My Enemy, My Love!

My Enemy, My Love!
Apa Kamu Pernah Mengungkapkannya?



Keenan menuruni anak tangga dengan malas menuju meja makan. Disana, kedua orangtuanya sedang menunggunya.


"Pagi Pa, Ma" ucapnya datar seraya meletakan ponselnya dimeja makan.


"Kamu mau kemana Nak, sudah rapi begitu?" tanyanya


"Kampus Ma" ucap Keenan singkat.


"Sebelum berangkat, Papa mau bicara dulu dengan kamu." ucapnya


"Iya Pa"


Mama Keenan tahu betul, anaknya sedang merah kepadanya. Dia tak berani mengajak anaknya berbicara.


Tak ada percakapan lagi diantara mereka setelah itu. Mereka sibuk dengan makanannya masing-masing.


Tiba-tiba ponsel Keenan bergetar. Semua mata tertuju pada ponsel tersebut. Keenan segera membuka ponselnya, dia menatap ponselnya tersebut seiring dengan senyuman tipis dari sudut bibirnya.


Selesai makan, Keenan kembali ke kamarnya untuk mengambil tas miliknya. Sejenak dia duduk di balkon kamarnya. Keenan masih belum siap menerima keputusan Papanya nanti.


"Bro Keen dimanakah kau berada? Rindu hati ingin jumpaaa meski lewat nadaaa" ~ Mas Pram mengirimnya pesan yang langsung dia buka


"Dindaa woii dindaaa" balas Keenan seraya menyunggingkan sebelah bibirnya.


"Oh sudah ganti tho?" ~ Mas Pram


"Kuuyy basecamp" ~ Bang Al


"Meluncuuurr" ~ Keenan


Dia segera bergegas mengambil tasnya. Dan keluar dari kamarnya. Keenan berjalan melewati ruang keluarga yang saat itu ayahnya telah duduk disana sambil membaca buku seperti biasa.


Keenan lantas duduk dihadapan Pak Wijaya, Pak Wijaya melihatnya sepintas kemudian menutup bukunya.


"Bagaimana?" tanya Pak Wijaya tanpa basa basi


"Aku tetap pada keputusanku Pa. Aku masih ingin disini." ucap Keenan


"Apa karena gadis itu?" tanya Pak Wijaya


"Dulu bukan karena itu, tapi sekarang.. Dia menjadi salah satunya."


"Apa kau tahu darimana dia berasal?"


"Ya. Aku sudah bertemu Ibunya. Ayahnya telah lama meninggal. Dan, dia bukan cewek matre." ucap Keenan mantap


"Kenapa kamu yakin?"


"Karena aku sudah tahu keluarganya seperti apa."


"Kenapa kamu memilihnya? Bisa saja Mamamu mencarikan jodoh untukmu dengan anak temannya."


"Karena aku nyaman bersamanya"


"Nyaman?"


"Ya. Apa Papa punya alasan dulu saat menikahi Mama?" ucap Keenan tajam


"Tentu saja."


"Begitupun aku. Aku punya alasan untuk tidak meninggalkannya." balas Keenan


"Jadi kau lebih baik mengorbankan masa depanmu daripada gadis itu?"


"Aku tidak mengorbankan keduanya. Aku hanya ingin menjalani keduanya."


Papa Keenan melepaskan kacamatanya. Dia memijit keningnya.


"Apa Papa bisa mempercayai semua ucapanmu?" kini Pak Wijaya memancingnya.


"Akan aku buktikan. Kalau aku gagal, Papa bisa mengirimku kesana kapan saja"


"Oke. Papa memberimu waktu enam bulan. Kau lanjutkan disini dan juga kau harus memegang satu cabang" ucap Pak Wijaya yang membuat Keenan melebarkan matanya


"Pa! Ini gak fair!"


"Kau bisa buktikan bukan?" tantang Pak Wijaya.


