My Enemy, My Love!

My Enemy, My Love!
Extra Part 2



"Aksaaaa.. Berhenti mengganggu Kirei." teriak Lala yang kesal karena kedua anaknya main kejar-kejaran di dalam kamarnya.


Yep! Kenzie Aksa Wijaya. Kini dia sendiri yang mengubah nama panggilannya menjadi Aksa karena dia sudah sangat kesal dengan olokan yang selalu dilontarkan sang adik tercinta.


Aksa dan Kirei tak menggubris ucapan Lala. Kirei masih tak henti mengejar Aksa karena aksa telah melucuti pakaian barbie milik Kirei.


"Aksa! Kirei! Lihat baju kalian kusut lagi kalau kejar-kejaran begitu!" gerutu Lala tak henti.


"Mommy lihat! Barbie aku kedinginan gara-gara Aksa." rengek Kirei pada Lala. Seketika Lala melotot melihat boneka barbie milik. Kirei telanjang. "Astaga! Aksaaa! Dikemanakan baju barbie Kirei?" Omel Lala


"Aku buang Mom. Bosen bajunya gak pernah ganti."


"Ganti! Itu baru ganti!" protes Kirei sambil menangis.


"Huaaaaa.... Mommy.... Kasihan babie aku kedinginan.. Huuaaaaa.."


Lala merasa geli sekaligus kesal. "Ya Tuhan."


"Sudah.. Sudah.. Bajunya kan banyak. Pakaikan baju yang lain ya?" bujuk Lala


"Tapi baju itu buat ke pesta uncle Al, Mom!" Kirei masih menangis kencang.


Tiba-tiba dari balik pintu, Keenan menyembulkan wajahnya. "Masih belum beres, Mom? Aku sudah di telepon Mas Pram nih." keluhnya. "Kirei kenapa nangis?" akhirnya Keenan masuk ke dalam kamar. Mengulurkan tangannya kemudian menggendong putri kecilnya yang kini berusia 5 tahun.


"Daddy.. Aksaaa jahaaatt. Huuaaaa"


"Nanti Aksa, Daddy hukum. Sudah jangan nangis." bujuk Keenan


"Daddy bawa anak-anak keluar. Aku gak kelar-kelar ini!" keluh Lala.


"Oke." Keenan melirik Aksa "Aksa, come on! Follow me. Kita ketemu Bagas sama Om Pram." ajak Keenan.


"Ah! Bagas gak seru!" keluh Aksa sambil berjalan gontai mengekori Keenan.


Lala merapikan dress brokat yang dipadukan dengan kain satin kiriman dari Bang Al, dia memakai baju yang sama dengan Kirei. Sementara Keenan dan Aksa sendiri mendapat Kemeja polos yang senada dengan mereka.


Keluarga kecil Keenan tengah bersiap untuk mengantar Bang Al mengikat janji suci dengan wanita pilihannya.


Setelah berkelana mencari cinta, pada akhirnya Bang Al melabuhkan hatinya pada gadis KP yang ditaksinya dulu. Percintaannya yang putus nyambung selama hampir delapan tahun akhirnya menuju ke ranah pernikahan.


"Mooom..buruan." Keenan berteriak dari luar kamar.


Lala menyambar tasnya kemudian berjalan cepat keluar kamar.


"Telat nih!" keluh Keenan.


"Sudah tahu telat, kamu dari tadi sibuk sendiri!" ketus Lala


"Daddy tadi di telepon Didit, kemarin sudah diarahin tapi gak ngerti juga. Heran!" keluh Keenan tapi Lala enggan menanggapi.


"Kirei, Aksa pamit sama Oma." Keduanya berlari menuju dapur.


"Loh? Kok pada berangkat sekarang sih? Sarapan dulu Kirei, Aksa!"


"Sudah telat Oma. Kita berangkat dulu." pamit Lala


"Bawa roti saja buat ganjel, La. Kasihan anak-anak. Kalau masuk angin gimana?" Ibu segera mengambil plastik dan membungkuskan beberapa roti untuk mereka.


"Sudah tahu mau ada acara, bangun pada kesiangan!" gerutu Ibu


Lala melirik Keenan dengan wajah kesal. Bukan tanpa alasan kenapa mereka bisa kesiangan. Sementara Keenan hanya acuh, pura-pura tak mendengar.


"Let's go! Kita ke mobil duluan." ajak Keenan pada kedua anaknya.


***


Keluarga kecil Keenan bergabung dengan rombongan pengantin pria. Mereka memakai baju yang sama termasuk dengan keluarga Mas Pram.


"Nyebrang lautan Bro? Jam segini baru datang." sindir Mas Pram


"Kesiangan. Elaah.. Yang penting belum akad tuh si kunyuk." ucap Keenan santai.


"Mana anak istrimu, Mas?"


"Kenapa? Merindukan mereka?"


"Orang gila! Bisa di talak tiga langsung sama si Lala." keduanya tertawa.


"Terus si Lala kemana?" tanya Mas Pram


"Lah, tadi sih dibelakang." Keenan mengedarkan pandangannya.


"Ya Tuhan, bisa digorok si Lala." Keenan kembali ke belakang.


Keenan melihat Lala kesusahan membujuk Kirei yang sedang menangis. "Kenapa Mom?" tanya Keenan takut-takut.


