
"Loh Mas Izam?" Lala nampak kaget
"Hehe. Ini aku disuruh Ibu nganterin ini La." ucap Izam kikuk sambil tersenyum.
Tiba-tiba Lala berteriak.
"Ibuuuuuu.. Ini ada anaknya Ibu.." Lala seolah bertanya nama orang tua Izam.
"hehe.. Maaf ya Mas Izam." Lala malu sendiri
"Ibu Gunawan." ucap Izam seraya tersenyum
'Mati La. Kamu malu-maluin. Gak ada akhlak begini depan mas Izam.' batinnya.
"Siapa sih yang datang La? Kamu teriak-ter.. "
"Eh anak Bu Gunawan. Sini masuk dulu" ajak Ibu ramah saat melihat Izam didepan Lala.
"Gak usah Bu, aku hanya mengantarkan ini dari Ibu." ucapnya
"Ayo masuk dulu. Kalian saling kenal bukan?" tanya Ibu
"Iya, kami teman satu kantor Bu" ucap Izam
"Sudah, sini masuk." ajak Ibu
Ibu menariknya masuk menyenggol Lala.
'Ya ampuun si Ibu gerak cepat sekali.' batin Lala.
" La, temani dulu. Ibu mau ambilkan minum"
"Gak usah Bu, gak perlu re.. "
" Gak repotin. Ibu senang malah." sanggahnya seraya masuk kedalam.
"Maaf ya Mas Izam. Ibu memang begitu sama semua orang." ucap Lala
"Gak apa-apa La. Aku suka malah. Ibu ramah banget." ucapnya
"Antara ramah banget dan heboh beda tipis Mas" pungkas Lala membuat Izam tertawa kecil.
"Sama kaya kamu." ucap Izam
"Aku anggun begini Mas" canda Lala
"Iya anggun banget, gak pernah teriak-teriak." ucap Izam
"Hehe mas Izam nyindirnya kurang depan Mas."
"Kamu.. Lagi ngapain? Aku ganggu gak?" tanya Izam
"Lagi nonton saja Mas. Gak ganggu kok."
'Padahal lapaaar bangeet ini' batinnya
"Besok sudah harus kerja lagi ya La." Izam mencari topik pembicaraan
"Iya Mas. Males banget kalau hari Senin."
"Hehe..iya ya.."
"Kamu berangkat sendiri atau.." Izam menggantungkan kalimatnya
"Dia selalu dijemput Mas." Ibu menimpali sambil membawa teh manis dan kue
"Oh" ucap
"Dijemput ojek online maksud Ibu. Silahkan di minum" ucap Ibu
"Terima kasih Bu." ucap Izam
"Ibu tinggal ya. Kalian ngobrol saja." ucap Ibu
'Ibu kader apaan sih, niat banget mau jodohin' batin Lala
"La, Kalau kamu mau, bareng aku saja berangkat ke kantor." ajak Izam
"Gak usah Mas. Terima kasih. Hehe."
"Gak apa-apa La. Tenang saja aku jomblo, gak akan ada yang marahin kamu." ucap Izam
"Hehe. Mas Izam pengumuman nih."
"Enggak. Cuma takut kamu salah faham" ucap Izam
'Dih apaan sih pake salah faham segala.' batin Lala
Lala hanya tersenyum.
"Diminum Mas." ucap Lala.
"Oh iya, terima kasih. Aku minum ya." ucap Izam
Izam menyeruput teh perlahan.
"Aku pamit ya La, tolong bilang ke Ibu." ucap Izam.
"Iya Mas. Hati-hati ya."
"Hehe..cuma lima langkah ini La." ucapnya
"Lebih kali mas."
"Hehe. Iya. Iya."
"Oh ya, kalau mau bareng gak usah sungkan ya. Save saja nomorku La." ucap Izam
"Eh?" Lala nampak bingung
"Sebentar ya, aku ambil dulu ponselnya." Lala masuk ke dalam rumah. Tak lama dia kembali dengan ponsel ditangannya.
"Berapa nomornya mas?" tanya Lala
Izam melafalkan nomor miliknya.
"Nomor kamu La?" Izam mengeluarkan ponsel miliknya.
'dia bawa ponsel, ngapain tadi nyuruh aku ngambil ponsel segala!' gerutunya dalam hati.
Lala menyebutkan nomor miliknya, Izam menyimpannya dalam kontak ponselnya kemudian dia memasukan ponselnya kembali dalam saku celana.
"Aku pulang ya La." pamit Izam
"Iya Mas." Lala berlalu masuk ke dalam rumah.
Lala membawa gelas bekas minum Izam.
"Cieee.. Lala cieeee.. " Ibu tersenyum senang
" Apa sih Ibu, gak jelas!"
"Bilang punya pacar, tapi kayaknya suka sama Izam." cibir Ibu
"Ya ampuun.. Terus aku harus ngusir dia gitu bu? Ibu sendiri yang nyuruh dia masuk" gerutu Lala.
"Dih! Dasar gak jelas nih Ibu!" gerutunya sambil masuk kamar.
