My Enemy, My Love!

My Enemy, My Love!
KEENAN



Dering alarm berbunyi nyaring membuat berisik kamarnya. Keenan memicingkan matanya mencari jam weker yang berada di atas mejanya. Dimatikan dering alarmnya tersebut, kemudian dia memejamkan matanya kembali. Rasanya dia enggan untuk bangun pagi ini.


Tok.. Tok.. Tok..


"Tuaan.. Tuaan.. " suara seorang wanita memanggilnya


"Tuan muda.. Ditunggu sarapan oleh tuan besar" ucapnya lagi


"Iyaa" teriaknya.


'Hhh.. Masih pagi juga!' gerutunya kesal


Keenan segera bangkit. Dia mengacak rambutnya kemudian berjalan ke kamar mandi untuk mencuci mukanya.


Dia menyambar handuk kecil untuk mengeringkan mukanya, kemudian merapikan rambutnya yang disisiri oleh jarinya sendiri.


Keenan menuruni anak tangga berlapis karpet berwarna merah yang membuat kesan sangat megah.


"Pagi Pa, Pagi Ma" dia menyapa kedua orang tuanya dengan memberikan kecupan di pipi sang orang tua.


"Kamu hari ini gak ke kampus sayang?" tanya Mama Keenan yang terlihat awet muda dengan wajah bersinar karena perawatan yang tak pernah terlewat.


"Nanti siang. Aku kan sebentar lagi lulus Ma. Jadi sudah bebas. Masa Mama lupa" ucapnya sambil mengunyah sandwich yang telah disediakan oleh pelayan dirumahnya.


"Papa minta kamu memikirkan tawaran Papa kemarin Nak" ucap pria berusia setengah abad dalam masa perawatan karena sakit yang dideritanya.


"Iya Pa. Aku masih memikirkannya" ucapnya tak banyak bicara.


Setelah selesai makan, dia pamit kembali ke kamarnya. Seperti biasa, dia akan memainkan gitar kesayangannya dengan duduk di balkon sambil bertelanjang dada.


Setelah bosan, dia segera masuk ke kamar mandi dan berlama-lama di dalam sana.


Setelah beberapa lama, dia keluar dengan handuk kimono berwarna putih dengan tali membelit pinggangnya.


Keenan menatap kaca besar di kamarnya, dia membiarkan rambut tebal yang tak beraturan tersebut, tapi membuatnya terlihat sangat tampan.


'Jadi gak futsal sore ini ?' sebuah pesan grup masuk dari temannya yang biasa dipanggil Bang Al ketika dia membuka ponsel miliknya


'Siap Kapten' balasnya singkat


'Laksanakan Kapten Al' balas Pramono yang mereka sebut Mas Pram


Keenan membuka lemari pakaiannya, dia memakai kaos putih bergambar micky mouse dibalut dengan jaket hoodie dan memakai ripped jeans yang membuatnya terlihat lebih stylish.


Dia membawa tas hitam di sebelah pundaknya, kemudian keluar kamar dan menuruni anak tangga.


"Aku berangkat ya Ma" ucapnya sambil mengecup pipi sang Mama.


"Pakai mobilmu! Mama heran sama kamu, selalu saja pakai motor. Tahu gak? Jantung Mama mau copot kalau kamu belum kasih kabar ke Mama. Bisa mati jantungan Mama karena mengkhawatirkanmu" dumelnya


"Enakan pakai motor Ma, lebih cepat." bantahnya


"Hati-hati" ucapnya begitu anak kesayangannya berlalu meninggalkannya.


'Dasar anak itu, selalu saja begitu' gerutu Mama keenan.


Keenan memakai helm bogo miliknya setelah duduk di atas motor matic kesayangannya. Dia melajukan motornya keluar gerbang rumahnya dengan anggukan sang penjaga rumah.


Setibanya di kampus, Keenan segera menulis pesan grup pada sahabatnya.


' Dimana kalian?' tanyanya


'Wc bro Keenan. Mau ikut?' balas Mas Pram


'di hatimu sayang' balas Bang Al dengan tanda hati dibelakangnya


'Sialan' balas Keenan singkat


Tak lama, dari arah belakang seseorang menepuk pundaknya.


"Ayo" ajaknya masuk kedalam kantin


"Baru jam segini Bang, masa ngajak ke kantin. Itu perut apa tong sampah" ledek Keenan


"Haha.. Daku belum sarapan sayang" ucapnya dibuat semanja mungkin


"Idih.. Meriang dengarnya juga!" keenan begidig ngeri


Bang Al tertawa puas.


