
Gemericik hujan membasahi bumi, pagi yang terasa semakin dingin membuat tubuh-tubuh lelah enggan bangun, rasanya ingin sembunyi dibalik selimut tebal.
Suara Sonya sayup-sayup membangunkan Nayaka, " Nay... apakaha hari ini Kamu libur Nak? " panggil Sonya sambil mengetuk pintu kamar Nayaka.
" Ia Ma, Nay siap-siap dulu, " bergegas mandi kilat, lalu memakai seragam yang baru Ia dapat. Memoles wajahnya dengan bedak tipis, lip blam dan beberapa semprotan farfum wood musk favorit nya.
Sesaat sebelum Nayaka turun ke lantai bawah, Sonya sudah sekali lagi memanggilnya untuk sarapan. Pagi ini sarapannya mie goreng seafood masakan Mama Sonya tentunya.
Sedikit obrolan saja saat Mereka sedang menikmati sarapan berdua saja. Nayaka tampak kurang bersemangat padahal Ia telah di terima sebagai Guru tetap di sekolah tempat Ia praktek kerja, sehingga setelah Wisuda nanti Ia tak perlu lagi mencari kerja.
Sonya sangat mengerti dengan sifat dan sikap masing-masing Anaknya. Untuk itu Sonya hanya memberikan support pada Nayaka. Ia tak mau menambah beban pikiran Nayaka dengan terlalu banyak nasihat.
" Nay berangkat dulu ya Ma, " Nayaka mencium punggung tangan Sonya. Sonya pun mencium puncak kepala Nayaka.
" Hati-hati sayang, makan siangnya gak boleh telat ya, "
" Baik Ma, Assalamualaikum, "
" Waalaikumsalam, "
Deru suara mobil Nayaka baru saja pergi, kini ada deru suara mobil berhenti di depan rumah, Mba Tuti yang sedang menyapu dan mengepel lantai teras, masuk ke dalam rumah sambil berkata " Bu Sonya , ada Pak Rino ingin bertemu, "
" Baik Mba, bilang tunggu sebentar, " ada apa ya Kak Rino pagi-pagi ingin bertemu Sonya bermonolog sendiri.
" Kok gak masuk Kak? "
" Disini aja, Aku cuma mau bicara sebentar, "
" Oke baiklah Kak, "
Mereka berbicara sebentar, Sonya terlihat menganggukan kepalanya. Setelah itu Rino pergi.
Selang satu jam Sonya telah bersiap-siap, dengan dress peach semata kaki, menambah kecantikan Sonya yang masih tampak sempurna.
" Mba Tuti, Saya mau pergi dengan Pak Rino, nanti kalo Anak-anak tanya ngapain, suruh telpon Saya aja, "
" Baik Bu, "
Tak lama Rino sudah turun dari mobilnya membukakan pintu untuk Sonya. Mereka pun kini pergi tapi kemana ya?
Authornya kepo banget dah 😀. Perjalanan cukup jauh, hingga akhirnya Mereka tiba disebuah tempat makan bernuansa alam, sisa-sisa hujan pun masih sangat terasa, karena udara begitu lembab.
Selama perjalanan hampir 2 jam tak banyak yang Mereka berdua bicarakan. Hanya lantunan suara merdu suara penyanyi pop Indonesia terpopuler yang terdengar.
Rino dan Sonya menuju tempat yang sebelumnya sudah di pesan oleh Rino 3 hari sebelumnya. Ternyata Rino sudah merencanakan pertemuan ini. Mereka pun berbicara santai, walau terkesan canggung.
Para Pelayan pun datang membawa makanan yang sudah di pesan oleh Rino. Semua makanan yang di pesan makanan kesukaan Sonya.
" Kita makan dulu yuk, "
" Katanya ada yang mau dibicarakan Kak? "
" Udah Kita makan dulu aja, tah udah lama Kita gak makan berdua seperti ini, "
Sonya pun menuruti kata-kata Rino, Sonya mulai makan dengan sangat menikmati, Rino tersenyum Ia merasa bahagia melihat Sonya makan dengan dengan cara seperti itu. Sampai-sampai ada makanan yang bersisa di sudut bibirnya.
Rino membersihkan sisa makanan yang melekat disudut bibir Sonya. Sonya merasa kaget dengan perlakuan Rino. Sementara Rino tersenyum sumringah.
Duh mau ngomongin apa nih Kak Rino? Kita lanjut di episode selanjutnya ya ❤️.