Lala merebahkan tubuhnya.
"Si Keenan kemana sih? Gak ada kanar sama sekali." gumamnya.
"Sengaja kali ya, biar aku kirim pesan duluan. Dih! Manja ini bocah." gumamnya seraya tersenyum
"Bee kamu lagi apa? Kok gak ada kabar sih?" Lala segera mengirimkan pesan.
"Haha. Aku malah deg-degan begini" Lala bermonolog
Tak lama pesan balasan masuk.
"Aku lagi main gitar saja. Kamu lagi apa?" ~ Keenan
"Beres terima tamu. Duh ternyata tetangga baruku teman kantor. Haha..lumayan bisa nebeng berangkat kerja." ucapnya.
Keenan yang sedang memangku gitar seketika menaruh gitarnya. Dia menghubungi Lala.
"Hallo Keen." sapa Lala
"Temanmu cewek atau cowok?" tanya Keenan
"Apa sih baru nelepon langsung tanya begitu." ucap Lala
"Ya aku penasaran."
"Kamu cemburu?" tanya Lala
Seketika Keenan mematung.
'Apa iya aku cemburu? Aku kenapa sih?' batinnya merasa bingung sendiri
"Bee.. "
" Hmm.."
"Kamu cemburu?" tanya Lala
"Eng.. Enggak."
"Oh ya sudah. Besok aku mau berangkat kerja bareng dia." goda Lala
"Terserah." ucap Keenan. Dia ingin memastikan hatinya
"Oke" Lala ikut tersulut kesal dengan jawaban Keenan.
"Ya sudah aku mau tidur." ucap Lala seraya mematikan sambungan teleponnya.
"Dasar nyebelin. Kemarin sama Mas Pram dia cemburu, sekarang sama Mas Izam, cuek begini. Dasar plin plan" gerutu Lala.
Dia mencoba memejamkan matanya.
Sementara Keenan masih bingung dengan perasaannya sendiri. Keenan membuka foto profile Lala yang berpose menutupi seluruh tubuhnya dengan tirai. Dia memperbesar foto tersebut.
Keenan menyunggingkan senyumnya. Keenan melihat wajah polos dan ceria disana. Dia sadar, wanita berisik itu mampu mengalihkan dunianya yang sepi. Sedikit jawaban dari pertanyaannya tadi siang membuatnya lebih yakin. Dia menyukai gadis polos ini.
***
Lala tengah bersiap untuk berangkat kantor.
"Lalaaaa.. " teriak Ibu
" Aku disini Ibu, gak usah teriak." ucap Lala
"Berikan ini buat Izam yaaa." ucap Ibu
"Apa ini Bu?" tanya Lala
"Risol sama martabak tahu." ucap Ibu
"Aku mana?"
"Kamu kan sudah bosan."
"Ya ampuuun Ibu..jangan bikin orang berharap aneh-aneh deh Bu. Aku punya pacar" ucap Lala
"Mana pacarmu? Ketemu Izam saja kamu terlihat bahagia." pungkas Ibu
"Ih ya ampuuun.. Siapa juga yang bahagia." Lala menggerutu
"Sudah, sana berangkat. Berikan ini sama Izam pokoknya." ucap Ibu
"Aku belum pesan ojek Ibu. Nanti ah"
Saat hendak memesan ojek, sebuah pesan masuk.
"La, yuk bareng aku. Aku tunggu." ~ Izam
'Ya ampuun kalau begini, Ibu makin gencar jodohin kan.' batin lala
"Huh!" Lala mendengus kesal
Dia membawa kotak berisi risol dan martabak tahu.
"Aku berangkat. Assalamualaikum." ucapnya lesu
"Waalaikumsalam. Laaa ceriaa dong. Kan mau ketemu Izam. Cieeee Lala cieee." goda Ibu
"Ya ampun.. Kelakuan Ibu kader bikin malu" gumamnya
Lala berjalan mendekati rumah Izam.
'Duh malu sama ibunya.' gumam Lala
"Assalamualaikum Tante" ucap Lala menyapa Ibu Izam seraya menyalaminya
"Waalaikumsalam, panggil Ibu saja, Mbak." sapanya ramah.
"Anaknya Ibu Tita lucu sekali." ucapnya kemudian
"Hehe.. Maaf ya Bu, aku ikut bareng sama Mas Izam." ucap Lala kikuk
"Gak apa-apa. Ibu senang kok, Izam disini jadi punya teman." ucapnya.
"Aku berangkat ya bu. Takut telat."
"Assalamualaikum." ucap Lala dan Izam bersamaan.
Izam mulai melajukan motornya dengan membonceng Lala.
"Keenan!" pekik Lala saat mereka melewati minimarket.
Keenan hanya diam memperhatikannya sambil menautkan kedua alisnya.
.
.
.
Jeng.. Jeng.. Jengggggg.... Gimana tuh? Yuukk di VOTE yaaaang banyak. Tinggalkan jejak dengan like dan komentarnya. Teirma kasih ^^