
"Capek Bee?" tanya Lala saat mereka telah menyelesaikan pertandingannya.
Lala memberikan air minum pada Keenan, dan Keenan langsung meneguknya.
"Lumayan." ucapnya.
"Nanti kita pulang ya Hon" ajak Keenan
"Pulang kemana?" tanya Lala Heran
"Ke rumahku" Keenan memainkan alis tebalnya.
"Ih kamu. Jangan-jangan rahasia yang kamu bilang semalam itu, memang ke rumahmu" gerutu Lala
"Haha.. Bukan Hon. Tadinya mau ngajak kamu ke pantai. Tapi malah ada pertandingan, ya sudah. Keburu siang juga." ucap Keenan
"Huh! Padahal seru ke pantai Bee." Lala cemberut.
"Maaf Honey, minggu depan ya?" bujuk Keenan.
"Oh ya Bee, si Mira ngajak ke air terjun."
"Air terjun? Dimana?" tanya Keenan menyelidik
"Entahlah. Cuma dia ngajaknya sekarang" ucap Lala
"Sekarang? Disini kan gak ada air terjun Hon. Enggak deh. Sudah agak siang begini. Pasti air terjun di kota sebelah kan? Nyampe sana jam berapa coba? Nanti keburu sore juga. Aku gak mau kamu kecapean, besok kamu harus kerja." ucap Keenan
"Terus kita mau kemana sayaaang?" tanya Lala yang senang saat merasa Keenan begitu perhatian
"ke rumahku honeey. Ya ya?" ajak Keenan
"Nanti kamu macem-macem lagi Bee" tolak Lala
"Semacem doang Hon" elak Keenan
"Ih tuhkan kamu"
"haha.. Lucu banget sih kamu Hon"
Blush
'Bisa saja sih Kang Mas' batin Lala
"La, ayo kita jalan" ajak Mira menghampiri mereka
"Gak deh Mir. Aku capek." tolak Keenan
"Hmm..terus kamu maunya kemana dong Keen?" tanya Mira
'Dih, orang gila. Masa nanya cowok aku sih!' kesal Lala
"Ya terserah kamu sama Bang Al mau kemana. Kok tanya aku sih!" Ucap Keenan jengah
"Mak.. Maksudku, kamu sama Lala memang mau kemana?" tanya Mira
"Ya mau pulang lah!" ketus Keenan
"Hah? Boleh kita ikut ke rumahmu Keen?" tanya Mira
'Ah s*alan salah bicara sama si Mira' batin Keenan
'Buseet! Gak tahu malu minta ikut ke rumah cowok!' kesal Lala
Keenan menatap Lala, Lala yang kesal memalingkan mukanya.
"Loh, kalian sedang apa toh?" Mas Pram mendekat ke arah mereka
"Mas, kita ikut ke rumah Keenan yuk?" ajak Mira
"Kuuy" Mas Pram semangat.
Keenan melotot ke arah Mas Pram. Mas Pram yang baru sadar merasa bersalah pada Keenan.
"Eh, aku lupa mau ada perlu Mir" ucap Mas Pram
"Ya sudah, kalau kamu gak mau. Aku saja sama Bang Al" ucap Mira
'Ah s*alan wanita itu!' batin Keenan
"Ya sudah, ayo Bee ajak saja ke rumahmu" Lala tersenyum dibuat-buat
Keenan menatap Lala, dia berbicara dengan sorot matanya seolah tak terima.
"Yuk sayangku, cintaku" ajak Lala menarik lengan Keenan sengaja.
"Loh La?" Mas Pram nampak heran
"Yuk Mas, mau ikut ke rumah Keenan?" ajak Lala yang kesal
"Boleh La?" tanya Mas Pram yang merasa mendapat lampu hijau.
"Boleh banget Mas. Iya kan Bee?" Lala tersenyum manis pada Keenan yang nampak kesal.
"Ya sudah kita ke air terjun saja!" ketus Keenan
"Gak usah Keen, gak apa-apa kita ke rumahmu saja" tolak Mira
"Dirumahku ada yang sakit Mira, sorry lain kali saja" ucap Keenan
"Loh? Siapa yang sakit Bee? Bukannya.."
"Papa sudah pulang honey." bohong Keenan
"Oh" Lala percaya
"Harusnya kita jenguk Papamu Keen" ucap Mira
"Papaku gak suka ada yang menjenguk Mir" tolaknya
"Ya sudah jadinya mau kemana?" tanya Mas Pram
"Pulang masing-masing sajalah" ucap Keenan
"Ada apa ini?" tanya Bang Al yang baru bergabung dengan mereka setelah berbincang dengan rekannya yang lain.