"Mas Pram belum terlihat batang hidungnya" ucap Keenan


"Maklum, dia mah titisan kura-kura. Haha" Bang Al tertawa, begitupun Keenan


Tak lama Mas Pram tiba.


"Kawanku yang budiman, apakah kalian sudah sarapan?" tanya Mas Pram


"Kamu tau gak bro? Nunggu dia selesai bicara, gak terasa hari sudah berganti saja" Sindir Bang Al


"sialan!" ucapnya kesal


***


Sore hari, seperti biasa Keenan beserta teman lainnya bermain futsal di Taman Kota. Dia nampak gesit memainkan bola dikakinya.


Permainannya cukup lincah, membuat sang lawan nampak kewalahan.


"Bro.. " Bang al melempar minuman dingin ke arahnya setelah pertandingan berakhir


"Terima kasih Bang" ucapnya


"Hari ini jalan yuk? Rasanya sudah lama sekali gak ke Mall" ucap Mas Pram


"Kebanyakan main sama sabun di kamar mandi sih Mas" ucap Keenan


"Haha.. Dilarang kurang ajar Bro Keenan" ucapnya


"Maaf.. Maaf Mas Kanjeng Pramono" Keenan bersimpuh dihadapannya


"Orang gila semua" ucap Bang Al seraya tertawa


"Daku ada janji sama si Mira bagaimana dong kawan?" tanya Bang Al


"Ajak saja Bang Al, siapa tahu Mira mau traktir kita" usul Mas Pram


"Iya traktir kalian karena berbela sungkawa dengan kejombloan kalian. Haha" Bang Al tertawa puas


"Haha.. Dirimu terlalu sialan Bang Al" Mas Pram protes


Keenan tertawa mendengarnya. Entahlah, setiap Mas Pram bicara, menjadi hiburan tersendiri untuknya.


"Ayo jalan" ajak Keenan


"Kalian duluan saja, aku jemput Mira dulu" ucap Bang Al


"Nanti ketemu disana saja ya Bang. Ingat, jangan merindukanku Bang Al" rayu Mas Pram


"Hii najis Mas" ucapnya


***


"Mana nih Bang Al?" ujar Mas Pram seraya mengedarkan pandangannya


"Sengaja menghindar dia, bosan lihat mukamu Mas" timpal Keenan


"Pasti bosan, soalnya dia selalu kalah ganteng dari aku" ucapnya


"Setidaknya dia tidak jomblo sepertimu Mas" balas Keenan


"Sesama jomblo dilarang saling menghujat Bro Keenan" ucapnya


"Woy.." teriak Bang Al dari arah belakang. Dia menggandeng Mira sang pujaan hatinya


"Hai Mira? Belum bosan sama Bang Al?" sapa Mas Pram


"Sialan Pramono" ucap Bang Al


Mira hanya tersenyum mendengarnya. Sementara Keenan selalu cuek, jarang menyapa pacar Bang Al.


"Kemana kita?" tanya Bang Al


"Seperti biasa" ucap Mas Pram


Mereka naik ke lantai tiga. Kemudian masuk kedalam ruangan yang berisi berbagai permainan disana.


Keenan dan Bang Al nampak sibuk bertanding basket. Sementara Mas Pram, sibuk sendiri dengan claw machine.


"Heran sama jomblo yang satu itu, dia sibuk main capit boneka" ujar Bang Al yang melihat Mas Pram fokus mengamati targetnya.


"Haha.. Kalau dapat paling buat dia peluk-peluk" ucap Keenan


Mira tersenyum mendengarnya.


"Kamu main juga dong. Gak romantis kamu ini" protes Mira


"Daripada kesal main capit boneka. Aku beli saja di toko boneka." ucap Bang Al


"Tuh kan gak romantis. Gak ada perjuangannya tahu" gerutu Mira


Setelah puas bermain, mereka segera pergi ke foodcurt. Rasa lelah setelah futsal dan bermain membuat Keenan makan dengan lahap. Sesekali Mira mencuri pandang ke arahnya. Keenan yang sadar, hanya bisa diam sambil memainkan ponselnya.


'Dasar wanita berisik' batinnya saat melihat status Lala di aplikasi pesan.


'Apa kabar si berisik ya? Lama juga tak bertemu dengannya' dia mengingatnya.