"Oke, asal aku gak tinggal disini lagi!" ucap Keenan


"Mama gak setuju! Mama gak mau jauh dari kamu." ucap Mama Keenan mendekat ke arah mereka.


"Aku cuma mau fokus Ma" protes Keenan


"Pa, Papa tega anaknya disuruh belajar sambil bekerja? Papa sengaja membuatnya gagal. Begitu?" Keenan merasa mendapat angin segar atas pembelaan Ibunya.


"Ya sudah, kamu kerja tiga bulan" ucap Pak Wijaya


"Pa!" Mama Keenan masih tak terima


Hening tercipta disana.


"Kamu kerja seminggu tiga kali. Minimal kamu tahu bagaimana bisnis kita"


"Pa! Apa Pa.. "


" Biarkan dia belajar perusahaan kita pelan-pelan" ucap Pak Wijaya seraya berdiri.


"Terima kasih Ma" ucap Keenan


"Hhh.. Setidaknya kamu tidak keluar dari rumah ini" ucap Mama Keenan.


"Aku berangkat ya Ma." Keenan mengecup pipi Mamanya. Dia tak mau berlama-lama dengan Mamanya


***


Kenan tiba di basecamp. Dia mengedarkan pandangannya, Bang Al dan Mas Pram tak ada disana. Dia memesan kopi kesukaannya dan membuka ponselnya.


"Keenan" seseorang memanggilnya


Keenan mendongakan kepalanya dengan malas.


"Mana pacarmu?" tanya Keenan dingin


"Mereka keluar sebentar" ucap Mira


"Kamu kenapa gak ikut?" tanya Keenan, matanya menatap ponsel menekan tombol telepon


"Mereka berdua naik mo.."


"Iya honey?" Keenan beranjak menjauh dari Mira. Mira menatapnya jengkel


"Bee? Ada apa?" Tanya Lala diseberang sana


"Kangen kamu" balasnya cepat.


"Tadi saja gak balas pesan aku!" gerutu Lala


"Tadi aku lagi makan bareng Mama Papa, Hon. Maaf ya?" ucap Keenan lembut


"Oh"


"Nanti makan siang bareng ya Hon. Aku kangen kamu" ucap Keenan


Entah kenapa, kini Lala seolah tempatnya mengadu. Dia ingin menumpahkan keluh kesahnya pada kekasihnya itu.


"Iya. Sudah ya, aku gak enak nih Bee"


"Iya, Honey. Miss you" Keenan menutup ponselnya. Dia keluar dari kantin.


Keenan kesal melihat Bang Al dan Mas Pram berjalan ke arahnya.


"Dari mana sih!"


"Mas Pram minta anter cari tempat sekitaran sini" ucap Bang al


"Pacarmu urus kek Bang!" Kesal Keenan


"Kamu ga.. "


"Enggaklah gila. Aku gak mau juga dekat dia" ketus Keenan


"Santai Bro Keen" Mas Pram merangkulnya.


"Mas Pram hendak memutar tubuh Keenan. Namun Keenan enggan memutar tubuhnya membuat Mas Pram sedikit heran.


"Aku males Mas. Mau cari angin" ucap Keenan


"Loh? Kemana?" tanya Mas Pram serius


"Entahlah" jawab Keenan sembari melangkah.


"Aku ikutt Brooo" Mas Pram menyusulnya.


"Terus si Bang Al gimana toh?"


"Males aku ada si Mira, Mas" ucap Keenan


Mereka berjalan ke parkiran. Keenan menarik kaos yang dikenakan oleh Mas Pram.


"Naik mobilku Mas" ucapnya seraya menyeret Mas Pram


Mas Pram mengikutinya tanpa banyak bicara. Dia faham, sahabatnya sedang ada masalah.


Keenan melajukan mobilnya hingga tiba disebuah kedai kopi.


"Ono opo tho Cah Bagos?" tanya Mas Pram


Keenan menyeruput kopi miliknya.