"Makanya kamu jangan ngerumpi melulu dong Bang!" ketus Mira
'Buset ini orang, gila parah!' batin Lala pada Mira
"Maaf Yang, tadi bahas turnamen." ucap Bang Al
"Kalau gak boleh ke rumahmu, kita sesuai dengan rencana awal saja. Aku gak mau pulang masing-masing. Kan aku sama Lala sudah sepakat ke air terjun" ucap Mira
'Heeeiii orang gila! Siapa yang sepakat denganmu! Kamu yang paksa aku tadi' batin Lala
Keenan menatap Bang Al, dia memberikan kode pada Bang Al.
"Mm.. Sayang, kamu mau ke air terjun yang waktu itu?" tanya Bang Al
"Iya sayang. Mau kan?" Mira memeluk lengan Bang Al
"Itukan lumayan jauh. Perjalanan tiga jam. Disana paling sebentar, terus keburu malam nanti pulang lagi kesininya" ucap Bang Al
"Makanya kalau mau liburan itu harusnya direncanakan Mira" kini Mas Pram memberikan suara
"Kenapa sih kalian pada gak mau!" ketus Mira
"Ya sudah, kita ke Mall saja. Kita nonton biar aku yang traktir! Dari pada ribet begini" ajak Keenan
'Ih ini orang sok-sok-an jadi pahlawan! Gimana kita mau berduaan!' batin Lala
"Ya sudah ke Mall, ya? Aku maunya kan rame-rame sama kalian begini" Mira menatap Keenan seraya tersenyum.
Sayangnya Bang Al melihat gerak gerik Mira yang membuatnya sangat cemburu.
"Aku gak bisa Mir! Aku ada perlu!" ketus Bang Al.
'Astagaaa ribet sekali. Gara-gara makhluk satu itu' batin Lala
"Kok gitu sih Bang?" Mira menatap Bang Al tajam
"Ya aku lupa, tadi ibu nyuruh aku ke rumah Om" bohong Bang Al yang tersulut cemburu
"Tapi masa kamu ingatnya mendadak sih! Kamu bohongkan Al!" ketus Mira
"Ya sudah bubar bubar bubar" potong Mas Pram melihat perdebatan mereka
"Aku cabut ya, Yuk Hon" Keenan menarik lengan Lala meninggalkan mereka yang sedang berdebat.
"Keen.. Keenan!" panggil Mira
"Ikuuut woy" teriak Mas Pram, menyusul mereka
"Gila Mas, pacarnya Bang Al ribet banget orangnya" gerutu Lala pada Mas Pram yang kini berjalan sejajar dengannya.
"Memang La, aku heran kenapa Bang Al mau bertahan dengannya" ucap Mas Pram
"Dia juga terang-terangan suka sama pacarmu, La" ucap Mas Pram
"Eh, maksudnya-maksudnya" Mas Pram keceplosan
"Aku sudah tahu Mas. Santai saja." ucap Lala
"Syukurla La. Hahah aku sudah takut" Ucap Mas Pram
"Makanya punya mulut jangan ember terus Mas!" ketus Keenan
"Haha.. Sorry Bro" ucap Mas Pram tulus
"Loh, aku kira kamu bawa motor Bro" ucap Mas Pram begitu Keenan mendekat ke arah mobilnya.
"Kasihan pacarku kepanasan Mas" Keenan mengangkat alisnya.
"Ih apa sih Bee" Lala tersenyum malu
"Budak cinta dasar." cibir Mas Pram
"Aku balik duluan ya Bro, Dadah Lala." Mas Pram menuju motornya.
"Akhirnya kita berdua Hon" ucap Keenan seraya masuk ke dalam mobil
"Ih aku sebel banget sama si Mira, Bee!" Lala mengepalkan tangannya
"Br*ngsek tahu Bee! Masa dia terang-terangan banget sih deketin kamu! Kesel aku" ucap Lala.
Keenan menatapnya seraya tersenyum.
