lagi?" tanya Mas Pram mengambil tali dari genggaman Keenan.
"Yuk ke depan. Tapi foto dulu dong biar ada kenangannya." pinta Keenan yang mendadak narsis.
Keenan memanggil Lala agar naik ke atas panggung. Lala yang takut, memilih diam di tempat bersama Kenzie daripada harus menanggung resiko yang tidak diinginkan.
Kini Pasangan pengantin, Keenan, Bang Al dan juga dua ekor kambing berfoto mesra layaknya keluarga. Untungnya si Kambing tidak berulah. Barulah setelah menjepret si kambing bersuara.
"Mbeeeee" seketika tawa yang ada disana pecah.
***
"Sumpah demi apa Abaaang kelakuan kamu, astaga! Aku gak tahu lagi harus bilang apa." Lala nampak frustasi sementara Keenan masih tersenyum senang.
"Aku sudah bilang, Surprise yang berfaedah."
"Ya kamu, masa kadonya 10 ekor kambing? Gila saja!" ketus Lala
"Siapa tahu dia mau ternak kan sayang. Kita sudah bantu modal loh buat dia."
"Kelakuanmu. Tuhan, jangan sampai Kenzie mengikuti jejak Bapaknya."
"Bapak - bapak!" Keenan selalu protes dengan panggilan tersebut.
"Aku gak ngerti, kenapa kamu sampai kepikiran ngasih kado binatang." tanya Lala heran
"Aku awalnya mau kasih tiket honeymoon, tapi setelah dia bilang, nikahnya di kampung, aku mikir apa yang cocok untuk hadiah mereka."
"Dasar!"
Bang Al bergabung dengan mereka di ruang tengah setelah membersihkan dirinya.
"Sayang sekali, ini di kampung, Bro. Kita gak bisa bebas ngerjain Mas Pram." ujar Bang Al
"Haha.. Sudah cukup dia syok saat melihat kambing." Keenan masih terbahak.
"Tapi rasanya aku kurang puas."
"Jangan keterlaluan. Kalian gak tahu kan sifat Renata seperti apa? Kalau dulu kalian kenal aku lebih lama. Sekarang sama Renata kan jarang bertemu juga." ujar Lala.
"Tuh, untungnya istriku gak minta balas dendam." ujar Keenan.
Kini Keenan mengajak mereka berjalan-jalan menikmati kampung yang asri tersebut.
"Itu kambing kok bisa bebas begitu sih? Pemiliknya gak takut, kambingnya di curi orang?" tanya Lala pada Keenan yang melihat kambing bebas berkeliaran.
"Ini di kampung. Kejahatan tidak seramai di kota, Hon."
"Oh ya?"
"Palingan kejahatan paling tinggi disini ngambil celana dalam di jemuran." ujar Bang Al yang membuat Lala terbahak.
"Astaga. Buat apa?" Keenan mengerutkan keningnya.
"Sensasinya itu loh. Hahaha" mereka terbahak lagi.
"Jangan-jangan hobby kamu Bang, hafal betul."
"ah s*alan! Aku masih suka isinya."
"Stop! Kasihan anakku mendengar ocehan kalian yang vulg*r terus." protes Lala.
"Aku suka suasana disini." Lala merentangkan kedua tangannya.
"Kenzie pegang, Mom." protes Keenan
"hehe.. Iya iya."
Keenan sedikit berlari kemudian berbalik dan merentangkan tangannya. "Kenzie.. Come to Daddy."
Lala melepaskan pegangannya, membiarkan Kenzie berlari ke arah Daddy Keenan. Keenan terus mundur saat Kenzie mulai mendekat.
" Abang awaaasss..."
Seketika Keenan terdiam. Dia menatap sendal yang dikenakannya.
"hahahaha... Tuh hadiah dari kebo buat kamu, Dad"
.
.
.
Yuhuuuu yang mau ngado buat Mas Pram yuukk vote, like dan komentarnyaa.
Follow juga igehku : only.ambu
Terima kasih ^^