My Enemy, My Love!

My Enemy, My Love!
Kencan ABG



"Apaan Pramonoo? Tumbenan ngomong serius" ucap Bang Al


"Kalian lulus mau gimana toh kedepannya?" tanya Mas Pram tiba-tiba


"Cari kerja lah." jawab Bang Al


"Kamu gimana Bro?" tanya Mas Pram


"Masih gelap" ucap Keenan


"Sebelah situ coba dinyalakan Bro Keen" ucap Mas Pram yang membuat Keenan tersenyum masam.


"Kamu sendiri bagaimana?" tanya Keenan


"Nah gitu dong ditanya, jadi aku enak mau ceritanya" ucap Mas Pram


"Oh.. mancing dulu dia, Bro" ucap Bang Al


"Aku bingung, rasanya aku lebih tertarik jadi pengusaha dari pada cari kerja" ucap Mas Pram


"Usaha apa?" tanya Keenan


"Aku ingin buka usaha kedai kopi deket kampus sini. Jadi anak-anak kampus bisa nongkrong gitu. Seperti kita inilah" ucapnya


"Modalnya?" tanya Bang Al, kini dia nampak serius


"Orangtua ngasih, tapi cukup apa enggaknya aku gak tahu nih" ucapnya


Keenan dan Bang Al kini terdiam.


"Kamu gimanan Bang?" tanya Keenan


"Aku sepertinya kerja dulu. Nyari modal lah" ucap Bang Al


"Buat halalin si Mira?" tanya Keenan


"Buat usaha juga" ucapnya


Keenan kini mengangguk. Mereka yang biasanya ramai kini terdiam


"Dirimu bagaimana tuan muda? Apa melanjutkan tahta?" tanya Mas Pram


"Entahlah Mas. Mereka minta aku lanjut di luar. Tapi si Lala.. " ucapnya menggantung


"Kamu mau LDR?" tanyanya lagi


"Enggaklah.. Aku kalau mikirin kesana pusing Mas" ucapnya


"Bingung harus gimana" ucapnya


"Yang jelas kita nikmati saja sebelum wisuda" ucap Mas Pram


"Lah, kamu yang tiba-tiba bahas ginian" ucap Bang Al


"Haha..sory Bang. Aku tuh kepikiran dari semalam toh Bang. Bagaimana pernasiban kita ini" ucapnya


"Yang pasti kita harus sering kumpul kayak ginilah" ucap Keenan


"Aku padamu Bro" ucap Mas Pram.


"Makanya aku ingin punya kedai kopi, biar jadi rumah buat kalian" ucap Mas Pram.


"Pramonooooo aku cinta kamu" ucap Bang Al memeluknya


"Mas, kamu hitung dulu kira-kira butuh budget berapa, nanti kalau kurang, kamu bilang aku saja" ucap Keenan


"Akhirnya pancinganku kena sambaran. Haha" ucap Mas Pram


"Ah si*lan kau Pramonooo" ucap Keenan


Mereka terbahak.


Lama mereka berbincang hingga suara ponsel Keenan berdering.


"Bee dimana sih? Aku kirim pesan gak dibaca-baca" Lala ngomel dibalik teleponnya


Keenan melihat jam dalam ponselnya.


"Maaf Honey, aku kesana sekarang yaa.. Tunggu yaa Hon" ucap Keenan


"Ah si*lan, gara-graa kalian ini, aku sampe lupa waktu." ucap Keenan


"Aku cabut ya." ucap Keenan


"Heeeh.. Bayaar" ucap Bang Al


"Haha iya. Sorry" Keenan mengeluarkan dompet miliknya dan memberikan uang pada mereka. Dia berjalan cepat menjauhi mereka.


"Sisanya mie ayaaaamm" teriak Mas Pram


Keenan mengacungkan sebelah jempolnya ke udara tanpa menoleh.


"Dasar budak cinta" gumam Mas Pram


***


"Lama banget sih Bee! Kamu dari mana saja!" omel Lala begitu dia masuk ke dalam mobil Keenan


"Maaf. Tadi biasa ngobrol sama mereka" ucap Keenan


"Kalian tiap hari ketemu, masih panjang lebar yang dibahas" gerutu Lala


"Maaf dong Honey" Keenan menggenggam tangan Lala.


"Aku sudah lapar tahu dari tadi" gerutu Lala


"Iya.. Mau makan dimana?" tanya Keenan


"Terserah" ucap Lala


"Apa dong Hon?" tanya Keenan


"Yang cepet sajalah Bee. Laper nih" Lala cemberut


"Uuu.. Kacian sayangnya aku" Keenan mengelus lembut pipi Lala yang membuat Lala terasa memanas.