"Kenapa Bee? Ada yang salah?" Lala salah tingkah
"Kamu cemburu yaaa" goda Keenan seraya tertawa
"Ih Kamu! Memang kamu gak cemburu kalau aku di goda lelaki lain?" tanya Lala
"Itu sih ngajak perang!" ucap Keenan
"Sumpah Hon, aku juga gak nyangka si Mira minta ikut. Itu kalau si Bang Al tahu lebih awal pasti dia ngamuklah" ucap Keenan
"Si Mira tuh kayak gak punya harga diri tahu gak Hon!" lanjutnya
"Hus! Kamu itu Bee."
"Memang benar kok. Cewek terang-terangan mepetin teman pacarnya. Dan si pacarnya yang sadar, b*go banget. Malah nyuruh aku yang menjauh. Kenapa dia gak larang ceweknya? Pan gobl*k itu si Bang Al" ucap Keenan
"Ya cocok dong mereka berdua Bee" ucap Lala
"Haha.. Iya honey." ucapnya
"Terserahlah mereka mau kayak gimanapun. Yang jelas, kita saling terbuka dan makin akur, Hon" ucap Keenan
"Kamu tuh, jangan ada rahasia" tuduh Lala
"Lah? Aku ada rahasia apa coba? Dari awal yang terbuka itu siapa?" keenan balik bertanya
"Iya iya. Kamu Bee.. Terima kasih" Lala mencolek dagu Keenan
"Ih kamu genit ya, colak colek terus" ucap Keenan
"Hehe.. Habis gemes banget sama kamu."
"Disayang dong, di sun kek. Masa di colek saja kayak sabun Hon"
"Ih maunya itu mah"
"Iya dong, mau banget."
"Bee, mau jalan enggak. Atau mau ngobrol disini" ajak Lala
"Maunya sama kamu"
"Dasar. Gombal terus"
"Serius tahu Hon" ucap Keenan
"Iya, ayo buruan ih." ajak Lala
"Gak sabar ya kamu ke rumah aku?" goda Keenan
"Ih! Apa sih Bee! Orang aku nyuruh kamu biar cepet mandi tahu!"
"kita gak bisa ngapa-ngapain sayang kalau dirumah. Banyak mata yang lihat kita" ucap Keenan
"Ih, memang mau ngapain?"
"Pacaran."
"Mandi Bee. Ayo ah."
"Sun dulu dong"
"Ogah!"
"Ya sudah gak mau jalan."
"Keenan!"
"Yes Baby"
"Ayo jalan" ajak Lala. Keenan hanya menempelkan telunjuk di pipinya sambil mengetuk-ngetuknya.
"Keenan Wijaya mes*m"
"Hahaha.. Gitu doang masa mes*m" ucap Keenan yang mulai menekan tuas persneling.
Seketika Lala menyondongkan tubuhnya dan mengecup singkat pipi Keenan yang membuat Keenan sedikit kaget namun tersenyum. Keenan menekan kembali tuas persneling ke posisi parkir. Dia membuka sabuk pengamannya.
Dengan satu gerakan, Keenan menarik tengkuk Lala. Dia mendekatkan wajahnya pada wajah Lala yang membuat Lala seketika memanas. Detak jantungnya terdengar seketika. Hembusan nafas saling menyapu, Keenan memejamkan matanya saat bibirnya hendak menempel di bibir Lala, hingga dengan refleks tangan Lala mendorong wajah Keenan menjauh dari wajahnya.
"Bee.. " Lala sedikit merasa bersalah
"Kamu gak mau ya?" Keenan nampak kecewa
"Ini di umum sayang." Lala mencari alasan
"Maaf. Aku belum siap Bee." ucapnya kemudian.
"It's oke." Keenan memakai sabuk pengamannya dan menjalankan mobilnya.
Suasana menjadi sedikit lebih canggung. Lala hanya diam sambil mengatur detak jantungnya. Sementara Keenan fokus menatap jalanan.
'Duh, masa sih semarah itu aku tolak' batin Lala
'Gak enak begini jadinya' batinnya kemudian.
"Bee.. "
" Hmm.. " Keenan masih menatap jalanan
"Kamu marah?" tanya Lala
"Enggak" ucapnya singkat
"Kamu marah kan, jadi diamkan aku begini" ucap Lala. Keenan tak menyahutinya.
"Bee.. "
"Aku merasa ditolak saja La" ucapnya datar
"Maaf. Aku belum siap Bee" ucapnya. Keenan hanya diam.
"Memang kamu pacaran selalu begitu Bee?" tanya Lala
"Maksudnya?"
