MENANTU

MENANTU
SEMBILAN PULUH TUJUH



Hari Minggu pagi yang cerah saat ini Sofie sedang menyiapkan beberapa hidangan untuk menyambut kedatangan Yoan dan Keluarga, tepat nya kedua Orang Tua Yoan.


Sebenarnya Ayah Rino dan Mama Sonya menginginkan Yoan datang sendiri, namun Yoan ingin langsung memperkenalkan kedua Orang Tua nya.


Tepat jam sepuluh pagi Yoan dan kedua Orang Tuanya tiba di kediaman Ayah Rino dan Mama Sonya. Mereka berbincang-bincang santai, sembari menikmati hidangan yang telah di siapkan Sofie dan Mama Sonya.


Armand Papi nya Yoan dan Elena Mami nya Yoan sangat menyukai Sofie, selain cantik Sofie sangat sopan, tutur katanya lembut dan pandai memasak, benar-benar calon Menantu idaman. Sedangkan Yoan sosok Laki-laki tampan, sedikit pendiam namun bisa mencairkan suasana dengan humor nya yang sedikit garing. Dalam perkenalan pertama ini kesan nya cukup baik bagi Ayah Rino dan Mama Sonya.


Setelah berbincang-bincang Ayah Rino dan Mama Sonya meminta pada Yoan untuk saling mengenal lebih dulu sambil mempersiapkan pernikahan. Awalnya Yoan ingin langsung menikahi Sofie, waktu dua bulan belum cukup rasanya untuk saling mengenal dan lebih dekat.


Akhirnya Mereka sepakat menjalani hubungan dahulu, setelah itu baru di putuskan untuk menikah.


*


Begitu cepat waktu berlalu, kini hubungan Sofie dan Yoan semakin dekat, Mereka pun memutuskan untuk mulai mempersiapkan pernikahan Mereka.


*


Saat pembukaan dan peresmian mini resto resah ku hilang. Semua keluarga berkumpul termasuk Arga dan Argi yang kini bertugas di Bandung. Mama Fenita dan Sonya sangat bangga dengan Nayaka, Moula dan Mauli.


Raffael, Sarah dan Anak-anak pun hadir, kini Sarah sedang mengandung Anak ketiga. Ronald yang tampak gagah dan tampan sangat menyihir perhatian pengunjung, sedangkan Neina asik bersenda gurau dengan Mesca. Mesca yang sangat kaku dan pendiam kini bisa tersenyum mendengar celotehan Neina, sementara si kembar Enzo dan Enzi sibuk dengan kamera mendokumentasikan setiap moment yang ada.


Ayah Rino sedang ngobrol santai dengan Yoan, sedangkan Sofie duduk manis diantara Mama Sonya dan Mama Fenita. Setelah selesai acara pembukaan dan peresmian mini resto, semua kembali ke rumah masing-masing. Raffael dan Keluarga menginap di kediaman Rino dan Sonya.


Namun Yoan selalu tiba-tiba saja melakukan nya sehingga Sofie tidak siap menghindari dan menolaknya.


*


Memasuki bulan ke enam, akhirnya persiapan pernikahan Sofie dan Yoan telah mendekati 90 persen bulan depan Sofie dan Yoan akan menikah.


Akhir-akhir ini Sonya merasakan tubuhnya seperti meriang, kedua aset nya yang sampai saat ini masih bertengger indah pun terasa bengkak dan nyeri. Sonya berpikir apa karena perlakuan Rino sebelum tidur yang selalu menghisap dan meremas seperti bayi. Untung saja phyton tidak setiap malam memasuki sarang.


Tapi jatah membelai phyton tetap setiap malam.


Ternyata Sonya melupakan dari bulan kemarin Ia belum mendapat tamu bulanan. Apakah Sonya hamil pemirsah? Aah semoga saja, meski usianya sudah kepala empat lebih, Sonya masih sangat subur.


Sonya akhirnya meminta Rino untuk mengantarnya ke rumah sakit untuk memeriksakan kesehatannya dan betapa terkejutnya Mereka setelah mengetahui bahwa Sonya kini tengah mengandung buah cinta Mereka. Rasa haru, rasa bahagia dan rasa khawatir membaur menjadi satu.


Setelah berkonsultasi secara detail dengan dokter spesialis kandungan, keduanya sepakat untuk melanjutkan kehamilan ini, jika nanti dalam proses kehamilan menemui kendala maka keputusan terbaiklah yang harus di ambil.


" Sepertinya phyton ku akan lama beristirahat, " wajah Rino tampak memelas.


" Jangan lebay Kak, tetap boleh masuk sarangnya Kak kalau kondisi sudah aman, " jawab Sonya sambil mencubit kecil lengan Suaminya.


" Aduuh... cubitan Mu ternyata masih sakit. "