My Enemy, My Love!

My Enemy, My Love!
Bersikap Manis



"Weeeiisss langkahin mayat Bang Al dulu, kamu Mas!" ucap Keenan


"Apa sih bawa-bawa aku Bro!" Bang Al protes


"Haha.. Cemburuan banget sih Bro" ucap Mas Pram


"La, kalau kamu marah, dia galau banget tahu" ucap Mas Pram


"Mas! Anj*r lah gak usah bilang-bilang juga" ucap Keenan


Lala mematung, dia tak menyangka.


"Betul. Makhluk frozen tiba-tiba uring-uringan. Haha" Bang Al menimpali


"Bongkar teruuss bongkar semua" ucap Keenan


Lala sedikit tersentuh dengan ucapan mereka.


"Masa sih Mas? Dia kalau bareng aku.. " Keenan menyumpal mulut Lala.


"Honey, kamu jangan ikut-ikutan mereka deh." ucap Keenan.


"Bee aku lagi ngomong juga" gerutu Lala


"Aku cium juga kamu disini" ancam Keenan


"Ih ngomongnya" Lala menyubit lengan Keenan


"Sadiiisss Mas, bar-bar juga dia mau nyium pacarnya depan kita." Ucap Bang Al


"Yuk Yang, kita juga kayak mereka kalau begitu" ucap Bang Al pada Mira


"Apa sih kamu! Jangan norak deh!" Mira mendelik sebal.


'Kasihan banget Bang Al, pacarnya gak punya rasa humor' batin Lala


"Bee, ayo sudah jam segini." Lala menyentuh tangan Keenan dan memperlihatkan jam yang melingkar ditangannya.


"Kok bentaran banget sih La? Aku kan masih kangen" ucap Mas Pram


"Jangan denger Sayang, inget kan yang ke tiga itu siapa?" ucap Keenan santai


Lala tertawa mendengarnya.


"Terlalu sopan kau Bro"


"Yuk Hon, dengerin dia mah gak ada habisnya." ajak Keenan


"Aku duluan yaaa... Bye teman-teman" pamit Lala


"Laaa.. Aku padaku." ucap Mas Pram


"Aku padanya Mas, gimana dong?" Lala menggelayut manja dilengan Keenan.


"Haha.. Dengar kan Mas?" ucap Keenan bangga.


"Akan ku kejar kau sampai ke ujung dunia La" ucap Mas Pram


"Kejauhan Mas, cari aku di Petani Maju, ngapain ke ujung dunia?" timpal Lala


"Makanya, pinteran dikit kalau mau gombal Mas" ucap Keenan merangkul Lala


"Yuk Honey" ajaknya. Keenan dan Lala berjalan menjauh dari mereka.


"Pasangan serasi. Bikin iri nih" ucap Mas Pram


"Kita juga pasangan serasi, iya gak Yang?" Bang Al merangkul Mira.


***


"Bee, beli itu dulu yuk?" ajak Lala


Keenan mengernyitkan dahinya.


"Asem kali Hon?"


"Buat Bu Tasya, Bee" ucap Lala


"Mantan gebetanmu" Lala tertawa


"Jangan dibahas!" ketus Keenan


"Kenapa? Nyesek yaa.. Sabar.." Lala mengusap punggung Keenan


"Please Hon, gak lucu tahu!" ketus Keenan


"Bee.. " Lala mengingatkan


"Kamunya jangan mancing dong Hon!" ketusnya lagi


"Iya.. Iya.. "


" Bang, mau tiga ya Bang mangganya." ucap Lala


"Siap mbak" ujar pedagang itu


"Bee.. Kamu mau?" tanya Lala


"Enggak."


"Masih marah?"


"Enggak, Honey" Keenan menyunggingkan senyumnya dengan terpaksa. Dan Lala hafal betul.


'Mana mungkin, dia bisa berubah dalam sehari.' batin Lala memakluminya.


"Yakin?" tanya Lala menatap Keenan yang ada dibelakangnya


"Ini mbak" pedagang memberikan kantong plastik berisi mangga pada Lala


"Oh sebentar Bang" Lala membuka dompetnya, dengan cepat Keenan membayar buah tersebut.


"Bee, biar aku saja" ucap Lala


"Makasih bang" Keenan mulai berjalan. Sementara Lala berjalan cepat menyeimbangkan langkah mereka.


"Bee, terima kasih ya. Nanti aku bilang, ini kamu yang beli" Lala menyeringai.


"La, kamu ingin aku berubah kan! Kamu sendiri dari tadi yang mancing-mancing terus! Kamu sadar gak sih! Sabar juga ada batasannya!" Ketus Keenan


Lala hanya diam. Dia memang memancing amarah Keenan secara sengaja.


Keenan melajukan motornya masih terdiam, sementara Lala menjadi tak enak hati karena ulahnya sendiri.


"Bee.. " Lala menusuk pinggang Keenan. Keenan hanya diam tak menyahutinya.