Tak butuh waktu lama, kini mereka berada di restoran cepat saji. Keenan segera mengantri sementara Lala memilih tempat duduk.


"Kamu gak makan nasi Bee?" tanya Lala begitu Keenan tiba membawa makanan mereka


"Tadi kan udah" ucap Keenan


"Ih, onigiri tadi mana berasa." ucap Lala seraya bangkit untuk mencuci tangannya.


"Habis ini kita kemana Honey?" tanya Keenan


"Mmm.. Bingung"


"Nonton mau?" ajak Keenan


"Basi banget ya kita, pacarannya kayak anak ABG" ucap Keenan kemudian


"Emang pacaran orang dewasa gimana?" tanya Lala


"Ya.. Tanam-tanam benih kek" ucap Keenan seraya tertawa


"Ih amit-amit. Dasar!" Lala tertawa.


"Bee ih kamu mah bicara suka ngasal" ucap Lala


"Becanda doang Honey. Aku juga mana berani" ucapnya.


Kini keduanya tengah duduk didalam mobil menuju ke sebuah Mall.


"Bee, kamu mau kerumah?" tanya Lala ditengah perjalanan mereka


"Ibu galak gak sih Hon?" Tanya Keenan


"Kenapa? Kamu takut?" tanya Lala seraya tertawa


"Haha..semalam tuh suaranya kenceng banget Hon. Aku sampe kaget"


"Iya, itu disamping aku banget. Aku juga kaget" Lala tertawa


"Lagian kamu usil sih, depan ibu kayak begitu" ucap Keenan. Kini mereka tiba diparkiran Mall


"Haha.. Habisnya dia nanyain kamu terus" ucap Lala malu-malu.


Sontak Keenan menatapnya.


"Oh ya?" kini Keenan duduk menghadap Lala


Lala menyangga kepalanya dengan sebelah tangannya pada kaca mobil.


"Huum. Ibu mau lihat kamu katanya. Kamu mau kerumah?" tanya Lala kemudian


"Hmm.. Iya nanti pulangnya aku mampir Hon." ucapnya masih menatap Lala


"Deg-degan nih aku Hon, mau ketemu calon mertua" Keenan tersenyum


"Dih, apaan sih Bee" ucap Lala


Keenan meraih tangan Lala, mengubah posisi duduknya.


"Ini kita gak turun Bee?" tanya Lala


"Sebentar lagi ah." Pinta Keenan seraya mencium tangan Lala


Lala dengan malu-malu mengelus lembut pipi Keenan.


"Hon, kalau kita LDR gimana?" tanya Keenan serius. Sontak Lala menghentikan aktifitasnya.


"Kalau aku mau egois, aku gak mau. Kamu masih menjalankan syarat loh Bee" sindir Lala. Keenan hanya tersenyum mendengarnya.


"Tapi, aku tahu kamu pastinya jadi pewaris orang tuamu. Aku gak mau menghancurkan itu, karena belum tentu juga kita berjodoh" ucap Lala


"Gak enak banget dengernya tahu Hon, kamu bilang begitu" ucap Keenan


"Ya, benerkan Bee? Let it flow saja lah" ucap Lala


Mereka terdiam. Keenan merubah posisi duduknya. Menarik tubuh Lala kemudian merangkulnya. Dengan malu-malu, Lala menyandarkan kepalanya dibahu Keenan.


"Bee.."


"Hmm"


"Kamu deg-degan ya" goda Lala. Tawa Keenan seketika pecah.


"Sstt.. Aku lagi nikmatin pacaran nih" ucap Keenan menghirup aroma rambut Lala


"Bee.. "


" Hmm.. "


"Kamu masih percobaan loh"


Keenan hanya tersenyum mendengarnya.


"Gak ada kata percobaan dikamus Keenan" ucapnya seraya mengecup kepala Lala dan menghirup aromanya dalam-dalam.


"Ih dasar" Lala mencubit lengan Keenan.


Keenan membuka telapak tangannya, Lala yang mengerti menautkan jemari mereka.


"Jadi.." Lala memecah keheningan diantara mereka


"Apa?"


"Enggak" Lala tertawa


"Aku gak nyangka kita jadi begini Bee" ucap Lala


"Maksudnya?" Keenan merasa heran


"Dulu waktu magang kamu nyebelin banget tahu. Ketus terus sama aku" ucap Lala


Keenan tertawa.


Lala sontak melepaskan diri dari Keenan dan menatapnya tajam.


"Hahha.. Enggak aku tuh.. Aku.." Lala mencubit-cubit paha Keenan sementara Keenan berusaha menghindar seraya tertawa.


