My Enemy, My Love!

My Enemy, My Love!
The Wedding Of Keenan & Lala



"Kenapa Ma?" tanya Keenan saat duduk berdua bersama Mamanya.


"Kamu gak tinggal sama Ibu?" selidik Mama Keenan


"Aku di Apartemen, Ma."


"Kenapa?"


"Masa Mama gak ngerti sih?"


"Hhh.. Salah Mama merahasiakan ini sama kamu."


"Rahasia?" Raut wajah Keenan kini penuh tanya.


"Waktu kamu sakit, Mama ke rumah mertuamu dua kali. Yang pertama, Mama minta maaf atas kesalahan Mama dan Papa dulu, minta agar tidak mengsangkut pautkan dengan kalian. Yang kedua, Mama berterima kasih pada Ibunya karena telah mengizinkan Lala kembali ke hidup kamu."


"Dan Mama bersyukur sekali, kamu sembuh total di luar prediksi Dokter." Mama Keenan membenarkan posisi duduknya. "Mama sebelumnya berjanji sama Ibu, kalian akan tinggal disana, menemani Ibunya Lala yang tinggal sendirian."


" Mama kira kamu tinggal dirumah Lala. Saat tahu kamu tinggal di Apartemen, Mama sedikit kaget. Mama gak mau mertuamu membenci kamu, Nak. Kamu tahu kan maksud Mama?"


"Aku juga mau ajak Ibu ke Apartemen, Ma. Cuma kemarin, aku ingin berduaan aja dulu, Ma. Masa Mama gak ngerti sih?"


"Bu Tita sudah bilang sama Mama, dia gak mau pindah kemana pun. Mama sudah tawari Ibu untuk menerima rumah kita yang di dekat swalayan juga gak mau."


"Mama kasih sogokan?"


"Enggak. Mama cuma berterima kasih saja, Ibu Tita tidak memperpanjang masalah kami dulu dan mau menerima kamu."


"Terus? Aku harus tinggal disana?"


"Mau gak mau."


"Aku bukan gak mau, Ma. Tapi malu sama Ibu kalau aku dan Lala.. " Keenan tersenyum malu.


"Ya kamu jangan berisik lah." Mama ikut tersenyum.


"Mana kasurnya agak sempit pula." keluh Keenan.


"Kamu benahi dong rumahnya. Di tingkat kek."


"Eh? Ide bagus Ma." Keenan merasa mendapat angin segar.


"Nanti aku coba bilang sama Ibu deh Ma." ucapnya. "Aku temui Lala dan ibu kalau begitu Ma. Mereka pasti nunggu" ucap Keenan.


Keenan menghampiri Ibu dan Lala yang menunggunya di Resto Hotel.


"Bu, jalan-jalan dulu yuk?" ajak Keenan pada mertuanya.


"Gak usah. Sini Ibu mau bicara."


Keenan duduk disamping Lala. "Bicara apa Bu?"


"Kamu mau bawa Lala pindah dari rumah?"


"Hmm.. Enggak Bu. Kita tinggal sama Ibu, tapi dua minggu boleh kan aku sama Lala tinggal di Apartemen dulu Bu? Proyek aku belum beres." ucap Keenan


"Proyek apa sih? Emang gak bisi di rumah aja?"


Lala menyubit paha Keenan karena mengerti arah pembicaranya.


"Aw anjr*t sakit Hon."


"Apa?" Lala melotot


"Ini kaki aku." Keenan berakting setelah dapat pelototan istrinya.


"Maaf."


"Proyek kerjaan aku, Bu. Dua minggu aku di Apartemen. Nanti kita pulang kesana. Gimana Bu?" Keenan meneguk air milik Lala. "Apa Ibu mau tinggal di Apartemen dulu sama kita?" tanya Keenan.


'Moga gak ikut.. Moga gak ikut.. ' batin Keenan


"Ibu tunggu dirumah saja. Kalian tapi jangan terlalu anteng. Pulang kali-kali."


"Mending Ibu ikut aja yuk ke Apartemen?" ajak Lala.


' Malah di ajak lagi. Masa gak ngerti si Lala.' gerutu Keenan.