'Peluk gak ya? Mana habis olahraga lagi itu orang' batin Lala


Lala memeluk Keenan dan menyandarkan dagunya dibahunya. Keenan sedikit bergeming.


"Bee.. Maaf ya.. Kalau buat kamu marah" ucap Lala


Lala merasakan Keenan menarik nafas dalam dan menghembuskannya.


"Bee.." ucap Lala lembut.


"Hmm.. "


"Maaf.."


"Iya Honey" Keenan mengelus lembut tangan Lala.


"Jangan mancing-mancing lagi ya Hon. Nanti kalau aku marah-marah kamu gak suka." ucap Keenan.


"Iya."


"Bee.." panggil Lala


"Hmm.."


"Jadi kamu mau terusin dimana?" tanya Lala


"Enggak tahu Hon, nunggu orang tuaku pulang saja. Keputusan ada di tangan mereka" ucapnya


"Kalau aku bilang, aku gak mau LDR gimana Bee?" tanya Lala


Keenan kini terdiam.


"Beri aku waktu buat mikirinnya ya Hon." ucap Keenan


Lala mengeratkan pelukannya.


'Aku jatuh cinta gak sih sama dia?' batin Lala bimbang. Tak terasa dia tertidur.


Tak lama, Keenan menghentikan laju motornya.


"Honey.." panggil Keenan


"Eh, sudah sampe yaa?" ucap Lala


"Kamu tidur Hon? Jangan-jangan ngiler lagi dibaju aku" ucap Keenan


"Ih, aku enggak jorok tahu" Lala bersungut


"Sana masuk Hon." titah Keenan


"Iya. Makasih ya Bee. Hati-hati dijalan ya" ucap Lala


"Iya, Honey. Aku pulang ya. Bye.. " Keenan melajukan motornya


Lala masuk ke dalam ruangannya.


" Untung Bu Tasya gak ada." batin ya lega


Setelah beberapa lama, Tasya masuk ke dalam ruangan.


"Ibu saya tunggu dari tadi" ucap Lala


"Aku ketiduran La, kakiku sakit" ucapnya


"Aku punya ini bu" Lala menunjukan kantong plastik. Seketika Tasya berbinar


"Ya ampun La.." ucapnya Tasya senang, tapi selintas kemudian Tasya sedikit bersedih.


"Kenapa bu?" tanya Lala yang melihat perubahan raut wajah Tasya


"Gak apa-apa La, saya hanya ingat anakku yang pertama. Dia maunya makan ini kan" Tasya menelan salivanya terasa berat


"Maaf bu kalau mengingatkan" ucap Lala


'Duuhh..beg* banget sih, Bu Tasya jadi sedih kan' sesalnya.


"Gak apa-apa La. Terima kasih kamu perhatian, hehe. Yuk makan La" ajak Tasya


"Enggak perlu bu, saya sudah kenyang" ucap Lala


"La? Kok kamu bisa dapat ini? Dari mana?" tanya Tasya penasaran sambil mengunyah buah mangga yang dibentuk bunga.


"Emm.. Tadi pas makan siang bu" ucap Lala


'Maaf aku gak bilang ya bu' batin Lala


"O begitu" ucapnya singkat tanpa rasa curiga. Dia menikmati mangga tersebut dengan lahap.


"Enak sekali La. Anakku dua-duanya suka" ucap Taysa


"Cepat besar ya dek, ingat ada kak Lala menunggumu" canda Lala


"Kakak? Tante kali La" Tasya tertawa


"Ih ibu, masa sama jodohku manggil tante" ucap Lala


"Enak saja anakku berjodoh sama kamu La. Dia bujang saja kamu sudah nenek-nenek bukan tante lagi" sambar Reza yang mendengar percakapan mereka


"Pak Reza jahatnya. Sekalipun aku nenek-nenek tapi tetap cantik Pak" ucap Lala tak mau kalah


"Iya, tapi jomblo" ledek Reza


'Iya deh jomblo depan bapak. Kalau bapak tahu siapa dia, hmm..pasti kaget' batinnya


Reza memberikan pempek pada Tasya. Namun Tasya menolaknya. Lala menyaksikan kedua majikannya yang tiba-tiba berdebat hanya karena pempek. Dia sedikit kaget dengan sikap Tasya yang menurutnya sangat aneh.


Tiba-tiba Tasya memberikan pempek yang dibawa suaminya kepada Lala. Lala tak lantas mengambilnya, dia merasa tak enak hati pada Reza. Apalagi melihat perdebatan mereka di depan matanya sendiri. Lala memberikan kembali pempek tersebut pada Reza, namun Tasya memarahinya.


'Astaga! Aku ikut kena juga' batin Lala


Tak lama, Tasya memakan pempek tersebut. Reza nampak tersenyum, sementara Lala dibuat heran melihatnya.


"Astaga, hamil serumit ini" gumam Lala


"Pak Reza, sabar ya" bisik Lala.