"Honeeyy.. Denger.. Denger.." saat Lala masih mencubitnya bertubi-tubi


"Apa?" ketus Lala


"Dulu aku kesel banget sama kamu. Cerewet, sok tahu, suaranya berisik kayak kaleng rombeng." Keenan tertawa sontak Lala membekap mulut Keenan dan Keenan masih berkelit. Keenan memegang kedua tangan Lala. Dia menatap Lala lembut. Mereka beradu pandang.


"Nyebelin tahu gak kamu itu!" ucap Lala seraya cemberut.


"Tapi suka kan?" goda Keenan


"Enggak" Lala memalingkan mukanya.


"Serius? Ah yang bener?" goda Keenan menaik turunkan alisnya. Lala hanya terdiam masih memalingkan muka karena Keenan menatapnya intens.


"Kamu tuh lucu tahu Hon" ucap Keenan lembut.


Keenan menangkup kedua pipi Lala membuat Lala memanas seketika.


"Bee, ih ayo turun" Lala hendak melepaskan tangan Keenan


"Ciee.. Pasti kamu deg-degan. Haha" Keenan tak henti menggodanya.


"Nih, aku bales kamu. Kamu juga pasti ge'er" ucap Lala


Lala kini balik menangkup pipi Keenan. Keenan malah menatapnya. Dia mendekatkan wajahnya pada Lala, mendorong tangan Lala.


"Bee ngapain ih" Lala menutup muka Keenan dengan telapak tangannya.


"Haha..kamu juga yang ge'er, Hon" ucap Keenan.


"Rese!" Lala cemberut.


"Sukurin kena karma. Makin lama nanti kamu makin cinta tahu gak sama aku" ucap Lala


"Kamu pelet aku ya Hon" tuduh Keenan.


"Ih, ngapain aku pelet kamu, cakep enggak, tajir... Iya. Haha" lala tertawa saat Keenan lihatnya.


"Kamu suka aku dari kapan?" tanya Keenan


"Hmm..ada deh" ucap Lala


"Gak jawab, aku cium nih" ucap Keenan


"Apaan sih, masa ancamannya bikin seneng begitu" Lala tertawa


"Haha.. Si*lan dia malah seneng" ucap Keenan


"Apa kamu bilang apa? Aku s*alan?" Lala mencubit keras paha Keenan


"Ampun Yang ih.. Sakit.."


"Barusan kamu bilang apa?" Lala makin menguatkan cubitannya.


"Aaaww..sakit.. Lashiraaa" ucap Keenan yang sontak membuat Lala berhenti mencubitnya.


"Keceplosan Honey. Gara-gara gaul sama dua makhluk itu kan aku jadi kebawa-bawa kasar ngomongnya." ucap Keenan


"Kamu juga waktu itu maki-maki aku" ucap keenan tak mau kalah


"kapan?" Lala memutar bola matanya seakan mengingat.


"Waktu di halte bis itu. Kamu bilang aku br*ngsek, baj*ngan, terus apa lagi?" Ucap Keenan. Lala hanya tertawa


"Tapi aku kan gak bilang depan kamu, Bee.."


"Lagian kamu waktu itu tiba-tiba ci.."


"Hmm.. Tiba-tiba apa?"


"Nyebeliiiinnn" Lala mencubit kedua pipi Keenan.


"Aw.. Sakit ih Hon. Kamu mah KDRT terus sama aku" Keenan mengusap lembut pipinya


"KDRT memang kita rumah tangga apa!" ketus Lala


"Haha.. Kekerasan Dalam Pacaran. KDP, KDP Hon" ralat Keenan.


"Bee, ayo. Aku haus" ajak Lala


"Minum yang tadi masih ada gak?" tanya Keenan


"Astaga.. Bapaknya gak peka. Yang keruh kek Pak airnya. Yang bening-bening mah muka aku juga udah bening banget." ucap Lala centil


"Mana lihat.." Keenan membolak balikan wajah Lala


Cup


Tiba-tiba kecupan singkat mendarat di pipi Lala.


"Ih Kamu mah mengambil kesempatan!" ucap Lala


"Dikit doang Honeeeyy" kelit Keenan.


"Bee, ayo turun." ajak Lala


"Iya ayo ayo." mengambil dompet dan ponselnya sementara Lala sibuk berdandan dan merapikan rambutnya.


"Sudah?" tanya Keenan


"Iya. Yuk" mereka turun dari mobil.


***


"Mau nonton apa sih Hon?" tanya Keenan begitu mereka tiba di bioskop


"Itu yuk?" Lala menunjuk film komedi


"Dih, paling candaanya recehan si" ucap Keenan


"Eh, yang receh juga kita bisa ngakak tahu." ucap Lala.