"Enggak La. Ibu dirumah aja."


"Pokoknya nanti kalau ada apa-apa telepon saja Bu" ucap Keenan.


"Yasudah. Yuk pulang." ajak Ibu


***


Hari spesial merekapun tiba. Pak Wijaya mengajak keluarganya menginap di hotel tempat dilaksanakannya resepsi pernikahan Keenan dan Lala agar mempermudah mereka. Ibu sengaja mengajak ketua Rw dan istrinya sebagai perwakilan keluarga.


"Bee.. Bangun" Lala membangunkan suaminya yang tertidur pulas.


Keenan mengerjapkan matanya kemudian merangkak naik ke tubuh Lala dan memejamkan matanya kembali.


"Sayang.." Lala memanggilnya kembali


"Hmm.. "


" Ayo, cek dokorasi dulu buat nanti malam."


"Sebentar Honey." Lala memeluk suaminya seperti seorang anak.


"Berat Bee. Engap nih" ucap Lala setelah lama di posisi tersebut.


Keenan menggeser tubuhnya ke samping sang istri. Dia masih setia memeluk Lala. Kepalanya menempel di dada Lala.


"Yuk mandi Bee" ajak Lala


"Mandiin"


"Iya ayo"


Keenan mendongakan kepalanya seraya tersenyum manis. Lala yang mengerti mengecup kilat bibir suaminya.


Keduanya kini turun untuk sarapan. Ibu dan keluarga lainnya hampir selesai dengan sarapan mereka.


"Wah, Pengantin baru kesiangan" goda Pak RW


"Iya nih Pak, capek banget."


"Bee ih!"


"Kenapa sih Hon? Emang capek. Dari kemarin urus kerjaan plus persiapan resepsi juga." jujur Keenan. Keenan kesal saat sekretarisnya tiba-tiba menghubunginya kemarin. Alhasil, Keenan harus mengurus pekerjaannya yang mendesak terlebih dahulu.


"Kirain capek yang lain." ujar Bu Rw menggodanya.


"Jangan dikasih dulu La" sela ibu


"Kenapa emangnya Bu? Bagus kan biar cepat dapat cucu" Bu Rw menatap Ibu


"Nanti keenakan dianya."


"Haha..sama-sama enak Bu." timpal Pak Rw


"Gak lah, sakit dulu dimana-mana juga." sanggah ibu


"Ih pagi-pagi bapak Ibu obrolannya." Lala yang malu menarik tangan Keenan menghampiri orangtua Keenan untuk menyapanya kemudian mereka berjalan menuju buffet.


"Sarapan apa?"


"Terserah, asal aku di suapin kamu." ucap Keenan seraya mengedarkan pandangannya juga


"Manja banget sih, depan orang lain juga." geruru Lala


"Biarin. Halal ini"


Lala mengambil sarapannya. "Bee kamu ambil minum." titah Lala yang meninggalkannya menuju meja kosong.


Tak lama, Keenan membawa dua gelas orange jus.


Lala menyuapi Keenan yang sibuk dengan ponselnya. Dia sangat malu saat keluarganya mengolok mereka sementara Keenan berbangga diri dan menebar senyumnya.


"Lagi?"


"Enggak. Kenyang Honey." ucap Keenan seraya menutup ponselnya.


"La, ayo katanya mau lihat dekor?" ajak Ibu


"Baru juga kelar makan Bu, santai dulu."


"Penasaran La. Ibu juga mau foto-foto" ucap Ibu Rw penuh semangat.


"Astagaa.. Jangan di pamerin dulu Bu, nanti gak surprise dong ke ibu kader yang lain."


Orangtua Keenan mendekat ke arah mereka. "Bu Tita, yuk kita cek tempat." ajak Mama Keenan. Ibu Tita dan Papa Keenan beberapa kali beradu pandang, namun Ibu segera memalingkan wajahnya.


Mereka berjalan bersama menuju tempat resepsi. Disana tengah sibuk oleh beberapa pegawai yang sedang memasang perlengkapan dekorasi.


Keenan berjalan menjauh menuju salah satu crew vendor yang mengawasi para pekerja. Dia nampak menunjuk ruangan sembari melihat kertas yang diperlihatkan oleh crew-nya.


