
"Mas Izam, bisa stop disini?" Lala menepuk bahu Izam. Dengan spontan Izam berhenti.
"Kenapa La?" Izam heran sementara Lala segera turun.
"Ini dari Ibu untuk Mas Izam." Lala memberikan kotak titipan Ibu.
"Mas berangkat duluan saja ya. Maaf pacarku jemput." jujur Lala
"Loh? Kok kamu gak bilang?"
"Bukan aku gak mau bilang, itu tiba-tiba dia disana." Lala menunjuk ke arah belakang. "Maaf ya Mas." sesalnya.
"Oh yaudah, aku duluan ya." pamit Izam sedikit kecewa.
'Aku kira kamu gak punya pacar La.' batin Izam seraya melajukan motornya.
Lala berlari kembali ke depan minimarket.
"Keen" Lala melambaikan tangan dari kejauhan.
Keenan yang hendak melajukan motornya seketika diam menatap Lala yang berjalan mendekat ke arahnya.
"Ngapain kamu balik lagi!" tanya Keenan ketus
"Cepetan. Telat nih." Lala tak menggubris perkataan Keenan. Dia naik ke atas motor.
"Helmnya." pinta Lala
"Turun kamunya!" ketus Keenan
Lala segera turun dari motor, sementara Keenan membuka bagasi motornya.
"Nih" Keenan menyodorkan helm pada Lala.
Keenan menatap Lala memasang helm dikepalanya.
"Buruan Bee. Malah lihatin begitu!" Protes Lala
Keenan segera melajukan motornya dengan kencang membuat Lala kaget dan memeluknya erat.
Tak ada satu katapun yang terucap dari bibir mereka. Keenan fokus menjalankan motornya. Sementara Lala sibuk komat kamit dibelakang. Hingga tak terasa mereka tiba dikantor.
"Jahat banget sih! Kebut-kebutan segala kayak punya nyawa tujuh saja!" Lala memukul lengan Keenan
Keenan diam. Raut wajahnya nampak tak ramah.
"Niat gak sih jemput aku?" tanya Lala
"Siapa juga yang jemput kamu!" ketusnya
"Terus tadi?"
"Cuma mastiin omongamu saja semalam!" ucapnya ketus
"Si*lan kamu! Aku pikir kamu peduli sama aku makanya jemput aku. Gak tahunya..." Lala kesal dan sakit hati. Lala memutar tubuhnya. Baru satu langkah, Keenan menarik lengannya.
"Awas saja kalau kamu berani bareng dia lagi!" ancam Keenan
"Apa peduli lo!" geram Lala
"Aku gak suka ya kamu dekat lelaki lain!" Keenan menautkan alis tebalnya.
"Apa peduli lo!" Lala mengulangnya ketus.
"Kamu lupa kita pacaran? Kamu gak hargain aku!" Keenan tak kalah ketus.
"Kamu cemburu?" tanya Lala kemudian
"Kamu bod*h atau tol*l? Gak bisa baca perasaan orang!" Keenan makin jutek.
"Bee.." Lala melunak. Dia tahu pacarnya sangat cemburu.
"Sana masuk! Bukannya telat!" Sindir Keenan
"Nanti jemput. Awas kalau enggak!" ucap Lala seraya meninggalkannya.
"Dasar Keenan brengs*k! Bilang kek kalau jemput. Aku gak enak banget sama Mas Izam. Ya Tuhan... Malu banget kalau ketemu dia lagi." gumam Lala seraya masuk ke dalam kantor.
"Kenapa sih datang-datang baca mantera. Kamu kesambet setan La?" Agus menyapanya heran
"Ih apa sih Mas Agus. Mau tahu saja sih!" gerutu Lala.
"Heh dimana-mana, begitu datang tuh bilang Assalamualaikum dulu kek." Agus ceramah
"Iya waalaikumsalam Mas. Dah jangan ganggu aku. Aku lagi kesel tahu!" ucap Lala kemudian
"Pagi-pagi dah ngomel. Cepet tua nanti kamu La." ucap Agus
"Gak bakalan Mas. Orang aku pakai formalin. Jadi awet muda."
"Dah kayak mayat saja kamu pakai formalin. Haha" ucapnya seraya pergi ke depan.
"Ih suka-suka aku lah." gerutu Lala
***
Keenan melempar tubuhnya diatas kasur.
"Aku pikir dia cuma menggertak doang mau berangkat bareng orang lain! Si*lan si Lala! Berani-beraninya dia dibonceng sama laki-laki lain." Keenan merasa kesal.