"Orangtuaku pulang kemarin."


"Syukurlah. Gimana keadaan Ayahmu?" Tanya Mas Pram serius.


"Sehat. Sudah lebih baik." ucap Keenan


"Aku diberi waktu enam bulan, kalau gagal. Aku harus mengikuti perintahnya" ucap Keenan


"Terus?" Mas Pram menatapnya


"Aku bingung Mas"


Mas Pram tersenyum pelan.


"Lucu. Keenan yang aku kenal dulu kini telah tiada."


"S*alan Pramono!"


"Haha..maksudku, Keenan yang cool, paling kalem, sekarang lihat?" Mas Pram bertepuk tangan.


"Lala hebat" ucapnya kemudian


"Aku harus gimana Mas?"


"Bro Keen, kita sudah lulus. Bukan waktunya untuk main-main sekarang" Mas Pram menepuk bahu Keenan


"Mari kita kejar cita-cita kita" ucapnya


"Mas Pram yang ku kenal kini telah tiada" sindir Keenan


Keduanya terbahak.


***


"Hon, aku di depan" Keenan menempelkan ponselnya di wajahnya.


Lala masuk ke dalam mobil Keenan.


"Honey, give me hug. Please" ucap Keenan dengan wajah sendu


Lala memeluknya, mengelus lembut punggung Keenan. Pikirannya langsung melayang dengan ucapan Keenan yang sering dia tanyakan pada Lala.


Jantung Lala mulai berdetak kencang, dia merasa tak siap mendengar ucapan Keenan. Kini Lala memeluknya lebih erat.


Lala hanya mengangguk, pikirannya dan hatinya masih berlarian kemana-mana.


"Hon, kok kamu gak cerewet sih?" Keenan menggenggam tangan Lala.


"Eh? Hmm.. Aku kan mau jadi anggun Bee" Lala tersenyum manis


"Dih! Gak cocok sama kamu sayang" Keenan mengacak rambutnya. Dia kembali menggenggam tangan Lala seolah tak mau lepas.


"Makan apa?" tanya Keenan


"Yang cepat aja seperti biasa" ucap Lala


"Hon, beli onigiri saja ya di minimarket. Makan disini. Mau?" tanya Keenan


"Oke Bee. Apa aja asal sama kamu" ucap Lala yang membuat Keenan tersenyum


"Ciee Lala gombalin Keenan ciee" Lala tertawa sendiri.


"Dasar! Bukan kamu kalau gak aneh Hon" ucap Keenan seraya menepikan mobilnya di depan Minimarket.


"Kamu tunggu saja disini ya Hon" ucap Keenan.


Dia satengah berlari masuk ke dalam minimarket. Tak butuh waktu lama, dia seegra keluar.


"Cepet banget Bee?" tanya Lala


"Aku gak mau buang waktu banyak, honey"


Keenan melajukan mobilnya kembali hingga dia menepi dibawah pohon rindang dipinggir jalan.


"Gak apa-apa kita disini Bee?" tanya Lala


"Kayaknya enggak" ucap Keenan


"Makan Hon, suapi aku ya" pinta Keenan


"Kamu kan gak nyetir Bee." lala mulai membuka plastik yang membungkus onigiri tersebut.


"Tapi disuapi kamu itu nagih, Honey" ucapnya


"Manja!"


"Biarin, sama pacar sendiri" jawabnya seraya menerima suapan dari Lala.


"Aku gak sabar ingin ketemu kamu Hon." ucap Keenan


"Kenapa memangnya?"


Keenan menceritakan perjanjian yang dia lakukan bersama Papanya. Lala hanya mendengarkannya sampai Keenan beres bercerita. Ada rasa lega dalam hatinya, sang pujaan hati masih bersamanya. Namun disisi lain, dia juga takut. Takut terlalu larut dalam cintanya yang sewaktu-waktu akan menenggelamkannya.