Keenan kemudian memutar tubuhnya mendekat ke arah pelaminan. Dia turun langsung mengecek satu persatu pekerjaan mereka. Pak Wijaya menghampiri Keenan. Keduanya nampak berbincang serius dengan raut wajah Keenan yang tak bisa dibaca.


Lala tak hentinya menatap Keenan yang nampak lebih berwibawa dengan gerakan tubuh suaminya walaupun hanya memakai kaos oblong dan celana santai. Dia melihat Keenan sangat serius mempersiapkan resepsi pernikahan mereka.


Pandangan mereka beradu saat Keenan kembali mengedarkan pandangannya. Dia turun mendekati sang istri yang tersenyum kepadanya.


"Maaf aku ninggalin kamu, Hon" Keenan memeluk pinggang Lala


"Gak apa-apa. Ada masalah, Bee?"


"Enggak. Aku cuma memastikan saja."


"Kebayang bakal bagus banget ini Bee.. Sungguh diluar ekspetasiku. Terima kasih Bee." Lala balas memeluk suaminya. Keenan mencium kening Lala kilat.


"Nikah lagi kita." ucapnya seraya menggoda. "Kayaknya bakalan langsung jadi dedek bayi diperut kamu, sayang"


" Aamiin Bee.. Usahanya gencar banget Abangnya"


"Nagih tahu gak. Abang kalau gak di kasih kayaknya sakaw deh." ucapnya ditelinga Lala seraya tertawa pelan.


"Dih! Gak tahu malu."


"Bod*! Depan bini Abang sendiri." ucap Keenan yang membuat hati Lala berdesir dan tersipu malu.


"Harusnya jangan banyak berdiri kita, Hon. Pasti nanti kita pegel."


"ya mau gimana lagi coba, Bee."


Ibu dan ketua Rw menghampiri mereka. "Laaa.. Mewah banget La.. Alhamdulillah, Allah kasih kamu jodoh yang luar biasa." ucap ibu RW menghampiri Lala membuat Keenan tersenyum.


"Belum beres ini Bu. Masih dasarnya saja." ucap Keenan pada Ibu yang terdiam.


"Iya pasti."


"Yuk ah, istirahat. Nanti kita dipajang. Berdiri lama pastinya" ucap Keenan


"Ya udah sana, Ibu sama Bu Rw mau keliling."


Keduanya bergandengan tangan meninggalkan gedung setelah pamit pada kedua orangtua mereka.


"Hon, kita mau honeymoon kemana? Kamu ada tempat yang ingin di kunjungi?" tanya Keenan seraya tiduran di atas kasur.


"Abangnya mau ajak kemana?" Lala balik bertanya. Keenan tersenyum saat Lala memanggilnya Abang. Dia merasa senang dan dihormati walaupun mereka sebaya.


"Abang mah di ranjang aja udah cukup. Eh, mau coba di kolam, di kamar mandi, di dapur, atau dimana" godanya kemudian


"Apanya? Masak? Sampe ke dapur segala."


"Bikin adonan dong biar cepet jadi dedek bayi."


"Mending kita tunda dulu deh Bang punya anaknya."


"Memangnya kenapa?"


"Biar kita puas dulu berduaan. Hehe."


"Hmm.. Yakin? Kalaupun isi juga kan 9 bulan kita masih berduaan, Honey."


"Eh iya ya.. Tapi kan beda Bang. Nanti banyak drama."


"Kok drama?"


"Lihat saja Bu Tasya. Pak Reza dikerjain Bee.. Kamu emangnya siap?"


"Astagaaa.. Ya iyalah Hon. Anak aku sendiri masa iya aku gak siap."


"Kali Abangnya cuek sama aku."


"Gak mungkin lah. Masa gak percaya sama Abang. Kamu pulang aja, Abang anterin. Apalagi anak Abang nanti."


Mereka menghabiskan waktunya untuk beristirahat.


***


Lala dan keenan kini tengah bersiap. Lala memakai gaun putih bertabur dengan swarovski memberi kesan mewah pada gaun tersebut.