Dia membuka aplikasi pesan. Kemudian menuliskan pesan pada Lala
"Makan siang bareng!" Keenan mengirimkan cepat
"Iya sayangku" Lala tak kalah cepat membalasnya.
"Ya Tuhan..kesel sudah diubun-ubun tapi dia memasang wajah tanpa dosa!" Keenan berbicara sendiri seolah-olah Lala dihadapannya.
Keenan ingin sekali membalas pesannya tapi dia urungkan mengingat Lala yang sedang bekerja.
Keenan membuka pesan masuk dari temannya.
"Tes.. Tes.. Test*teron.." ~Mas Pram
"Haha.. Kamu sedang ingin Mas?" ~ Bang Al
"Bang, bagaimana ibumu? Apakah sudah kembali sehat seperti sediakala?" ~ Mas Pram
"Alhamdulillah sudah. Untungnya gak rawat inap" ~ Bang Al
"Itu yang sedang minyak tapi gak komen-komen. Kesini, mau dipeluk kamu?" ~ Mas Pram
"Haha.. Tahu saja kau Mas! Aku lagi gak mood becanda ya, tolong." ~ Keenan
"Ada masalah apakah dengan Lala Poo" ~ Mas Pram
"Haha.. Sialan. Memangnya pacarku telenovela apa!" Protes Keenan
"Teletubbies woy! Teletubbies. Telenovela mah noh si Emar.. Emarimaaarr awww... " ~ Bang Al
"Jijik Bang!" ~ Mas Pram
"Kuuyy basecamp." ~ Mas Pram
"Aku janji makan siang bareng si Lala." ~ Keenan
"Kesini dulu lah, baru jemput Lala Poo" ~ Mas Pram
"Berangkaaat." Bang Al
"Bang, kamu jangan sama si Mira lah. Gak bebas aku." ~ Mas Pram
"Oke. Si Mira lagi ada perlu juga." ~ Bang Al
'Apa aku bilang ke mereka sekarang saja?' batin Keenan
"Aku ikut kalau begitu." ~Keenan
Tanpa melihat pesan dari mereka lagi, Keenan menyambar tas miliknya. Dia bergegas ke kampusnya.
***
Keenan tiba di basecamp, disana Bang Al dan Mas Pram sedang asik memainkan ponsel mereka. Keenan melempar tasnya diatas meja hingga keduanya menoleh.
"Kenapa mukamu kusut begitu? Apakah belum kau laundry?" tanya Mas Pram
"Si Lala berangkat sama cowok lain" Keenan mulai terbuka
"Kok bisa?" Bang Al heran
"Semalam dia cerita, tetangga barunya satu kantor sama dia. Aku pikir dia bohong mau berangkat bareng. Tahunya beneran."
Bang Al dan Mas Pram terbahak.
"Heh! Kurang baik gimana itu si Lala ngasih tahu, dirimu saja yang gak peka." ucap Mas Pram
"Ya aku kira dia cuma becanda Mas!" Keenan melipat kedua tangannya
"Wah, perang dunia persilatan kalau begitu. Mana sekantor, sering ketemu.." goda Bang Al
Keenan menatap tajam Bang Al.
"Anj*r jangan kompor lah Bang!" Keenan emosi
Mas Pram dan Bang Al terbahak.
"Keenan benar-benar jatuh cinta." ucap Mas Pram.
Keenan yang penasaran dengan perasaannya merasa terpancing.
"Kelihatan sekali Mas?" tanya Keenan penasaran
"Heh! Kamu gak punya kaca apa!" Bang Al menangkup muka Keenan dengan telapak tangannya
"Bang!" Keenan menepisnya kesal
"Lagian pakai nanya segala. Itu muka tulisannya Lala semua. Situ gak nyadar apa pura-pura!" Bang Al meledeknya
"Haha.. Masa sih" Keenan masih gak percaya.
"Kamu kalau gak cinta Lala, buat aku saja Bro." ucap Mas Pram santai
"Weeii..gila Mas! Emangnya pacarku piala bergilir apa!"
"Nah emosikan? Dia masih gak sadar kalau cinta mati sama si Lala." Mas Pram makin memojokannya.
Keenan kini terdiam.
"Ah gak ada mendingnya cerita sama kalian!" Keenan beranjak dari tempat duduknya, dia menghampiri si Tuti memesan minuman kesukaannya.
Keenan duduk kembali dengan gusar.
"Bro, kamu harus ekstra ketat tuh jaga si Lala." ucap Mas Pram
"Gimana caranya?"
