
"La.. La.. Bangun.." Keenan mengguncang tubuh Lala dengan bahunya.
"La.." Kini Keenan mengguncangnya keras
"Oh, ya ampun udah habis filmnya Keen?" ucap Lala saat melihat lampu gedung teather sudah sudah menyala dan tak ada seorangpun disana.
"Sumpah kamu ngeselin banget sih La!" ketus Keenan
"Apaan sih!"
"Kamu sudah nonton gratis, malah tidur pula!" ucap Keenan kesal.
"Aku ngantuk tahu! Gara-gara kamu kan! Aku semalaman kurang tidur!" Ketus Lala keceplosan sambil merapikan rambutnya
"Kok gara-gara aku? Apa karena kamu nervous mau janjian sama aku?" tanya Keenan
"Percaya diri banget kamu! Enggak lah! Ngapain nervous" Lala tak mengakuinya
"Temanmu mana?" Dia mengalihkan pembicaraan
"Nunggu di luar. Bangunin kamu itu kaya bangunin beruang lagi hibernasi tahu gak!" ketus Keenan
"Jahat banget babon!" Lala tak mau kalah
Seketika Keenan tertawa.
"Ayo buruan!" ajak Keenan. Dia menggandeng Lala.
"Sana jalan! Apaan sih gandeng terus, gak ada temen kamu juga!" Lala melepaskan pegangannya.
"Haha.. Iya ya."
Mereka keluar bioskop, sementara Mas Pram, Bang Al dan Mira menunggunya.
"Kalian habis bersihin teather ya? Lama sekali" protes Bang Al sementara Mira menatap Lala tak suka.
"Hehe.. Sorry Bang."
"Kalian ganti deh namanya jangan honey dan bee" ucap Mas Pram
"Jadi apa tuh Mas?" tanya Bang Al
"Turtle and Egg." ucapnya disertai tawa mereka.
"Habis mereka itu gak ada gesit-gesitnya. Sudah kayak kura-kura toh. Kura-kura dan telurnya" ucap Mas Pram.
"Kau begitu si*lan pada kami, Mas" ucap Keenan
"Ayo kemana lagi kita?" Ajak Mira
"Keen, pulang yuk?" ajak Lala berbisik pada Keenan.
Keenan menatapnya kemudian menganggukan kepalanya.
"Kawan, aku pulang duluan ya. Lala kelelahan nih. Dia mau istirahat." ucap Keenan
"Kamu lelah kenapa La? Lelah tidur?" ketus Mira
"Hehe.. Iya Mbak Mir." Lala kikuk
'Itu orang kenapa si Resenya kebangetan!' batin Lala
"Aku tahu kenapa kamu ingin pulang? Pasti ingin berduaan dengan si kura-kura kan?" Tuduh Mas Pram
"Iya lah Mas. Kita gak tiap hari bisa berduaan." balas Keenan
"Bro Keen, dilarang berduaan. Nanti yang ke tiganya setan." ucap Mas Pram
"Pantesan kalian selalu bertigaan Bang, ternyata bawa-bawa setan." Keenan tertawa. Begitupun dengan Lala.
"Bee.." Lala mengulum senyumnya
"Sungguh Bro Keen sekarang jahat kepadaku." Ujar Mas Pram
"Maafkan dia ya Mas, biar nanti aku beri dia pelajaran." Lala menimpali.
"Kamu mau kasih aku pelajaran apa Hon?" Keenan merangkul tubuh Lala gemas.
'Astaga! Ini orang seenaknya saja!' batin Lala. Lala melihat Mira menyaksikan mereka dengan tatapan tak suka.
"iiih.. Malu Bee.." Lala mencubit pinggang Keenan kencang seraya tersenyum.
'Macam-macam si Babon!' gerutu Lala dalam hati.
"Aw.. Sakit sayang." kini Keenan tersenyum sambil menatapnya seraya mengeratkan giginya.
"Sungguh pemandangan yang menjijikan. Kalian membuatku iri." ucap Mas Pram
"Haha.. Maaf Mas. Makanya, aku sama Lala pulang duluan ya. Masa waktu kencanku dipakai bareng kalian. Gak asik dong." Keenan tertawa.
"Sana! Pergilah kau ke ujung dunia. Dehidrasi di Gurun Sahara. Hilang di segitiga bermuda." ujar Mas Pram.
"Teeett.. Lirik lagu 'Parasit'" jawab Lala mendengar ucapan Mas Pram.
"Bener La. Waah kamu pinter."
"Mas Pram suka lagu itu?"
Mas Pram mengangguk.