"Intinya sih Hon, kamu mau gak berjuang sama aku" ucap Keenan menatap manik Lala. Ada rasa tak percaya diri dalam dirinya.


"Mari kita kikis perbedaan kita Hon. Aku tahu apa yang kamu khawatirkan selama ini" ucap Keenan membuat Lala meloloskan air matanya.


"Bee..aku tahan-tahan dari kemarin. Tapi kamu jahat ih!"


"Loh, aku jahat apa? Kok kamu nangis sih?" Keenan mengusap pipi Lala


"Habis, kamu bicaranya tumben so sweet. Aku kan jadi meleleh" ucap Lala seraya tersenyum disela tangisnya.


"Kamu pikir, aku main-main apa? Kita sudah dewasa Hon" ucap Keenan.


"Aku takut Bee.."


"Kok takut?"


"Kamu gak mau berjuang sama aku!" ketusnya


"Bukan gitu"


"Terus apa!" ucap Keenan marah


"Ih tadi udah so sweet sekarang nyebelin Lagi" Lala menyubit lengan Keenan.


"Hoon! Aww! Sakit!" Keenan mengusap lengannya.


"Kamunya jahaat" Lala merengek.


"Haha.. Lucu banget sih ngomongnya" Keenan menggenggam tangan Lala


Mereka terdiam kembali.


"Lashira, kamu mau kan berjuang bareng aku?" tanya Keenan


"Kamu serius Keen?" tanya Lala


"Kamu gak percaya?" Keenan menekan ucapannya


"Apa gak terlalu cepat buat kita?" tanya Lala


"Kamu mau pacaran lama-lama terus nantinya ditikung di sepertiga malam kayak yang di televisi itu?" tanya Keenan


"haha.. Omanganmu Bee udah kayak ustadz saja"


"Makanya sebelum ditikung disepertiga malam, honey." ucap Keenan yang membuat Lala tersenyum


"Minimal pacaran kita bukan haha hihi semata." ucap Keenan


"Apa kamu mencintaiku Keen?" tanya Lala


"Ck.. Kamu masih tanya cinta?"


"Apa kamu pernah bilang kalau kamu cinta aku?" tanya Lala


"Sepenting itu?" tanya Keenan heran


"Menurutmu?" balas Lala datar


"Biasa saja. Itu hanya ungkapan. Yang penting setiap tindakan aku untuk kamu, Hon" ucap Keenan


"Oh, jadi seperti itu" Lala tak melanjutkan ucapannya.


"Yuk, aku harus masuk kantor lagi." ajak Lala yang sedikit kecewa


Selama perjalanan, Lala lebih banyak diam. Keenan beberapa kali mengajaknya bicara, namun dia hanya menjawab seperlunya.


"Pulangnya aku jemput Hon" ucap Keenan.


Lala hanya mengangguk.


"Kamu kenapa sih Hon?" tanya Keenan


"Aku hanya ngantuk Bee. Aku masuk ya. Kamu hati-hati" ucap Lala


"Iya honey. Aku bareng Mas Pram dan Bang Al ya.." ucap Keenan


Dia melajukan mobilnya ke arah kampus.


Lala berjalan perlahan.


'Dasar gak peka! Nyebelin terus!' batinnya merutuki Keenan


'Ngajak berjuang bareng, bilang cinta aja enggak! Emang aku tuh pahlawan apa, pakai berjuang segala!' Lala tak henti bicara dalam hati hingga dia tersandung dan dengan sigap seorang lelaki menangkapnya.


"Jalan pakai mata makanya Neng!" ucap Lelaki tersebut.


"Jalan pake kaki lah Mas Agus!"