"Bikin bunting lah" ucap Bang Al asal
"Gila! Aku tak semurahan itu ya Bang!" Keenan kesal
"Haha.. Susah memang yang jatuh cinta. Pasti otaknya setengah beku." Mas Pram menggelengkan kepalanya
"Kamu buat si Lala klepek-klepek lah." ucap Mas Pram
"Aduh.. Itu mah sudah pasti Mas."
"Terus apa yang kau ragukan?"
"Ya aku takut dia dipepetin terus."
"Ya sudah tunjukan kalau kalian pacaran." Bang Al
"Gimana nunjukinnya?"
"Ajarin Mas! Temanmu sepertinya jadi bod*h gara-gara cinta." ucap Bang Al
"Kata kamu kan mereka tetangga? Ya kamu antar jemput si Lala biar lelaki itu melihatmu lah!" Mas Pram memberi ide
Keenan nampak berpikir.
"Lumayan juga idenya." Keenan kini tersenyum bertepatan dengan Tuti yang memberikan minumannya. Tuti sedikit salah tingkah dengan menyelipkan anak rambutnya ke belakang telinga melihat senyum lebar dari Keenan.
"Si Tuti kenapa woy?" Bang Al berbisik
Keenan dan Mas Pram melihat ke arah Tuti. Mereka saling pandang kemudian terbahak.
"Si*lan kau Mas." ucap Keenan
"Kamu juga" ucap Mas Pram.
Keenan sedikit lega mendapat wejangan dari kedua teman gesreknya.
"Jadi, kapan kita ke rumahmu?" Bang Al kini mengingatkannya
"Kapanpun kalian mau. Tapi jangan ada ceweklah. Biar bebas." ucap Keenan
"Aku setubuh denganmu Bro"
"Oke. Kapan nih?" tanya Bang Al
"Besok lah. Setelah urusanku selesai sama si Lala." ucap Keenan
"Deal"
***
"Aku di depan Hon" Keenan menelepon Lala singkat
Tak butuh waktu lama, Lala segera menghampirinya.
"Makan apa?" tanya Keenan dengan wajah dinginnya.
"Burgerlah Bee." ajak Lala
Lala segera naik ke atas motornya. Tak begitu lama, mereka tiba di restoran cepat saji.
"Aku pesen dulu" ucap Keenan
'Gilaaa anak kulihan saja nraktir mulu. Gimana dia kalau sudah kerja. Tuan muda mah bebas.' Lala tersenyum sendiri.
Lala menunggu Keenan sambil memainkan ponselnya.
"Kabari saja terus! Bilang gak bisa makan bareng dia" Keenan datang membawa nampan berisi makanan mereka
"Apa sih Bee? Kamu cemburu?" tanya Lala lembut
"Kalau aku boncengan sama cewek lain gimana perasaanmu?" tanya Keenan balik
"Ya kalau memang terpaksa atau sekedar teman, aku gak masalah." ucap Lala datar seraya mencomot kentang goreng dihadapannya
"Oke. Nanti aku bonceng cewek depan kamu." ucap Keenan ketus
"Bee, kok jahat."
"Yang jahat siapa? Mikir!"
"Kata kamu semalam, kamu gak cemburu?" goda Lala
"Ya kamu mikir lah!" Keenan melipat tangannya, menyandarkan tubuhnya ke kursi
"Iya maaf sayangku. Ayo makan" ajak Lala
"Aku gak nafsu!"
"Ih Bee.. Cepetan. Mau aku dihukum Pak Reza?" tanya Lala
Keenan kini menegakan tubuhnya. Lala memberanikan diri memegang tangan Keenan.
"Jangan marah lagi ya Bee.. Tadi kan aku turun dari motor dia. Dia tahu kamu pacar aku." ucap Lala
Keenan mengangkat sebelah bibirnya. Dia senang mendengarnya
"Yakin kamu?" Keenan memastikan.
"Apa perlu aku kenalkan sama orangnya?" tanya Lala
"Gak usah." pungkas Keenan cepat
"Ayo makan." ajak Keenan
Mereka sibuk dengan makanannya masing-masing.
"Honey.."
"Hmm.. "
"Besok aku ajak anak-anak ke rumah."
"Sudah siap?" tanya Lala
Keenan mengangguk.
"Terus Mira?"
"Aku minta Bang Al biar gak bawa Mira."
"Bagus" ucap Lala
"Kenapa?"
"Biar dia gak pepetin kamu Bee." Lala tersenyum
"Dasar."
"Iyalah. Aku gak suka." ucap Lala
"Cemburu?"
"Kalau iya kenapa!"
"Gak apa-apa. Aku seneng." Keenan tersenyum
"Aku sih jujur. Daripada marah-marah gak jelas." sindir Lala
"Kamu nyindir aku?"