"Ya Tuhan, pacarmu ternyata gila juga Keen." ucap Bang Al
"Haha.. Ya ampun. Maaf. Aku suka lupa diri kalau sama Mas Pram." ucap Lala
"Sudahlah La, kau harus menjadi diri sendiri saja. Oke? Bagaimana kalau kamu menggantikan posisi Bro Keen saja La. Aku sepertinya lebih cocok denganmu." ucap Mas Pram
"Loh? Kok gw? Dari pada melangkahi mayatku lebih baik 'Terus melangkah melupakanmu. Belah hati perhatikan sikapmu.'"
"Teeet..menghapus jejakmu." Lala menjawabnya cepat.
Mereka tertawa.
"Kalian kekanakan sekali sih!" Mira jengah. Dia melangkah meninggalkan mereka.
"Sayang? Mir.. Mira.." Bang Al mengejar pacarnya
"Kasihan sekali Bang Al. Pacarnya gak ada asyik-ayiknya." gumam Lala menatap punggung kedua orang yang berjalan menjauh dari mereka sambil melipat kedua tangannya.
"Iya bener La. Aku juga kasihan." Mas Pram merangkul Lala ikut menyaksikan mereka.
"Aku pacaran sama dia kayaknya gak akan kuat. Lebih berat daripada nahan rindunya si Dipan pada Mi luak" Keenan merangkul Lala.
Keenan melihat tangan mas Pram tertindih ditangannya.
"Mas woy! Cewek aku Mas! Si*lan main rangkul saja!" Keenan tak terima
"Haha.. Sory Bro. Aku lupa. Habis dia orangnya asik"
"Iya gak La?" Mas Pram mengepalkan tangannya didepan Lala.
Lala menyambutnya sehingga kedua kepalan tangan itu beradu.
"Ayo pulang Hon!" Keenan menarik lengan Lala emosi. Rasanya dia tak terima dengan perbuatan Mas Pram pada Lala
"Woooyy kemana Bro? Tunggu akuu." ucapnya seraya menyusul mereka.
"Sana pulang Mas. Aku mau kencan." ucap Keenan mengusir Mas Pram.
"Kau tega Keen?" Mas Pram pura-pura murung.
"Aku marah padamu Mas." ucap Keenan menarik lengan Lala.
"Maaasss selamaat tinggaaal." Lala membalikan setengah badannya seraya melambaikan tangannya.
"Bye kalian. Seru punya temen baru kayak kamu La." Mas Pram tersenyum kemudian berbalik.
"Loh? Parkiran motor kan disana? Kok dia kesana?" Mas Pram menunjukan tangannya berlawanan arah. Dia menggaruk tengkuknya.
"Dasar cinta membuat orang jadi bodoh." gumamnya seraya berjalan.
***
"Sudah jauh Keen. Lepas." ucap Lala
Keenan melepaskan tangan Lala. Tapi dia merasa masih kesal pada Lala.
"Aku gak suka ya kamu terlalu dekat dengan Mas Pram." ucap Keenan ketus.
"Loh? Kenapa? Dia tuh seru banget."
"Aku gak mau! Cukup kenal tapi gak dekat." ancam Keenan
"Memang kenapa?"
"Aku bilang kan gak suka!" Keenan menatapnya tajam. Dia membuka pintu mobil untuk Lala.
"Masuk." titahnya.
Lala masuk ke dalam mobil dengan heran.
"Aku gak ngerti sama sikap kamu Keen." ucap Lala datar.
"Kamu tuh seenaknya banget tahu gak sama aku!"
Keenan terdiam.
"Ya, karena aku.. Aku gak mau saja kamu dekat-dekat mereka."
"Loh?itu kan temanmu?" Lala tersenyum meledek
"Iya mereka temanku. Tapi aku gak minta kamu dekat dengan mereka. Aku minta kamu pura-pura jadi pacarku dan hanya dekat denganku." ucap Keenan.
"Sepertinya ada yang gak beres dengan otakmu Keen."
"Kok aku? Kamu yang gak beres." Keenan tak mau kalah
"Loh kok jadi aku?" Lala tak faham
"Kamu genit sama Mas Pram." ucap Keenan
"Genit? Darimana genitnya? Aku genit?" Lala tertawa.
'Apa sih maunya!'
"Kamu meladeni mereka."
"Kamu mau aku kaya Mira?" tanya Keenan
"Ya enggak gitu juga."
"Terus?"
"Aku tuh gak ngerti sama kamu Keen. Kamu selalu seenaknya saja sama aku. Aku bukan budakmu. Kamu tu.. "
Keenan menarik lengan Lala mendaratkan ciumannya di bibir Lala membuat Lala seketika melebarkan matanya.
Lanjuutt? Lanjut gak niih? Like dan komennya mana? Bantu vote juga dong. Hehe.. Makasih ^^