"Apa kamu tiap pacaran begitu?" tanya Lala
"Tiap pacaran bagaimana maksudmu?" Keenan melirik Lala sepintas
"Maksudku, ya dulu pacaran apa itu terus" tanya Lala
"Ya kamu jangan bod*hlah. Itu kan naluri. Gak setiap saat melakukan itu" ucap Keenan
"Kenapa? Kamu kira aku mes*m?" tanya Keenan.
"Enggak Bee. Aku gak ngira kamu begitu"
"Oke. Aku gak akan menyentuhmu kalau begitu" ketus Keenan
"Kok kamu begitu sih Bee? Aku kan cuma bilang belum siap" ucap Lala
"kalau pipi, oke gak masalah. Kalau yang itu.. Kamu ta.. "
" Aku gak akan lakukan lagi La" potong Keenan cepat
"Terserah kamu Bee" ucapnya.
'Ngeselinnya kumat lagi kan. Tahu gitu pulang saja lah ke rumah.' batin Lala
Mereka terdiam cukup lama hingga tiba dirumah Keenan. Keenan turun terlebuh dahulu, sementara Lala mengekorinya.
'Mentalku saja belum kuat kalau harus ke rumahnya. Apalagi dalam keadaan begini' batin Lala sambil berjalan menuju ruang tamu.
"Kamu tunggu disini. Aku mandi" ucap Keenan
"Iya" ucap Lala singkat.
Keenan meningalkan Lala menghampiri pelayan rumah.
"Selamat siang tuan muda, ada yang bisa saya bantu?"
"Buatkan minuman untuk pacarku. Aku mandi dulu" ucap Keenan singkat
"Baik tuan muda" ucapnya
"Kemajuan besar, tuan muda punya pacar lagu sekarang. Aku gak sabar melihat pacarnya" gumam pelayan rumah seraya masuk ke dapur.
Lala memainkan ponselnya sambil menunggu Keenan. Hingga dia membenarkan posisi duduknya saat pelayan datang.
"Nona silahkan diminum" ucapnya.
"Terima kasih Bi" ucap Lala
"Maaf saya membuatkan orange jus, kalau tidak suka saya ganti, Nona" ucapnya sopan
"Gak masalah Bi. Saya suka kok" balas Lala cepat.
"Baik kalau begitu. Saya permisi Nona" ucapnya meinggalkan Lala
Sementara di atas, Keenan sedang berendam untuk meredakan amarahnya.
'Bisa-bisanya dia nolak! Sumpah harga diri mau dikemanakan!' kesal Keenan
"Dia mau bermain-main denganku?" gumam Keenan
"Ah siaal!" kesalnya. Keenan membuang air dalam bathtub.
Dia beranjak. Menuju shower, membersihkan seluruh tubuhnya disana.
Keenan keluar dari kamar mandi dengan melilitkan bathrobe miliknya. Keenan memandang dirinya dari pantulan cermin besar yang berada di kamar mandi.
"Kamu itu jinak-jinak merpati La." gumamnya.
Keenan membiarkan rambut basahnya berantakan. Dia memilih kaos dan memakainya.
Disisi lain, Lala menunggunya hampir satu jam. Dia sudah bosan menunggu Keenan seorang diri. Lala membuka tutup aplikasi dalam ponselnya, namun hal itu tak menghilangkan rasa bosannya.
'Si Keenan sengaja buat aku menunggu gitu? Kurang ajar itu bocah. Apa dia mau balas dendam dengan cara ini?' gumamnya dalam hati.
'Apa aku telepon dia? Masa iya aku harus meneleponnya? Tapi menunggu kayak gini juga gak enak. Tuhaaan aku ingin pulang rasanya' batinnya tak henti bicara.
Minumannya tak tersetuh sedikitpun. Rumah bak istana tersebut tak membuatnya nyaman sama sekali.
'Terserahlah dia mau marah atau enggak! Aku mending pulang saja!' batin Lala
"Keen kamu masih lama? Aku sudah satu jam menunggumu mandi. Kalau kamu memang sengaja, aku pulang saja" Lala menatap ponselnya. Hingga sebuah notifikasi 'terkirim' membuatnya menghembuskan nafas kasar.
Lala kemudian berdiri, dia merapikan sedikit bajunya. Lala melangkahkan kakinya ke arah pintu.
"Honeey!"
.
.
.
Temaans dukung terus yaa HoneyBee. Ajak teman, saudara atau siapapun buat baca juga. Jangan lupa absen dengan like dan komentarnya. Oya, vote juga yang banyak. Biar aku semangat nulisnya. Terima kasih ^^