"Gak nyindir, aku bicara apa adanya." pungkas Lala
"Iya. Aku gak suka kamu boncengan sama lelaki lain. Sekali lagi begitu lihat saja!" ucap Keenan
"Iya iya. Kalau kepepet boleh ya?" Lala mengedipkan matanya
"Kamu mau aku talak tiga?" ketus Keenan
Lala terbahak.
"Gila dasar. Nikah saja belum" ucap Lala
"Lagian kamu mancing-mancing terus." gerutu Keenan.
"Bee.. Aku gak di ajak ke rumahmu?" goda Lala
"Spesial sama kamu nanti saja berdua." Keenan mengedipkan matanya
"Ogah."
"Kenapa?" Keenan heran
"Yang ketiganya setan."
"Yah, Mas Pram dong?" keduanya terbahak kembali.
"Jahat ih kamu Bee."
"Aku jahat kalau kepepet honey." ucap Keenan
"Rese kamunya! Kemarin mana gak ngasih kabar! Ngeselin tahu!" Lala cemberut
"Maaf Hon" Keenan menggenggam tangan Lala.
"Aku kemarin sedikit sibuk." bohong Keenan
"Sibuk apaan! Kuliah udah beres juga!"
"Kamu gak percaya?"
"Iya percaya!" Lala malas berdebat lagi.
"Good."
***
"Jemput gak nanti pulangnya?" tanya Lala begitu tiba di depan kantor. Dia membuka helmnya
"Iya nanti dijemput." Keenan mengambil helm dari tangan Lala
"Yes." Lala tersenyum senang
"Kenapa? Hemat duit ya?" goda Keenan
"Enak saja! Senenglah dijemput pacar." Lala menunjukan deretan giginya.
'kalaupun iya, aku gak bakalan bilang kali.' batin Lala
"Dah sana masuk."
"Iya. Kamu hati-hati ya Bee. Kirim pesan ke aku jangan lupa! Kalau lupa, aku jalan nih sama orang lain!" ancam Lala
"Lihat saja kalau kamu berani!"
"Ya makanya awas saja kalau kamu gak ngabarin."
"Iya bawel. Sana masuk."
"Byee.. " Lala berjalan meninggalkan Keenan
"Dasar si Keenan. Bisa-bisanya tadi dia bilang mau nalak segala. Punya pacar orang gila." Lala tersenyum sendiri
***
Lala sudah tak sabar ingin segera pulang, tak hentinya dia melirik jam.
"Bee" ~ Lala menulis pesan.
Lama dia menunggu, tapi tak ada jawaban dari pacaranya hingga jam pulang tiba.
"Bee.. Jadi jemput gak si?" Lala menulis pesan
Tak lama sebuah telepon masuk.
"Cepetan keluar." Ucap Keenan diseberang sana.
Lala segera keluar ruangan menghampiri Keenan yang sedang menunggunya.
"Kamu habis futsal Bee?" tanya Lala saat melihat Keenan memakai kostum bola
"Huum."
"Pantesan gak ada balasan aku kirim pesan juga." ucap Lala
"Maaf. Tadi aku buru-buru kesini"
Lala naik ke atas motornya.
"Mau makan dulu?" tanya Keenan seraya melajukan motornya sangat pelan
"Pulang saja langsung."
"Kenapa?"
"Gak apa-apa Bee.."
"Kamu janjian ketemu dia dirumah?" tuduh Keenan
"Kamu suka sekali nuduh yang enggak-enggak" Lala menyubit pinggang Keenan keras
"Hon, sakit tahu. Kamu mau kita celaka apa!"
"Makanya jangan nuduh terus! Sebel tahu." ketus Lala
"Habis diajak makan gak mau."
"Ya sudah ayo. Kamu mau makan apa?" tanya Lala
"Yang kamu ajak disana Hon. Aku lapar banget." ucap Keenan
"Iya, ayo." ajak Lala
"Bilang kek kalau lapar! Bukan nuduh aku gitu!" ucap Lala kesal
Suasana masih sepi saat mereka masuk ke dalam tenda seafood langganan mereka. Lala menuliskan makanan mereka dengan menu yang sama seperti sebelumnya.
"Aku kasih ini dulu." ucap Lala beranjak dari duduknya.
Saat bersamaan, Izam masuk ke dalam tenda.
"Lala" Sapa Izam
'****** aku' batin Lala
.
.
.
Haaaa.. Perang gak tuh??
Temans, part ini dua bab aku bikin satu ya.
Kasih vote yang banyak dong temans. Selalu absen hadir dengan like dan komentarnya. Oke? Terima kasih ^^