Begitupun dengan Keenan. Dia memakai pakaian layaknya seorang pangeran dengan tatanan rambut rapi berpomade membuat dia jauh lebih gagah dibanding saat akad dulu.


Mereka masuk ke dalam gedung yang di sulap bak istana membuat siapapun yang melihatnya takjub seolah berada di negeri dongeng.


Di sudut ruangan terpampang wedding cake berupa castil yang menjulang tinggi sesuai dengan tema pernikahan mereka.


Keeenan dan Lala memotong cake tersebut sebagai simbol lalu mereka saling menyuapi satu sama lain.


Beberapa artis papan atas bahkan ikut memeriahkan pernikahan mereka seraya para tamu undangan menyalami mereka satu persatu.


"Laaaaaa... Cantiiikk luar biasa." Tasya memeluknya.


"Ibuu ih, tetep Ibu juaranya. Mana pangeran aku?"


"Ini.. "


" Oh ya ampuun. Pangeranku, harusnya kamu yang disini sayang" ucap Lala


"Ih kamu mah. Keenan udah gagah begini." Tasya menyalami Keenan.


"Keenan selamat ya. Aku ngucapin dua kali. Terima kasih loh, dua kali di undang" ucap Tasya seraya tersenyum. "Aku bahagia sekali."


"Terima kasih Bu" Keenan tak banyak bicara.


"La, aku pecat kamu ya? Minder aku, masa karyawanku istrinya bos besar." ucap Reza seraya menggendong Vano


"Haha.. Bapak bisa aja." Lala kini beralih pada Vano. "Pangerankuuu.. Cepet gede ya" Lala mengecup pipi Vano.


Kini Reza menggeser tubuhnya berhadapan dengan Keenan. "Ayo cepet bikin junior. Biar kita besanan." canda Reza


"Haha.. Baru mau ikhtiar saya Pak"


"Selamat lagi yaa.. Saya masih gak nyangka." ucapnya


"Ternyata kamu menipu" ucap Pak Danu pada Keenan. "Bilangnya mau belajar dr foundernya langsung. Tahunya Papamu sendiri juga sama." Keenan tersenyum malu. "Heh anak nakal! Titip anak saya ya. Dia anak baik" ucap Pak Danu seraya melirik Lala. Pak Danu dan keluargamya sudah tak sungkan lagi pada Lala.


"Siap Pak. Terima kasih banyak." Pak Danu memeluk Keenan seraya menepuk punggungnya.


Di penghujung acara, Keenan meminta izin pada Lala untuk ke toilet. Lala merasa kesal karena bisa-bisanya Keenan meningalkannya diaaat-saat terakhir acara.


Tiba-tiba semua lampu mati membuat panik seluruh isi gedung tersebut.


Petikan gitar dengan lampu menyorot pada seseorang yang dengan santainya memangku gitar membuat semua mata tertuju kepadanya. Tak berapa lama, lampu lain pun menyala dengan sedikit redup membuat suasana seketika menjadi romantis.


Lelaki tersebut menyanyikan lagu perfect - Ed sheeran membuat Lala begitu terpesona. Lala dituntun salah salah satu crew mendekati suaminya dengan perlahan.


Keenan masih bernyanyi.


Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms


(Kasih, aku menari dalam gelap bersamamu dipelukanku)


Barefoot on the grass, listening to our favourite song


(Tak beralas kaki di atas rumput, mendengarkan lagu kesukaan kita)


When I saw you in that dress, looking so beautiful


(Saat aku melihatmu dengan gaun itu, kau terlihat sangat cantik)


I don't deserve this, darling, you look perfect tonight


(Aku tak pantas tuk ini, kasih, kau terlihat sangat sempurna malam ini).


Satu bulir air mata lolos seraya tersenyum bahagia saat Lala tepat berada di depan Keenan. Keenan memeluknya mesra seketika suasana menjadi haru membuat beberapa tamu ikut berbahagia dengan keromantisan mereka.


"I love you, My Wife" ucap Keenan menggema dalam ruangan tersebut seraya mengecup kening sang istri.


.


.


.


Dikasih yang maniss nih ama HonBee.. Jangan lupa like, komentar, dan vote yaaa. Terima kasih ^^