"Yee dikasih tahu juga"


"Aku sukanya tempe!" ucap Lala asal


"Eh terima kasih loh Mas, untung aku gak jatuh" ucap Lala


***


"Sepenting apa sih kata cinta untuk perempuan, Bang?" tanya Keenan


"Penting banget lah. Heh, dengar! Wanita jatuh cinta dengan telinganya. Sedangkan lelaki dengan matanya" ucap Bang Al


"Coba dijelaskan maksudnya bagaimana itu Bang Al?" tanya Mas Pram


"Nih ya, cewek lebih senang dengar kata pujian, lebih senang dengar kata cinta, kata rindu. Coba laki-laki?"


"Aku juga senanglah denger hal begitu!" sanggah Keenan


"Terus kenapa gak kamu lakukan, Maliiih" ucap Bang Al geram membuat Mas Pram terbahak.


"Bedanya sama cowok, cowok lebih dulu lihat cewek dari tampangnya dulu kan? Baru jatuh cinta. Jujur aja, aku juga cowok" ucap Bang Al


"Iya juga sih Keen. Apalagi yang bodynya.." ucap Mas Pram seraya meliukan tangannya


"Diem lo jomblo" ketus Keenan yang membuat Bang Al terbahak seketika.


Keenan hanya terdiam, dia mencerna kata-kata Bang Al tadi.


"Bang, emang cewek marah kalau kita gak bilang cinta?" tanya Keenan


"Mas, temanmu jadi g*b*** ya lama-lama" kesal Bang Al


"Coba diberi wejangan Bang Al. Anda kan masternya, dia masih newby" ucap Mas Pram


"Haha.. Baiklah. Begini teman-teman. Aku tanya sama kamu, Bro. Gimana kalau si Lala yang notabene jadi pacarmu tapi dia depan orang tak bilang kalau dia pacarmu?" ucap Bang Al


"Aku kesel lah!" ucap Keenan.


"Ya sama wanita juga." ucap Keenan


"Kamu pacaran cuma jalanin doang, tapi kamu gak bisa yakinin hatinya. Ya dia kaburlah. Mana mau?" ucap Bang A


"Kalau menurutku sih yang penting kita melakukan sesuatu untuknya. Dia juga pasti tahu bagaimana kita memperjuangkannya." ucap Keenan


"Iya. Tapi kalau dua-duanya dilakukan. Yakin deh, si Lala gak mau lepas dari kamu." ucap Bang Al


"Eh Bro, ngomong-ngomong, si Lala sudah ketemu kan sama orangtua kamu?" tanya Mas Pram


"Buset Pramonoo, tadi aku udah cerita. Nyesel curhat sama kamu!" ketus Keenan.


"Dah, aku cabut ya." ucap Keenan


***


Lala masuk ke dalam mobil Keenan dengan malas.


"Makan dulu ya Hon?" ajak Keenan


"Terserah kamu saja" ucap Lala


Keenan melajukan mobilnya menuju cafe yang pernah dia kunjungi bersama Lala waktu itu.


"Bee kita.. "


"Kata orang enakan malam kesini. Ternyata bener, romantis juga tempatnya" ucap Keenan


'Percuma romantis tempatnya, tapi kamu enggak' batin Lala


Keenan dan Lala menyelasikan makanannya tanpa banyak bicara. Setelah selesai makan, seorang pelayan wanita menghampiri mereka dengan membawa sepotong kue yang sangat cantik.


"Aku gak pesen, Mbak" ucap Lala


"Boleh saya bisikan sesuatu?" tanya pelayan tersebut pada Lala. Lala memutar bola matanya nampak berpikir kemudian dia mengangguk.


"Ini dari pria yang ada di hadapan Mbak, dia bilang kalau dia sangat mencintai Mbak Lashira" ucap pelayan tersebut yang membuat Lala membulatkan kedua matanya.


.


.


.


Nungguin yaa? Hihi maaf yaa temans, kemarin agak sibuk dikit. Terima kasih masih setia menunggu HoneyBee. Bantu like dan komentarnya yaa.. Jangan lupa vote yang buanyaak. Terima kasih ^^