Mereka menahan tawanya melihat Tasya yang mulai menyendokan pempek ke mulutnya.


"La, aku kan sudah memberikan ini padamu? Kenapa aku makan ya?" ucap Tasya disela-sela makannya


Lala tertawa kecil.


"Bu, apa semua ibu hamil kayak begini?" tanya Lala


"Begini bagaimana?" tanya Tasya


"Ya lucu, aneh juga" Lala tertawa


"Enggak. Aku biasa saja kan sayang?" tanya Tasya pada Reza. Dia seakan lupa bahwa baru saja berdebat dengan suaminya.


"Emm.. Iya" ucap Reza


"Ibu mah ketularan Pak Reza kan. Bilang sayang di kantor bu" Lala protes


"Masa? Aku manggil Pak Reza ah! Iya kan Pak Reza?" tanyanya lagi


"Iya" jawab Reza singkat. Lala mendelik pada Reza.


'Pak Reza cari aman kayaknya. Dia takut kena omel istrinya. Haha' batin Lala


"A Reza kenapa sih? Kok Aa singkat-singkat begitu jawabnya! Marah sama aku?" tanya Tasya mulai berhenti mengunyah. Dia sekarang nampak tak selera.


"Aa gak apa-apa sayang" ucapnya


'Kadang sayang, kadang Aa, kadang bapak. Suka-suka bos lah. Mau protes juga percuma, apalah diriku, hanya remahan rengginang buat mereka' batin Lala


"Sini A" ucap Tasya


Reza mendekat tanpa bicara, Tasya memotong pempek tersebut kemudian mengarahkannya pada Reza. Reza hanya patuh membuka mulutnya kemudian mengunyahnya.


"Adegan ini tidak untuk di tonton oleh diriku yang masih 15 tahun" ucap Lala seraya beranjak dari samping Tasya


Tasya tertawa mendengarnya.


"Maaf La" ucapnya


"Duduk A! Masa makan berdiri. Sudah kaya onta saja!" Ucap Tasya


"Ya ampun teganya Mami, suami sendiri dibilang kaya onta" protes Reza


'Ya ampuun si ibu, suami sendiri dikatain. Haha..' Tak terasa Lala menyunggingkan senyumnya


"Apa kamu ketawa La!" Reza protes saat melihat Lala menertawakannya


'Ya ampun ketahuan' batinna


"Cepat buka mulutnya. Jangan banyak bicara kalau sedang makan!" Tasya memarahi Reza kembali


Tak terasa, pempek pun telah habis dimakan oleh Reza.


"A Reza anak kita suka sekali makan ini." Tasya menunjukan sisa mangga yang diberikan Lala kepadanya.


"Terima kasih Nek Lala" ucap Reza


"Pak Reza ya ampun jahat sekali" Lala protes sebal


"Sini aku suapi A. Coba deh. Enak sekali" ucap Tasya. Reza membuka mulutnya. Saat Tasya hendak menyuapinya lagi, Reza menolaknya.


'Ya ampun, sekarang mereka berdebat gara-gara mangga' batin Lala


'Aku sama dia bakalan kayak mereka gak yaa..' Lala membayangkan wajah ketus Keenan.


Dia membayangkan Keenan bakal lebih parah dari Reza karena Keenan lebih dingin dari pada atasannya itu.


'Ya ampun, kejauhan kamu La ngebayanginnya. Jangan berharap lebih wahai hatiku.' batinnya.


***


"Kebiasaan kan dia, gak ada kabar" gumam Lala seraya berjalan keluar gerbang.


Dia tengah menunggu ojek online tiba.


"La, yuk bareng" ajak Izam tiba-tiba


"Mas Izam sudah kayak hantu deh, tiba-tiba saja nongol" ucap Lala yang membuat Izam tertawa.


"Ayo, mau bareng gak?" tanyanya


"Enggak Mas. Tanggung sudah pesan ojek online, kalau di cancel kasihan Mas" ucap Lala jujur


"Oh gitu, perlu aku temani?" tanya Izam


"Gak usah Mas. Terima kasih."


"Aku duluan kalau begitu ya La. Assalamu'alaikum" pamit Izam


Lala masih menunggu ojek online tiba, hingga seseorang memakai atribut ojek online tiba dihadapannya. Dia segera naik dan tak banyak bicara. Pikirannya menerawang pada kekasih hatinya yang masih belum menghubunginya. Tak terasa dia tiba dirumah. Lala segera membayarnya dan berlalu meninggalkan ojek online.


"Assalamu'alaikum Buu" ucap Lala begiru tiba dirumah


"Waalaikumsalam. Loh mana pacarmu La?" tanya ibu


.


.


.


Nahloh si ibu? Lala jujur gak yaaa pada Ibunya? Yuk bantu vote. Jangan lupa tinggalkan jejak dengan memijit simbol like dan komentarnya. Terima kasih ^^