"Daddy.. Barbie aku ketinggalan di mobil. Huaaaa" suara tangisnya yang berisik membuat malu mereka.


"Don't cry Baby! Ayo kita ambil." ajak Keenan sambil memangku anaknya. Lala masih enggan berbicara pada Keenan.


Lala menggandeng Aksa masuk ke dalam ruangan meninggalkan Keenan yang masih diparkiran. Dia melihat Renata melambaikan tangannya.


"Mbaakk.. Lama gak jumpa. Sibuk bikin kue terus nih, Mbak." Renata memeluk Lala.


"Haha..iya. Apalagi dong. Eh, Bagas ya ampun ganteng baget sih." Lala mencolek dagu Bagas. Bagas tersenyum pada Lala.


"Aksa, main sama Bagas." Lala mendekatkan anaknya dengan anak Mas Pram yang berumur satu tahun dibawah Aksa.


Suasana seketika hening saat Bang Al dengan Ayah dari pengantin wanita berjabat tangan didampingi dua saksi disamping mereka.


Rasa haru terselip tatkala, Bang Al dengan lancar mengucap ikrar menjadikan Tiara sebagai pendamping hidupnya.


Senyum mengembang terlihat dari wajah Bang Al saat menatap kedua sahabatnya yang mengacungkan jempol kepadanya.


"Sudah datang pesanannya belum?" tanya Mas Pram.


"Aku telepon dulu orangnya." Keenan memegang lengan Lala yang asyik berbincang dengan Renata kemudian memberi isyarat untuk keluar gedung.


"Daddy.. Aku ikuut." teriak Kirei yang menggamit jemari besar Keenan.


Keenan keluar gedung bertepatan dengan sebuah mobil pickup datang membawa pesanannya. Dia segera menelepon Mas Pram agar keluar gedung.


"Ini mau dipasang dimana, Pak?" tanya sopir pick up yang ditemani oleh rekannya.


"Hmm.. Pintu masuk saja." pinta Keenan.


Keenan dan Mas Pram tersenyum melihat baliho berukuran 3 x 4 meter terpampang di depan pintu masuk dengan foto prewedding Bang Al dan Tiara bertuliskan. "Mohon Doa dan Dukungannya Sebagai KJP (Keluarga Jangka Panjang) Terhits Sejagat Raya."


Dibawah foto juga terdapat tulisan"Keluar Masuk Menuju Puncak Demi Terciptanya Generasi Penerus Bangsa". Ditulis dengan huruf italic membuat otak para pembaca travelling kemana-mana.


Puas memandangi baliho besar yang mencuri perhatian orang, Keenan dan Mas Pram beralih pada karangan bunga yang berderet.


Lagi-lagi mereka membuat lelucon di karangan bunga tersebut.


"Selamat menempuh hidup baru, Bang Al. Dari aku yang pernah seranjang denganmu (KP)"


"Setelah sekian lama tersesat, akhirnya Bang Al yang ganteng, menikahi wanita juga (KP)"


"Selamat berjuang membobol pertahanan lawan Bang Al (KP). Gak pake nyemangatin. Sudah semangat sendiri kan? (KP)"


Tak hanya Keenan dan Mas Pram. Lala juga memberikan surprise untuk mantan karyawannya. Dia membuatkan floral wedding cake tiga tingkat dengan boneka sepasang pengantin di puncak cake tersebut.


Lala meminta mereka menarik boneka tersebut, ternyata didalamnya terdapat gulungan voucher KP, voucher cake di tokonya serta, voucher honeymoon di Hotel Bintang Lima.


Tiara nampak takjub dengan surprise yang diberikan Lala. Dia berkali-kali mengucapkan terima kasih pada Lala.


Sementara diluar gedung, Baliho dan karangan bunga yang Keenan dan Mas Pram pasang mengundang gelak tawa tamu undangan. Tak hanya itu, kejahilan mereka sukses membuat Bang Al dan Tiara menjadi tranding di sosial media hari itu juga.


***


Pulang dari acara pernikahan Bang Al dan Tiara, mereka nampak kelelahan. Aksa dan Kirei tidur di kamar mereka masing-masing. Sementara Lala keluar dari kamar mandi masih menggunakan bathrobe miliknya setelah menyegarkan diri.


"Sayang, kamu banyak banget kasih kado buat mereka" protes Keenan.


"Ya gak apa-apa, mereka yang terakhir ini nikahnya. Moga saja gak ngumbar kata cerai ya Bang, secara mereka putus nyambung terus."


"Yang suka bilang cerai siapa sih?" sindir Keenan.


"Gak ada asap kalau gak ada api!" ketus Lala.


"Iya, kan yang waktu itu pertama dan terakhir. Kamu lihat aku nakal lagi gak?" tanya Keenan.


"Iya, enggak. Moga saja selamanya." Lala mengelus pipi Keenan yang menyandarkan tubuhnya di headboard.


Keenan menarik tengkuk Lala, dia mendaratkan ciuman mesra.


"Wanginyaa.." endus Keenan di leher istrinya. Keenan kembali mel*mat bibir Lala. Kali ini lebih dalam dan lebih rakus.


"Honey, bikin adek Kirei, yuk?" bisik Keenan di telinga Lala.


.


.


.


Terjawab semua kan rasa penasarannya.. Jangan lupa like, komentar, dan vote yang buanyaaakkkk. Terima kasih ^^