"Ya sudah, aku ngantri dulu." ucap Keenan


"Ikuut" pinta Lala


"Dih geli banget pake dimanja-manjain gitu ngomongnya." Keenan tertawa


"Ih kamu mah, romantis kek. Gitu banget" Lala cemberut.


"Haha.. Iya iya. Ayo" Keenan menarik tangannya masuk ke dalam barisan antrian.


Keenan membuka ponselnya sambil mengantri. Dia tersenyum sendiri.


"Ih aku deket sama orang gila" ucap Lala


"Makhluk ajaib tuh pada bahas kita" ucap Keenan. Dia memberikan ponselnya pada Lala.


'Duh, barang pivasi sekarang dipegang aku. Ini aku buka-buka dia marah gak ya?' batin Lala sambil membaca pesan-pesan mereka. Lala yang fokus menjadi tertawa sendiri.


"Temen kamu pada gesrek semua Bee" ucap Lala seraya mengembakikan ponsel Keenan


"Iya, makanya aku ketular mereka Hon. Kamu jangan salahin aku" ucap Keenan


"Pinter banget kamu, diluar sok cool. Giliran bareng mereka ikutan gila"


"Haha.. Orang ngeliatnya begitu Hon karena kan gak kenal. Gak kenal maka gak sayang" ucapnya


"Jadi kamu sayang sama si Mira? Kan kenal" ucap Lala


"Ngaco kamu"


"Terus kamu sayangnya sama siapa?" tanya Lala dengan cueknya


"Di umum ini Hoon, masa dibahas sih" protes Keenan yang membuat Lala tertawa


Tiba giliran mereka memilih kursi. Lala memilih duduk di tengah, tapi Keenan memintanya duduk di pojokan dengan alasan nanti dia bisa tidur.


"Kamu mah malah disini milihnya. Ini buat yang pacaran tahu" ucap Lala


"Lah, emang kita apaan sayang?" ucap Keenan


"haha..lupa. Temenan kita, Bee" ucap Lala


"Dih, ogah banget temenan. Dari subuh sampe sekarang bela-belain buat kamu."


"Apaan subuh. Gak usah hiperbola deh."


"haha.." seketika Lala membekap mulut Keenan.


"Berisik tahu. Orang jadi ngelirik kesini kan" ucap Lala


"Maaf. Lupa" Keenan berbisik di telinga Lala


Keenan menautkan jemarinya pada Lala. Sesekali dia menciumi punggung tangan Lala.


"Honey, haus nih" ucap Keenan


"Itu disamping kamu kan minum kamu, Bee"


"Susah" Keenan menunjukan tangan mereka saling bergenggaman. Dia tersenyum.


"Ih modus. Bisa aja bapaknya" Lala mengambil minum Keenan dengan sebelah tangannya yang kosong.


'Gak nyangka Bee, bareng kamu bisa seasik ini sekarang' batin Lala.


***


"Kemana lagi kita Hon?" tanya Keenan sambil berjalan keluar dari teather.


"Mau makan? Sudah jam segini Hon. Kita kan mau ke rumah kamu" tawar Keenan


"Oh iya. Ya sudah, ayo" ajak Lala. Keduanya berjalan menuju foodcourt.


Mereka duduk berhadapan setelah pesanan mereka tiba.


"Yakin kamu berani kerumah aku, Bee?" tanya Lala


"Iya Hon. Ibu kamu kan bilangnya mau ketemu aku. Aku juga penasaran Ibunya Lashira secerewet kamu gak" Keenan menyeringai.


"Kamu.. Yaiyalah. Buah jatuh itu gak jauh dari pohonnya" ucap Lala


"Haha.. Aku pikir kamu mau menyangkal Hon" Keenan masih tertawa.


"Yuk pulang" ajak Keenan.


"Hon, aku beli apa ya buat Ibu?" Keenan mengedarkan pandangannya.


"Roti? Buah? Cheesecake? Atau apa?" tanyanya lagi.


Lala hanya tersenyum mendengarnya.


"Duh, Abang bingung nih sayang" ucap Keenan yang membuat Lala tertawa.


"Ibu sukanya apa Hon?" tanya Keenan


"Duit" jawab Lala polos.


"Yang ih!" Keenan menatapnya


"haha.. Apa sajalah. Terserah kamu. Gitu saja bingung." ucap Lala


Akhirnya Keenan membawa sekotak Cheesecake di tangannya. Mereka berjalan keluar Mall menuju rumah Lala


.


.


.


Temaans, jangan lupa dukung terus yaa dengan LIKE DAN KOMENTARNYA. Oya, bantu VOTE juga ya, biar aku makin semangat.. Terima kasih ^^